Renungan Gita: Tidak Ada Penyebab Penderitaan yang bersifat Kebetulan! Termasuk Tsunami dan Bencana lainnya

Bhagawad Gita adalah bacaan favorit saya

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

buku bhagavad gita

Cover Buku Bhagavad Gita

Bhagavad Gita 9:10

“Kaunteya (Arjuna, Putra Kunti), di bawah pengawasan-Ku, roda Samsara semesta berputar terus, menyebabkan munculnya makhluk-makhluk bernyawa, bergerak; maupun benda-benda yang tidak bergerak.”

“Alam ini sepenuhnya berada di bawah pengawasan-Nya. Nah, implikasi dari pemahaman ini jauh melebihi bayangan kita. Jika semuanya berada di bawah pengawasan-Nya, Roda Samsara, Alam Semesta pun berputar karena dan atas kehendak-Nya – maka, tidak ada lagi sesuatu yang bisa disebut kecelakaan…

“Tidak ada pula kebetulan – Kebetulan saya berada di tempat yang salah, maka saya terlibat dalam buku tembak antara dua geng – dan ikut kena tembakan. Saya luka. ‘Tidak ada kebetulan seperti itu. Ingat, Dia adalah Hyang Maha Mengawasi – Sang Pengawas Agung.

“Pengalaman suka dan duka terjadi karena perbuatan kita sendiri. Karena keterikatan kita sendiri. Ya, kita bertanggung jawab sepenuhnya atas apa yang menimpa diri kita. Dia- Gusti Pangeran – senantiasa mengawasi supaya semuanya berjalan lancar sesuai dengan…

Lihat pos aslinya 358 kata lagi

Napak Tilas Jejak Langkah Sang Buddha Bag 5: Lumbini Tempat Kelahiran Sang Buddha

Tidak membenci namun jugatidak bersahabat dengan mereka yang penuh dengan kebencian

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

1 lumbini foto di bangunan tempat Pangeran Siddharta dilahirkan

Foto di tempat kelahiran Sang Buddha di Lumbini, Nepal

 “Ada tiga prinsip yang perlu diperhatikan. Ya, hanya tiga prinsip, yaitu :

“Pertama : Kesadaran. Dan yang bisa menghasilkan kesadaran hanyalah ‘meditasi’. Meditasi berarti ‘mengurus diri’. Sebelum diri sendiri terurus, jangan mengurus orang lain. Dalam ajaran Sang Buddha, prinsip ini disebut Hinayana sesuatu yang mendasar sekali. Secara harfiah, Hinayana berarti ‘wahana kecil’. Dalam hal ini, harus diartikan sebagai ‘langkah awal’, yang paling utama.

“Kedua : Kasih Sayang. Setelah melampaui mind lewat meditasi, baru berbagai rasa. Kasih sayang merupakan buah meditasi. Tanpa meditasi, kasih sayang tidak akan pernah tumbuh. Tanpa meditasi, yang tumbuh hanyalah napsu birahi, paling banter cinta. Kasih tidak akan pernah tumbuh. Seorang yang belum meditatif, belum kenal kasih. Ini yang disebut Mahayana kesadaran yang meluas. Secara harfiah, Mahayana berarti ‘wahana besar’. Saya mengartikannya sebagai ‘langkah yang lebih besar’.

“Ketiga : Kebijakan. Dengan hati yang mengasihi, kita menjadi bijak dengan…

Lihat pos aslinya 1.657 kata lagi

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai