Ngembak Geni: Saatnya Menghidupkan Dhana Setelah Tapa dan Yajña

NM. Adnyani Pada Hari Ngembak Geni ini, saya berkesempatan menyampaikan dharma wacana. Namun sesungguhnya, apa yang saya sampaikan bukan hanya untuk umat yang hadir, tetapi juga menjadi pengingat bagi diri saya sendiri. Saya mengajak kita semua untuk merenungkan satu hal sederhana, tetapi sangat mendasar dalam ajaran Hindu, ada tiga hal yang tidak boleh kita tinggalkanLanjutkan membaca “Ngembak Geni: Saatnya Menghidupkan Dhana Setelah Tapa dan Yajña”

Nachiketa dan Pintu Rahasia Kehidupan

Katha Upanishad (1.1 – 2.3) Bagian 1: Yajña dan Pertanyaan Seorang Anak Di sebuah desa yang sunyi, ketika kabut pagi masih bergelayut di antara ladang dan hutan, seorang brahmana terkemuka bernama Vajasravas tengah bersiap melaksanakan yajña besar. Ia ingin mempersembahkan hartanya demi mencapai kebajikan dan surga. Di halaman rumahnya yang luas, sapi-sapi tua berjalan perlahan.Lanjutkan membaca “Nachiketa dan Pintu Rahasia Kehidupan”

Budha Kliwon Pahang: Menang Itu Mudah, Menjaga Kemenangan Itu yang Sulit

NM. Adnyani Setelah euforia kemenangan dharma pada Hari Raya Galungan dan penutupan spiritual pada Kuningan, kehidupan tampaknya kembali seperti biasa. Aktivitas berlanjut, rutinitas menyambut, dan dunia pun bergulir seperti sedia kala. Namun, di tengah putaran waktu itu, ada satu hari yang mungkin luput dari perhatian kita: Budha Kliwon Pahang. Hari ini jatuh tepat 35 hariLanjutkan membaca “Budha Kliwon Pahang: Menang Itu Mudah, Menjaga Kemenangan Itu yang Sulit”

Vidyā Yā Vimuktaye: Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan dalam Perspektif Veda

NM. Adnyani Pada setiap tanggal 2 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional sebagai penghormatan kepada Ki Hadjar Dewantara, tokoh besar yang menggagas pendidikan sebagai alat memerdekakan bangsa. Namun jauh sebelum era modern, peradaban Veda telah merumuskan makna pendidikan sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar transmisi ilmu: pendidikan adalah jalan menuju kebebasan, kesadaran, dan penyatuanLanjutkan membaca “Vidyā Yā Vimuktaye: Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan dalam Perspektif Veda”

Tawur Kesanga 2025 di Bontang: Penyucian Jagat Menuju Keheningan Nyepi

NM. Adnyani Bontang — Sehari menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1947, umat Hindu Kota Bontang melaksanakan upacara Tawur Kesanga. Tawur Kesanga merupakan salah satu rangkaian penting dalam tradisi Hindu Dharma sebagai bentuk penyucian jagat raya secara sekala (nampak) dan niskala (tak nampak). Upacara Tawur Kesanga di Bontang dilaksanakan pada hari ini, Jumat, 28 MaretLanjutkan membaca “Tawur Kesanga 2025 di Bontang: Penyucian Jagat Menuju Keheningan Nyepi”

Melasti Umat Hindu Kota Bontang Tahun 2025: Pembersihan Menyongsong Kesucian

NM. Adnyani Bontang, 23 Maret 2025 – Umat Hindu Kota Bontang melaksanakan Upacara Melasti sebagai bagian dari rangkaian menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947. Kegiatan yang diselenggarakan pada hari Minggu ini dipusatkan di kawasan konservasi Mangrove Park Saleba, setelah mendapat izin resmi dari pengelola kawasan. Upacara dimulai sejak pukul 06.00 WITA dan berakhirLanjutkan membaca “Melasti Umat Hindu Kota Bontang Tahun 2025: Pembersihan Menyongsong Kesucian”

Dharma Sādhana: Pekan Religi Siswa Hindu Tingkat SMA

NM. Adnyani Saat mentari pagi menyapu langit Bontang, sekelompok siswa Hindu dari berbagai sekolah berkumpul di Pura Buana Agung. Ada yang datang dari SMA Vidatra, SMAN 1, SMAN 2, dan SMAN 3. Mereka datang dengan semangat, membawa tas berisi kitab suci, japa mala, serta harapan untuk lebih mendekatkan diri pada ajaran dharma. Inilah Dharma Sādhana,Lanjutkan membaca “Dharma Sādhana: Pekan Religi Siswa Hindu Tingkat SMA”

Subhāsitam

गङ्गा पापं शशी तापं दैन्यं कल्पतरुस्तथा । पापं तापं च दैन्यं च घ्नन्ति सन्तो महाशयाः ॥Ganga removes the sins of human beings. The moon takes away the fatigue caused by the heat of the Sun. The Kalpataru, the divine tree in Swarga loka, takes away the poverty of the humans. However, people of noble souls,Lanjutkan membaca “Subhāsitam”

Kidung Pitra Yajna dari Tanah Sunda

Rajah Kidung Pangjajap Pun Tabe Pun Sampurasuun…. Amit Ampun nun Paralun ka Gusti nu Maha SuciJembarna ka para Karuhun nu Aya di sabudeur Awun…Run turun Bayu tresna,Bayu Asih, Bayu mawa kawaluyaan, Bayu mawa ka elingan, Sakur nu kaliliwatan Sakur Nu katitincakanKu Urang buka Tutungkusan nu kahalangan, ku Pipinding.Bral geura mulih Ka Jati Mulang Ka AsalAsalLanjutkan membaca “Kidung Pitra Yajna dari Tanah Sunda”

Buat situs web Anda sendiri, gratis di WordPress.com.Buat situs web Anda sendiri.
Mulai gratis