Belajar dari Kisah Mirabai

Mirabai, seorang putri raja, dari kerajaan di wilayah Rajasthan. Sebagai putri raja ia memiliki segalanya. Mira memiliki keluarga, memiliki orang – orang yang mengasihinya. Mira memang berbeda, ia tidak tertarik dengan kerajaan, kekuasan dan kekayaan. Ia justru tenggelam pada rasa cintanya terhadap Krishna, sang pemikat.

Keluarga kerajaan tidak menyukai Mira karena dianggap sebagai orang yang penuh dengan obsesi untuk memiliki krishna.

Iapun diusir dari kerajaannya. Ia mengalami ketidakadilan, Ia dituduh, dihina dan dihakimi. setiap orang mencurigai Mira.

Tetapi Mira teguh pada cintanya terhadap krishna, bagi Mira, Krishna adalah pemilik. Mira adalah milik Krishna, Mira tidak pernah memiliki obsesi untuk memiliki Krishna. Mira tidak pernah ingin mengubah Krishna, Mira hanya terus mengalir dalam lautan kasih Krishna. Kasih yang tumbuh dalam dirinya sendiri.

Mira meyakini kekuatan cintanya. setiap nafas Mira selalu tertuju pada Krishna. apakah keadaan ini disebut sebagai keadaan yang penuh obsesi?

Bagi kita ini tidak masuk akal. Tetapi bagi Mira ini adalah yang paling nyata. Pengabdian dan cinta Mira kemudian menyebar dan terdengar oleh masyarakat. Kemudian masyarakat menerima Mira sebagai seorang bhakta yang tulus dan bahkan pencapaian Mira dalam Cinta dan kasih belum pernah dapat dicapai oleh orang yang ada pada zamannya.

Renungan : seseorang mungkin dicurigai dengan berbagai bentuk. Tetaplah berjalan. tanyakan selalu pada batinmu. apa yang tumbuh dan terjadi adalah proses… yakin dan berjalanlah terus.

Renungan Diri: Saat Dipanggil Menghadap-Nya, Jangan Memalukan Gurumu, Jaga Nama Baik Mursyidmu

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

buku tantra yoga

Cover Buku Tantra Yoga

Shah Abdul Latief menulis ratusan syair tentang yoga dan para yogi. Tentang pengalamannya hidup bersama para yogi. Terjemahan dalam bahasa Inggris yang diterbitkan di Pakistan berupaya untuk mengaburkan makna Sang Mursyid. Untung saya bisa mcmbaca karya Shah dalam bahasa aslinya, bahasa Sindhi, bahasa ibu saya.

Dengarkan:

Catatan: dikutip hanya terjemahannya saja dan kutipan dalam bahasa Inggris tidak dikutip (pengkutip).

Bila engkau ingin menjadi seorang Yogi, jagalah mulutmu tertutup rapat.

Kuncilah mulutmu, sehingga tertutup terus.

Giwang di telingamu sangat berat, toh tidak menyusahkan kamu.

Giwang di telinga bukan sekadar perhiasan. Tetapi untuk mengingatkan kita supaya daun telinga terbuka lebar, mau menerima masukan dari mana saja, dari siapa saja. Dan bila tidak dibutuhkan, masukan itu harus masuk lewat satu telinga, keluar lewat telinga lain.

Shah mengajak kita untuk menggiwangi mulut. Ya, bukan hanya telinga. Tetapi mulut pun harus digiwangi. Biar tertutup rapat, tidak terbuka sepanjang hari. Bicara seperlunya…

Lihat pos aslinya 606 kata lagi

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai