Arsip Kategori: My Life Note

sebuah catatan kehidupanku dengan segala warnanya

Narada Bhakti Sutra

Narada adalah tokoh historis dalam berbagai kitab Purana. Ia adalah seorang Brahma Rishi yang mengembara untuk menguasai berbagai cabang ilmu, yang pada akhirnya mempertemukan ia dengan seorang Pujangga dari Kalpa yang lalu bernama Sanatkunara. Dari Sanatkumara, Narada belajar tentang Cinta Tak Bersyarat dan Tak Terbatas. Narada Bhakti Sutra ini adalah Mahakarya hasil penyelaman Narada.

Narada Bhakti Sutra terdiri dari 84 Sutra yang terbagi ke dalam 5 Bab sebagai berikut:

  1. Bab pertama dengan judul Para Bhakti Svaroopam terdiri dari 24 sutra yang mengulas tentang Wujud Kasih sejati
  2. Bab kedua dengan judul Para Bhakti Mahatvam terdiri dari 9 Sutra yang mengulas tentang Sifat Kasih Sejati
  3. Bab ketiga dengan judul Bhakti Sādhnāni terdiri dari 17 Sutra yang mengulas tentang Menggapai Kasih Sejati
  4. Bab keempat dengan judul Prema Nirvachanam terdiri dari 16 sutra mengulas tentang Cinta
  5. Bab kelima dengan judul Mukhya Bhakta Mahima terdiri dari 18 sutra yabg mengulas tentang kemuliaan Pecinta Sejati

Demikian rangkuman singkat isi utama dari Narada Bhakti sutra. Sutra-sutranya akan di tulis kemudian.

Tulisan ini di buat untuk tujuan pembelajaran bagi siswa Hindu kelas XI semester 2, dimana terdapat topik pembelajaran Bhakti sejati dalam Ramayana. Meski fokus pembelajarannya adalah Ramayana, namun materi ini di perlukan untuk pengayaan.

Selain Narada Bhakti Sutra, literatur tentang Bhakti juga dapat kita temukan dalam Bhagavad Gita Adhyaya 12 dan Kitab Bhagavata Purana.

Sumber:

Krishna, Anand. 2005. Narada Bhakti Sutra Menggapai Cinta Tak Bersyarat dan Tak Terbatas. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Buku dapat di lihat pada Google book berikut ini:

https://books.google.co.id/books?id=JPXhpgy9QsoC&pg=PR3&source=kp_read_button&redir_esc=y

Salam Rahayu 🙏

PASRAMAN KILAT SISWA HINDU SMA VIDATRA 2020

Pendidikan karakter bagi siswa di lakukan dengan berbagai metode dan pendekatan. Salah satu metode yang biasa di lakukan adalah dengan penanaman kebiasaan secara terus menerus. Selain itu, Ada juga metode dengan membuat kegiatan “singkat/kilat” dalam jangka waktu tertentu dengan mengambil pola beberapa hari. Kegiatan ini berupa mengumpulkan siswa dan diberikan materi2 dan praktik-praktik tertentu.

Memanfaatkan hari libur sabtu dan minggu, 25-26 Januari 2020, kami dari Rohani Hindu SMA YPVDP Bontang menyelenggarakan kegiatan pasraman Kilat khusus siswa kelas X. Kegiatan ini seharusnya di laksanakan pada jeda semester 1 yang lalu. Namun karena berbagai hal maka kegiatan di laksanakan pada bulan januari 2020.

Kegiatan ini mengambil Tema “Tatra Sthitau yatno’bhyasah” yang artinya Abhyasa atau upaya secara terus menerus membutuhkan kerja keras dan ketetapan hati. Tema ini di maksudkan agar para siswa membiasakan diri dalam praktik-praktik Sadhana dimana praktik-praktik itu membutuhkan kerjakeras dan ketetapan hati. Tidak musiman, bukan sesaat dan sementara. Laku Sadhana seperti membaca Sloka Bhagavad Gita, meditasi, atau berjapa mesti di biasakan. Abhyasa.

Kegitan ini juga melibatkan partisipasi Orang tua siswa dengan menyiapkan snack untuk putra putrinya. Mereka juga membawa perlengkapan dan peralatan sarhana seperti Pakaian sembahyang warna putih, Pakaian olah raga, Buku bhagavad gita, Buku gita chalisa, Janur, Pisau, Semat, Bunga, Dupa, Snack Dan Alat tulis.

Dokumentasi Literasi. Guru dan siswa membaca keutamaan Bhagavad Gita dalam Padma Purana, setelah di baca kemudian siswa di minta untuk menceritakan ulang.

Berlatih bercakap-cakap dalam bahasa Samkrtam

Praktik Membuat ketupat sari dan ceper sebagai alas ketupat

Kegitan ini mengambil pola 16 JP, dengan materi-materi yng mengandung unsur Tattva, Etika dan Susila. Materi tersebut berupa yoga asanas, Japa, meditasi, membaca sloka Bhagavad Gita. Literasi di berikan membaca cerita dari Padma Purana, yang dilanjutkan story telling cerita yang di baca. Juga di berikan pembelajaran Bahasa Samkrtam dan Palawakya, praktik membuat ketupat dan canang sari.

Kegiatan ini di pusatkan di Pura Bhuana Agung Bontang, tepatnya di gedung Pasraman Widya Buana Kota Bontang.

Semoga kegiatan ini memberi mereka pengalaman berharga sebagai bekal hidup di era revolusi industri 4.0

Salam Rahayu

WHDI KONGBENG BERYOGA

Keterangan foto: WHDI KONGBENG di Madya Mandala Pura Agung Giri Kencana

Bertemu masyarakat itu selalu melahirkan semangat baru dalam diriku. Di awal tahun ini, memulai perjalanan pada Kamis, 02 Januari 2020 dengan menyusuri jalan sejauh 237Km. Mendaki bukit, jalan di antara kebun sawit, melewati kecamatan Rantau Pulung dan tiba di Desa Sido Mulyo pada malam hari. Menempuh perjalanan kurang lebih 5 jam 30 menit.

Keterangan foto: Di Kecamatan Rantau Pulung

Atas undangan dari ketua WHDI Kecamatan Kongbeng Ibu Ni Gusti Ayu Yuli Artini, menyelenggarakan kegiatan Yoga bersama untuk WHDI. Kegiatan dilaksanakan Jumat, 03/01/2020 pada pukul 08.00-10.30 Wite bertempat di Madya Mandala Pura Agung Giri Kencana Kongbeng. Kami memulai kegiatan dengan sembahyang bersama dan di lanjutkan dengan latihan Pemanasan, Asti Prateka (pelemasan tulang), suryanamaskara, chandranamaskara, latihan pembersihan nadi utama dan nadi sedang. Kemudian bermeditasi bersama.

Kegiatan ini di ikuti oleh kurang lebih 10 orang WHDI. Meski ini adalah kegitan perdana pengurus WHDI kecamatan, namun antusias dan semangat untuk berlatih yoga asanas sangat tinggi. Terbukti mereka mampu mengikuti setiap latihan dengan baik.

Kegiatan diakhiri dengan rangkaian kuis seputar yoga asanas. Hadiah di siapkan oleh WHDI dan instruktur.

Semoga kerjasama ini terjalin selalu, demi kemajuan umat Hindu dan kebahagiaan serta kedamaian hidup

Memanfaatkan Waktu Secara Berkualitas

Mengikuti kegiatan PPG di bali selama kurang lebih 4,5 bulan aku telah mencoba menggunakan waktu secara berkualitas. Sejak 15 Juli 2019 ku injakkan kaki di pulau ini memang untuk tujuan-tujuan penting. Memang telah ku niatkan bahwa aku akan mengisinya dengan banyak berbuat daripada berbicara.

Di luar kegiatan PPG, ku awali aktivitas dengan mengunjungi Pura Tanah Lot. Untuk mengingatkan diri bahwa hidup ini harus di isi dengan perjuangan dan kerja keras. Pura Tanah Lot, tanah yang keras itu akan menjadi starting point untuk melihat bahwa ketika kita bekerja keras maka kehidupan akan “melunak”.

Setelah itu, upaya mengisi diri ku awali dengan mengikuti kelas Bahasa sansekerta dalam program Samskrtam Sambhasana Sibhiram selama 10 hari berturut-turut dan ku tutup dengan persembahan kecil pada perayaan Samkrta Sandhya.

Selain mengisi diri, juga ku lakukan upaya berbagi dengan berlatih yoga bersama sabahat-sahabat guru agama Hindu dari berbagai daerah. Mengenal mereka sungguh sebuah karma baik. Dan kesempatan lainnya juga adalah mengajar Yoga di SLB Negeri 1 Denpasar. Bertemu mereka juga menjadi sebuah value tersendiri.

Selain mengisi diri dan berbagi, juga ku ikuti upaya pembersihan diri dengan melukat bersama teman-teman di Pancoran Solas. Dan di kesempatan lain juga bertirta yatra ke Pura Besakih bersama guru-guru SMP dan melukat di Rumah Dayu Bhagini di Nongan Karangasem

Kelas Bhagavadgita juga tidak ketinggalan, bersama ibu Surpi Aryadharma.

Masih pula menyempatkan diri mengikuti langkah kaki Pak Donder dengan ikut pada acara open mic Dharma. Dan di daulat menjadi juri dadakan. Di lnjutman dengan rekaman video tentang teologi untuk WORLD HINDU PARISHAD.

Kegiatan lain lagi, ku ikuti kelas Satsang bersama Bhagavan Jaya, dimana aku mendapatkan pengetahuan tentang cara melafalkan mantra dengan benar. Juga berkesempatan mengunjungi griya beliau di Batuan-Gianyar. Begitu banyak energi positif yang ku terima.

Di akhir perjalanan panjang selama di Bali. Aku dedikasikan waktuku untuk mengambil langkah penting dengan mengikuti sertifikasi Yoga. Tidak tanggung-tanggung, ku jalani sertifikasi untuk 3 level.

Hari itu, kamis 31 oktober 2019 hingga 1 november 2019, memulai mula Tapa. Langkah awal sertifikasi yoga ini. Aku mendapat 5 kelompok asanas yoga. Yaitu Suryanamaskara, Chandranamaskara, Surya Daryam, Surya Kartalam dan Nadvityam Surya. Seluruh asanas ini di lakukan pengulangan sebanyak 10 putaran.

Pertemuan kedua pada sabtu-minggu, 9-10 november 2019, selain mengulang latihan 5 jenis kelompok asanas itu, aku juga mendapat tambahan 3 jenis yoga kelompok chandra yaitu yoga Chandra Kirana, Chandra Lomawati dan Chandra Kumari. Ini juga di latih sebanyak 10 putaran. Jadi total terdapat 8 jenis kelompok asanas.

Dan pertemuan terakhir sebelum ujian untuk sertifikasi yoga di lakukan, aku datang sendiri dan berlatih di bawah pengawasan pelatih selama kurang lebih 7 jam. Dengan melatih 4 kelompok asanas surya dan 4 kelompok asanas chandra. Sehingga hari itu telah aku jalani 1.160 asanas.

Tiba saatnya untuk ujian, 1.160 asanas ini tak dapat di tawar. Pada Rabu, 27 november 2019, aku ikuti ujian. Pada level 1 aku selesaikan 311 asanas. Level 2 aku selesaikan 360 asanas dan di level 3 aku selesaikan 510 asanas. Sehingga total asanas yang aku selesaikan untuk mencapai 3 level adalah 1.181 Asanas. Sungguh angka yang unik. Karena jika di jumlahkan angka ini menjadi 11.

Setelah menyelesaikan seluruh studi itu, akan aku tutup dengan puja di Pura Lempuyang Luhur. Semoga terwujud 💐💐💐🙏