RENCANA PEMBELAJARAN AGAMA HINDU KELAS X SMA/SMK

RPP ini adalah RPP Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Kelas X pada topik pembelajaran tentang Nilai-Nilai Yajna dalam Ramayana. RPP ini menggunakan model pembelajaran Blended Learning dengan sintaks sebagaimana mengacu pada pembelajaran berbasis ICT (Ramsay, 2001). dalam proses pembelajaran di sesuaikan dengan teori Belajar hindu yaitu Srawanam, Manana dan Nidhidhyasana. Srawanam adalah upaya mencari informasi seria mendengarkan instruksi guru, kemudian dilanjutkan manana dan Nididhyasana.

MATERI YOGĀSANAM PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI KELAS XI

Om Swastyastu,

Bagi Bapak/Ibu Guru yang memerlukan materi mengajar yogāsanam jenjang SMA KELAS XI, data di download berikut ini!

semoga bermanfaat.

Teruslah berbagi dan bermanfaat bagi sesama.

PEDOMAN UMUM BERLATIH HATHA YOGA

Sebelum memulai pembelajaran Hatha Yoga, seseorang yang ingin berlatih Hatha Yoga perlu memperhatikan pedoman umum dalam berlatih Hatha Yoga. Pedoman untuk disiplin diri atau Mahāvrata ini bersifat universal, berarti mesti diindahkan oleh setiap praktisi Yoga, dan tidak terbatasi oleh latar belakang suku, tempat kelahiran maupun tempat tinggal, waktu, keadaan, dan segala perbedaan duniawi atau material lainnya (Krishna, 2015:246).

Ketentuan sebelum berlatih, selama berlatih dan setelah berlatih Hatha Yoga ini di rujuk dari Common Yoga Protocol International Day Of Yoga 21st June, Ministry of Ayur Veda, Yoga and Naturopathy, Unani, Siddha and Homoeopathy (AYUSH) New Delhi, 2014. Berikut ini adalah ketentuan sebelum berlatih Hatha Yoga:

  1. Shauca berarti bersih. Sebuah prasyarat yang penting bagi praktisi yoga adalah kebersihan diri sendiri, kebersihan pakaian dan juga ketenangan pikiran, body and mind, sangat baik apabila anda mandi sebelum berlatih yoga.
  2. Praktisi Yoga sebaiknya berlatih dalam keadaan atau suāsana yang tenang dan tubuh serta pikiran yang rileks.
  3. Praktisi yoga sebaiknya berlatih yoga dalam keadaan perut yang kosong (tidak terlalu penuh dan tidak terlalu lapar). Jika badan terasa kurang sehat, minumlah segelas air hangat yang dicampur dengan madu sebelum berlatih Yoga.
  4. Jarak makan dan berlatih yoga adalah 3 jam setelah makan berat dan 2 jam setelah makan ringan.
  5. Kandung kemih dan usus sebaiknya dalam keadaan kosong sebelum berlatih yoga. Usahakan buanglah air kecil sebelum berlatih yoga.
  6. Gunakan matras yoga selama berlatih untuk menjaga kenyamanan dan kebersihan selama berlatih yoga. Pilihlah matras yoga yang berbahan dasar alami.
  7. Latihan yoga dilakukan tanpa alas kaki agar memberi sirkulasi udara yang cukup pada kaki serta melancarkan jalannya energi ke seluruh tubuh.
  8. Gunakan pakaian yang nyaman dan berbahan dasar katun agar memudahkan gerak tubuh.
  9. Yoga tidak dilakukan dalam keadaan kelelahan, sakit, terburu–buru atau dalam kondisi stres berat.
  10. Dalam kasus atau masalah penyakit kronis, atau masalah jantung, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter atau yoga terapis sebelum mulai berlatih yoga.
  11. Berkonsultasilah kepada Guru Yoga sebelum mempraktikkan yoga jika anda sedang dalam masa kehamilan dan menstruasi.

Demikianlah ketentuan sebelum berlatih Hatha yoga. Berikut ini adalah ketentuan selama berlatih Hatha Yoga:

  1. Sesi latihan diawali dengan berdoa untuk menciptakan lingkungan yang kondusif sehingga pikiran menjadi tenang.
  2. Yoga dilakukan dengan pelan, dalam kondisi rileks dengan kesadaran penuh terhadap nafas dan pergerakan tubuh.
  3. Jangan menahan nafas kecuali jika secara khusus disebutkan dalam latihan āsana
  4. Bernafaslah selalu melalui hidung.
  5. Jangan menekan tubuh terlalu keras atau menghentakkan tubuh pada beberapa titik dalam beberapa waktu.
  6. Lakukanlah latihan berdasarkan kapasitas tubuh anda masing-masing.
  7. Diperlukan beberapa kali berlatih untuk mendapatkan manfaat yang baik dan maksimal, untuk itu berlatih secara terus menerus dan rutin adalah hal yang sangat penting dan mendasar.
  8. Sesi latihan ditutup dengan bermeditasi atau duduk hening dan atau dengan mengucapkan Shanti Patha .

Demikianlah ketentuan selama berlatih Hatha Yoga. Ketentuan setelah berlatih Hatha Yoga yaitu mandi dapat dilakukan setelah berlatih dengan jarak waktu 20-30 menit. Demikian halnya dengan makan, dapat dilakukan setelah 20-30 menit. Makanan yang di sarankan adalah makanan vegan. Terutama pada praktisi yang berusia diatas 30 tahun.

Pengertian, Tujuan dan Manfaat HATHA YOGA

  1. Pengertian Hatha Yoga

Menurut Muktibodhananda, kata Hatha berasal dari gabungan dua beeja mantra yaitu kata ha dan tha. Kata ha mewakili prana, kekuatan vital, dan tha mewakili pikiran, energi mental. Jadi hatha yoga berarti penyatuan kekuatan prana (prana shakti) dan mental (manas shakti). Ketika penyatuan antara kekuatan pranadan mental terjadi, maka terjadi kebangkitan kesadaran yang lebih tinggi (Muktibodhananda, 2013).

Menurut definisi diatas, Hatha Yoga membantu menyelaraskan kedua jenis shakti atau energi yaitu prana shakti dan manas shakti. Pada diri manusia, kedua energi ini biasanya dalam bentuk yang tidak seimbang dan tidak harmonis. Pada keadaan tertentu, prana shakti lebih dominan dan manas shakti lebih rendah, atau sebaliknya. Karena ketidakseimbangan ini, penyakit fisik terjadi atau penyakit mental bermanifestasi. Ketika prana tunduk pada manas shakti, maka seseorang menjadi gila. Hal ini karena terlalu banyak manas shakti, dan terlalu sedikit prana shakti untuk menyeimbangkannya. Ketika prana shaktidominan dan manas shakti patuh, maka seseorang akan menjadi pemarah, bertengkar, menciptakan perang, menyebabkan pembunuhan, melakukan kejahatan dan segala macam perilaku kekerasan. Ini adalah efek dari prana shakti yang tidak seimbang (Muktibodhananda, 2013).

Menurut Sivananda, kata Hatha berasal dari kata ha berarti bulan (Ida Nadi) dan tha  berarti matahari (Pingala nadi). Kedua nadi ini mengalir melalui lubang hidung kiri dan kanan. Hatha Yoga mengajarkan cara menyatukan energi matahari dan bulan, Prana dan Apana di dalam tubuh melalui pengaturan nafas. Hatha Yoga sangat baik untuk kesehatan dan umur panjang. Praktiknya mengatur kerja jantung, paru-paru dan otak. Hal Ini akan meningkatkan pencernaan dan sirkulasi darah. Ginjal, hati, dan semua organ internal lainnya bekerja secara efisien dan menghilangkan segala macam penyakit (Sivananda, 2014).

Pengertian Hatha Yoga sebagaimana diuraikan oleh Sivananda tersebut diatas, Hatha Yoga dapat membantu menyeimbangkan kekuatan negative dan positif dalam tubuh manusia. Ida nadi mewakili kekuatan negatif, aliran kesadaran. Pingala nadi mewakili kekuatan positif, aliran energi vital. Sushumna nadi mewakili kekuatan netral, aliran energi spiritual. Jika Ida Nadi mengalir dan sedang berlatih meditasi, maka seseorang akan tidur dan otak akan menghasilkan gelombang delta. Jika lubang hidung kanan mengalir dan seseorang mencoba bermeditasi, otak akan menghasilkan gelombang beta dan seseorang akan memikirkan banyak pikiran pada saat bersamaan. Ketika kedua lubang hidung mengalir secara bersamaan, itu berarti Sushumnamengalir. Ketika Sushumna mengalir, seseorang dapat bermeditasi tanpa kesulitan. Kebangkitan Sushumnaadalah proses terpenting dalam yoga yang mendahului kebangkitan kundalini (Muktibodhananda, 2013).

  1. Penekanan Shatkarma dalam Hatha Yoga

Shatkarma merupakan persiapan menuju Prānāyāma. Kebanyakan orang menganggap Prānāyāmasebagai latihan pernapasan. Ayama secara harfiah berarti ‘dimensi,’ bukan ‘kontrol.’ Jadi Prānāyāma dipraktikkan untuk memperluas dimensi prana di dalam diri. Dalam Hatha Yoga Pradipika, hal pertama yang dilakukan adalah memurnikan seluruh tubuh, seperti perut, usus, sistem saraf dan sistem lainnya. Tubuh dalam Hatha Yoga terdiri dari elemen halus (tattwa), dan saluran energi (nadi). Saluran energi (nadi) dimurnikan dengan metode neti, dhauti, basti, kapalbati, trataka, dan nauli. Keenam metode ini disebut sebagai enam Kriya dari Hatha Yoga  (Muktibodhananda, 2013).

Kontrol diri dan disiplin diri dimulai dengan memurnikan tubuh. Kekuatan vital (prana) pada seluruh sistem saraf dan berbagai sekresi dalam tubuh harus dijaga dan diselaraskan dengan benar. Namun,Shatkarma sendiri tidak merupakan keseluruhan dari Hatha Yoga. Setelah Shatkarma, selanjutnya seseorang harus berlatih Asana, dan Prānāyāma kemudian dilanjutkan dengan berlatih mudra seperti vajroli, sahajoli, khechari, shambhavi, vipareeta karani dan lain-lain. Dengan cara ini akan memungkinkan untuk mengembangkan meditasi yang mendalam. Praktik-praktik ini akan mendorong pratyahara dan mengarah ke dharana, dhyana dan samadhi (Muktibodhananda, 2013)

  1. Tujuan Hatha Yoga

Dalam Hatha Yoga, pemurnian dilakukan secara menyeluruh. Hatha Yoga juga dikenal sebagai ilmu pemurnian, bukan hanya satu jenis pemurnian tetapi enam jenis. Tubuh harus dibersihkan dengan enam cara berbeda untuk enam kotoran berbeda. Ketika tubuh dibersihkan dari kotoran ini, fungsi nadi dan blok energi dilepaskan. Kemudian energi bergerak seperti frekuensi gelombang di seluruh saluran dalam struktur fisik, bergerak hingga ke otak. Tujuan utama Hatha Yoga adalah untuk menciptakan keseimbangan absolut dari aktivitas dan proses yang berinteraksi dari tubuh fisik, pikiran dan energi. Ketika keseimbangan ini tercipta, impuls yang dihasilkan memberikan dorongan kebangkitan kepada kekuatan sentral (Sushumna Nadi) yang bertanggung jawab atas evolusi kesadaran manusia (Muktibodhananda, 2013).

  1. Manfaat Hatha Yoga

Hatha Yoga memberikan manfaat fisik dengan memperbaiki kesehatan dan mencapai suatu kehidupan yang sehat dan bugar. Berikut ini adalah manfaat dari latihan hatha yoga:

  1. Membantu menurunkan berat badan, memperkuat otot dan sendi, membuat kulit bercahaya, memastikan sistem pencernaan berfungsi lebih baik, mengatasi insomnia, memastikan siklus menstruasi yang teratur, menstabilkan kadar gula darah, merilekskan dan meminimalisir stress, membantu proses detoksifikasi tubuh
  2. Membangun rasa percaya diri, meningkatkan konsentrasi, dan menambah kekuatan pikiran
  3. Untuk dapat menetralisir ketegangan pikiran sebagai akibat bisingnya urusan keseharian
  4. Setelah melalui latihan Hatha Yoga secara teratur kita mampu menjadi tuan bagi tubuh kita sendiri, bebas dari gangguan sakit, awet muda, hidup santai, penuh energi, bebas dari pengaruh emosional, menjadikan hidup ini selalu siap bekerja untuk kesejahteraan umat manusia
  5. Lebih fleksibel, lebih kuat, memperbaiki postur, melindungi persendian dari rematik dan arthritis, melindungi tulang punggung, mencegah osteoporosis, melancarkan peredaran darah, membersihkan limfa, melindungi jantung, menurunkan tekanan darah, menjaga memori, menurunkan gula darah dan kolesterol jahat, serta meningkatkan kecerdasan.

Silent Revolution

%d blogger menyukai ini: