Jñāna Yajña

1.

Adhyesyate ca ya imam 

dharmyam samvādam āvayoh 

Jñāna yajñena tenāham 

Istah syām iti me matih 

Bhagavad Gita, 18.70

Terjemahan : 

Barang siapa mempelajari percakapan kita ini, sesungguhnya telah memuja-Ku lewat penembahan dalam bentuk pengetahuan sejati (Jñāna Yajña) – Demikian keniscayaan-Ku

2.

Śraddhāvān anasūyaś ca

śrnuyād api yo narah 

So’pi muktah śubhāl lokān

Prāpnuyāt punya-karmanām

Bhagavad Gita, 18.71

Terjemahan:

Barang siapa mendengarkan ajarin ini dengan penuh keyakinan dan tanpa celaan; niscaya meraih kebebasan mutlak dan kebahagiaan sejati yang diraih para bijak yang berbuat mulia 
2 kutipan sloka Bhagavad Gita diatas disampaikan sendiri oleh Krishna di Medan perang kuruksetra. Jadi jangan ragù untuk mempelajari Bhagavad Gita. Mempelajari nya dapat dengan cara membacanya, merenungkannya, ataupun dengan mendiskusikannya. Tetapi tidak lupa untuk mempraktekkannya dengan penuh dedikasi (bhakti) dan vairagya 

Jada Bharata: #Reinkarnasi dalam Keluarga Saleh dan Sejahtera #SrimadBhagavatam

“Pusatkanlah segenap pikiran serta perasaan pada-Ku; Berbaktilah pada-Ku dengan menundukkan kepala-egomu. Demikian, niscayalahengkau mencapai-Ku. Aku berjanji padamu, karena kau sangat Ku-sayangi.” Bhagavad Gita 18:65

Tulisan ini sebagai reminder tentang kewaspadaan. Upeksha

avatar triwidodoKisah Spiritual Tak Lekang Zaman

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kelahiran kembali di keluarga yang menunjang kesadaran

Krsna menjelaskan Jiwa yang telah berupaya untuk mencapai kesempurnaan dalam Yoga, belum mencapainya, dan keburu “meninggal”. Jika itu yang terjadi, maka, karena ia telah “bertindak secara bijak” dengan mengupayakan pencapaian kesempurnaan dalam Yoga, ia akan menikmati “kenikmatan alam-alam surgawi”……………

Dan hikmah dari pengalaman seseorang yang hendak mencapai kesempurnaan dalam Yoga – mengundang reaksi alam. Semesta membantunya dengan memfasilitasi “kelahiran ulang” dalam keluarga yang saleh dan berkecukupan – sejahtera dalam pengertian yang sesungguhnya – sehingga ia dapat meneruskan perjalaanannya. Bhagavad Gita 6:41 dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

Bharata adalah putra Raja Rsabha yang hampir mencapai Narayana, akan tetapi dia harus menuntaskan karma yang telah dilakukan pada kehidupan sebelumnya, sehingga dia harus melewati kelahiran sebagai seekor rusa. Kini, untuk menyelesaikan obsesi yang belum dilakukannya, dia dilahirkan kembali sebagai putra seorang Brahmana bernama…

Lihat pos aslinya 862 kata lagi

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai