GURU

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu; Saha vīryam karavāvahai; Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)
Selamat hari Guru, untuk semua guru di negeri ini. Semoga jalan cinta kasih dan Bhakti yang dilakukan menerangi kegelapan bhatin umat manusia.
Memperhatikan fenomena yang Ada di negeri ini tentang hubungan guru dan murid, Ada sebuah garis jelas yang menjadi gejala menurunnya penghormatan terhadap pendidik yang disebut guru. Hingga dimunculkannya sebuah “gerakan ayo hormati Guru” sebuah aksi untuk mengajak setiap orang kembali menghormati Guru. Menurut Saya, Hal ini terjadi karena pergeseran pemahaman mengenai makna guru. Ini sangat mendasar. Siapa kah guru? Apa pentingnya bagi kita?
Guru dapat diterjemahkan sebagai “seseorang” yang dapat membantu orang lain untuk mempelajari sesuatu. Guru adalah ia yang di gugu (dipercaya) dan di tiru.
Dalam Hindu, guru Ada 4 Jenis yaitu

1. Guru rupaka (orang tua yang melahirkan dan membesarkan kita)

2. Guru Pengajian (orang yang mengajar dan mendidik kita, Baik di sekolah formal, ataupun nonformal)

3. Guru Wisesa (penyelenggara pemerintahan)

4. Guru Swadhyaya (Tuhan Semesta alam. Dalam kategori ini, alam semesta juga adalah guru swadhyaya)
Merujuk kepada 4 jenis Guru tersebut, Maka hampir setiap orang adalah guru. Jadi guru bukan semata-mata ia yang mengajar di sekolah, sebagaimana kita pahami selama ini. Orang tua, acharya (pendidik/pengajar), pemerintah, alam, buku, dan Tuhan adalah Guru. Oleh Karenanya, peringatan hari Guru sesungguhnya adalah peringatan semua orang. Perayaan kemerdekaan, kebebasan kita Dari kebodohan, kegelapan bhatin.
Dalam Hindu, penghormatan terhadap guru dilakukan setiap hari Kamis. Hari kamis di sebut sebagai hari guru, yang dalam bahasa jawa kuno disebut sebagai Wrhaspati. Kata Wrhaspati ini berasal Dari nama Brhaspati, Guru para Dewa dalam kisah-kisah dan sejarah purana. Setiap hari kamis secara Khusus kita akan mengucapkan doa-doa pemujaan Tuhan sebagai Guru. Sebuah mantra tentang Guru yang paling populer sebagai berikut :
Om Gurur Brahma, Gurur Wisnu, Gurur Dewo maheswara,

Gurur shaksaat parambrahman

Tasmai Shree gurave namaha
Terjemahan bebas :

Brahma adalah Guru, Wisnu adalah guru, shiva adalah Guru, guru adalah yang tertinggi. Sujud sembah kepada Guru…
Filsafat ini mengajarkan kepada kita bahwa, kita mesti menghormati guru, kita tidak dapat menempatkan “seorang” Guru lebih rendah daripada Tuhan itu sendiri. Karenanya orang Tua adalah Tuhan yang berwujud. Guru di sekolah adalah Tuhan yang berwujud, pelaku pemerintah yang Bijak adalah representasi dari Tuhan.

Jika kita melihat setiap Guru sebagai Tuhan. Bagaimana mungkin kita tidak menghormatinya? Bagaimana mungkin kita memusuhi guru kita? Bagaimana mungkin kita memiliki musuh? Mengutip pada apa yang pernah di tulis oleh Bapak Gede Prama bahwa musuh adalah Guru yang menyamar. Sulit membayangkan bagaimana seseorang bisa menjadi “besar” tanpa musuh.
Dalam konsep shivaisme di Indonesia, shiva adalah guru. Dalam banyak stawa pemujaan, disebut – sebut sebagai bhatara Hyang Guru.
Guru Ibarat Lilin, yang bersedia meleleh demi menerangi kegelapan. Seseorang yang egonya mulai mencair, melumer.

Guru selalu menganggap siswanya sebagai sahabat. Persahabatan guru dan murid ini dapat di lihat dari persahabatan Krishna dan Arjuna. Krishna menganggap Arjuna sebagai sahabat nya. Tetapi Arjuna sendiri, menempatkan Krishna sebagai Guru.

Guru tak bisa menganggap dirinya sebagai Guru. Tetapi bagi murid, murid tak dapat menempatkan gurunya lebih rendah daripada Tuhan. Hubungan guru dan murid adalah hubungan Kasih, compassion. Guru menerangi bhatin sang murid atas nama kasih, bukan karena kepentingan-kepentingan pribadi seperti misalnya karena uang, karena jabatan dan sebab-sebab lain untuk alasan kepentingan pribadi.

Hubungan semacam itu tidak abadi, contoh dari hubungan seperti itu adalah hubungan Drona dan Arjuna. Hubungan guru murid yang di bangun, berdasarkan pada pondasi kepentingan pribadi Drona Acharya. Drona mengajar demi uang, demi balas dendam terhadap Raja Drupada. Hubungan seperti ini pasti akan hancur dan tak dikenang Jaman.

Hubungan guru dan murid sejati tidak bisa putus. Sehingga tak Ada istilah mantan Guru. Jika sudah lulus sekolah, kebanyakan dari para murid tidak lagi menghormati gurunya, pura-pura tidak kenal, tidak menyapa dan menjauhkan pandangan. Karakter seperti inilah yang dominan dalam diri murid-murid jaman sekarang. Mereka kehilangan jati diri, mereka lupa bahwa mereka menjadi besar Karena pertolongan dan doa para Guru. Sungguh miris. Semoga kita bukan generasi seperti itu.
Sebagai penutupan, Sebuah lagu sederhana untuk kita renungkan :
Bangun Tidur ku terus mandi

Tidak lupa menggosok gigi

Habis mandi ku tolong ibu

Membersihkan tempat tidurku.
Makna :

Bangunlah dari tidur panjangmu, dari kemalasanmu. Bangunkanlah Kesadaranmu, lalu mandilah, bersihkan kotoran bhatinmu, sampah emosimu. Mandikan bhatinmu, mandi dengan cara pemujaan, sembahyang, doa, tirtayatra, tapa, japa, yoga dan sadhana lainnya.
Setelah membersihkan kotoran bhatinmu, jagalah perkataanmu, jagalah bicaramu. Mulutmu harimaumu.
Setelah membersihkan badan, janganlah lupa membantu, melayani “ibu”, Bunda perthiwi. Ibu alam semesta. Melayani alam semesta, melayani umat manusia. Melayani sesama akan melipatgandakan kebahagiaanmu sendiri.
Dalam melayani, terus lah berupaya membersihkan kotoran bhatinmu, yang bersarang di dalam badan. Badan adalah tempat tidur bagi Atman.
Demikian. Salam hormat dan sembah sujud pada Guru.

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)
#Guru

#Peringatanhariguru2016

#compassion

#biglove

“Parents and students” Yoga Class

Hari ini, terasa sangat spesial. Hari ini, hari yang penuh kebahagiaan ini saya Isi dengan berbagi bersama orang tua dan siswa dalam sebuah program yoga bersama dengan tema “togetherness” 
Kelas yoga ini di buat setelah terinspirasi Dari sebuah yoga partner yang Kami laksanakan beberapa waktu lalu bersama sahabat saya. Jika saya dan sahabat bisa merasakan kebahagiaan saat yoga bersama, mengapa tidak jika program ini saya terapkan kepada Anak didik saya. 
Untuk itu, saya mengajak orang tua siswa pasraman tingkat SMA/SMK (utama vidya Pasraman) untuk membuat satu program pengajaran Yoga bersama orang tua dan siswa. 
Program ini dilatarbelakangi oleh adanya temuan berbagai permasalahan tentang hubungan Anak dan orang tua yang kemudian berdampak terhadap prestasi, karakter dan semangat belajar Anak. 
Untuk itu, program ini bertujuan untuk mendekatkan, membangkitkan dan membangun kembali hubungan Anak dan orang tua melalui kegiatan yoga bersama 
Kegiatan ini di laksanakan pada

Hari minggu, 27 november 2016 pukul 08.00 – 10.00 wita di wantilan pura Bhuana Agung Bontang 
Dalam kegiatan ini, siswa boleh mengajak kedua orang tuanya atau salah satu Dari orang tuanya. Kegiatan yang bersifat wajib ini adalah 

Kegiatan murni pembelajaran sehingga tidak disediakan makanan atau minuman. Orang tua boleh membawa makanan dan minuman sendiri2. Dan boleh lebih untuk berbagi. 
Program pengajaran di susun berdasarkan kurikulum yang saya rancang sendiri yang merupakan hasil dari pengalaman dalam dunia “yoga”. 
Di akhir sesi ditutup dengan pemijatan, relaksasi dan afirmasi. Sungguh damai, Nyaman dan harmonies. 
Beberapa orang tua mengatakan program ini sangat bermanfaat, menyentuh dan merasa mulai dekat dengan Anak -Anak. 

Orang tua juga memberi Saran agar kegiatan seperti ini diadakan lebih sering misalnya 3 bulan sekali, dengan waktu yang lebih panjang, dan peserta yang lebih banyak. 
Ini adalah program perdana saya yang saya kembangkan berdasarkan kebutuhan siswa. 
Salam yoga

Salam sehat, bahagia dan ceria
#parentsstudentyoga

#partneryoga

#greatday

#Loveyourchild

#Loveyourfamily

#liveyoga
27112017

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai