Renungan #Gita: Identifikasi Diri dengan Kebendaan Membuat Kita Bisa Terkena Gangguan Jiwa

Salah identifikasi, salah penanganan ya

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

Masih tentang Layar Kesadaran dan Gambar-Gambar Materi yang sedang diproyeksikan di Layar. Bagi yang belum, silakan baca Renungan Diri: Pencerahan dan Hasil ‘Pengalihan’ Perhatian dari Gerak Film Dunia ke Layar di Belakang.

https://gitakehidupansepasangpejalan.wordpress.com/2015/04/11/renungan-diri-pencerahan-dan-hasil-pengalihan-perhatian-dari-gerak-film-dunia-ke-layar-di-belakang/

buku bhagavad gita

Cover Buku Bhagavad Gita

Menyeimbangkan Materi dan Spiritual = Menyetarakan Materi dengan Spiritual = Mengidentifikasikan diri dengan kebendaan = Menyebabkan sakit mental yang ringan sampai gangguan jiwa.

Bhagavad Gita 7:5

“Di luar Prakrti, alam benda, kebendaan, dan kesadaran rendah, adalah alam Jiwa, yang menopang sekaligus menghidupi seantero alam.”  Bhagavad Gita 7:5

 

“Segala sesuatu di luar Jiwa adalah bagian dari alam benda – termasuk pikiran, emosi, impian, keinginan –semua apa pun juga – semua tanpa kecuali.

“Di sini, sekarang, kita melihat perbedaan yang jelas sekali antara ‘Pengalaman’ Krsna dan ‘Pemahaman’ para Motivator – Penceramah, pengkhotbah modern masih ‘mencari’ keseimbangan antara dunia dan Tuhan, antara alam benda atau materi dan alam batin atau spirit.

“Bagi Krsna, alam benda…

Lihat pos aslinya 701 kata lagi

Dari Mencari Jodoh sampai Perubahan Arah Kehidupan dengan Tahapan Chatur Ashram

Gita, Gayatri dan sanyas dharma

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

Gita Kehidupan Sepasang Pejalan Bagian 16

buku bhagavad gita 

Cover Buku Bhagavad Gita

Penjernihan Pandangan oleh Bhagavad Gita

“Bersyukurlah pada Gusti Pangeran atas segala rezeki dan materi lainnya, termasuk pasangan, anak, segala yang kita miliki. Tetapi jangan berhenti. Raih pula berkah-Nya. Baca ulang beberapa ayat sebelumnya – Krsna sudah menjelaskan secara panjang lebar,bagaimana kita dapat meraihnya.”  Penjelasan Bhagavad Gita 10:11 (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

Catatan ini ditulis berdasarkan pemahaman saya saat ini. Pemahaman pada saat catatan ini di tulis. Mengapa ini perlu saya kemukakan? Karena berdasarkan pengalaman yang saya alami, banyak pandangan saya yang berubah setelah memperoleh “insight” dari Bhagavad Gita.

Saya pernah menulis bahwa pada waktu mencari pasangan saya selalu istikharah, “Ya Tuhan, kalau dia baik bagiku, bagi masa depanku, bagi keluargaku dan bagi agamaku, demikian pula aku baginya maka jadikanlah, tetapi kalau tidak baik jauhkanlah kami berdua!”  Mungkin sebagai akibatnya saya tidak pernah…

Lihat pos aslinya 2.014 kata lagi

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai