Kepada kamu, yang datang membawa cahaya, yang hadir bagai mentari pertama di musim penghujan, aku masih ingat… detik-detik pertemuan yang terasa seperti hadiah dari semesta. Kau berikan aku kehangatan. Kau ajarkan aku mengenal cinta—yang semula hanya kubaca dalam puisi, yang semula kupikir hanya milik para pengkhayal. Tapi kemudian, perlahan, cinta itu berubah rupa. Dari tamanLanjutkan membaca “Untukmu yang Tak Bisa Kusebut Namanya”
