Renungan Diri: Konsumsi Fluoride Menumpulkan Otak Manusia? Gampang Menyerah? Nurut Saja?

bahaya Fluoride
lalu kita ganti pastagigi dengan apa ya?

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

buku kearifan mistisisme

Cover Buku Kearifan Mistisisme

Fluoride

Sudah banyak informasi yang tersebar tentang bahaya fluoride dalam pasta gigi dan air minum. “Ini bukan sekadar isu atau gosip,” kawan kita membenarkan.

“Tubuh kita membutuhkan fluorine alami, organik, yang memang bermanfaat bagi tubah. Fluorine alami yang diperoleh dari berbagai jenis tumbuh-tumbuhan tidak sama dengan fluoride, yang mengandung racun dan berbahaya bagi kesehatan manusia, khususnya bagi kelenjar pineal.

“Para pembela penggunaan fluoride sering berargumentasi, ‘taruhlah fluoride tidak berguna, tapi tidak mungkin mencelakakan juga. Sebanyak apa konsumsi fluoride kita? Kandungan fluoride dalam pasta gigi dan air masih dalam batas aman.

“Tidak benar. Saya tahu persis resikonya. Mengapa mereka mesti mati-matian membela fluoride? Apa urusannya?

“Konsumsi Fluoride Menumpulkan Otak Manusia. Perubahan terjadi secara perlahan, sehingga tidak terdeteksi. Apalagi jika penggunaannya sudah menyebarluas dan mayoritas warga dunia terpengaruh, maka siapa yang bisa membedakan manusia fluoride dari manusia nonfluoride?

“Konsumen fluoride kehilangan semangat untuk berjuang. Ia tidak bisa…

Lihat pos aslinya 271 kata lagi

Renungan #Vegetarian: Protein Hewani Penyebab Pengerasan Kelenjar Pineal Dan Ketidakpekaan Diri?

Diet vegetarian adalah syarat utama bagi setiap pelaku spiritual. Sesungguhnya, protein nabati dari biji-bijian, kacang-kacangan dan berbagai macam lentils atau dal (semacam kacang-kacangan yang adalah makanan pokok di India, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, Nepal, bahkan beberapa negara di Timur Tengah), dan sebagainya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan protein. Selain itu, protein nabati juga ramah terhadap kelenjar pineal.

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

buku kearifan mistisisme

Cover Buku Kearifan Mistisisme

“Ketika saya menemukan bahwa DMT menentukan kemanusiaan dalam diri manusia maka saya pun menemukan penawar bagi sifat-sifat hewani.” Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2015). Kearifan Mistisisme, Panduan untuk Menyelaraskan Diri dengan Semesta dan Menyerap Suara Yang Maha Ada, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Penemuan sahabat kita ini penting sekali: DMT sebagai “penawar” bagi sifat—sifat hewani. Sebagian pemikir modern berpendapat bahwa manusia mesti dibiarkan hidup secara alami, “seperti Ieluhurnya, seperti manusia gua zaman dahulu. Makanan mereka adalah yang paling cocok bagi manusia.”

Kemudian, para pemikir modern yang berpendapat demikian menciptakan dua aliran yang saat ini sedang populer:

Pertama: Aliran Konsumen Raw Food

Alias sayuran mentah. Tidak perlu kaget, di kepulauan Nusantara sebagian masakan kita memang raw, hanya diseduh misalnya karedok, lalapan, gado—gado, dan sebagainya.

Berbeda dengan penganut modern aliran raw food, kita tidak setiap hari makan gado-gado, karedok, atau sekadar lalapan. Ada juga sayur yang ditumis, dioseng-oseng…

Lihat pos aslinya 655 kata lagi

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai