Doa Pulang dari Luka

(untuk diriku yang ingin dicintai seutuhnya)

NM.Adnyani

Ya Jiwa,

bimbing aku pulang

dari pelukan yang hampa,

dari sentuhan yang hanya menyapa kulit

tapi tak pernah mengetuk hatiku.

Bimbing aku keluar

dari ruang-ruang yang menjadikan tubuhku

sebagai tempat singgah

bukan rumah.

Tolong,

lepaskan jejak-jejak yang menempel di kulit

tapi tak pernah tinggal di kasih.

Lepaskan bisikan yang mengaku cinta

tapi tak membawa pelukan,

tak membawa cium pada luka.

Aku berjalan di jalan pulang—

dan kutemui kematian kecil:

penjaja manis yang terjatuh,

meninggalkan nampan rasa

yang tak lagi disentuh siapa-siapa.

Aku menangisi itu,

bukan karena ia mati,

tapi karena aku tahu—

aku pernah seperti itu:

menawarkan cinta

saat diriku sendiri hampir tak hidup lagi.

Ya Jiwa,

hidupkan kembali bagian dalam diriku

yang ingin mencintai dengan tenang,

yang ingin dicintai tanpa syarat,

yang ingin disentuh tanpa takut kehilangan harga diri.

Biarkan yang lama terkubur dengan lembut.

Aku siap menjadi tanah baru.

Tempat di mana kasih bisa tumbuh,

bukan hanya datang dan pergi.

Hari ini,

aku memilih pulang.

Ke dalam pelukanku sendiri.

Ke dalam tubuhku yang kudekap sepenuh kasih.

Ke dalam jiwaku yang tak lagi meminta—

tapi menerima, dan merayakan keutuhan.

Om Śāntiḥ.

Aku Pulang.

Diterbitkan oleh Ni Made Adnyani

Aku suka Menulis, aktifitas Mengajar dan Yoga

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai