KARYA SISWA JILID 3 : BERMAIN PERAN

sebagai pendidik, saya berusaha mengeksplorasi bakat anak – anak didik saya agar mereka memiliki atau memunculkan karakter mereka, kreatifitas mereka dan yang terpenting mereka akan terlatih menghadapi berbagai situasi dalam hidup mereka.

bermain peran adalah melatih kecerdasan emosi kita. manusia itu sangat kompleks, sehingga model dan metode yang digunakan dalam mencapai tujuan pembelajaran juga beragam

berikut saya lampirkan beberapa drama yang kami kerjakan bersama

  1. Tilopa dan Naropa

naskah : https://adnyaninatha.com/2015/11/19/tilopa-dan-naropa/

Bagian 1 : Tilopa dan Naropa Bagian 1

Bagian 2 : Tilopa dan Naropa Bagian 2

Bagian 3 : Tilopa dan Naropa Bagian 2

 

2. Gayatri Sadhana

naskah : https://adnyaninatha.com/2016/05/23/cinta-yang-mencerahkan-gayatri-sadhana-laku-spiritual-bagi-orang-modern/

Bagian 1 : https://youtu.be/BixwD1VlEMU

Bagian 2 : https://youtu.be/9B51Fu96U3Q

Bagian 3 : https://youtu.be/KM1IXe6F7vM

 

semoga bermanfaat

Om Shanti, Shanti, Shanti Om

Iklan
Dipublikasi di Materi Pelajaran, Media Pembelajaran, My Life Note, Pasraman Widya Bhuana, Pendidikan agama Hindu | Tag , , , | Meninggalkan komentar

ISI VEDA BERDASARKAN JNANA YOGA, VIBHUTI YOGA DAN RAJA YOGA

Pendahuluan

Mata kuliah Veda dalam agama Hindu yang terdapat pada pendidikan agama ini akan sangat membantu Anda dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengajar, sehingga menunjang persiapan tugas mengajar agama di Sekolah Dasar. Dengan pemahaman yang baik terhadap pengertian dan bahan mata kuliah Veda ini Anda akan dapat menerapkan berbagai teknik mengajar dengan cara yang menarik sehingga pendidikan agama Hindu di Sekolah Dasar akan lebih berhasil.

Adapun tujuan umum Anda mempelajari materi Veda agarAnda dapat mengetahui konsep isi Veda dalam agama Hindu.

Untuk berhasilnya tujuan umum di atas maka sesuai dengan sasaran yang akan ditempuh dalam proses belajar-mengajar, maka modul ini dibagi dalam tiga kegiatan belajar sebagai berikut :

  1. Jnana Yoga
  2. Vibhuti Yoga
  3. Raja Yoga

 

Selain Anda dapat mempelajari buku materi pokok mata kuliah ini secara mandiri atau berdiskusi dengan teman Anda pun akan dibantu dengan kegiatan tutorial kaset atau referensi yang dmanjurkan. Perlu juga diperhatikan senarai (glosarium) atau daftar kata dan istilah dengan penjelasan yang terlampir setelah modul.

Sebelum mempelajari mata kuliah ini ada baiknya Anda terlebih dahulu membaca senarai (glosarium) tersebut, karena maksudnya untuk menolong Anda memahami materi modul.

Kegiatan Belajar 1

Jnana Yoga

Jnana Yoga berarti mengabdikan hidup diri dan diri kita melalui pengamalan ilmu pengetahuan. Pengdahuan ajaran again  ini haru dapat diajarkan dengan benar apabila kita benar-benar mengerti dan memahaminya. Untuk hal ini maka seorang jnana yoga hendaknya memiliki akal budi karena akal budi merupakan sarana untuk memperoleh ilmu pengetahuan baik pengetahuan itu bersifat material mau pun pengetahuan yang bersifat spiritual dalam usaha pendekatan diri kepada Tuhan. Di samping akal budi seperti tersebut di atas, maka yang tak kalah pentingnya adalah hakat karena hakat ini akan mendorong seseorang menuju kepada keinginan terhadap sesuatu, apabila keinginan itu diperoleh maka perlu diteliti untuk meneliti inilah yang dipandang baik untuk masyarakat atau diri sendiri maupun hal yang dipandang kurang wajar. Untuk memilah ini maka yang terpenting bagi golongan jnana yoga adalah ‘kebijaksanaan’ karena dengan kebijaksanaan ini akan mampu untuk memecahkan masalah dan menerapkan pada inasyarakat sesuai dengan situasi dan kondisi. Suatu yang tidak kalah pentingnya yang harus pula dimiliki oleh golongan jnna yoga adalah ‘kecermatan’ sebab dengan memiliki kecermatan maka seorang jnana yoga akan mampu meneliti suatu ilmu pengetahuan dan menilainya serta menerapkan dengan jalan yang benar sesuai dengan maksud pengetahuan tersebut. Walaupun hal-hal seperti tersebut di atas harus dimiliki oleh golongan jnana yoga maka yang tidak kalah penting dan tidak boleh dilupakan adatah sumber ilmu pengetahuan itu sendiri yaitu Tuhan karena dari Beliaulah segala yang ada di dunia ini berasal.

Dengan mengetahui sifat dan hakikat Tuhan yang Maha Tunggal maka kita akan dapat mendekatkan diri kepada-Nya secara lebih mendasar dengan cara yang tepat. Salah satu jalan untuk lebih dekat kepada Beliau, agar Beliau selalu menganugerahkan kekuatan batin dan kesempurnaan akal budi, maka kibijaksanaan dan maka jalan yang harus ditempuli oleh golongan jama yoga adalah berdoa. Dengan berdoa ke hadapan Beliau, maka golongan jnana yoga akan dapat mendekatkan dirinya kepada Beliau sehingga Beliau dengan mudah memberikan petunjuk-petunjuk kepadanya baik hal tersebut bersifat spiritual maupun batiniah.

Salah satu doa yang sering diucapkan oleh golongan jmina yoga kepada Tuhan dalam usaha memohon kebijaksanaan terlukis dalam mantra berikut:

Indra katum na a bhara

pita putrebhyo yaya

siksa no asmin puru huta yamani

jiva jyotir asimahi

(Rg Veda VII. 32 -36)

Ya Tuhan karuniailah kami ilmu sebagaimana seorang memberikan ilmu kepada anaknya. Tuntunlah kami ya Tuhan, ke jalan itu. Semoga kami memperoleh penerangan dalam hidup ini.

 

Dalam mantra di atas dewa Indra adalah dewa yang digunakan sebagai objek dalam pemujaan seorang jnana yoga. Dewa Indra pada umumnya adalah dewa perang yang selalu dimohoni perlindungan namun bagi golongan jnana yoga bukan perlindungan yang dimohonkan melainkan ilmu pengetahuan agar Beliau memberikan tuntunan ke jalan ilmu pengetahuan agar seorang jnana yoga memperoleh penerangan mengenai arti hidup ini.

Ilmu pengetahuan merupakan babagian yang sangat penting dalam agama Hindu, karena dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang hal ini akan dapat melahirkan inspirasi-inspirasi baru dalam penlitian terhadap objek-objek di dunia, yang beraneka ragam sehingga objek tersebut dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Jalan ilmu pengetahuan ini adalah jalan yang ditempuh oleh orang-orang bijaksana dalam usahanya mencari kebenaran utama dengan melalui ilmu pengetahuan dan akal budi.

Doa yang selalu diucapkan oleh umat Hindu setiap hari yang dilakukan turun temurun dalam usaha mencapai kekuatan batin yang lebih utama sehingga akhirnya mendapat penerangan dan petunjuk dan Tuhan adalah mantram Gayatri sebagai berikut:

 

Bhur bhuvah svah tat savitur varenyam

bhargo devasya dhimahi

dhiyo yo nah pracodayat

(Rg Veda III.62.10)

Kami memuja kemuliaan Tuhan di bumi, di langit dan di surga. Semoga ia memberi kami kekuatan pikiran.

 

Mantram Gaya triseperti tersebut di atas selalu diucapkan oleh umat Hindu karena mantram tersebut sangat utama dalam Veda, karena mantram tersebut mengandung kekuatan yang utama bagi manusia dalam usahanya mencapai batin yang utama dan mulia, beserta pikiran dalam rangka mencapai ilmu pengetahuan baik ilmu pengetahuan yang bersifat keduniawian maupun ilmu pengetahuan yang bersifat spiritual. Savitar merupakan dewa yang agung yang dipuja dalam mantram Gayatrit melambangkan kekuatan sinar yang memberikan kecemerlangan kepada pikiran dalam usaha melawan kegelapan.

Lebih lanjut seorang jnana yoga selalu berharap agar Tuhan memberikan kecemerlangan pikiran, keterampilan dan ilmu pengetahuan hidup di dunia sehingga manusia dapat menikmati kebahagiaan hidup atas karunia dari Tuhan yang Maha Esa.

 

Bhadram no api vataya mano

daksa uta kratum

adha te saravye andhaso vivomade

ranan gavo na yavase vivaksaye

(Rg Veda X. 25.1)

Berilah kami keterampilan dan pengetahuan. Maka semoga manusia dalam persahabatanmu merasa bahagia ya Tuhan, seperti sapi di padang rumput, Engkau yang Maha Agung.

 

Agni na ma ghaditam samdidipah

pra caksaya krnahi vatyasomah

(Rg Veda VII1.48.6)

Jadikanlah kami bersinar seperti api yang timbul dari gesekan. Berikanlah kami penglihatan yang jelas, dan jadikanlah kami lebih baik.

 

Mantram di atas ini dipergunakan oleh seorang jnana yoga untuk memperoleh kecerdasan pikiran karena dengan pikiran yang cerdas dan suci maka ilmu pengetahuan itu akan dapat memberikan kebahagiaan karena kebahagiaan yang mulia akan muncul dari pikiran yang mulia pula. Di samping itu seorangjnana yoga juga memohon agar mereka dianugerahi penglihatan yang jelas karena dengan penglihatan yang jelas mereka akan dapat melihat ilmu pengetahuan itu dengan lebih sempurna.

Kemampuan pikiran dari seorang jnana yoga untuk mengingat dan memecahkan masalah sangatlah penting baik masalah itu ada kaitannya dengan material maupun masalah bersifat spiritual. Dalam Veda doa-doa yang selalu diucapkan oleh seorang jnana yoga dalam usaha memohon kemampuan untuk memperoleh kebijaksanaan adalah sebagai berikut:

 

Yam medham devaganah pitarasco pasate

taya mamadhya medhayagne

medha vinam kuru svaha

(Yajur Veda XXII. 14)

Kemampuan itu yang dinikmati oleh kelompok yang bersinar dan bapa; dengan kekuatan itu ya Tuhan jadikanlah kami bijaksana.

Mantram di atas diucapkan oleh seorang jnana yoga dengan terlebih dahulu mengadakan konsentrasi untuk menggambarkan wajah Tuhan yang Maha Utama, sehingga dengan demikian seorang jnana yoga memohon kekuatan agar ia mampu mengetahui Tuhan itu sendiri sebagai sumber ilmu pengetahuan dan keajaiban alam semesta. Kemudian ia melanjutkan permohonannya kepada Tuhan agar dianugerahi ketajaman, kemampuan dan kecemerlangan pikiran, agar dengan kemampuan pikiran yang cemerlang ia mampu menganalisis sesuatu yang dihadapi atau yang sedang membentang menghadang di alam.

 

Sam nah sisihi bhurijoriva ksuram

(Rg Veda VIII. 4.16)

Tajamkanlah pikiran kami seperti

tajamnya pisau cukur.

 

Imam dhiyam siksamanasya deva

kratum daksam varuna samsisidhi

(Rg Veda VII. 42. 3)

 

Ya Tuhan yang maha ada.

Tingkatkanlah kemampuan pikiran

pengetahuan dan pengertian mereka

yang mencari penerangan.

 

Vacada agne si varcome dehi

(Yajur Veda III. 17)

Ya Tuhan engkaulah yang memberikan

Kecemerlangan pikiran, berilah kami kecemerlangan.

 

Dhiya stama rathyah sadasah

(Rg Veda IV. 19-24.1 1)

Dengan pikiran yang lebih mampu

semoga kami, yang dalam kereta perang,

memperoleh kemenangan.

 

Sakhayah kratum icchata

(Rg Veda VIII. 70. 13)

Hai kawan carilah ilmu pengetahuan.

 

Di dalam ajaran Veda sering disebutkan istitah Brahman yang dapat diartikan:

  1. Doa yang terdapat dalam Veda
  2. Objek dari doa yaitu ketuhanan yang digambarkan sebagai kenyataan yang tak terwujud.
  3. Kegiatan mencari kenyataan dan kebenaran yaitu orang yang melaksanakan jnana yoga.

 

Seorang jnana yoga adalah seseorang yang dapat mengetahui Brahma atau isi dari Veda karena bagi orang Hindu mengetahui isi Veda (Brahma) memiliki nilai yang sangat agung; karena Veda banyak mengandung tentang falsafah hidup yang harus dikuasai oleh manusia dalam menghadapi tantangantantangan yang terdapat di muka bumi.

 

Ahameva savayam idam vadami

justam devedhir uta manusebhih

yam kamaye tam ugnam krnomi

ta vhahyanam tam rsi tam sumerdham

(Rg Veda XI 125.5)

Sesungguhnyalah aku sendiri yang mengatakan ini. Yang mendapat sambutan dari yang bersinar dan dari manusia. Dia yang kucintai kujadikan perkasa. Aku jadikan Dia Brahman (Orang bijaksana). Orang suci, orang yang berkemampuan.

 

Pengertian dari kata ‘Aku yang mengucapkan’ dalam mantra tersebut di atas adalah Tuhan itu sendiri yang maha suci dan bijaksana, Beliaulah yang menjadikan atau mengaruniai kebijaksanaan kecerdasan terhadap orang-orang suci (rsi) dan orang-orang pandai (Brahman. Jadi dalam pengertian mantra di atas maka orang-orang bijaksana, orang suci, dan Brahman (orang pandai) dijadikan oleh Tuhan dengan sendirinya melalui proses hukum Tuhan di mana orang-orang yang tersebut di atas harus berusaha keras untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang sempurna baik lahir maupun bathin yang tersirat dalam ilmu Veda.

 

Purvajano brahmano brahmacari

ghamam vasanas tapasodatistat

tama jatam brahmanam brahma jyestam

dexasca sarve amretena sakam

(Atharvaveda XI. 5.5)

 

Brahmacarin (siswa spiritual) lahir sebelum brahman (pengetahuan spirutual), melakukan persembahan, melaksanakan disiplin spiritual (tapas) Dari pribadinya timbul (mendapat wahyu) pengetahuan suci, ilmu kebrahmanaan yang tertinggi dan sinar suci dan hidup abadi.

 

Untuk menjadi seorang jnana yoga yang baik maka pertama-tama yang harus dilakukan adalah brahmacari, adalah tingkatan mulai belajar yaitu mulai mengenal ilmu pengetahuan. Dalam tingkatan ini seorang Brahmacari hendaknya mampu melatih diri dengan dipimpin oleh seorang guru suci untuk mexnperoleh ilmu pengetahuan spiritual yang disebut Brahman. Pendidikan Brahmacari ini lebih mengutamakan disiplin pribadi dalam usaha untuk mencapai kehidupan dalam tingkat yang lebih tinggi. Bila pendidikan Brahmacari yang dilaksanakan oleh seorang siswa spiritual telah mantap dan ia mulai memasuki atau mempelajari ilmu pengetahuan Veda yang merupakan ilmu pengetahuan spiritual. Dengan cara inilah seorang Brahmacari akan dapat dibawa atau dijadikan seorang jnana yoga yaitu orang yang memiliki ilmu pengetahuan baik ilmu pengetahuan spiritual maupun ilmu pengetahuan yang bersifat keduniawian.

 

Arvag anyah paro anyo divas prstat

guha nidhi nihi tau brahmanasya

tau raksati tapasa brahmacaro

tat kevalam krnute brahma vidvan

(Atharva Veda XI.5.10)

Satu di sini yang lain di alam lain

Dua harta karena yang suci tersembunyi Brahmacarin melindungi kedua-duanya dengan kekuatan spiritualnya/(tapas). Dengan mengetahui Brahman ia menjadikan semua itu miliknya.

Seorang Brahmacari ia hendaknya mempelajari dua ilmu pengetahuan suci yang nantinya diperguakan untuk menghadapi rintangan di bumi yaitu ilmu pengetahuan yang bersifat keduniawian seperti ilmu pengobatan (Ayurveda) ilmu bahasa dan lain-lainnya yang nantinya dapat dipergunakan dalam usaha mencari materi di bumi. Di samping ilmu pengetahuan material maka ia harus pula mengisi diri dalam bidang ilmu pengetahuan spiritual, sehingga seorang Brahmacari nantinya akan lebih mantap dalam menghadapi tantangan hidup di dunia.

 

Brahmacaro sincate sanau rtah prthivyam

tena yovanti pradisas cataryah

(Atharva Veda XI.5.12)

Brahmacarin menggunakan kemampuannya yang hehat ini di bumi. Dan dengan demikian alam semesta ini tegak.

 

Dengan memiliki dua ilmu pengetahuan seperti tersebut di atas maka seorang Brahmacari akan dapat menggunakan ilmu pengetahuan yang dimilikinya itu untuk mengatur dan melaksanakan dharma di bumi, sehingga bumi tetap menjadi tegak yaitu mengikuti aturan-aturan hukum yang telah ditentukan oleh Tuhan. Dengan demikian dunia dan isinya dapat hidup selaras. Setelah beberapa waktu seorang siswa Brahmacari belajar ilmu pengetahuan suci dan bila ia sudah dipandang mantap oleh gurunya maka gurunya mengadakan upacara ‘upacayana’ yaitu upacara pelepasan seorang murid dari dunia pendidikan ke masyarakat yang biasanya upacara ini berlangsung selama tiga hari. Dengan pelepasan seorang siswa Brahmacari dari dunia pendidikan maka dalam Veda disebut kelahiran dua kali yaitu lahir dari dunia ilmu pengetahuan spiritual.

acarya upanayamano

brahmacarinam krmite garbham antah

tam ratras titpra udare vibhati

tam jatam drastum ami samyanti devah

(Atharva Veda XI.5.3)

 

Acarya yang mendiksa brahmacarin (siswa), menjadikan ia seolah-olah bayi spiritual yang dikandungnya. Bayi yang dikandung selama tiga malam (seperti seorang ibu mengandung bayi) dalam kandungan spintualnya. Bila ia lahir (yaitu seorang bayi lahir) yang bersinar menyaksikannya.

 

Tentang kelahiran seorang bayi brahmacarin atau pribadi manusia spiritual, mengandung makna yang sangat menarik karena dengan kelahiran Brahmacari ini berarti kelahiran orang suci yang memiliki ilmu pengetahuan yang agung karena dengan ilmu pengetahuan ini ia akan dapat memberikan kebahagiaan kepada umat manusia dan lestarinya hukum alam di dunia ini.

 

Brahmacaryena tapasa raja viraksati

acarya brahmacaryena brahmacarinam icchate

brahmacaryena tapasa deva mrtyum apagnata

indro ha brahmacaryena devebhyam avar abharat

(Atharva Veda XI.5.17.19)

 

Dengan disiplin (tapas) brahmacari raja melindungi kerajaan; dengan disiplin brahmacari guru mengharap keberhasilan siswanya. Dengan disiplin brahmacarya

Seorang gadis mendapat seorang suami yang tampan. Dan Indra dengan brahmacarya memberikan keharuman kepada yang bersinar.

 

Brahmacarya adalah masa seorang mempelajari Veda. Di dalam zaman Veda seseorang wanita juga berhak mendapat pendidikan brahmacarin ini. Dalam mantra tersebut di atas seorang brahmacari harus menjaga atau mengikuti disiplin ilmu pengetahuan, disiplin diri dalam perguruan, karena semua para acarya mengharapkan murid-muridnya berhasil dalam bidang ilmu yang ditempuh. Lebih jauh Veda tersebut di atas mengemukakan bahwa seorang wanita yang telah mengikuti brahmacarin maka wanita tersebut memiliki moral yang agung dan ilmu pengetahuan mulia sehingga gadis semacam ini selalu didambakan oleh keluarga Hindu dengan demikian ia akan memperoleh suami yang tampan, agung dalam moral dan berilmu tinggi.

 

Sraddhaya duhita tapaso dhijata

svasa rsinam bhutakrtam babhuva

sa no mekhale matim a dhesi megham

atho no dhehi tapa indriyam ca

(Atharva Veda VI. 133.4)

Ia (ikat pinggang brahmacarin) telah menjadi putri keimanan. Lahir dan disiplin keimanan spiritual, dan adik rsi (orang bijak) yang menegakkan dunia. Maka ya Tuhan berilah kami kemantapan berpikir dan kekuatan mental spiritual.

 

Ikat pinggang merupakan bagian dari jubah siswa Veda yang telah selesai mengikuti masa brahmacari. Ikat pinggang ini merupakan tanda babagian disiplin ilmu yang ditempuh oleh siswa brahmacarin. Dari masing-masing ilmu yang dimiliki oleh siswa brahmacari dapat dilihat dan ikat pinggang yang dipakai setelah menamatkan pendidikan spiritual yang agung dan menjadi orang bijaksana untuk menegakkan ilmunya di dunia yang merupakan cita-cita luhur dari brahmacarin tersebut.

 

Ni dhi yamanam apagughvam apsu

pra me devanam vratapa uvaca

indro viddham anu hi tvacacaksa

tenaham ange anusista agam

(Rg Veda X. 32. 6)

Dari Engkau yang tersembunyi di dalam air yang mempertahankan hukum dewa-dewa memberi kami. Indra yang mengetahui, menyaksikan dan menunjukkan kepada engkau. Berkat pengajarannya, ya agni kami lahir.

 

Mantram di atas menguraikan tentang cara-cara orang-orang bijaksana memperoleh ilmu pengetahuan melalui petunjuk-petunjuk yang telah dituntun oleh dewa Indra. Dengan demikian maka spiritual mampu memperoleh ilmu pengetahuan kesempurnaan hidup.

 

Aksetravit ksetravidam hyagrat

sa maiti ksetravidanusistah

etad vai bhadram anusasanasyo

ta bhuti vandatyasjasinam

(Rg Veda X. 32. 7)

 

Orang yang tidak mengenal suatu tempat bertanya kepada orang yang mengetahuinya. Ia meneruskan perjalanan, dibimbing oleh orang yang tahu. Inilah manfaat pendidikan. Ia menemukan jalan yang lurus.

 

Dalam mantram di atas diuraikan bahwa seorang guru dipandang sebagai seorang yang mampu dan mengetahui jalan spiritual maka dari itu seorang guru menjadi petunjuk bagi murid-muridnya yang mencari pengetahuan spiritual tersebut. Namun setelah diheri petunjuk sang murid itu sendirilah yang harus menemukan sendiri ilmu yang patut diketahui. Jadi di dalam bidang kerokhanian seseorang harus berusaha mencari sendiri rahasia kenyataan alam ini sedangkan guru hanya sebagai penuntun untuk menunjukkan jalan tersebut.

 

siksa na indra raya a puru

vidam reosama ava nah parye ghane

(Rg Veda VIII. 92.9)

 

Berilah kami petunjuk, ya Tuhan untuk mendapatkan kekayaan. Engkau yang maha tahu, dipuja dengan lagu-lagu. Tolonglah kami dalam perjuangan ini.

 

Mantram di atas memuja Indra sebagai Tuhan yang maha tahu, dengan harapan seorang sisya spiritual diberikan petunjuk olehnya. Untuk mendapatkan kekayaan spiritual sehingga siswa ini dapat merasakan sendiri rahasia yang terbentang di alam semesta.

 

sudukse daksah kratunasi sukratur

agne kavih kavyenasi visvavit

vasur vasunam ksyayasi tvan eka id

dyava ca yani prthivi ca pusyatah

(Rg Veda X. 91. 3)

Kemampan-Mu sangat tinggi, pengetahuanMu sangat tinggi. Ya Tuhan, Engkau adalah penyanyi yang mengetahui. Segalanya karena keanfan-Mu. Engkau menguasai yang baik-baik, yang utama. Yang lahir dari bumi dan langit.

 

Seorang brahmacarin dalam usaha menemukan Tuhan selalu membayang kan beliau melalui spiritual dimana dalam pandangannya bahwa Tuhan itu maha mengetahui dan kemampuannya sangat tinggi, dan mengetahui segala-galanya, demikian pula yang baik-baik berada padanya. Di sini dimaksudkan agar para brahmacari diberikan pengetahuan yang baik agar mampu menggerakkan dharma di dunia.

 

gananam tva ganapati havamahe

kavi kavinam upa masravastamam

jyayestarajani brahmanam brahma nasyata

a nah srnvan nutimih sada sadanam

(Rg Veda II. 23.1)

Kami namakan engkau, yang utama, penyanyi utama, yang sangat termasyur, raja diraja pengetahuan spiritual, ya Tuhan. Dengarlah permohonan kami dengan kasih sayang -Mu, dan duduklah di tempat upacara.

 

Doa di atas sering dipanjatkan oleh seorang yang mencari ilmu pengetahuan dari Tuhan dalam doa tersebut di atas dipandang sebagai dewa ilmu pengetahuan spiritual yang dipanggil dengan sebutan raja pengetahuan spiritual dan beliau dimohonkan pula kehadirannya dalam upacara permohonan yang diadakan oleh orang-orang yang menyebut dirinya murid brahmacari.

 

ni su sid ganapate ganesu

tvam ahur vipratamam kavinam

na rte tvat kriyate kim vanare

maham aham bhagavan citra avam

(Rg Veda X. 112.9)

 

Engkau raja, duduklah di tengah-tengah kami, Engkaulah yang kami sebut pendeta agung, di tengah-tengah penyanyi. Tanpa Engkau tak ada yang dapat diselesaikan, meskipun jauh. Ya Tuhan, kami panjatkan kepada-Mu nyanyian yang mulia.

 

Setelah beliau hadir dalam upacara yang diadakan oleh orang yang menginginkan ilmu pengetahuan maka Tuhan dipersilahkan duduk dan berada di tengah-tengahnya. Dari ini ia memuja keagungan Tuhan yang disebut “Pendeta Agung”, dan mereka memohon agar beliau ikut membantunya di dalam menyelesaikan atau memecahkan masalah yang dihadapi di muka bumi ini.

 

rco aksare parama vyoman

yamsin deva adhi visve niseduh

yastatra vedahim rca arisvasi

ya is tad vidus ta ime samasate

(Rg Veda 1. 164.39)

 

Yang abadi, nyanyian Veda, yang ada dalam alam suci. Tempat perwujudan semua yang bersinar. Akan diapakan nyanyian Veda oleh orang yang tidak mengetahuinya. Tetapi mereka yang mengetahuinya, mereka itu sempurna.

 

yo asyasyaksah parame vyoman

(Rg Veda X. 129.7)

Ia yang mengatur semua ini dalam alam suci.

Mantram di atas menegaskan bahwa pengetahuan tentang ketuhanan sangatlah penting dalam kehidupan ilmu pengetahuan spiritual yang lebih tinggi, hal ini merupakan inti dalam jnana yoga yang juga merupakan keutamaan dalam Veda. Veda tidak akan berarti bagi mereka yang tidak tahu akan manfaat ilmu Veda tetapi bagi yang mengetahui tentang Veda maka Veda merupakan suatu hal yang sangat penting karena konsepsi Tuhan yang abadi, yang tak berwujud, tak berumah merupakan suatu kekuatan di luar daya pikir manusia namun hal ini kita dapatkan dalam kitab suci Veda.

 

Setelah mempelajari uraian-uraian di atas dengan seksama, Anda diharapkan mempunyai wawasan pengetahuan yang jelas tentang Jnana Yoga, selanjutnya kerjakan latihan di bawah ini!

1) Apakah sebabnya golongan Jnana Yoga lebih menekankan pada aspek akal budi dan kecerdasan?

2) Kebijaksanaan adalah sangat penting yang harus dimiliki oleh golongan Jnana Yoga. Jelaskan Jawaban Anda!

3) Jelaskanlah jawaban Anda, mengapa golongan Jnana Yoga lebih menekankan pada pelaksanaan doa?

4) Apakah yang menyebabkan dewa Indra selalu dijadikan objek dalam pemujaan oleh golongan Jnana Yoga?

5) Salah satu Doa yang selalu diucapkan oleh seorang Jnana Yoga adalah Gayatri mantram, hal ini disebabkan oleh:

 

Kunci Jawaban Latihan 1

1) Karena akal budi merupakan sarana untuk memperoleh ilmu pengetahuan baik pengetahuan Ru bersifat material maupun pengetahuan itu bersifat spiritual dalam usaha pendekatan diri kepada Tuhan.

2) Karena dengan kebijaksanaan ini ia akan mampu memecahkan masalah dan menerapkan pada masyarakat sesuai dengan situasi dan kondisi.

3) Karena dengan berdoa maka golongan Jnana Yoga akan lebih mudah mendekatkan diri kepada Tuhan sehingga lebih mudah Tuhan memberikan ajaran-ajaran kepada para jnana yoga dalam usaha memecahkan rahasia alam semesta.

4) Dewa Indra adalah dewa yang memberikan ilmu pengetahuan agar seorang jnana yoga memperoleh penerangan mengenai arti hidup ini.

5) Karena mantram tersebut mengandung kekuatan yang utama bagi manusia dalam usaha untuk mencapai kekuatan bathin yang utama dan pemikiran yang mulia dalam rangka memperoleh ilmu pengetahuan baik pengetahuan duniawi maupun pengetahuan spiritual.

 

Rangkuman

 

–    Jnana Yoga berarti mengabdikan hidup kita melalui pengalaman ilmu pengetahuan.

–    Bila kita mempelajari Veda dengan baik maka pada dasarnya kita diwajibkan menjunjung ilmu, sebab kebahagiaan dan keberhasilan hanya akan dapat dicapai apabila kita menguasai ilmu dan mengamalkannya dengan baik.

–    Berdoa agar diberikan penerangan, pengetahuan dan petunjuk kesemuanya ini merupakan ciri khas dan Jnana Yoga.

–    Di dalam Jnana yoga yang mendasari perkembangannya adalah keberanian dan kemampuan mengembangkan pertanyaan-pertanyaan. Seseorang yang hodoh akan menjadi pandai dengan mulai bertanya dan kemudian mencari jawaban atas pertanyaan itu.

KEGIATAN BELAJAR 2

Vibhuti  Yoga

Vibhuti Yoga berarti kebesaran dan kmuliaan Tuhan yang dihayati oleh para maha resi melalui spiritual. Penghayatan tersebut kemudian dilukiskan secara lahiriah dalam bentuk puisi sebagai rasa kekagumannya. Makna utama ajaran Vibhuti Yoga adalah memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dan persoalan-persoalan yang muncul mengenai sifat-sifat Tuhan yang trancendentalatau di luar alam indria.

Penggambaran sifat-sifat mulia dan agung dari Tuhan yang melebihi dari segala yang ada merupakan ajaran dari Vibhuti Yoga. Dalam ajaran ini dilukiskan sifat-sifat agung dari Tuhan seperti dewa dari semua dewa, maha bijaksana, maha mengetahui, maha adil, maha tinggi dan sebagainya. Semuanya ini adalah satu bentuk dari ajaran Vibhuti Yoga. Kesadaran spiritual dalam penghayatan terhadap keagungan Tuhan yang dirasakan oleh seorang maharesi di mana kekagumannya ini dilukiskan dengan suatu puisi yang bersifat abstrak yang mengandung makna moral yang digubah dengan begitu indahnya sehingga puisi itu bernilai sangat tinggi.

Sumber yang digunakan untuk melukiskan segala keindahan ialah sinar. Oleh sebab itu sinar menjadi objek utama dan sangat dikagumi oleh para pujangga, sehingga akhirnya sinar menjadi simbol keindahan dan kemuliaan jiwa. Sinar merupakan simbol kebenaran, gambaran hukum Rta, kebaikan, kemuliaan, keindahan, akan budi dan sebagainya.

Dewa Agni sebagai dewa keagungan, sumber sinar, maka ia dipuja sebagai yang berkilauan, memancarkan sinarnya ke bumi, ke langit, ke laut dan memberikan kehidupan pada semua makhluk.

Dewa Surya dipandang sebagai dewa sumber yang memberikan kehidupan, sehingga dewa ini dipandang sebagai atman dari semua makhluk hidup baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak.

Sinar dipandang sebagai sesuatu yang suci yang meliputi seluruh alam semesta sepenti terlukis dalam mantra berikut ini:

 

ud vayam tamataspari jyatis

pasyanta uttaram

devam devatra suryam agatma

jyatir uttamam

(Rg Veda I. 50.10)

 

Dengan memandang sinar suci di luar alam gelap, kami sampai pada Surya, dewa utama, sinar yang amat bagus.

 

Mantra di atas menguraikan bahwa dewa Surya merupakan simbol kemuliaan spiritual akan tetapi untuk memudahkan masyarakat menghayati maka dewa tersebut dilukiskan secara lahiriah seperti sinar alam yang luhur yang menerangi alam semesta.

 

Sisarnah sisarno jagatas tasthusas pati

samaya visvam a rajah

sapta svasarah suvitaya surya vahanti

harito rathe

tacchaktur devahitam sukram uccharet

pasyema saradah alam joyema saradah

satam

(Rg Veda VII. 66.55-16)

 

Ia yang bersinar menerangi seluruh alam, Surya, dewa untuk yang bergerak dan yang tidak bergerak-tujuh putri dalam satu kereta, derni kesejahteraan dunia. Mata bersinar dengan kekuasaan Tuhan, menyingsing. Semoga kami dapat menyaksikan selama seratus tahun. Semoga kami hidup selama seratus tahun.

 

A vivaghya pariparaas tomamsi ca

Jyotismantam ratham rtasya tistati

Vrhaspate bhimam amitradam manam

Raksihanam gatrabhidam svarvidam

(Rg Veda II. 23.3)

 

Setelah menghalau yang jahat dan kegelapan. Engkau naiki kereta suci-Mu yang berkilauan. Kereta yang dahsyat, ya Tuhan yang maha bijaksana, yang mengalahkan musuh. Menghancurkan yang jahat, mendobrak kandang penghalang cahaya dan sinar memancar.

 

Dari kedua mantram di atas dilukiskan bahwa dewa Surya sebagai dewa yang memberikan kesejahteraan dunia baik yang dapat bergerak maupun yang tiada bergerak, dan Beliau dipandang sebagai dewa yang mengusir kejahatan dan menghalau musuh-musuh yang mengganggu kehidupan manusia di dunia. Beliau dipandang sebagai penegak hukum Rta yaitu hukum keabadian yang mengatur alam semesta.

 

vrhatsumnah prasavita nivesano

jagatah sthaturubhayasya yo vasi

sa no devah savita sarbha yaccha

tvasme ksayaya trivarutham amhasah

(Rg Veda IV. 53-6)

 

Tuhan yang maha pengasih, yang memberi kehidupan pada alam dan menegakkannya. Ia yang mengatur baik yang bergerak dan yang tidak bergerak. Semoga ia Savitar, memberikan rakhmat-Nya kepada kami. Untuk ketentraman hidup, dengan kemampuan melawan kekuatan jahat.

 

Dewa Surya disebut dengan sebutan Savita atau Savitar adalah sebagai dewa pencipta kehidupan yang ada di alam semesta. Pada dewa inilah semua makhluk berlindung beserta memohon agar dewa ini dapat memberikan ketentraman hidup dengan kekuatan untuk mampu melawan kejahatan.

 

Asya hi svayasasastram savituh kaccana

priyam na minanti svarajyam

(Rg Veda V. 82.2)

 

Keutamaan Savitar ini sangat agung dan terkasih. Tak terkalahkan

 

Pada mantram ini telah diuraikan bahwa dewa Savitar adalah dewa yang dipandang sangat agung dan sangat mulia beliau adalah dewa yang tak terkalahkan oleh semua kekuatan jahat, beliau sangat berkuasa mengatur alam semesta, di samping beliau sangat kasih kepada semua ciptaan beliau serta memberikan perlindungan kepadanya.

 

Visvam deva savitar auritani para suva

yad bhadram tatra a suva

(Rg Veda V. 32.5)

Tuhan Savitar, usirlah jauh-jauh segala kekuatan jahat. Berilah kami apa yang baik.

Mantram ini menguraikan bahwa Savitar adalah Tuhan yang selalu dimohonkan untuk memberikan perlindungan dengan mengusir segala kekuatan jahat dan menuntun semua ciptaannya menuju kepada kebaikan.

 

anagaso aditaye devasya savituh save

visva vimani dhimahi

(Rg Veda V. 82. 6)

 

Suci, sebab kekuatan mulia yang berasal dari kekuasaan Savitar, Tuhan. Semoga kami memperoleh yang baik.

 

Bha visvadevam satpatim sukta vradya

vrnimahe satyasavam savitaram

(Rg Veda V. 82.7)

Hari dengan lagu pujian kami pilih dewa utama, dewa kebaikan. Savitar, yang hukumnya benar.

Kedua mantram ini merupakan pengungkapan Veda yang sangat menarik sekali. Dewa-dewa dilukiskan sangat indah yang merupakan kekuatan yang sangat suci yang sering dilukiskan sangat abstrak seperti melukiskan dewa-dewa lainnya.

Di samping beliau dilukiskan sangat indah, juga dilukiskan sebagai sumber kebenaran, sumber kebaikan. Beliau dipandang sebagai dewa yang maha mengetahui. Ia mampu melihat semuanya yang ada di alam ini, ia mengetahui segala gerak langkah dari semua makhluk, akan tetapi karena kecintaan beliau kepada manusia, maka beliau sebagai juru selamat manusia dan kekuatan-kekuatan jahat yang ingin menghancurkan manusia.

 

yo visvami vipasyati

bhuvana sam ca pasyati

sa nah pusavita bhuvat

(Rg Veda III. 62.9)

Ia yang melihat semuanya dari atas dari samping melihat semua yang hidup. Semoga Ia, Pushan, menjadi juru selamat kami.

 

Disamping Tuhan maha penglihat yang mampu melihat semua yang ada di alam semesta ini maka Beliau dipandang pula mengilhami segala gerak dari pikiran sehingga muncul hal-hal yang baik yang berguna bagi semua kehidupan di dunia. Untuk hal tersebut agar pikiran selalu memikirkan hal-hal yang berguna maka kepada beliau selalu dimohonkan perlindungan agar semua pikiran yang muncul agar dijaga dan dilindungi oleh-Nya dari pengaruh jahat. Di samping beliau dimohonkan untuk melindungi pemikiran-pemikiran dari pengaruh-pengaruh jahat maka beliau dimohonkan pula agar tetap menganugrahkan kekayaan sebab kekayaan ini sangat penting untuk kesejahteraan hidup umat manusia di dunia.

 

Tam unsanam jagatattasdhusas pati

ghiyam jinvar AVASE humahe vayam

pusa no yatha vedasa masad vrghe

raksita payuradaevah svataye

(Rg Veda I. 89.)

 

Ya, yang maha kuasa, dewa bagi yang bergerak dan yang tidak bergerak, yang mengilhami pikiran, kami mohon pertolongan. Semoga Tuhan, pelindung kami dan yang Menjaga kami. Yang tak terkalahkan. Lipat gandakanlah kekayaan kami untuk kesejahteraan kami.

Tuhan yang maha pelindung dan pemelihara ini sering pula dilukiskan sebagai seorang dewi yang sangat mulia, yang turun ke dunia untuk memelihara segala makhluk dan beliaulah pembangkit semangat kehidupan yang menggerakkan semua makhluk hidup untuk bangkit dan bekerja sesuai dengan dharmanya masing-masing.

 

A gha yoseva sunaryusa yati prabhunjati

jarayanti vrjanam padvadiyata

utpatayati paksinah

(Rg Veda 1. 48. 5)

 

Laksana wanita mulia Usha, datang untuk memelihara segala sesuatu dengan hati-hati. Untuk membangkitkan kehidupan ia menggerakkan setiap makhluk berkaki dan membuat hurung-burung terbang.

 

Dewi Usha digambarkan sebagai wanita mulia. Ia turun ke bumi bukan saja untuk menggerakkan semua kehidupan. Namun beliau dipandang pula sebagai dewi yang mengasuh alam, memberikan ilmu pengetahuan, munculnya terang dan kegelapan. Sebagai seorang dewi beliau tetap menjalankan dharmanya yaitu mengasuh dan memberi susu kepada ciptaannya dengan penuh rasa kasih.

 

janatyabhah pratamasya nama

sukra krsnada ajaniota svitico

rtasya yosa na minati dhama

hra ahar niskrtam acaranti

(Rg Veda I. 123. 9)

 

Ia yang mempunyai pengetahuan tentang permu I aan hari, muncul hersi nan terang dari kegelapan. Wanita tidak melanggar hukum alam dengan muncul setiap han pada tempat yang telah ditetapkan.

Keagungan dan keindahan maha dewi yang dilukiskan di dalam Veda laksana seorang gadis yang datang kepada para dewa yang merindukannya. Demikianlah diumpamakan seorang dewi yang penuh dengan rasa keindahan. Beliau turun ke dunia untuk mengunjungi pemuja-pemujanya. Dengan kecantikan dan keindahannya beliau mendatangi pemujanya dengan penuh senyum dengan wajah yang berseri-seri. Laksana seorang wanita datang kepada laki-laki yang dikasihi.

 

Kanyeva tanva u sasadanam

esi i devi devam iyak samanam

samsmayamana yuvatih purastad

avir vaksamsi krnuse vibhati

(Rg Veda l. 123.10)

 

Laksana seorang gadis, bangka akan kecantikannya. Engkau devi, mendatangi dewa yang merindukan Engkau. Dan sambil tersenyum, berseri-seri dan bersinar Engkau tunjukkan dadamu kepadanya.

 

Lukisan dewi yang selalu digambarkan dalam syair oleh seorang Vibhuti Yoga, di mana Dewi Fajar di lukiskan sangat cantik bagaikan seorang penganten yang dihias untuk memperlihatkan kecantikannya kepada pemuda yang merindukannya.

 

Susamhasa matr mrsteva yosa

vis tanvam krnuse adat kam

bhadra tvam aso vitaram vyuccha

na tat te anya ausato nasanta

(Rg Veda l. 123.11)

Cantik laksana pengantin yang dihias oleh ibunya, Engkau mempertontonkan kecantikanmu. Engkau yang dikasihi, Dewi Fajar, sinarilah alam luas ini, tidak ada dewi lain memperoleh apa yang Engkau peroleh.

Lukisan pengantin yang dihias adalah gambaran ungkapan hati seorang Vibhuti Yoga yang sangat mengagumkan sinarnya bagaikan seorang dewi yang menyinari alam semesta, memberikan kebahagiaan yang selalu mendapat pemujaan dari setiap makhluk. Lebih lanjut kemuliaan sinar menjadi keagungan digambarkan bagai dewi yang sangat bahagia.

 

Rtasya rasmin anuvacchamana

bhadram bhadram kratum asmasu dhehi

uso no adva suhava vyuccha

ramasu rayo madhavatsu ca syuh

(Rg Veda l. 123.13

 

Taat kepada kuasa hukum kebaikan. Berilah kami pikiran yang semakin bahagia. Sinarilah kami hari ini Dewi Fajar, Engkau yang pernurah. Semoga kepada kami dan pemimpin kami Engkau limpahkan
rakhmat-Mu

 

Mantram di atas melukiskan seorang Vibbuti Yoga memanjatkan doa agar ia diberikan pikiran yang sernakin bahagia di mata pemujanya ditujukan kepada dewi Usas yang sangat pemurah. Semoga dengan kemurahan ini Ia memberi rakhmat kepada para pemimpin negara yang ia dapat mengantarkan rakyatnya ke dalam alam kesejahteraan.

Keagungan dewi Fajar melahirkan kecantikan yang sangat puitis yang memadukan sinar kecantikan dengan kesucian.

 

Dyam tadyammanam vrhatim rtena

rtavarim arunacsum vibhatim

sevim usasam svar avahanti

prati vipraso matibhir joante

(Rg Veda V. 80.1)

 

Jalan yang dilalui terang benderang, luhur, merah padam, memancarkan sinar, Usha dewi yang bersinar. Dialah yang disambut oleh para penyanyi dengan lagu pujaan.

 

Usa subhra na tanvi vidano

ahverva snati ddasaye no asthat

apa dveso vadhamana tamamsyu

sa dive duhita jyotisagat

(Rg Veda V. 80.15)

 

Ia seakan-akan sadar bahwa tangannya bersinar sehabis mandi, berdiri, tegak sehingga kami melihatnya. Setelah mengusir kejahatan dan kegelapan. Usha putri langit muncul bersinar.

 

Dalam mantram di atas Dewi Ushas dipandang sebagai Dewi Fajar. Dengan sinarnya ia menyinari alam semesta dan dengan sinarnya pula ia menegakkan hukum keabadian. Dialah dewi yang selalu dipuja oleh golongan Vibhuti Yoga dimana golongan ini berpandangan bila beliau turun ke dunia beliau bagaikan dewi yang sangat sempurna, putri langit yang sangat berseri-seri. Dengan sinar ia mampu mengusir kejahatan baik kejahatan di dalam batin maupun kejahatan secara lahiriah, yang dimiliki oleh semua makhluk.

 

Setelah mempelajari uraian-uraian di atas dengan seksama, Anda diharapkan mempunyai wawasan pengetahuan yang jelas tenlang Vibbuti Yoga, selanjutnya kerjakan latihan di bawah ini!

1) Jelaskan arti Vibhuti Yoga!

2) Jelaskan pandangan Vibbuti Yoga terhadap sifat-sifat agung dan Tuhan!

3) Jelaskanlah sumber yang digunakan oleh para rsi Vibhuti Yoga dalam melukiskan keindahan!

4) Sebutkan dewa yang selalu dipuja dalam Vibhuti Yoga yang menjadi sumber sinar!

5) Bagaimanakah pandangan golongan Vibhuti Yoga terhadap Dewa Surya?

 

Kunci Jawaban Latihan  2

  1. I) Vibhuti Yoga adalah penghayatan terhadap kebenaran dan kemuliaan Tuhan yang dihayati oleh para maharesi melalui spiritual yang kemudian penghayatan tersebut dilukiskan dalam lahiriah dalam bentuk puisi sebagai rasa kekagumannya.

2) Sifat-sifat agung yang dimiliki oleh Tuhan adalah Beliau merupakan dewa dari semua dewa, maha bijaksana, maha mengetahui, maha ada dan maha tinggi.

3) Yang menjadi sumber yang dipergunakan untuk melukiskan kekagumannya adalah sinar di mana akhirnya sinar merupakan simbol kebenaran, gambaran hukum rta, kebaikan keindahan dan akal budi.

4) Dewa yang selalu dipuja sebagai sumber sinar adalah dewa Agni sehingga beliau dilukiskan sebagai dewa yang berkilauan memancarkan sinarnya ke bumi, ke langit ke laut dan memberikan kehidupan kepada para makhluk.

5) Dewa Surya dipandang sebagai dewa yang memberikan sumber kehidupan sehingga dewa ini dipandang atman dari semua makhluk hidup baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak.

 

 

 

Rangkuman

–    Vibhuti Yoga berarti kebesaran dan kemuliaan Tuhan yang dihayati oleh para maharesi melalui spiritual yang keniudian penghayatan tersebut dilukiskan secara lahiriah dalam bentuk puisi sebagai rasa kekagumannya.

–   Sikap spiritual yang puitis yang dimiliki oleh para maharesi sebagai jalan kemegahan (Vibhuti Yoga) memiliki keistimewaan yaitu tidak pernah lepas dari kenyataan yang dapat di hayati melalui persepsi indra. Walaupun ia mencari pengalaman yang bersifat trancendentaldi luar alam indra.

–    Sinar menjadi objek utama kekaguman pendeta penyangga Vibhuti Yoga, yang mana sinar itu digunakan sebagai simbol keindahan dan kemuliaan jiwa, simbol kebenaran, simbol rta, simbol kebaikan, kebahagiaan, kekekalan, simbol Tuhan dan lain-lain.

–    Kegelapan merupakan simbol ketidakbenaran yaitu kejahatan, kekacauan, kebenaran, kehodohan, kematian, setan dan sebagainya.

–    Dewa Agni secara simbolis untuk menyatakan keutamaan sinar, oleh karena itu dewa Agni dipuja sebagai dewa yang berkilau-kilauan yang memancarkan sinarnya ke seluruh penjuru.

–    Dewa Surya adalah dewa yang menjadi sumber hidup semua makhluk

Kegiatan Belajar 3

Raja  Yoga

Raja Yoga adalah jalan penghayatan spiritual untuk mengungkapkan rahasia kebenaran yang paling utama yang disebut dengan Tatatau Sat.

Di dalam ajaran Raja Yoga ini maka penghayatan itu ditekankan pada rasa adanya Tuhan, baik Tuhan dalam bentuk trancendentalmaupun dalam bentuk immanent.

Tuhan dalam ajaran Raja Yoga hanya satu dan satu ini kemudian muncul banyak nama. Yang banyak ini kemudian kembali kepada satu lagi, Tuhan sangat kecil dan juga sangat besar. Tuhan tidak terikat akan waktu-ruang dan sebab-akibat. Ia berada di mana-mana dan merupakan jiwa semua makhluk yang tiada berwujud. Tuhan merupakan pusat alam semesta, karena alam semesta muncul dan dirinya yang kemudian kembali lagi kepadanya pada zaman pralaya. Di dalam diri beliau semua yang ada di dalam dunia ini ada pada dirinya seperti kebaikan, keburukan, cinta kasih, kelembutan, demikian pula jiwa yang lepas dari badan ia akan menyatu kepadanya. Hidup yang dirasakan oleh manusia pada masa kini adalah suatu cara untuk mencari kebenaran yang ada dan merupakan sifat dasar manusia untuk menuju ke sifat Tuhan.

Keagungan yang dirasakan oleh manusia dalam yoga bukan suatu dogma namun ia merupakan suatu penghayatan rasa yang sukar dilukiskan dengan kata-kata. Oleh karena itu, untuk melukiskan hal tersebut maka kemudian muncul lamhang-lamhang yang memiliki anti yang sangat agung dan sangat luas. Dalam ajaran Veda tahap-tahap penghayatan spiritual yang dirasakan oleh seorang Raja Yoga dilukiskan sebagai berikut:

Pratena diksam apnoti

diksaya apnoti daksinam

daksina sraddham apnoti

sraddhaya satyam apyute

(Yajurveda 19.30)

 

Melalui pengabdian kita memperoleh

kesucian. Dengan kesucian kita mendapat kemuliaan. Dengan kemuliaan kita mendapat kehormatan. Dan dengan kehormatan kita memperoleh kebenaran.

 

Memperhatikan mantram di atas, maka dalam usaha persiapan untuk memperoleh kebenaran merupakan suatu proses pembinaan spiritual yang dilakukan oleh seorang Raja Yoga dengan terus menerus sehingga ia memperoleh kebenaran dengan segala kemulaannya. Adapun jalan-jalan yang ditempuh oleh seorang Raja Yoga dalam rangka mencapai kebenaran itu adalah:

  1. Cita-cita yang tinggi untuk mengabdi dalam usaha inencapai kesucian.
  2. Dengan memperoleh kesucian maka ia akan memperoleh kemuliaan.
  3. Dengan memperoleh kemuliaan, akandapat mengantarkan ke alam kehormatan.
  4. Dan terakhir kita akan memperoleh kebenaran utama yang merupakan tujuan hidup bagi setiap orang.

 

Dengan penghayatan spiritual yang dirasakan oleh seorang Raja Yoga maka hal ini akan terjadi penghayatan langsung terhadap Tuhan yang Maha Esa.

 

Videham etam purusam mahantam

aditya vanam tamasah parastat

tam eva vidilyati mrtyum eti

nanyah pantha vighate canaya

(Yajur Veda 31. 18)

 

Kami mengetahui yang maha kuasa bersinar laksana matahari memadamkan kegelapan. Hanya dengan mengetahui Dia kita bebas dari kematian. Tidak ada jalan lain.

Berdasarkan mantram di atas, bagian pertama melukiskan ‘kami mengetahui yang maha kuasa’ maka hal ini mempunyai nilai spiritual yang tinggi sekali karena kalimat ini adalah melukiskan penghayatan terhadap Tuhan yang Maha Esa berdasarkan pengalaman. Dalam mantram di atas juga disebutkan, setelah seseorang dapat menghayati secara spiritual maka kebenaran yang utama (Tuhan) kemudian dihandingkan dengan sinar dan kehendaan yang terhatas dengan kegelapan. Hanya bagi mereka yang mengetahui Tuhan maka jiwa yang terdapat dalam tubuh seorang Raja Yoga akan bebas dari kemati an yang di maksud adalah bebas dari ikatan duniawi dan mengalami hidup yang kekal. Dalam penghayatan spiritual yang Tunggal itu adalah yang maha utama, dan dalam Veda dilukiskan bahwa yang utama itu keberadaannya beraneka.

 

Indram mitram varunam agnim ahuh

atho divyah sa suparno garutman

ekam sad vipra bahudha vadantyagni

yamam matarisvanam ahuh

(Rg Veda I. 164.46)

Mereka yang menyebut Indra Mitra, Varuna, Agni; dan itulah yang maha suci, Garutman yang bersayap indah yang Maha Esa yang oleh orang bijaksana disebut dengan banyak nama seperti Agni, Yama Matarisvanam.

 

Mantram ini melukiskan bahwa yang maha suci ituhanya satu adanya namun oleh para ahli disebut dengan banyak nama.

Tuhan yang Maha Tunggal yang dilukiskan oleh para maha resi sebelum beliau mulai mengadakan ciptaan sebagai berikut:

 

Na sad asitro sad asit tadano

na sid rajo no vyoma paro yat

kim avariyah kuha kasya sarma

tranbhah kim asit amrtam na tahi

na mrtyur asid amrtam na tahi

na ratya aha asi praketah

a nid avatam svadhaya tad ekam

tasmad dhanyan na pasah ke canasa

(Rg Veda X. 129.1.2)

 

Pada mulanya tidak ada yang tidak nyata maupun yang nyata. Tidak ada udara juga tidak ada langit. Apa yang menyelimuti dan di mana? Dan milik siapakah tempat berlindung itu? Apakah ada air, tak terduga dan dalam? Pada masa itu tidak ada kematian pun juga tidak ada kehidupan yang kekal. Tidak ada tanda siang pun juga tidak ada malam. Yang Tunggal bernafas, di hampa udara dengan kekuatan dalam diri. Di luar itu tidak ada apa-apa sama sekali.

 

Memperlihatkan mantram di atas, mantram tersebut mengandung makna filsafat yang sangat tinggi dan sangat mulia. Ini merupakan wahyu yang turun dan Tuhan untuk mengajarkan kepada manusia agar mereka mengetahui keadaan sebelum ada apa-apa.

Di dalam uraian Veda selanjutnya Tuhan menjelaskan tentang sifat keberadaan dirinya sendiri, ia adalah maha tunggal dalam keanekaan dan keanekaan dalam keesaan.

 

Eka eva agnir bahudha samiddha

ekah suryo vidvam shu prabhutah

eka ivasah sarvam idam vi bhu

tyekam va vi bahuva sarvam

(Rg Veda VIII. 58.2)

 

Agni yang tunggal menyala dimana-mana. Surya yang tunggal menyinari seluruh alam. Usaha yang tunggal menerangi semua. Yang tunggal itu menjadi semua ini.

 

Mantram di atas menjelaskan bahwa Tuhan yang maha tunggal itu menyusup di segala tempat dan beliau menjadikan semua ini dan setelah ada beliau ada pula di dalamnya.

Untuk menyatakan Tuhan itu Esa, maka di dalam Veda yang disebut dengan nama Tadyang berarti itu. Walaupun kemudian tadjuga diberi bermacam-rnacam nama yang berbeda-beda namun ia tetap satu itu.

 

tad eva agnis tad adityas

tad vayus tad u candramah

tad eva sukra tad prajha

ta apah sa prajapatih

(Yajurveda.32.1 .1)

 

Agni adalah itu, Aditya adalah itu, Vayu adalah itu, Candramas adalah itu, Apah (air) semua itu, Prajapati adalah Dia.

 

Matram ini sangat jelas bahwa nama yang diberikan kepada Tuhan tidak menjadi masalah, karena semua nama-nama dewa itu melambangkan Tuhan yang Esa. Lebih lanjut Veda menguraikan keesaan Tuhan sebagai berikut:

 

Suparna viprah kavayo vacobhir

ekam santam bahudha kalpayanti

chandamti na dadhato aghva

reprgrahan asomasya mimate

(Rg Veda X.1 14.5)

 

Yang bersayap indah, walaupun dia satu dalam nyanyian orang bijaksana menggambarkan dalam bentuk berbeda-beda. Dan sambil mendengarkan lagu dalam upacara suci, mereka itu minum 12 mangkok soma.

 

Mantram ini melukiskan adanya satu Tuhan yang digambarkan dengan cara yang berbeda-beda oleh orang yang bijaksana. Beliau dipuja dan disembah dengan lagu-lagu pujaan dalam uapacara korban suci. Dalam mantram berikut Tuhan yang disembah itu adalah Esa adanya namun dewata itu merupakan aspek Tuhan.

 

Tvam agna indro vripagah satam asi

tvam visnur urugayo namasyah

tvam prajha rayi vid brahmanaspate

tvam vidhartah sacapte puranghya

tvam agne raja varuno ghrtavratas

tvam mitro bhavasi dasma I jyah

tvam aryama satpatir yasya sambhu

tvam amso vidhate deva bhajayuh

tvam agnir aditir deva dasuse

tvam hotra bharati vardhase gira

(Rg Veda II. 7. 1.11)

 

Engkau ya Agni adalah Indra dewa pahlawan Engkau adalah Visnu yang maha kuasa patut dipuja Engkau, ya Brahmanaspati, adalah Brahman yang memiliki kekayaan, Engkau pemberi kehidupan, memberi kami kebijaksanaan. Engkau ya Agni, adalah Varuna yang hukumnya tegak. Engkau bagai Mitra, yang bijaksana, patut dipuja, Engkau Ya Tuhan, Engkaulah Avistha dalam upacara. Engkau Dewa Agni adalah Aditi bagi orang-orang yang mempersembahkan sajian. Engkau Hotra Bharati, dimuliakan dengan nyanyian. Agar memberikan kekuatan, Engkau adalah Ila berumur seratus tahun Engkau dewa Kekayaan adalah pembunuh Vritra. Engkau Saraswati.

 

Mantram di atas menguraikan Dewa Agni dapat disamakan dengan dewa-dewa lain sehingga senua dewa-dewa yang dipuja dalam agama Hindu merupakan satu perwujudan dari Tuhan yang Maha Esa. Oleh sebab semua dewata dalam agama Hindu perwujudan dan yang tunggal maka setiap pemujaan satu dewa dengan dewa yang lain adalah sama karena semua dewa itu berasal atau perwujudan yang tunggal itu.

 

ya eko asti damsana

maha agni trataih

(Rg Veda V1II.1.27)

Ia yang tunggal, sangat hehat, maha kuasa berlandaskan hukum suci.

 

Indra it somapa eka

indrah supata visvayur

antar devan matyarva

(Rg Veda VIII. 2.4)

Indra adalah peminum minuman suci Indra peminum air perasan suci, jiwa segalanya. Di tengah-tengah dewa-dewa dan manusia.

 

Sa visvasya karunasyesa ekah

(Rg Veda 1. 100.7)

Ia adalah dewa yang tunggal itu

dalam semua upacara suci.

 

Ayam eka itya purusha cagte vicpatih

tasya asatanyamu vastaram asi

(Rg Veda VIII. 25.16)

Di sini Tuhan yang Maha Esa, dewa bagi manusia, meliputi seluruh alam dan kami, demi kesejahteraanmu mematuhi hukumnya yang suci.

 

Mantram di atas menguraikan bahwa Agni merupakan salah satu panggilan Tuhan yang Maha Esa dalam semua upacara suci yang diadakan oleh manusia. Di mana Tuhan yang maha suci ini merupakan dewa yang harus disembah oleh seluruh umat manusia dan alam semesta, dengan jalan melaksanakan dan mematuhi hukum-hukumnya demi kesejahteraan alam semesta. Beliau dilukiskan dalam Veda tiada duanya, dan tiada yang mampu menandingi dan menyamai kekuatannya.

na tasya pratima asti

yasya nama mahad yasah

(Yajurveda 32. 3)

Tidak ada yang menyamai Dia

yang sungguh-sungguh sangat mulia

 

Yo visvasya pratimanam vabhuva

yo acyutacyut sajanasa indrah

(Rg Veda .12.9)

Ia yang menjadi panutan bagi semua

Ia yang mendobrak yang tak tergoyahkan

Ia, oh manusia adalah Tuhan.

 

Mantram ini mengajarkan kepada manusia tentang pengertian Tuhan dan sifat-sifatnya yaitu sangat mulia, penuntun seluruh umat dan pendobrak segala rintang beliau maha kuasa.

 

Mahat tad vah kavayascaru nama

yadha deva bavatha visva indre

sakha rbhubhih puruhuta priyebhir

imam dhiyam sataye taksatanah

(Rg Veda III. 5417)

Itulah, Engkau penyanyi, sebutanmu yang agung dan indah. Semua dewata ada dalam India ya kawan, selalu dipuja, engkau dengan Ribhu mu. Yang kau cintai nikmatilah lagu kami demi kesejahteraan kami.

 

Ejad dhruva patyate visvag ekam

carat patatri vigunam vi jatam

(Rg Veda III. 54.8)

Yang Maha Esa ada pada yang bergerak dan yang tidak bergerak, pada yang jalan, terbang, ciptaan yang beraneka ragam.

 

Mantram di atas dengan tegas menyatakan bahwa semua dewata itu adalah satu adanya (semua dewata ada pada Indra) sehingga yang satu itu menjadikan yang banyak dengan aspek yang berbeda-beda namun pada hakikatnya semua itu adalah esa.

 

ya etam devam eka vrtam veda

na dvitoya na trtiyas caturtho nasyu cyute

na pancami na sastah saptami napyucyate

nastami na navami dasami napyucyate

sa sarvasmai vi pascati yaccha pranati yaccha na

tamidam nigatam sahah sa esa eka ekavrd

(Atharvaveda XIII. 4)

 

Kepada dia yang mengetahui Tuhan maha tunggal. Tidak ada duanya, tiganya, empatnya demikian dia disebut. Tidak pula ada limanya, enamnya, tujuhnya begitu Dia disebut. Tidak ada delapannya, sembilannya, sepuluhnya Dia disebut. Ia mengatur semua yang bernafas dan yang tidak bernafas. Ia memiliki kekuatan yang sangat ampuh. Ia yang tunggal, yang maha esa, di dalamnya semua dewata manunggal.

 

Atharvaveda menguraikan dengan tegas bahwa Tuhan ituhanya ada satu tiada yang lainnya lagi. Semua dewata manunggal ke dalam dirinya, sehingga yang ada di alam semesta hanya ia yang tunggal tiada yang lain, yang kita puja.

Tavamste maghavan mahimapo te tanvah satam

apo te vaghve vaddhati yadi vasi nyarvudam.

(Atharvaveda XIII. 4)

Demikianlah keagungan-Mu. Ya Tuhan yang maha pemurah, beratus-ratus wujud-Mu, wujudmu terbilang jutaan atau Engkau sesungguhnya milyaran.

 

Yang maha tunggal memiliki wujud berjuta-juta hal ini menunjukkan keagungan sifat beliau dan beliau sebagai penganugerah yang maha pemurah, melalui wujud beliau yang bermilyard inilah beliau menganugerahkan kesejahteraan kepada umat manusia sesuai dengan permohonan yang diingini oleh manusia pemujanya.

 

Setelah mempelajari uraian-uraian di atas dengan seksama, Anda diharapkan mempunyai wawasan pengetahuan yang jelas tentang Raja Yoga, selanjutnya kerjakan latihan di bawah ini!

1) Jelaskan pengertian Raja Yoga!

2) Uraikan dengan ringkas jumlah Tuhan yang dipuja oleh golongan Raja Yoga!

3) Jelaskanlah hubungan Tuhan dalam ajaran Raja Yoga dengan alam ciptaannya!

4) Jelaskanlah tujuan hidup yang dirasakan oleh manusia menurut ajaran Raja Yoga!

5) Jelaskanlah pengalaman yoga yang dirasakan oleh golongan Raja Yoga!

 

Kunci Jawaban Latihan 3

1) Raja Yoga adalah jalan penghayatan spiritual untuk mengungkapkan rahasia kebenaran yang paling utama yang disebut dengan sebutan Tat atau Sat.

2) Tuhan dalam ajaran Raja Yoga adanya hanya satu. Ia tiada terikat akan waktu ruang dan sebab akihat. Ia berada di mana-mana dan merupakan jiwa pada setiap makhluk yang tiada berwujud.

3) Tuhan merupakan pusat alam semesta, karena alam semesta muncul darinya, yang kemudian kembali kepadanya pada zaman pralaya.

4) Hidup yang dirasakan oleh manusia yang hidup pada masa kini adalah suatu jalan atau suatu cara untuk mencari kebenaran-kebenaran yang ada di alam dan pada diri manusia di mana sifat kebenaran ini merupakan sifat dasar manusia untuk menuju kepada Tuhan.

5) Keagungan yang di rasakan oleh manusia dalam yoga merupakan suatu penghayatan langsung yang dirasakan oleh manusia yang sangat sukar dilukiskan dengan kata-kata, oleh karena itu untuk melukiskannya dipergunakan lambang-lambang yang memiliki arti sangat luas dan agung.

 

 

Rangkuman

–    Raja Yoga adalah jalan penghayatan spiritual untuk mengungkapkan rahasia kebenaran yang paling utama.

–    Tuhan di dalam ajaran Raja Yoga adanya hanya satu dari yang satu ini kemudian muncul banyak namun yang banyak ini kemudian kembali kepada yang satu lagi.

–    Pelukisan sifat-sifat Tuhan dalam Raja Yoga beliau digambarkan sangat kedil dan sangat besar. Ia tidak terikat oleh ruang dan waktu, sebab-akibat dan merupakan jiwa dari setiap makhluk yang tidak berwujud.

–    Hubungan Tuhan dengan alam semesta, dimana Tuhan merupakan sumber alam semesta karena alam semesta ini muncul darinya yang kemudian kembali kepadanya lagi dalam zaman pralaya.

–    Pengalaman hidup yang dirasakan oleh manusiapada kala ini adalah suatu jalan dalam usaha mencari kebenaran yang ada, karena hal ini merupakan sifat dasar manusia untuk menuju kepada sifat Tuhan

–   Keagungan yang dirasakan oleh manusia dalam melaksanakan yoga mempakan penghayatan langsung yang dirasakan oleh manusia yang sangat sukar dilukiskan dengan kata-kata, oleh karena itu untuk melukiskan hal tersebut kemudian dipergunakanlah lambang-lambang yang memiliki arti sangat agung dan sangat luas

 

REFERENSI

 

 

Bose, A.C., The Call of Veda

Pudja, G., Satu Pengantar Dalam Ilmu Veda, Jakarta, Mayasari, 1985.

 

Dipublikasi di My Life Note | Meninggalkan komentar

ISI VEDA DITINJAU DARI KARMA YOGA DAN BHAKTI YOGA

Pendahuluan

Mata kuliah Veda dalam agama Hindu yang terdapat pada pendidikan agama ini akan sangat membantu Anda dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengajar, sehingga menunjang persiapan tugas mengajar agama di sekolah dasar. Dengan pemahaman yang baik terhadap pengertian dan bahan mata kuliah Veda ini Anda akan dapat menerapkan berbagai teknik mengajar dengan cara yang menarik sehingga pendidikan agama Hindu di sekolah dasar akan lebih berhasil.

Adapun tujuan umum Anda mempelajari materi Veda agar Anda dapat mengetahui konsep isi Veda dalam agama Hindu.

Untuk berhasilnya tujuan umum di atas maka sesuai dengan sasaran yang akan ditempuh dalam proses belajar mengajar adalah:

  1. Karma Yoga
  2. Bhakti Yoga

Selain Anda dapat mempelajari buku materi pokok mata kuliah ini secara mandiri atau berdiskusi dengan teman Anda pun akan dibantu dengan kegiatan tutorial kaset atau referensi yang dianjurkan. Perlu juga diperhatikan senarai (glosarium) atau daftar kata dan istilah dengan penjelasan yang terlampir setelah modul.

Sebelum mempelajari mata kuliah ini ada baiknya Anda terlebih dahulu membaca senarai (glosarium) tersebut, karena maksudnya untuk menolong Anda memahami materi modul.

Kegiatan Belajar 1

Karma Yoga

Menurut ajaran Veda Karma Yoga mendasarkan ajaran-ajarannya pada masalah-masalah kehidupan duniawi. Di mana ajaran karma yoga menekaikan kepada kebenaran kita pada dunia ini. Hal ini nampak pada doa yang sering diucapkan oleh golongan karma yoga: dalam usaha untuk memelihara pertumbuhan tubuh, pikiran serta kehidupan menjadi sehat, bergembira dan bergerak dalam dunia ini, sehingga seorang karma yoga menghendaki umur panjang dan hidup yang sempurna, seperti pada doa berikut:

Tac caksura devahitam sukram

uccarat, pasyena saradah satam

yovena saradah satam

(Rg Veda VIII. 66.16)

Semoga kami selama seratus tahun melihat.

Mata yang bersinar itu (surya di langit)

muncul atas kehendak Tuhan.

Semoga kami hidup seratus tahun

Doa di atas merupakan curahan isi hati dari golongan karma yoga agar ia dianugerahi umur panjang oleh Tuhan dalam menempuh kehidupan di bumi ini dan di samping umur panjang maka kehidupan yang sempurna itu sangat penting, seperti pandangan yang sempurna, penglihatan yang sempurna dan lain-lainnya sehingga seorang karma yoga dapat merasakan dan menikmati hidup ini.

Tac caksura devahitam purastacchurram

ucarat pasyema saradah satam jatrem

saradah sata

srnuyama saradah sate pra bravama

saradah satam adinah syama saradah

satam bhuyasca saradah satat.

(Yajur Veda 36.24)

Semoga kami selama seratus tahun dapat

menyaksikan mata yang bersinar itu atas

kehendak Tuhan muncul di hadapan kami.

Semoga kami hidup seratus tahun.

Semoga kami berkata yang baik selama seratus tahun.

Semoga kami dapat menegakkan kepala selama seratus tahun.

Ya bahkan lebih dari seratus tahun.

Kehidupan yang dimohon selama seratus tahun oleh golongan karma yoga seperti doa di atas bukan berarti hidup atau bernafas saja selama seratus tahun namun hal yang dimohon karma yoga diberikan kesehatan dan hidup terhormat dan memiliki moral yang tinggi sehingga ia dapat merasakan bagaimana keindahan dan kenikmatan dunia yang dijadikan oleh Tuhan ini.

Caksur ro dhehi caksuse

caksur visvyau tanubhyah

sam cedam vi ca pasyame

(Rg Veda X. 158.4)

Berilah penglihatan kepada mata kami.

Penglihatan kepada badan kami sehingga

bisa melihat. Semoga kami dapat melihat

alam keseluruhan. Semoga kami melihat

sampai babagian-babagian kecil.

Di samping keindahan dunia yang dapat dilihat beserta dinikmati melalui kesempurnaan jasmani dan indria maka seorang karma yogi ingin pula mengetahui lebih jauh isi dunia ini melalui mental yang sempurna untuk menganalisis sesuatu yang nampak sehingga analisis yang diperoleh dapat memberikan kenikmatan kepada diri seorang karma yoga.

Sata mitru sarado anti deva

yatra nascakra jarasam tanunam

putraso yatra pitaro bhavanti

ma no madhya rorusutayur gantah

(Rg Veda I. 71. 10)

Benar-benar seratus tahun kehidupan.

Dalam masa itu engkau menghancurkan

badan kami. Dalam masa itu anak laki

akan menjadi ayah. Semoga umur kami

tidak terpotong di tengah jalan kehidupan kami.

Ma no agne sakhya pinyyani

pra masim sta abhi viduskavih san

namo nan rupam jarima minati

pura tasya abhisasteradhihi

(Rg Veda I. 71. 10)

Jangan diputuskan, ya Tuhan, Persahabatan

luhur kami. Mereka memiliki pengetahuan

dan sebagai orang suci. Seperti awan yang

menyebar, ketuaan merusak wajah. Sebelum

yang buruk itu datang lindungilah kami.

Doa yang sering disebut atau diucapkanleh orang karma yoga ia menghendaki dalam masa usia seratus tahun ini hendaknya jangan dipenggal atau mati muda, sebab dengan mati muda ia belum terlihat keindahan dunia di mana putra-putranya belum dewasa, belum memiliki cucu sebagai penerus keturunan. Sebab keturunan sangat penting dalam agama Hindu.

Di samping para karma yoga menginginkan umur panjang, maka mereka menginginkan pula awet muda, sehingga mereka sangat bergairah dalam hidup ini, dan bersemangat dalam dunia ini.

Kematian merupakan akhir perjalanan hidup manusia dan kematian tidak dapat dihindari dan ia akan datang menjemput manusia sebagai sahabat bagi setiap orang harus diterima sebagai sahabat karib yang datang menjemput temannya. Kematian bagi setiap orang harus diterima sebagai suatu kenyataan. Oleh sebab itu, sebelum kematian tiba, maka kehidupan ini hendaklah dijalankan dengan sebaikbaiknya dengan cara bersenang-senang seperti menari dan tertawa yang melambangkan kehidupan bahagia di dunia.

Walaupun kematian pasti akan tiba maka seorang karma yoga selalu memohon kepada Tuhan agar memiliki umur panjang dan Tuhan tiada menyakiti tubuh seseorang yang ia paling cintai.

ma no mahantam uta mu no arbhakam

mu na uksatam uta ma na uksitam

no vadhih pitarath moda mataram

ma nah priyas tanvo rudra rorisah

(Rg Veda I. 114. 7)

Janganlah kami disakiti, Rudra yang

besar maupun yang kecil di antara kami

janganlah menyakiti seorang ayah atau

seorang ibu dalam lingkungan kami.

Dan janganlah menyakiti badan yang

kami cintai.

ya ciddhi mrtyu vandhava aditya manavah

smasi.

pra su na ayur yovase tiretana

(Rg Veda VIII. 18. 22)

Karena kami, manusia, ya Aditya, diterima

kematian. Semoga engkau memperpanjang

umur kami di dunia sehingga kami hidup lama.

Setiap manusia sadar akan dirinya bahwa ia pasti akan mati namun demikian ia tetap memohon ke hadapan Tuhan agar selalu memohon umur panjang dan hidup lama di dunia karena pandangan manusia hidup di dunia ini tempat mereka bersenang-senang bergembira dan bermain-main dengan anak cucu mereka sebagai penerus kelangsungan keturunan mereka.

Tryanihakam yajamahe

sragandhi pusthivardhanam

arva arukam iva vandhanh

(Rg Veda VIII. 59. 12)

Kami memuja Tryambaka (Rudra) yang

menyebabkan keharuman dan memperbanyak

makanan. Semoga ia melepas kami, seperti buah

mentimun dari batangnya, dari kematian, tetapi

bukan dari kekekalan.

Dari uraian Veda di atas, maka pandangan karma yoga terhadap dirinya bagaikan pohon mentimun, di mana dewa Rudra adalah dewa yang sangat baik, beliau memberikan kehidupan, beliau memberikan rabuk pada setiap kehidupan terutama pada diri manusia. Namun setelah tiba saatnya maka Dewa Rudra yang sangat mulia dan baik itu akan datang untuk memetik buahnya yang dipelihara dan dirabuk itu. Kematian bagi seorang karma yoga ibarat buah yang telah masak yang dipetik oleh pemiliknya (Tuhan), namun jiwa yang dimiliki akan tetap mengalami hidup yang kekal dan jiwa tersebut akan dapat ditanam kembali ke dunia oleh Dewa Rudra. Oleh sebab itu pujalah dan muliakanlah Dewa Rudra yang maha pengasih yang merupakan sumber kebahagiaan yang memberikan kesehatan. Dewa yang murah hati yang selalu memberikan kebahagiaan bagi mereka yang berbuat baik.

Ime jova vi mrtair avavrtam

abhud bhadra devahrtir noadya

pratrco agama nrtaye hasaya

draghya ayuh prataram dadhanah

(Rg Veda X. 18.3)

Yang hidup ini berasal dari yang mati. Semoga pemujaan kami ini diberkati kami hidup untuk menari dan ketawa untuk memperpanjang hidup kami.

Dari kutipan di atas di mana kematian diterima sebagai suatu kenyataan namun jiwa tetap kekal abadi. Kehidupan yang dialami oleh seorang karma yogi di dunia harus diterima dengan jalan bersenang dan bergembira, karena dengan jalan bersenang-senang dan bergembira maka orang tersebut akan dapat memperpanjang umumya di dunia, dan dengan memperpanjang umur di dunia ini maka buah yang dipetik oleh Dewa Rudra merupakan buah yang betul-betul telah masak.

Seorang karma yoga di samping hidup bersenang-senang dan bergembira, maka mereka tidak lupa pula memohon kepada Tuhan agar beliau selalu memberikan kelapangan dan kebebasan dalam hidup ini.

uru nasthave u tana

uru ksayaya naskrdi

uru no yandhi yovase

(Rg Veda VIII. 68.12)

Berilah kelegaan bagi badan kami. Berilah kelegaan bagi tempat tinggal kami. Berilah kelegaan bagi hidup kami.

Kelegaan, kelapangan hidup yang dianugerahi oleh Tuhan kepada manusia di dunia akan dapat menambah atau memperpanjang hidup ini, oleh karena itu kebebasan hidup di alam semesta ini sangat penting karena dengan adanya kebebasan hal ini dapat diartikan memperpanjang umur manusia, dan manusia dapat hidup bahagia.

Kebahagiaan hidup sangat didambakan oleh seorang karma yang seperti halnya kekayaan kemuliaan terutama dalam bidang spiritual, seperti dalam doa yang diucapkan olehnya sebagai berikut:

Indre srstani draviani dhehi

cittim daksasya subhaga tvam asme

posam rayonam aristhi tanunam

svadmanam vacah sudenatvam aham

(Rg Veda II. 21. 6)

Ya, Tuhan karunilah kami kekayaan yang mulia. Pikiran yang baik dan kemuliaan spiritual. Harta benda yang berlipat ganda, kesehatan jasmani, suara yang merdu dan hari-hari yang cerah.

Dari kutipan di atas, maka Veda menerima kenyataan yang diperlukan oleh manusia hidup di dunia seperti halnya kekayaan dan kemuliaan spiritual. Di samping dua hal seperti tersebut di atas maka Veda juga menerima bahwa di dalam mencapai kebahagiaan hidup perlu juga diperhatikan lingkungan hidup karena lingkungan ini akan dapat membantu manusia di dalam mencari temak-ternak yang ikut membantu manusia dalam bekerja sehingga mempercepat proses pencapaian kekayaan tersebut hal ini tampak pada kutipan berikut:

Balam dhehi tanusu no

balam indranattutsu nah

balam takaya tanayaya jivase

tvam hi balada asi

(Rg Veda III. 53. 18)

Ya Tuhan berilah kami kekuatan jasmani,

kekuatan bagi lembu kami, kekuatan bagi

keturunan kami, anak cucu kami, sehingga

mereka dapat hidup. Karena engkau (Indra)

adalah sumber kekuatan

Tanupa agne si tanvam me

pahat ha gurda agne syayusman dehi

agne yanme tanva unam tanma aprana

(Yajur Veda III. 17)

Engkau (Agni) adalah pelindung badan kami, lindungilah badan kami. Engkau memberikan umur panjang, berikanlah kami umur panjang. Engkau memberikan kecemerlangan budi.

Ya Tuhan, apa pun yang kurang pada diri kami. Semoga engkau memberikannya.

Di samping kecemerlangan pikiran maka seorang karma yoga selalu berharap semoga Tuhan bersemayam di dalam dirinya, dengan bersemayamnya Tuhan pada dirinya hal ini dapat berarti bahwa segala langkah dan tindakan seorang karma yoga dapat dituntun oleh Tuhan sehingga dengan demikian maka ia bebas dari perbuatan yang tercela.

Mayi vaco atho yaso tho yajna sya yat

payah

tan mayi prajapatir divi dyam iva

ddamahatu

(Atharva Veda VI. 69.3)

Semoga kami mempunyai pikiran yang terang, kemasyhuran dan kekuatan seperti yang ada pada korban suci. Semoga yang maha pencipta bersemayam dalam diri kami laksana sinar di langit.

Kehidupan di dunia sangatlah sulit yang harus dihadapi oleh setiap manusia. Kesulitan ini akan dapat diatasi dengan perlindungan dan anugerah yang dikaruniai oleh Tuhan, dan dengan melakukan dharma dan menjauhi kejahatan, karena dengan melakukan perbuatan jahat maka kebahagiaan akan menjauh.

ye stha manoryajni yaste srinotana

yaddi deva imahe tad tadatana

jaitram kratum rayimad viravadyasas

tad devanam avo adya vrnimahe

(Rg Veda X. 36. 10)

Ya engkau yang sangat dicintai dengarlah. Berilah kami ya Tuhan apa yang kami mohon. Ilmu yang jaya keharuman karena harta dan pahlawan. kami mendambakan kemurahanmu.

asma vato riyate sam ramaghvam

uttistata pra tarata sakhayah

atra jahama ye asannasevah

sivan vayam uttaremadhi vajan

(Rg Veda X. 53. 8)

Sungai berbatu mengalir terus majulah serempak. Berdirilah dengan tegak, dan seberangi, hai kawan. Tinggalkan mereka yang meninggalkan kebaikan dan mari kita menyeberangi agar mendapat kekuatan yang berguna.

Asmanvati riyete sam rabhaddvam

virayadhvam pra tarata sakhayah

atra jahita ye asan dureva

anamivam uttarema abhi vajan

(Atharvaveda XII. 2. 26)

Sungai yang berbatu-batu mengalir terus. Maju serentak, dan dengan sikap sebagai pahlawan. Seberangilah hai kawan, tinggalkan mereka yang berpikir jahat.

Mari kita menyeberang agar mendapat kekuatan yang berguna.

uttustata pra tarata sakhayo

smanvato nadi syandate iyam

utra jahita ye asnnasivah

sivan asyonan uttarema abhi vajan

(Atharvaveda XII. 2. 27)

Berdirilah tegak dan seberangi hai kawan, sungai yang berbatu-batu itu. Mari kita menyeberang agar mendapat kekuatan yang berguna dan menyenangkan.

atikramanto durita padani

satam himah sarvavira madema

(Atharvaveda XII. 2. 28)

Setelah menyeberangi tempat-tempat yang berbahaya, semoga dapat bersenang-senang, dengan semua Pahlawan kami selama seratus tahun.

Dunia tempat manusia ini diibaratkan bagaikan sungai penuh berbatu-batu, di mana di dalam hidup ini manusia selalu menghadapi rintangan dalam mencapai tujuan hidup. Oleh sebab itu seorang karma yoga berharap agar setiap manusia hendaknya memegang teguh dharma dan memohon anugerah dan Ida Sanghyang Widhi. Dengan keteguhan iman dan meninggalkan suatu perbuatan-perbuatan tercela, niscaya rintangan-rintangan hidup yang diluluskan bagaikan sungai-sungai berbatu niscaya dapat dilalui. Dan setelah dapat melalui rintangan hidup yang menghadang di dunia maka kita telah mampu mengatasi pengaruh-pengaruh jahat sehingga kita dapat mulai hidup bersenang-senang selama berada di bumi.

Lebih jauh kitab Veda menganjurkan kita harus berjuang di dalam hidup ini guna menyongsong hari tua yang lebih semarak dan dianjurkan dalam hidup ini agar jangan bermalas-malas karena kemalasan tersebut hanya membuang-buang waktu saja yang sangat berharga.

a rohatayura jarasam vrnana

anupurva yatamana yati sta

iha tvasta suyanima sajasa

dhirgham ayuh karati jivase vah

(Rg Veda X. 18. 6)

Terimalah hidup ini, sambutlah hari tua.

Engkau berjuang susul-menyusul. Semoga

Tuhan, yang menciptakan yang baik,

melimpahkan kemurahannya dan

memberikan umur panjang kepada

engkau semua.

Trataro deva adhi vecata no

ma no nidra isata mota jalpeh

vayam somasya visvaha priyasah

suviraso vidhatam a vadema

(Rg Veda VIII. 48.18)

Ya, Tuhan, pemelihara, berkatilah kami

semoga sifat penidur tidak menguasai kami,

juga tidak kebiasaan ngobrol. Tetapi kami

tetap dikuasai soma dengan pahlawan kami,

berbicara dalam pertemuan.

Icchanti devah sunvantam

na svasnaya sprha yanti

yanti pramadam atandrah

(Rg Veda VIII. 2. 18)

Dewa-dewa menghendaki manusia agar mempersembahkan minuman (yajna). Dewa-dewa tidak tidur, Mereka yang tidak tidur, menghukum orang-orang yang risau.

Dari uraian tersebut di atas, maka hendaknya setiap orang (karma yoga) selalu melakukan persembahan baik kepada dewa-dewa maupun kepada dunia. Persembahan yang dipersembahkan hendaknya diperoleh dengan jalan bekerja dalam usaha berbuat baik. Seorang karma yogi diharapkan tidak terlalu banyak tidur dan tidak terlalu banyak ngobrol karena dengan banyak tidur dan ngobrol maka waktu yang sangat berharga itu akan hilang. Tidurlah hanya untuk kesehatan badan dan berbicaralah hanya untuk yang berguna dengan tidak menyinggung perasaan orang lain.

Perbuatan yang bersifat buruk akan selalu dihukum oleh Tuhan, karena Tuhan maha tahu dari setiap langkah perbuatan manusia. Jadi dalam hal ini Tuhan setiap saat merupakan saksi dalam tiap langkah gerak manusia.

Manusia diharapkan dapat melaksanakan keia yang jujur dengan tidak merugikan pihak-pihak lain.

aksair ma divyah krsim vi krtasva

vite ramasva bahu manyan manah

tatra gava kitava tatra jada

tan me vi caste savitayam aryah

(Rg Veda X. 34. 13)

Jangan bermain dadu, tanamilah ladangmu.

Berbahagialah dengan kekayaan itu,

banggakanlah itu. Ya penjudi, ingatlah

ternakmu dan ingat istrimu.

Demikianlah nasihat Savita yang mulia.

Memperhatikan kutipan tersebut, maka Veda dengan tegas mengatakan bahwa perbuatan berjudi adalah suatu perbuatan yang tercela, maka golongan karma yoga diharapkan untuk memperoleh kekayaan dengan melakukan pekerjaan menanami ladang yang mereka miliki. Ia harus berbangga dengan hasil yang diperoleh melalui kerja keras dengan jalan menanami tanah pertaniannya. Lebih jauh mantram Veda di atas menganjurkan kepada para penjudi hendaknya jangan memikirkan tentang judi, namun yang harus diingat adalah ternak di mana ternak itu akan dapat memberi hasil yang memang dianugerahi oleh Tuhan. Di samping itu hendaknya diingat pula istrimu yang ada di rumah, Kewajiban seseorang memberikan kepuasan sesuai dengan dharma terhadap istri melalui kerja keras dengan dharma terhadap istri melalui kerja keras dengan tidak menghayal untuk memperoleh kekayaan. Lebih jauh seseorang karma yoga hendaknya memikirkan kekayaan, karena kekayaan ini akan dapat memberi kepuasan dalam hidup ini dan dapat dipergunakan untuk memelihara keturunan agar anak-anak dapat menjadi manusia yang sempurna, sesuai dengan perkembangannya atau dengan kata lain anak-anak dapat tumbuh menjadi manusia yang manusia. Namun di dalam memperoleh kekayaan tersebut hendaknya manusia berjuang dengan kerja keras dengan jalan dibenarkan menurut ajaran Veda. Di samping bekerja keras, maka golongan karma Yoga hendaknya melakukan doa pula ke hadapan Tuhan agar beliau selalu menuntun pemikiran-pemikiran manusia untuk memperoleh kekayaan dengan jalan yang baik itu.

pari cin marto dravinam mamanyad

rtasya patha namata vivaset

uta svena kratuna sam vadeta

sreyam sam daksam manasa jagrbhyat

(Rg Veda)

Seharusnyalah orang memikirkan kekayaan

dan berjuang untuk memperolehnya dengan

cara yang benar dn disertai doa dan seharusnyalah

ia memakai pertimbangan hati nuraninya dan

penuh semangat, berusaha meningkatkan kemampuan.

Kutipan di atas mengisyaratkan bahwa setiap orang diharuskan untuk memperoleh dan mencari kekayaan di dunia dengan jalan yang jujur dan terpuji serta memperhatikan pertimbangan-pertimbangan yang muncul dari hati nurani yang suci. Dalam langkah gerak kerja manusia hendaknya jangan lepas dari hukum moral dan hukum Rta. Kedua hukum ini dipergunakan sebagai pedoman dalam mencari harta benda. Di dalam memperoleh harta benda maka setiap orang hendaknya jangan terlalu serakah yaituhanya mementingkan diri sendiri dengan tidak memperhatikan orang lain, dalam memperoleh makanan. Dermakanlah makanan tersebut sedikit kepada kawan-kawan yang ada di sekeliling yang sangat membutuhkannya sebagai suatu yajna.

mogham annam vindate apracetah

satyam bravimi vadha itya tasya

naryamanam pusyati no sakhayam

hevaladho bhavati kevalado

(Rg Veda X. 117.6)

Orang yang tidak bijaksana tidak

memanfaatkan makanan sebaik-baiknya. Aku katakan terus terang ia sama saja dengan orang mati, ia tidak membagi makanan kepada temannya. Dan orang makan sendiri akan menanggung dosanya sendiri pula.

Kutipan di atas menegaskan bahwa makanan yang diperoleh dengan kerja keras hendaknya dihemat sebaik mungkin penggunaannya. Makanan itu merupakan anugerah Tuhan oleh sebab itu setiap manusia hendaknya melakukan yajna karena hidup ini harus mengingat kepentingan orang banyak, dan jangan hanya mengutamakan kepentingan pribadi, sebab keserakahan akan dapat menimbulkan dosa. Setiap orang yang menjalankan karma yoga maka pada prinsip dasarnya ingin bebas dari dosa, oleh sebab itu, di samping mereka bekerja untuk kepentingan duniawi maka mereka pun selalu berdoa memohon kepada yang maha kuasa agar mereka bebas dari segala dan dosa-dosa dalam melakukan perbuatan.

Agne naya supatha raye asman

visvani deva vayunani vidvan

yoyodhya smaj juhuranam eno

bhuyistam te namatarhita vedema

(Rg Veda 1. 189.1)

Agni! Tunjukkanlah kepada kami jalan yang benar untuk mencapai kesejahteraan. Engkau ya Tuhan yang mengetahui semua kewajiban, lenyapkanlah dosa kami yang menyengsarakan kami. kami akan memuja Engkau.

Svasti pantham anu carema

surycandrama saviva

punar dadata ghnata

janata sam gamemahi

(Rg Veda V. 51.11)

Kami akan mengikuti jalan yang benar seperti matahari dan bulan. kami akan menyertai yang pemurah, yang penyayang dan yang maha mengetahui.

Kedua mantram di atas adalah suatu mantram (doa) yang sering diucapkan oleh orang karma yoga, agar Tuhan selalu menuntun mereka don menjauhkan dari semua dosa yang mereka lakukan. Dalam suatu langkah dan gerak seorang karma yoga hendaknya mengikuti hukum alam yang sangat teratur bagaikan matahari dan bulan yang selalu mengikuti hukum alam yang harus dipedomani oleh mereka yang melaksanakan karma yoga di mana matahari selalu dengan patuh mengikuti hukum alam sehingga tidak terjadi benturan-benturan yang mengakibatkan hancurnya dunia.

Seorang karma yoga mereka hidup di dunia dan harus melakukan perbuatan yang baik. Mereka tiada boleh bermalas-malasan sebab dengan malas ia tidak mungkin dapat melaksanakan yajna dengan sebaiknya.

 

pari magne duscaritad badasva

ma sucarite bhaja

ut a yusa svayusodastham armrtam anu

(Yajur Veda IV. 28)

Lindungilah kami ya Agni dari perbuatan jahat. BeriIah kami kemampuan untuk berbuat baik. kami bangkit dalam hidup, bangkit dalam hidup yang baik. Mengikuti yang abadi.

 

Bhadram karnebhih srnyama deva

bhadram pasyemaksabhir yajatrah

sthirair adgais tustu vamsas tanubhir

vyasema deva hitam yad ayuh

(Rg Veda I. 89.8)

Ya Tuhan semoga kami mampu mendengar apa yang baik dan yang maha suci.

Mampu melihat yang baik. Dan semoga kami dengan jasmani yang sehat dan kuat, dengan mempersembahkan lagu kepada-Mu, menikmati hidup yang diberkati Tuhan.

 

Yajjagrato duram uda iti daivam

tad u suptasya tathaivaiti

duradgamam jyotisam jyotirekam

tanme manah siva samkalyam astu

(Rg Veda 1. 89.1)

Itu yang menjauh dari orang yang jaga, dan yang menjauh dari yang tidur, itu sinar utama jauh semoga pikiran kami selalu mengarah kepada yang baik.

 

yat prajnanam uta ceto dhrsti ca

yajjoterantar amrta prajasu

yasmanna rte vinycana karma kiyate

tanme manah sivasamkalyam astu

(Yajur Veda 34.2)

Yang menjadi sumber pengetahuan utama dan merupakan kecerdasan serta kekuatan pikiran, yang merupakan api yang tidak kunjung padam pada makhluk hidup. Tanpa adanya itu kita tidak mampu berbuat apa-apa. Semoga pikiran kami selalu mengarah kepada yang baik.

Yastet yaja saci vidam sasvayam

na tasya vac yapi bhago asti

yadim sunotya lakam srnoti

nahi praveda sukratasya pantham

(Rg Veda X. 71.6)

Bagi orang yang meninggalkan kawan yang bijaksana, tidak akan menemukan kemuliaan, meskipun ia mengucapkan kata-kata suci (dari Veda). Dan jika mendengarkan katakata suci, usahanya sia-sia (karena) ia tidak tahu jalan yang benar.

 

Memperhatikan kutipan Veda di atas maka kita hendaknya melakukan perbuatan baik, karena dalam hidup yang sangat pendek ini kita harus mampu bekerja untuk kepentingan orang banyak. Dengan bekerja yang baik berarti kita telah melangkah di atas jalan yang telah digariskan oleh Tuhan. Di dalam bekerja menuju ke arah yang baik maka seorang karma yoga memerlukan tuntutan dari yang maha kuasa agar dalam menjalankan hidup ini diperdengarkan oleh Tuhan tuntunan menuju yang baik demikian pula agar beliau memperlihatkanjalan yang baik pula, sehingga dengan demikian seorang karma yoga dapat menikmati hidup yang baik atas berkah Tuhan maha kuasa. Dan akhirnya hidup seseorang dapat berarti.

a no bhadrah kratavo yantu visvatah 

(Rg Veda I. 89. 1)

Semoga pikiran yang baik datang dan segala penjuru.

 

Dasar utama untuk melakukan perbuatan baik adalah pikiran yang baik. Dengan berpikir yang baik maka seseorang akan mampu melangkah yang baik. Perbuatan manusia yang selalu mendambakan kebaikan, semoga Tuhan menuntun seprang karma yoga untuk menggetarkan hati mereka sehingga bangkit untuk dapat melakukan perbuatan yang mulia mengikuti jalan Tuhan. Perbuatan luhur merupakan babagian dari moral yang harus ditegaskan dalam kehidupan bermasyarakat di bumi ini, tanpa melaksanakan perbuatan luhur maka manusia akan jatuh ke dalam kesengsaraan dan penderitaan di dunia karena ia tiada mengikuti hukum dharma.

Kawan di dalam hidup ini sangatlah penting, karena kita tidak bisa hidup menyendiri di dunia. Kawan yang bijaksana merupakan tempat bagi kita untuk bertanya. Bertanya dalam artian memperoleh pengetahuan atau petunjuk-petunjuk yang harus di lakukan dalam menghadapi gerak langkah kehidupan di dunia. Meninggalkan kawan yang bijaksana, ia tidak akan menemukan kemuliaan di dunia karena kawan yang bijaksana merupakan guru yang memberikan jalan menuju ke arah kebaikan dan kebenaran. Bagi manusia yang hidup melakukan kebenaran dan mematuhi kekuasaan hukum abadi maka dunia bagi kaum karma yoga akan terasa nikinat dan indah.

Madu vata rtayate

madu ksaranti sindhavah

madhvir nah santvoghadhih

madhu nahatam utosaso

madhumat parthidam rajah

madhu dyaur astu nah pita

madhuman no vanaspatir

madhuman astu suryah

madbvir gavo bhavantunah

(Rg Veda I. 90)

Untuk orang yang hidup sesuai dengan hukum angin membawa keharuman. Sungai mengalirkan air sejuk, demikian pula pepohonan memberikan kenikmatan kepada kita.

Malam yang indah dan fajar yang cantik, tanah bumi yang baik.

Langit yang indah bagi kami.

Semoga pohon-pohon di hutan memberikan kenikmatan bagi kami.

Matahari memberikan kebaikan dan sapi memberikan kenikmatan kepada kami.

 

Demikianlah kebahagiaan yang ingin dicapai oleh seseorang yang melaksanakan kebenaran, maka dunia menjadi nikmat, angin membawa keharuman, sungai mengalirkan airnya yang sejuk, matahari bersinar dan memberikan kenikmatan. Demikian pula lembu-lembu yang dipelihara juga memberikan kenikmatan. Demikianlah hidup yang dinikmati di dunia ini bagi mereka yang menjalankan kebenaran.

 

Untuk menambah pemahaman Anda terhadap materi Karma Yoga, kerjakanlah latihan berikut!

 

  1. Jelaskanlah pengertian saudara tentang ajaran Veda mengenai karma yoga!
  2. Apakah yang menyebabkan seorang karma yoga tidak menghendaki mati muda?
  3. Uraikanlah dengan ringkas pandangan karma yoga terhadap kematian!
  4. Karma yoga berpandangan bahwa kematian harus diterima namun mereka selalu berdoa untuk memohon umur panjang. Jelaskanlah pandangan Anda terhadap hal tersebut!
  5. Mengapa seorang karma yoga selalu berdoa agar ternak mereka tetap sehat dan kuat?

 

Cocokkanlah pekerjaan Anda dengan petunjuk di bawah ini.

  1. Veda mengajarkan bahwa karma yoga mendasarkan ajarannya pada masalah-masalah duniawi, di mana ajaran karma yoga menekankan keberadaan kita dalam dunia ini seperti memelihara pertumbuhan tubuh, pikiran serta kehidupan yang bahagia.
  2. Karena dengan mati muda maka seorang karma yoga belum melihat atau merasakan keindahan dunia di mana putra-putranya belum dewasa dan belum memiliki cucu sebagai penerus keturunan.
  3. Kematian merupakan akhir perja!anan hidup, dan kematian harus diterima oleh setiap manusia. Namun sebelum mati hendaknya setiap orang melakukan perbuatan yang dapat menyenangkan dirinya hidup di dunia.
  4. Karma yoga berpandangan bahwa hidup di dunia ini merupakan tempat bersenang-senang, bergembira bermain-main dengan anak cucunya sebagai penerus keturunan.
  5. Karena seorang karma yoga di dalam memperoleh kekayaan dan kebahagiaan spiritual tidak akan dapat lepas dari lingkungan dimana mereka berada, dan ternak-ternak yang mereka miliki merupakan binatang yang ikut membantu mereka dalam bekerja sehingga mempercepat proses pencapaian kekayaan dan kebahagiaan spiritual.

 

Rangkuman

 

Menurut Veda ajaran karma yoga mendasarkan ajarannya pada masalah-masalah kehidupan duniawi, di mana ajarannya menitikberatkan path keberadaan manusia pada dunia ini.

Doa-doa yang sering diucapkan oleh golongan karma yoga adalah hidup dengan umur yang panjang (100 tahun) karena dengun umur panjang seorang karma yoga dapat melakukan perbuatan baik di dunia dan dengan melakukan perbuatan baik maka seorang karma yoga akan dapat merasakan hidup dengan senang dan menikmati keindahan dunia yang diciptakan oleh Tuhan.

Kematian oleh seorang karma yoga merupakan akhir perjalanan hidup dan tidakdapat dihindari namun sebelum kematian tiba maka kehidupan ini hendaknya dijalankan sebaik-baiknya.

Kebahagiaan hidup selalu didambakan oleh seorang karma yoga seperti kekayaan, kemuliaan, terutama dalam bidang spiritual.

Hidup di dunia hendaknya dilakukan dengan sebaik-baiknya untuk menyongsong hari tua yang lebih baik. Untuk itu, hendaknya jangan banyak tidur dan bicara yang tidak ada manfaatnya.

 

Kegiatan Belajar

2

Bhakti Yoga

 

 

Bhakti yoga berarti penghormatan yang dilakukan dengan penuh rasa cinta kasih dan pengabdian ke hadapan Tuhan yang Maha Esa sebagai penguasa, sebagai ibu, bapak, kakak, kawan, tamu dan sebagainya.

Orang yang memuja Tuhan dalam wujud bhakti yoga menginginkan kebahagiaan rohani dn sebagai penolong dalam menghadapi kesusahan hidup, serta sebagai pelindung dalam menghadapi bahaya perang, sebagai pengampun atas dosa-dosa yang kita lakukan di atas bumi ini, dan sebagai pemberi rakhmat terhadap segala yang diinginkan oleh manusia.

Semua sifat-sifat yang digambarkan oleh seorang bhakti terhadapTuhan maka hal ini menyebabkan munculnya nama-nama atau gelar-gelar yang dipersembahkan kepada Tuhan bermacam-macam. Yang terpenting dalam ajaran bhakti yoga Tuhan itu adalah sumber kehidupan bagi semua. Ia menjadi tumpuan segala kepentingan dari berbagai macam manusia dengan berbagai macam sifat dan pengalamannya. Tuhan selalu digambarkan dengan penuh rasa cinta kasih dan penuh dengan kemahakuasaan.

 

Hiranyagarbhah sama varta tagne

Bhutasya jatah patireka asit

Sa daghase prdhivimdyam utemam

Kasmai devaya havisa vidhema

(Rg Veda X. 121.1)

Siapakah dewa yang kami puja dengan persembahan ini? yang suci yang ada dalam permulaan, yang diwujudkan sebagai Tuhan Sang Pencipta. Dan yang menguasai bumi dan langit ini.

 

Ya atmada valada yasya visva

upasate prasisam yasya devah

yasya chayamrtam yasya mrtyuh

kasmai devaya havisa vidhema

(Rg Veda X. 121.2)

Siapakah dewa yang kami puja dengan persembahan ini? Ia yang memberi kekuatan jiwa dan tenaga. Yang hukumannya dipatuhi oleh seluruh alam, dipatuhi oleh kekuatan kosmos. Yang bayang annya adalah keabadian.

 

Berdasarkan kutipan di atas dapatlah diketahui golongan bhakti yoga mencari objek yang dipuja adalah Tuhan dengan memandangnya sebagai maha pencipta, maha penguasa yang ada di alam semesta ini. Beliau dipandang pula sebagai sumber segala kekuatan yang merasuki setiap kehidupan baik rohaniah maupun jasmaniah.

 

Trata no boghi daddasana apir

abhiravyata mardita somyanam

sakha pita pitritamah pitrnam

kartemu lokam usate vayodhah

(Rg Veda IV.17.17)

 

Jadilah engkau penyelamat kami.

Tunjukkanlah bahwa dirimu adalah

milik kami. Memelihara dan menunjukkan

belas kasihan kepada pemuja.

Kawan ayah, pengayom yang maha agung.

Memberikan kepada pemuja yang

mencintai tempat, serta kehidupan yang bebas.

 

Veda yang sering dikumandangkan oleh orang yang menjalankan bhakti yoga seperti di atas menggambarkan jiwa yang penuh cinta kasih yang merupakan penghayatan terhadap adanya Tuhan sebagai pelindung dn pemberi selamat kepada manusia di mana manusia menginginkan kehidupan yang sangat bebas.

Tuhan yang dijadikan objek pemujaan bagi golongan bhakti yoga di dalam memohon perlindungannya, maka dapat mengakibatkan Tuhan yang tunggal itu diberi banyak nama sesuai dengan keinginan yang hendak dicapai oleh golongan bhakti tersebut.

 

Yo nah pita janita yo vidhata

dhamani veda muvanani visva

yo devanam namagha eka eva

tam samprasnam bhuvana yantyan nya

(Rg Veda X. 82.3)

 

Bapak kami, pencipta kami, penguasa kami. Yang mengetahui semua tempat, segala yang ada.

Dialah satu-satunya, memakai nama dewa yang berbeda-beda. Dialah yang dicari oleh semua makhluk dengan renungan.

 

Tuhan dalam ajaran Veda adalah Tunggal adanya, namun dewa-dewa adalah merupakan kekuatan Tuhan yang menjadi tujuan dari konsentrasi pikiran manusia. Untuk menyatakan yang tunggal itu satu adanya, maka yang tunggal itu dipanggil dengan sebutan bapak, pencipta, dan sebagai kawan. Ia mengetahui segala yang ada, yang mampu dipikir oleh manusia maupun yang tidak.

 

Abhyurnoti yatragnam misakti visvam

yat turam premandhahrivyatrih srono

bhut

(Rg Veda VIII. 79.2)

la memberi pakaian kepada yang telanjang.

Ia mengobati yang sakit. Menjadikan melihat

orang yang buta. Yang lumpuh dapat berjalan.

 

Tuhan yang tunggal sering dipuja oleh orang yang bhakti, maka beliau memiliki kebajikan yang maha agung, di mana beliau memberikan anugerahnya kepada manusia berupa pakaian yang dipakai oleh setiap orang. Demikian pula berkat pertolongan beliau, orang yang sakit dapat diobati sampai sembuh. Demikianlah seterusnya anugerah Tuhan tiada henti-hentinya pada setiap kehidupan di alam ini. Keagungan Tuhan seperti yang digambarkan pada kutipan di atas perlu dicontoh oleh manusia karena manusia di dalam dirinya terdapat sifat-sifat Tuhan, di mana manusia hendaknya memperhatikan pula nasib manusia lainnya seperti Tuhan memperhatikan ciptaannya.

Pra bratatvam sudanavo’dha

dvita samanya.

maturgabham bharamahe

(Rg Veda VIII. 83.8)

Oh yang Maha Pemurah, kita telah melahirkan kekerabatan yang lestari. Dengan keselarasan dalam rahim ibu.

Dalam kutipan di atas dijelaskan bahwa sifat sebagai manusia berarti memiliki sifat-sifat ketuhanan; di mana manusia semasih dalam kandungan ibu telah mengadakan hubungan dengan yang Tunggal. Rasa ketuhanan yang dimiliki oleh manusia sangatlah penting, sebab dengan itu manusia akan dapat menghayati dan merasakan getaran spiritual.

 

savam samsicya matyam devah

purusam avisam

(Atharvaveda XI. 8.13)

Bila mereka telah selesai memadukan bakal manusia, Tuhan masuk ke dalamnya.

 

Stanvantu visve amrtasnya putra

a ye dhamani divyani tastuh

(Rg Veda X. 13.1)

Semoga sernua putra yang lahir dan kekelan mendengarkan semua yang memiliki sifat surgawi.

 

Kutipan di atas memberikan gambaran bahwa manusia mendekatkan dirinya pada Tuhan melalui sifat-sifat ketuhanan yang ada pada dirinya sebab perwujudan sifat Tuhan ini telah ada dan masuk semasih manusia berada pada janin ibu.

 

Agni mandram purupriyam

siram pavaka socisam

hrdmir mandremir imahe

(Rg Veda VIII. 43.31)

Kami memuja dewa yang berbahagia dengan hati yang berbahagia. Yang mencintai semua, bersinar suci, menyucikan.

 

Kebahagiaan yang dirasakan oleh manusia merupakan sarana untuk mencapai Tuhan. Pemujaan yang ditujukan kepada Tuhan adalah memohon kepada-Nya agar terbukanya pintu kebahagiaan jiwa di depan keagungan Tuhan, sebab dengan terbukanya kebahagiaan ini maka orang akan dapat mengetahui sifat-sifat dan kemuliaan yang dimiliki oleh beliau.

 

Trataram indram avitaram handram

have have tuhavam turam indram

hvayami tatram puruhutam indram

svasti no maghava ghatvindram

(Rg Veda VI. 47.11)

Tuhan sebagai penolong, Tuhan sebagai penyelamat, Tuhan yang maha kuasa, yang dipuja dengan gembira dalam setiap pemujaan.

Tuhan maha sakti, selalu dipuja kami mohon. Semoga Tuhan yang maha pemurah melimpahkan rakhrnat kepada kami.

 

Pre te yaksi pra ta ayarmi manma

bhavo yatha vandyo no havesu

ghanvatriva prapa asi tvagna

vyaksave purave pratna rajan

(Rg Veda X. 4.1)

Kepadamu kami persembahkan sesajen,

kepadamu kami panjatkan doa kami.

Kepadamu yang dipuja dalam doa kami.

Engkau adalah ibarat mata air dalam

gurun pasir, ya Tuhan bagi orang yang

menyembahmu, Oh raja yang abadi.

 

Bagi golongan bhakti yoga yang telah mendapat kebahagiaan jiwa, mereka akan mengabdi kepada kagungan sifat-sifat Tuhan karena mereka memohon pertolongan ke hadapan beliau dengan penuh rasa bhakti agar mereka dapat bebas dari kesengsaraan dan ketidaksempurnaan.

Tuhan bagi manusia adalah tempat berlindung, karena Tuhan dengan manusia laksana ibu dengan anak di mana anak selalu memohon kasih ibu untuk melindungi dirinya.

 

Ina juhvana yusmada namomih

prati stomam sarakhati jusasva

tava sarman priyatame dadhana

upa stheyama saranam na vrksam

(Rg Veda VIII. 95.5)

Sajian ini dibuat olehmu disertai rasa

hormat. Katakan ini Saraswati dan

terimalah doa kami. Dan tempatkanlah

kami di bawah lindunganmu. Engkau yang tercinta.

Kami mendekati engkau sebagai pohon tempat berlindung.

 

Dalam kutipan di atas diuraikan bahwa manusia selalu memohon perlindungan dari ibu alam semesta yang sering dipanggil dengan sebutan Dewi Saraswati. Pemujaan Tuhan yang digambarkan sebagai seorang dewi merupakan suatu hal yang sangat penting dalam agama Hindu karena di sini tertanam jiwa cinta kasih yang sangat mesra antara ibu dengan anak. Ibu yang penuh dengan kasih sayang, selalu memberi perlindungan kepada putranya yang membutuhkan pertolongan. Dengan jiwa yang bahagia dan penuh kasih sayang manusia mendekatkan diri kepada Tuhan, namun manusia yang mendekatkan diri pada Tuhan bukan dalam keadaan gembira saja pun mereka mendekatkan diri pada Tuhan dalam keadaan menderita, baik dalam keadaan sakit maupun susah, juga memohon kasih sayang nya.

 

muso na sisra vyadanti mag hyah

stotaram te sata karato

sakrta su no maghavatrindra

mrttaya dhi piteva no bhava

(Rg Veda X. 33.3)

 

Seperti tikus menggerogoti benang-benang pemintal. Kesusahan mengikis dalam badan kami, penyanyimu. Ya Tuhan yang maha kuasa tunjukkanlah kasih sayang mu kepada kami.

Ya Tuhan yang maha pernurah kini engkau ibarat ayah kami.

 

Vi cakrame mrthivim esa etam

ksetraya visnur menuse dasasyam

dharvaso asya kirayo nanasa

uruksitam sujanima cakara

(Rg Veda VII. 100.4)

Wisnu membentangkan bumi ini dan

menjadikan tempat tinggal bagi manusia.

Kaum yang hina aman sentosa di bawah

lindungannya. Yang mulia telah menjadikan

bumi ini tempat tinggal yang lega bagi mereka.

 

Tvam hi nah pita vaso

tvam mata satakrato babhuvita

agha te mumnam imahe

(Rg Veda VIII. 98.11)

Ya maha pemurah Engkau adalah Bapak kami, Ya Tuhan Engkau adalah maha ada. Kini kami mohon karuniamu.

 

Agni manye pitaram agnim apim

agni trataram sadamit sadhvayam

agner anikam vrhatah sapayam

divi sukram yagatam suryasya

(Rg Veda X. 7.3)

Dewa yang kami pendang sebagai bapak kami, sanak kerabat kami, saudara kami. kami puja sebagai wajah Tuhan yang agung. Sinar suci matahari di langit.

 

Yaste svanah sasayo yo majebhur

yana visva pusyasi varyani

yo ratnadha vasuvid vah sudatrah

sarasvati tam iha dhatave hah

(Rg Veda I. 164.49)

Sarasvati, air susumu yang berlimpah-limpah sebagai sumber kesejahteraan. Yang engkau berikan kepada semua yang baik.

Yang mengandung harta benda, mengandung kekayaan, memberikan hadiah yang baik, susumu engkau sediakan untuk kehidupan kami.

 

Tasyati ratnabhaja imahe vayam

svana matur na sunavah

(Rg Veda VIII. 81.4)

Kami ingin agar kami menjadi milikmu, yang menghadiahkan permata. kami dan engkau sebagai anak kepada ibu.

 

Tasta tu kam maghavan ma para gah

somasya nu tva susutasya yaksi

pitur na putrah sicam a ramo ta

indrah svadistaya gira sacovah

(Rg Veda III.5.32)

Tenanglah, ya Tuhan yang maha pemurah jangan pergi. kami persembahkan kepadamu sajian air soma yang lezat. Ya Tuhan yang maha kuasa, dengan nyanyian kami yang merdu, kami pegang bajumu seperti anak memegang baju ayahnya.

 

Doa yang diuraikan dalam kutipan di atas merupakan doa yang sering dinyanyikan oleh golongan bhakti yoga sebagai gambaran rasa bhaktinya untuk mendekatkan diri kepada Tuhan terutama dalam keadaan menderita agar Tuhan yang sangat dicintai menghilangkan penderitaan yang ada pada diri seorang bhakti serta memberi petunjuk alam yang benar penuh kasih sayang, di mana dalam hati seorang bhakti yoga berpandangan bahwa Tuhan yang maha agung itu bagaikan ayahnya sendiri.

Tuhan yang maha agung dalam Rg Veda dilukiskan sebagai penolong bagi mereka yang hina dina yang berada di bumi ini. Kasih sayang yang sangat didambakan oleh manusia yang hina dan tertekan di dunia agar mereka dapat hidup bahagia dan aman apa yang mereka miliki, yang mereka nikmati kesemuanya itu merupakan kasih sayang yang dilimpahkan kepada diri mereka oleh Tuhan yang maha agung. Cinta kasih Tuhan dalam diri seorang bhakti yoga disamakan dengan cinta kasih ayah dan ibu dan beliau sangat pemurah dan memberikan karunia kepada anaknya yang penuh rasa pengabdian dan bhakti pada beliau, dan beliau dipandang pula sebagai keluarga dekat yang selalu ada di rumah di hati seorang bhakti yoga. Tuhan yang maha agung dipandang sebagai seorang bapak, sebagai seorang ibu yang membelai anaknya serta memberikan air susu yang benlimpah-limpah sebagai sumber kesejahteraan hidup di dunia ini.

 

Kratu yanti kratave hvastu ghitayo

venanti venah patayantya disah

namardita vidyate annya ebhyo

devesu me aghi kama ayamsata

(Rg Veda X. 64.2)

Hati kami, pikiran kami dan perasaan

kami tergerak. Mendambakan cinta kasih,

terbang melayang ke seluruh alam.

Tidakada pembeni kebahagiaan selain semua ini.

Hati kami tertuju pada dewa-dewa.

 

Seorang bhakti yoga di dalam hidupnya selalu mendainbakan cinta kasih dari Tuhan. Hati mereka, pikiran mereka dan perasaan mereka tergerak dn kesemuanya hanya ditujukan kepada para dewa. Dalam diri seorang bhakti yoga Tuhan dipandang sebagai maha pengasih dan beliau mengasihi seluruh alam dan alum ada pada diri beliau. Di dalam Yajur Veda dilukiskan adanya suatu yang sangat gaib yang hanya mampu dilihat oleh orang yang suci; di mana yang maha gaib itu adalah tempatnya alam menyatu dan dari padanya lahir seluruh alam semesta ini.

 

Venas tad pasyan nihitam guha tad

yatra visvam bhavatyeka nodam

tasmitridam sam ca vi caiti sarva

sa atah protasca vibhuh prajasu

(Yajur Veda 32.8)

Orang suci melihat adanya yang gaib. Tempat alam semesta menyatu. Menyatu dan melahirkan seluruh alam. Tuhan terjalin dalam makhluk yang diciptakan.

 

Melalui kutipan mantram Yajur Veda di atas kita dapat menyimak keberadaan Tuhan yang sangat gaib yaitu:

–    Tuhan dipandang sebagai subjek pengalaman pribadi di mana Tuhan yang maha suci hanya mampu dilihat oleh orang-orang suci yang berjiwa bhakti.

–    Tuhan dalam Vedadi atas merupakan hal yang sangat gaib dan Tuhan akan menampakan diri hanya pada orang suci yang bhakti kepadanya.

–    Tuhan dalam Veda tersebut di atas dilukiskan sangat abstrak, tiada berjenis kelamin. Walaupun dalam doa-doa yang lain beliau nantinya dipanggil sebagai seorang bapak maupun sebagai seorang ibu.

–    Tuhan merupakan tern pat menyatunya alam semesta dalam ikatan cinta kasih, di mana alam semesta muncul dirinya dan dipelihara olehnya dengan penuh rasa cinta kasih. Dalam hal ini dapat dihandingkan dengan seorang anak lahirari orang tua dan orang tua memelihara dan melindungi anaknya dengan penuh cinta kasih dalam rumah.

 

Dehina gam upa siksa sakhayam

pra bidhya jaritar jaram indram

kose na purna vasuna nvrstam

a cyavaya madha deyaya suram

(Rg Veda X. 42.2)

Dekatkanlah kekasihmu seperti sapi perahan.

Ya penyanyi, gugahlah Tuhan yang pengasih.

Pujalah pahlawan untuk karunia yang berlimpah.

Laksana perahu yang penuh harta benda.

 

Dalam mantram ini, seorang bhakti yoga berpandangan bahwa Tuhan adalah maha pengasih, beliau penebar harta benda, di mana harta benda yang ditebarkan dianugerahkan kepada manusia-manusia di dunia, seperti seorang pemuda menghadiahkan kalung permata kepada wanita yang penuh kasih sayang kepadanya. Demikian pula seorang bhakti yoga yang menyerahkan hati sepenuhnya kepada Tuhan, maka Tuhan akan memberikan apa yang diingini oleh orang yang bhakti tersebut.

Dalam doa seperti berikut ini, seorang bhakti yoga mengumpamakan Tuhan itu bagaikan pernuda yang berada di antara wanita-wanita yang cantik yang merindukan cinta asmara. Wanita-wanita yang cantik ini dengan melagukan sajak-sajak nan indah yang dipersembahkan untuk memuji keagungan Tuhan di mana wanita-wanita cantik ini memandang bahwa Tuhan tersebut adalah pemuda yang sangat tampan dan sangat dirindukan oleh wanita-wanita yang ingin mencurahkan rasa cinta dan wanitawanita ini ingin memeluk Tuhan bagaikan seorang istri memeluk suaminya dengan penuh kasih sayang dan kemesraan.

 

yabhih soma modate harsase ca

kalyanminir yuvatimir na maryah

ta aghvaryo apo accha parehi

yad asinca osaghibhih punitat

(Rg Veda X. 30.5)

Dewi air yang memberikan kebahagiaan dan kesenangan kepada para dewa. Laksana seorang pemuda dengan wanita cantik.

Pujalah dewa itu, ya engkau pemuja dan sucikan dengan tumbuh-tumbuhan apa yang engkau percikkan.

 

 

Stoman jasetham yuvaseva kanyanam

Visveha deva savanaya gacchatam

(Rg Veda VIII. 35.5)

Terimalah puji doa kami seperi pemuda menerima seorang wanita. Ya engkau dewa kembar, terirnalah seluruh sajian ini.

 

Accha ma indram matayah svavidah

sadhrimcir visva usatir anusta

pari svajante janayo yatha parti

mayam na sundhyun mah ghavanam utaye

(Rg Veda X. 43.1)

Ya Tuhan dalam paduan yang indah seluruh nyanyian kami itu waktu fajar dipersembahkan untuk memuja kau. Seperti istri memeluk sang suami, suami yang tampan. kami memohon karuniamu yang maha pemurah.

 

Tuhan yang sangat suci, yang maha agung dan mulia, penuh daya tank cinta kasih antara pemuja dengan dewa-dewa yang digambarkan dalam angan-angan seorang bhakti. Dewa dipandang dalam pikiran seorang bhakti adalah sebagai penguasa surga, yang maha penyayang kepada semua ciptaannya, dan beliau sebagai pemberi berkah kepada seluruh ciptaannya yang bhakti kepadanya, bagaikan seorang bapak kepada putra putrinya.

Kemuliaan dan kesucian Tuhan bagi seorang bhakti yoga merupakan mahkota yang agung dalam rumah tangga. Beliau diiharatkan sebagai seorang istri yang sangat suci yang paling dicintai oleh suaminya yang merupakan penyejuk hati dalam kehidupan keluarga.

 

 

Devi na yah prthivi visvaghaya

upakseti hitamitro na raja

purah sadah sarmasasado na vira

snavadya pati nusteva naro

(Rg Veda 1.73.3)

Ia yang laksana yang bersinar (Surya), yang menghidupkan semuanya. Yang bersemayam di bumi seperti raja dengan kawan-kawan yang baik seperti pahlawan yang hertempur di garis depan. Dan laksana istri yang tak tercela yang dicintai suaminya.

 

Dalam doa di atas, Tuhan diumpamakan sebagai seorang istri yang tiada tercela yang dapat memberikan kebahagiaan dan penyejuk dalam kehidupan rumah tangga. Oleh sebab itu kehidupan rumah tangga yang selalu bhakti kepada Tuhan maka kehidupan rumah tangga itu akan menjadi sejuk.

 

Jayeva yonavaram visvasmai

(Rg Veda I. 66.5)

Laksana seorang istri dalam keluarga,

menjadi perhiasan bagi semua.

 

Tuhan yang paling dicintai dan dijadikan tumpahan hidup bagi golongan bhakti yoga maka dalam pandangan golongan bhakti terhadap Tuhan adalah sebagai pencipta yang mengadakan matahari bintang-bintang yang bergerak di angkasa raya dan menjadi pedoman petunjuk bagi manusia. Dem ikian pula Tuhan adalah petunjuk agung yang bercahaya terang, menjadi suluh bagi manusia dalam gerak langkahnya menempuh kehidupan di dunia. Beliau maha pendamping segala ciptaannya dan tempat segala makhluk memohon berkah.

Agne naksatram ajaram

a suryo rohayo divi

dadhaj jyotir janebhyah

agne kesur visam asi

prestah srstah upasthasat

bhoda stotram bayo dadhat

(Rg Veda X. 156.4)

Ya engkau bersinar, Engkau telah menciptakan matahari. Bintang-bintang bergerak di langit, menyinari manusia. Engkau yang bercahaya, menjadi pelita bagi manusia. Sangat mulia tercintalah Engkau yang mendampingi kami. Berkatilah penyanyi, berilah dia kehidupan yang baik.

 

Penghayatan cinta kasih yang sangat mendalam bagi golongan bhakti yoga, sehingga ia dapat merasakan bahwa Tuhan itu maha suci yang penuh dengan cinta kasih yang tulus. Pertemuan cinta kasih dengan cinta kasih antara bhakti yoga dengan Tuhan menyebabkan munculnya hubungan erat antara Tuhan dengan golongan bhakti tersebut. Hubungan erat yang muncul dari kedua belah pihak dapat memudahkan bagi golongan bhakti menerima getaran suci Tuhan sebagai sahabat karib yang hadir di hadapan golongan bhakti.

 

makir na ena sasvyaavi yausus

tava cendra vimadasya ca rseh

vighna hi te pramati deva ami

vad asme te santu sakya sivani

(Rg Veda X. 23.7)

Engkau persahabatan ini tidak akan putus.

Antara Engkau, ya Tuhan, danyang suci

Vimada. kami mengetahui, ya Tuhan,

cinta kasihmu yang tulus. Dengan kami

menjadikan persahabatan yang bermanfaat.

 

Bhava nah summe antamah sakha vrdhe

(Rg Veda VIII. 13.3)

Semoga Engkau mendatangi kami serta

memberkati kami, seperti kawan

memberikan pertolongan.

 

Di samping Tuhan sebagai sahabat karib yang selalu dimohonkan pertolongan bagi golongan bhakti yoga, Tuhan juga digambarkan sebagai tamu yang paling dicintai yang sering mengunjungi makhluk ciptaannya dengan penuh rasa cinta kasih.

 

Prestam vi atithi stuse

mmitram iva priyam

agni rayam na vedyam

(Rg Veda VIII.34.1)

Kami memuja Tuhan, tamu yang sangat dicintai. Sangat dicintai sebagai kawan. Dihampiri (untuk mohon pertolongan) laksana kereta.

 

viso viso vi atithi

vajayantah purupriyam

agni vo durya vacah

stuse susasya man mabhih

 

Ia yang menjadi tamu kalian di setiap

rumah. Dewata sangat dicintai kawanmu.

Kita muliakan mohon kekuatan dalam

ucapan dan dengan kekuatan lagu.

(Rg Veda VIII. 74.2)

 

Visvesana aditir yajni yanam

Visvesam atithir manusanam

(Rg Veda)

Ia adalah Aditi (yang utama) di antara

penerima sajian. Ia adalah atithi (tamu)

di antara semua manusia.

 

Dalam kutipan di atas Tuhan dipandang sebagai tamu yang sering mengunjungi rumah dan setiap penduduk dengan curahan cinta kasih oleh sebab itu penduduk yang dikunjungi oleh Tuhan hendaknya mempersiapkan suatu jamuan yang dipersembahkan kepadanya sebagai curahan rasa bhakti. Ibarat sebagai menjamu tamu yang mengunjungi rumah kita.

Dengan mempersembahkan sajian yang didasari cinta kasih Tuhan akan menerima persembahan tersebut dengan cinta kasih yang penuh pula. Sehingga Tuhan akan mengabulkan segala permohonan permohonan atau tuan rumah. Walaupun dalam ajaran Veda menyarankan tidak mengharapkan balasan apa pun dari tamu tersebut, kecuali cinta kasih yang suci dari Tuhan. Cinta kasih yang mendalam antara di pemuja dengan yang dipuja, maka seolah-olah keduanya telah menyatu dan saling memiliki satu sama lain. Tuhan adalah milik manusia yang patut disembah demikian pula sebaliknya manusia adalah milik Tuhan.

 

vayam gha te sve id vendra vipra api

smasi,

mahi tvadanya puruhutu kascana

maghavatuasti madita

(Rg Veda VIII. 66.13)

Ya Tuhan sesungguhnya kami adalah milikmu. kami pemuja di bawah kekuasaanmu.

Kecuali Engkau, yang selalu dipuja tidak ada yang lain. Ya yang maha kuasa, yang melimpahkan rakhmat.

 

Tuhan dalam pandangan seorang bhakti adalah sebagai penolong dan pemandu dalam lapangan sehingga manusia mampu menghadapi rintangan-rintangan dan tantangan-tantangan yang menghadang manusia. Dengan pertolongan Tuhan maka semua rintangan pasti dapat di atasi.

 

Tvayed indra yuja vayam

prati bruvimadve

sprdah tvam asmakam tva smasi.

(Rg Veda VIII. 12.32)

Dengan pertolongan-Mu ya Tuhan semoga kami mampu menghadapi segala tantangan. Engkau adalah milik kami dan kami adalah milikmu.

 

Dari kutipan di atas dapat kita ketahui bahwa ungkapan yang terkandung menunjukkan jiwa pengabdian ke hadapan Tuhan. Di mana Tuhan menjadi milik golongan bhakti dan jiwa golongan bhakti menjadi milik Tuhan. Dengan saling milik-memiliki maka Tuhan dengan mudah dapat menuntun manusia menuju jalan dharma.

Untuk menambah pemahaman Anda terhadap materi Bhakti Yoga, kerjakanlah latihan berikut!

 

  1. Jelaskanlah pengertian Anda mengenai bhakti yoga tersebut!
  2. Dalam melakukan pemujaan maka seorang bhakti marga mempergunakan Tuhan sebagai objek. Jelaskanlah pandangan bhakti marga terhadap Tuhan.
  3. Jelaskanlah akibat yang muncul terhadap Tuhan yang dipergunakan sebagai objek pemujaan dan golongan bhakti.
  4. Di dalam Veda Tuhan adalah maha pemberi kepada setiap insan kehidupan. Jelaskanlah pandangan Anda!
  5. Bagaimanakah pandangan Anda terhadapTuhan yang Maha Esa yang sering dipanggil sebagai ibu.

 

Cocokkanlah pekerjaan Anda dengan jawaban di bawah ini.

 

  1. Bhakti yoga berarti penghormatan yang dilakukan dengan penuh rasa cinta kasih dan pengabdian kehadapan Tuhan yang Maha Esa sebagai penguasa, sebagai ibu, sebagai bapak, sebagai kakak, sebagai kawan dan sebagainya.

 

  1. Pandangan golongan bhakti marga terhadap Tuhan adalah sebagai pencipta, sebagai maha kuasa yang ada di alam semesta, sebagai sumber kekuatan yang merasuki setiap kehidupan baik rohani maupun jasmani.

 

  1. Tuhan yang dipergunakan sebagai objek dalam pemujaan maka akibat yang muncul terhadap Tuhan yang tunggal itu adalah diberi banyak nama sesuai dengan keinginan yang ingin dicapai oleh golongan bhakti tersebut.

 

  1. Dalam Rg Veda VIII. 79.2 dijelaskan bahwa Tuhan adalah maha tunggal, selalu memberikan anugerah kepada mereka yang telanjang, mengobati mereka yang sakit.

 

  1. Pemujaan terhadap Tuhan yang sering dilukiskan sebagai seorang dewi merupakan suatu hal yang sangat penting karena dalam hal ini tertanam jiwa cinta kasih mesra antara ibu dengan anak, di mana seorang ibu dengan penuh kasih sayang selalu melindungi dan memberikan pertolongan kepada putranya.

 

 

Rangkuman

 

Bhakti yoga adalah penghormatan yang dilakukan dengan penuh rasa kasih dan pengabdian terhadap Tuhan yang Maha Esa.

Tuhan dalam ajaran bhakti yoga sering dipanggil sebagai bapak, ibu, kakak, kawan dan sebagai tamu.

Manusia yang lahir di dunia telah memiliki rasa ketuhanan, dan rasa ketuhanan ini muncul semasih manusia di dalam kandungan ibu, dan rasa ketuhanan yang dimiliki oleh manusia sangat penting untuk dapat menghayati dan merasakan getaran spiritual.

Golongan bhakti yoga selahi men gabdikan dirinya kepada Tuhan dengan harapan mereka dapat bebas dari kesengsaraan dan ketidaksempurnaan.

Tuhan bagi manusia adalah tempat berlmndung karena Tuhan dengan manusia ibarat ibu dengan anak, dimana anak selalu memohon kasih ibu untuk melindungi dirinya, dan Tuhan selalu memberi petunjuk dalam kehidupan rumah tangga.

 

 

Dipublikasi di My Life Note | Meninggalkan komentar

GURU STOTRAM dan GURU PADUKA STOTRAM

Om Swastyastu

Berikut adalah link untuk mendownload Guru Stotram dan Guru Paduka Stotram

Sri Guru Stotram

gurupadukastotram

Dipublikasi di My Life Note | Meninggalkan komentar

Minuman Sehat ala Ayur Veda

melalui Minuman Sehat ala Ayur Veda

Kutipan | Posted on by | Meninggalkan komentar