Wejangan Anand Krishna: Waspada, Kebaikan Sepanjang Usia Bisa Rusak Oleh Setitik Noda

Be aware

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

“(Dengan menyadari hakikat dirimu sebagai Jiwa) dengan menyadari tugasmu, kewajibanmu sebagai seorang kesatria, janganlah engkau gentar menghadapi pertempuran, tantangan di depan mata. Sungguh, bagi seorang kesatria tiadalah sesuatu yang lebih mulia dari pertempuran demi penegakan kebajikan dan keadilan.” Bhagavad Gita 2:31

https://bhagavadgita.or.id/

Pertempuran di medan perang Kuruksetra dihadapi oleh Arjuna. Arjuna menghadapi pertempuran di medan perang, kita menghadapi pertempuran di tengah masyarakat, di dalam keluarga. Di setiap tempat dalam kehidupan kita, kita menghadapi pertempuran. Bagaimana cara menghadapi?

Di sini Krishna mengatakan, seorang kesatria menghadapi pertempuran di medan perang. Tetapi jangan lupa, pertempuran itu demi penegakan kebajikan dan keadilan, demi dharma. Demi kebaikan jadi bukan asal bertempur. Begitu juga dalam usaha kita, dalam keluarga kita. Unsur dharma ini penting sekali. Tanpa unsur dharma, hidup kita akan selalu bergonjang-ganjing, selalu ada badai, ada taufan, dan kita akan tergonjang-ganjing, kita akan terbawa.

Badai taufan akan selalu ada, saya selalu memberikan contoh, seandainya kita…

Lihat pos aslinya 976 kata lagi

Wejangan Anand Krishna: Bantu Membaca Sloka-Sloka Ini Menjelang Ajal Seseorang Tiba

Bacakan Bhagavad Gita untuk orang yang akan meninggal

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

“Senjata tidak dapat membunuh Jiwa yang menghidupi badan. Api tidak dapat membakar-Nya; Air tidak dapat membasahi-Nya; dan, Angin tidak dapat mengeringkan-Nya.” Bhagavad Gita 2:23

https://bhagavadgita.or.id/

Jadi Jiwa ini tidak terpengaruh oleh kondisi apa pun. Juga setelah mati Jiwa melanjutkan perjalanannya.

“(Jiwa) tidak dapat dilukai, dibakar, dibasahi ataupun dikeringkan.  Ketahuilah bahwa Ia Abadi adanya; meliputi segalanya, tetap; tak-tergoyahkan, dan berada sejak awal mua.” Bhagavad Gita 2:24

“Ia (Jiwa), disebut Tidak Berwujud, Tidak Nyata; Melampaui Pikiran dan Tak Berubah. Dengan memahami hal ini, janganlah engkau bersedih hati.” Bhagavad Gita 2:25

https://bhagavadgita.or.id/

 

Setiap kali ada orang yang meninggal, leluhur, orang tua yang meninggal, ya pasti kita sedih. Orang yang kita sayangi meninggal, tapi juga pada saat itu penting sekali untuk memahami bahwa Jiwa itu abadi.

Jadi kalau ada orang yang sudah kelihatan akan meninggal tidak bisa diapa-apakan lagi, dokter sudah menyerah. Biasanya kita duduk bersama, dengan dia di rumah atau di rumah…

Lihat pos aslinya 466 kata lagi

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai