Ditunjukkan Kesalahan Selagi Hidup vs Sesaat Menjelang Ajal, Gita Kehidupan Sepasang Pejalan Bag 11

Catatan ini luar biasa, Pak Tri saya terbelalak membaca kisah ini, saya membuka diri, saya mengakui bahwa saya belum pernah mempersiapakan kematian saya sedetail pak Tri. Saya hanya punya 1 keinginan yaitu apabila saya mati, saya ingin langsung di kremasi. Tapi saya belum pernah pergi ke tempat krematorium. Pak tri, makasi menunjukkan cara2 untuk mempersiapkan kematian saya

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

selfie sebelum nonton film Interstellar

Selfie bersama 3 anak sebelum menonton film Interstellar

“Apa yang terpikir sepanjang hidup, itu pula yang terpikir saat ajal tiba, karena kematian adalah perpanjangan atau kelangsungan dari kehidupan. Kemudian ia melingkar dan bertemu kembali dengan titik kelahiran. Kejahatan sepanjang usia tidak dapat dipisahkan dari saat ajal tiba. Saat ajal tiba tidak dapat dipisahkan dari saat kelahiran. Tanggal kelahiran dan tanggal kematian mungkin adalah dua tanggal yang berbeda, namun kedua tanggal itu dipertemuan oleh hidup saat ini.”  (Krishna, Anand. (2007). Life Workbook Melangkah dalam Pencerahan, Kendala dalam Perjalanan, dan Cara Mengatasinya. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Belajar dari Tayangan Mahabharata

Bhisma, Drona , Karna ditunjukkan kesalahan sesaat menjelang ajal mereka, sedangkan Arjuna ditunjukkan kesalahan selagi harapan hidup masih panjang. Buku Bhagavad Gita karya Bapak Anand Krishna dan Pendalaman setiap Jumat di Anand Ashram sangat mempengaruhi pandangan kami, saya dan istri saya. Tayangan Mahabharata di AN Teve pun bukan merupakan hal…

Lihat pos aslinya 2.030 kata lagi

Renungan Diri: Amarah adalah Akibat dari Keinginan Kita Sendiri

Lagi2 amarah. Bagaimana mengelolanya?

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

buku medina sehat sekejap

Cover Buku Medina

“Ribuan tahun sebelum lahirnya psikologi modern, para pujangga di Timur sudah mulai memikirkan masalah-masalah psikis dan efeknya terhadap kesehatan manusia. ‘Amarah’, misalnya, oleh Sri Krishna dijelaskan sebagai akibat dari rasa kecewa. Dan rasa kecewa itu sendiri merupakan akibat dari keinginan-keinginan yang tak terpenuhi. Jadi, sesungguhnya ‘amarah’ adalah akibat keinginan manusia.

“Karena itu, untuk mengatasi amarah, hanya ada dua jalan. Memenuhi setiap keinginan atau tidak berkeinginan sama sekali.

“Yang pertama, memenuhi setiap keinginan jelas mustahil. Kursi presiden hanya satu. Yang menginginkannya sekian banyak. Jelas, yang tidak memperolehnya akan kecewa.

“Yang kedua, tidak berkeinginan. Tidak mustahil, tetapi sulit sekali. Kesadaran kita harus selalu prima dan berada pada lapisan yang teratas, sehingga kita bisa menerima ‘ada adanya’, tanpa keinginan pribadi. Dalam keadaan ini, kita sudah berserah diri sepenuhnya kepada Kehendak ILahi, no question asked, not mine but let Thy will be done! Kita tidak lagi mempertanyakan kebijakan-Nya, tetapi menerima sepenuhnya…

Lihat pos aslinya 117 kata lagi

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai