KARYA SISWA JILID 3 : BERMAIN PERAN

sebagai pendidik, saya berusaha mengeksplorasi bakat anak – anak didik saya agar mereka memiliki atau memunculkan karakter mereka, kreatifitas mereka dan yang terpenting mereka akan terlatih menghadapi berbagai situasi dalam hidup mereka.

bermain peran adalah melatih kecerdasan emosi kita. manusia itu sangat kompleks, sehingga model dan metode yang digunakan dalam mencapai tujuan pembelajaran juga beragam

berikut saya lampirkan beberapa drama yang kami kerjakan bersama

  1. Tilopa dan Naropa

naskah : https://adnyaninatha.com/2015/11/19/tilopa-dan-naropa/

Bagian 1 : Tilopa dan Naropa Bagian 1

Bagian 2 : Tilopa dan Naropa Bagian 2

Bagian 3 : Tilopa dan Naropa Bagian 2

 

2. Gayatri Sadhana

naskah : https://adnyaninatha.com/2016/05/23/cinta-yang-mencerahkan-gayatri-sadhana-laku-spiritual-bagi-orang-modern/

Bagian 1 : https://youtu.be/BixwD1VlEMU

Bagian 2 : https://youtu.be/9B51Fu96U3Q

Bagian 3 : https://youtu.be/KM1IXe6F7vM

 

semoga bermanfaat

Om Shanti, Shanti, Shanti Om

Iklan
Dipublikasi di Materi Pelajaran, Media Pembelajaran, My Life Note, Pasraman Widya Bhuana, Pendidikan agama Hindu | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Hidup Sehat ala Ayur Veda

Ayur Veda adalah cabang dari kitab upaveda yang merupakan bagian dari kitab Smrti. Upaveda terdiri dari 7 kitab diantaranya: Itihasa, Purana, Ayur Veda, Artha Sastra, Gandharwa Veda, Kama Sastra dan kitab agama.

Ayur veda adalah ibu kandung dari pengetahuan Yoga. Mempelajari yoga secara filosofis dapat ditemukan pada kitab Bhagavad gita ataupun pada kitab-kitab Upanisad. Dan mempelajari yoga ala praktik seperti asanas, kita akan merujuk pada 4 kitab utama yang muncul pada abad ke-15. Keempat kitab Hatha Yoga itu diantaranya Hatha Yoga Pradipika oleh Yogi Swatmarama adalah yang paling terkenal. Teks kedua hatha yoga yang disusun oleh Yogi Gorakhnath dikenal sebagai Goraksha Samhita. Teks ketiga adalah Gherand Samhita oleh Gherand, dan teks keempat yang dikenal sebagai Hatharatnavali yang ditulis oleh Srinivasabhatta Mahayogindra.

Ayur Veda adalah ilmu pengetahuan kesehatan yang paling kuno dalam peradaban masyarakat hindu india. Kitab ini memuat berbagai hal tentang ilmu “kedokteran Veda”.

Setiap dari kita tentu ingin hidup sehat, karena kesehatan adalah kekayaan, kedamaian pikiran adalah kebahagiaan dan yoga menunjukkan jalannya. Inilah mengapa yoga adalah “putra” dari ayur veda. Dengan tubuh sehat kita dapat mempraktikkan Yoga dan sebaliknya dengan mempraktikkan yoga, kita memperoleh kesehatan “luar dalam”.

Bagaimana kita hidup mengikuti petunjuk Ayur Veda? Berikut ulasannya:

1. Memahami time manajemen alam semesta, dimana menurut ayur Veda terdapat 3 Bio Energi yang bekerja pada alam semesta. Ketiga Bio energi tersebut adalah Vata, Vitta dan Kappa. Vata adalah elemen angin. Vitta adalah elemen api dan kappa adalah alemen air.

Elemen vata meningkat atau dominan pada pagi hari. Untuk itu, bagunlah sebelum matahari terbit sehingga mendapatkan badan yang ringan dan fit. Sifat dari lemen ini adalah aktif, sehingga perlu di counter dengan rutinitas atau kegiatan – kegiatan yang sifatnya calm.

2. Mengatur pola hidup sehat dengan rutinitas sebagai berikut:

    Setelah bangun tidur, minumlah segelas air hangat yang ditambah dengan perasan lemon, bubuk kunyit organic, dan lada hitam. Kunyit bubuk baru bekerja secara optimal jika dicampur dengan lada hitam. Minuman ini membantu mendetoks pencernaan, mencegah peradangan pada saluran pencernaan.
    Cucilah wajah atau lakukanlah mandi setengah.
    Mengerik lidah dengan alat kerik lidah. Kebiasaan ini akan sangat baik untuk meningkatkan kesehatan mulut, menstimuli semua organ dalam, mengatasi bau mulut, membersihkan lidah dari toksin dan kuman, meningkatkan kualitas pencecapan dan meningkatkan kesehatan pencernaan.
    Menggosok gigi dengan teknik yang benar dan kemudian BAB
    Lakukan 10-15 menit yoga asanas, suryanamaskara ataupun berjalan pagi kemudian lakukan olah nafas dan meditasi (10-21 menit) hal ini untuk mind manajemen.
    Lakukan Self masages dengan minyak untuk meluruhkan sel-sel kulit mati, gunakan kain katun untuk menggosok badan, sambil berkumur dengan minyak VCO.
    Mandi dan sarapan ringan dengan buah, atau jus secukupnya.

Seluruh aktivitas rutin ini dilakukan oleh setiap orang. Namun penting sekali dilakukan oleh ibu-ibu untuk memberi contoh kepada putra putrinya gaya hidup sehat ala ayur veda.

Matur suksme

Dipublikasi di My Life Note | Meninggalkan komentar

Pendalaman Pesan dari kisah Bambang Ekalavya

Bambang Ekalaya versi mahabharata

Ekalaya adalah seorang pangeran dari kaum Nisada. Kaum ini adalah kaum yang paling rendah yaitu kaum pemburu, namun memiliki kemampuan yang setara dengan Arjuna dalam ilmu memanah. Bertekad ingin menjadi pemanah terbaik di dunia, lalu ia pergi ke Hastina ingin berguru kepada bhagawan Drona. Tetapi ditolaknya.

Penolakan Sang Guru
Keinginannya yang kuat untuk menimba ilmu panah lebih jauh, menuntun dirinya untuk datang ke Hastina dan berguru langsung pada Drona. Namun niatnya ditolak, dikarenakan kemampuannya yang bisa menandingi Arjuna, dan keinginan dan janji Drona untuk menjadikan Arjuna sebagai satu-satunya ksatria pemanah paling unggul di jagat raya, yang mendapat pengajaran langsung dari sang guru. Ini menggambarkan sisi negatif dari Drona, serta menunjukkan sikap pilih kasih Drona kepada murid-muridnya, dimana Drona sangat menyayangi Arjuna melebihi murid-murid yang lainnya.

Belajar dibawah bayangan patung Sang Guru
Penolakan sang guru tidak menghalangi niatnya untuk memperdalam ilmu keprajuritan, ia kemudian kembali masuk kehutan dan mulai belajar sendiri dan membuat patung Drona serta memujanya dan menghormati sebagai seorang murid yang sedang menimba ilmu pada sang guru. Berkat kegigihannya dalam berlatih, Ekalaya menjadi seorang prajurit yang gagah dengan kecapakan yang luar biasa dalam ilmu memanah, yang sejajar bahkan lebih pandai daripada Arjuna, murid kesayangan Drona. Suatu hari, ditengah hutan saat ia sedang berlatih sendiri, ia mendengar suara anjing menggonggong, tanpa melihat Ekalaya melepaskan anak panah yang tepat mengenai mulut anjing tersebut. Saat anjing tersebut ditemukan oleh para Pandawa, mereka bertanya-tanya siapa orang yang mampu melakukan ini semua selain Arjuna. Kemudian mereka melihat Ekalwya, yang memperkenalkan dirinya sebagai murid dari Guru Drona.

Pengorbanan seorang murid
Mendengar pengakuan Ekalaya, timbul kegundahan dalam hati Arjuna, bahwa ia tidak lagi menjadi seorang prajurit terbaik, ksatria utama. Perasaan gundah Arjuna bisa dibaca oleh Drona, yang juga mengingat akan janjinya pada Arjuna bahwa hanya Arjuna-lah murid yang terbaik diantara semua muridnya. Kemudian Drona bersama Arjuna mengunjungi Ekalaya. Ekalaya dengan sigap menyembah pada sang guru. Namun ia malahan mendapat amarah atas sikap Ekalaya yang tidak bermoral, mengaku sebagai murid Drona meskipun dahulu sudah pernah ditolak untuk diangkat murid. Dalam kesempatan itu pula Drona meminta Ekalwya untuk melakukan Dakshina, permintaan guru kepada muridnya sebagai tanda terima kasih seorang murid yang telah menyelesaikan pendidikan. Drona meminta supaya ia memotong ibu jarinya, yang tanpa ragu dilakukan oleh Ekalaya serta menyerahkan ibu jari kanannya kepada Drona, meskipun dia tahu akan akibat dari pengorbanannya tersebut, ia akan kehilangan kemampuan dalam ilmu memanah. Ekalaya menghormati sang guru dan menunjukkan “Guru-bhakti”. Namun tidak setimpal dengan apa yang didapatkannya yang akhirnya kehilangan kemampuan yang dipelajari dari “Sang Guru”. Drona lebih mementingkan dirinya dan rasa ego untuk menjadikan Arjuna sebagai prajurit utama dan tetap yang terbaik.

Kematian sang prajurit
Kematian Ekalaya termuat dalam Srimad Bhagavatha. Ekalaya bertempur untuk Raja Jarasandha dalam peperangan melawan Sri Krishna dan Balarama, dan terbunuh dalam pertempuran oleh pasukan Yadawa.

 

Ibu Jari Tangan Kanan Bambang Ekalawya

Memaknai kisah bhakti Ekalavya kepada gurunya Rsi Drona, dengan mempersembahkan ibu jari tangan kanannya memiliki makna bahwa ibu jari adalah simbol ilmu pengetahuan. Tidak hanya ibu jari, jari-jari yang lain pun memiliki makna tersendiri yang secara keseluruhan merupakan cara untuk hidup. way of life.

Ibu jari adalah simbol dari Guna yang berarti ilmu pengetahuan

Jari telunjuk adalah simbol Gina yang berarti keterampilan

Jari tengah adalah simbol dana yang berarti harta/kekayaan

Jari manis adalah simbol punia dan asih yang berarti kemampuan berbagi dan mengembangkan kasih

Jari kelingking adalah simbol idep atau kebajikan dan kebijakan.

Dalam kehidupan ini, kita mencari dan belajar agar memiliki ilmu pengetahuan. Dengan ilmu pengetahuan kita akan memiliki keterampilan. Dengan keterampilan kita gunakan untuk mendapatkan harta kekayaan dan dengan harta kekayaan kita dapat melakukan punia juga mengembangkan kasih. Setelah keempat pilar tersebut, maka hidup kita merupakan pancaran dari kebajikan.

semoga bermanfaat…

Salam Rahayu  __/\__

*Tema ini disampaikan dalam Dharma Wacana harı suci tilem Jyestha di Pura Buana Agung Kota Bontang, Sabtu, 4 Mei 2019

IMG_3955.jpg

Dipublikasi di My Life Note | Meninggalkan komentar

Bambang Ekalaya (Palgunadi)

menarik… ada beberapa versi

Wayang Indonesia

Bambang Ekalaya versi mahabharata

Ekalaya adalah seorang pangeran dari kaum Nisada. Kaum ini adalah kaum yang paling rendah yaitu kaum pemburu, namun memiliki kemampuan yang setara dengan Arjuna dalam ilmu memanah. Bertekad ingin menjadi pemanah terbaik di dunia, lalu ia pergi ke Hastina ingin berguru kepada bhagawan Drona. Tetapi ditolaknya.

Lihat pos aslinya 1.713 kata lagi

Dipublikasi di My Life Note | Meninggalkan komentar

Kode Etik Guru, Ikrar Guru dan Tata Tertib Guru

IMG_6397

KODE ETIK GURU

  1. Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangun yang berjiwa Pancasila
  2. Guru memiliki kejujuran Profesional dalam menerapkan Kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing-masing .
  3. Guru mengadakan komunikasi terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik, tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan .
  4. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik-baiknya bagi kepentingan anak didik
  5. Guru memelihara hubungan dengan masyarakat disekitar sekolahnya maupun masyarakat yang luas untuk kepentingan pendidikan .
  6. Guru secara sendiri-sendiri dan atau bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu Profesinya .
  7. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru baik berdasarkan lingkungan maupun didalam hubungan keseluruhan .
  8. Guru bersama-sama memelihara membina dan meningkatkan mutu Organisasi Guru Profesional sebagai sarana pengabdiannya.
  9. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan Pemerintah dalam bidang Pendidikan.

IKRAR GURU INDONESIA

  1. Kami Guru Indonesia, adalah insan pendidik bangsa yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Kami Guru Indonesia, adalah pengemban dan pelaksana cita-cita dan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, pembela dan pengamal Pancasila yang setia pada UUD’45
  3. Kami Guru Indonesia, bertekad bulat mewujudkan tujuan nasional dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
  4. Kami Guru Indonesia, bersatu dalam wadah organisasi perjuangan Persatuan Guru Republik Indonesia, membina persatuan dan kesatuan bangsa yang berwatak kekeluargaan.
  5. Kami Guru Indonesia, menjunjung tinggi kode Etik Guru Indonesia sebagai pedoman tingkah laku profesi dalam pengabdian terhadap Bangsa, Negara serta kemanusiaan.

TATA TERTIB GURU

  1. Berkewajiban datang dan pulang tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan
  2. Berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan yang pancasila.
  3. Memiliki kejujuran profesional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing-masing.
  4. Mengadakan komunikasi tertutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik, tetapi menghindari diri dari segala bentuk penyalahgunaan.
  5. Menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik-baiknya bagi kepentingan anak didik.
  6. Memelihara hubungan baik dengan masyarakat disekitar sekolahnya maupun masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan pendidikan.
  7. Secara sendiri-sendiri dan atau bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya.
  8. Menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru, baik berdasarkan lingkungan kerja, maupun dalam hubungan keseluruhan.
  9. Secara bersama-sama   memelihara,  membina   dan   meningkatkan   mutu  organisasi   guru profesional sebagai sarana pengabdian.
  10. Melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan.
  11. Memberikan teladan dan menjaga nama baik lembaga dan profesi.
  12. Meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
  13. Memotivasi peserta didik dalam memanfaatkan waktu untuk belajar diluar jam sekolah.
  14. Memberikan keteladanan dalam meciptakan budaya membaca, budaya belajar dan budaya bersih.
  15. Bertindak obyektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, kondisi fisik tertentu atau latar belakang keluarga dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran.
  16. Mentaati tata tertib dan peraturan perundang-undangan, kode etik guru serta nilai-nilai agama dan etika.
  17. Berpakaian yang menutup aurat bagi yang beragama Islam dan sesuai norma social masyarakat/norma kepatuhan bagi yang beragama lain.
  18. Tidak Merokok selama berada di lingkungan satuan pendidikan.

 

 

 

 

 

 

 

Dipublikasi di My Life Note | 2 Komentar