Seks? Melampaui Insting Seks? Kisah Resi Suka putra Vyasa, Guru Parikshit

avatar triwidodoKisah Spiritual Tak Lekang Zaman

sukadeva menyampaikan Srimad Bhagavatam sumber www harekrsna com

Ilustrasi Sukadeva menyampaikan Srimad Bhagavatam sumber www harekrsna com

Senggama dengan Semesta

“Seks sebagaimana dipahami dan dilakukan saat ini hanya memboroskan energi. Kenikmatan yang dirasakan hanya bertahan beberapa saat saja. Tidak lama kemudian, Anda lapar lagi, haus lagi, mencari lagi. Dan ketika ketertarikan terhadap pasangan Anda memudar, Anda mengejar pemicu baru. Seks tidak pernah memuaskan. Entah dengan predikat Tantra, atau polos tanpa predikat, tanpa atribut, tanpa dupa dan lilin. Kembali pada seks yang tidak pernah memuaskan. Alasannya seks tidak memenuhi kebutuhan jiwa. Jiwa membutuhkan senggama agung dengan semesta, bukan passion, bukan birahi, tetapi compassion, kasih.” (Krishna, Anand. (2012). Sanyas Dharma Mastering the Art of Science of Discipleship Sebuah Panduan bagi Penggiat Dan Perkumpulan Spiritual. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Dalam bahasa Sansekerta burung beo juga dikenal sebagai burung Suka. Ketika buah yang sudah masak dipotong oleh paruh burung Suka, rasa manis ditingkatkan. Demikian pula buah Veda yang sudah…

Lihat pos aslinya 1.137 kata lagi

Menaklukkan Kejahatan dalam Diri, Kisah Madhu dan Kaitabha dalam Kitab Devi Mahatmyam

avatar triwidodoKisah Spiritual Tak Lekang Zaman

Mahatmyam membangkitkan Vishnu dari tidur sumber vimokhananda com

Ilustrasi Dewi Mahatmyam membangkitkan Vishnu dari tidurnya sumber vimokshananda com

Dorongan Kegelapan dalam Diri

“Arjuna bertanya kepada Sang Murshid, Krishna, ‘Kenapa aku masih saja berbuat yang tidak baik, tidak tepat? Seolah ada dorongan kuat untuk berbuat yang tidak baik, tidak tepat. Kenapa?’ Krishna menjawab, ‘Dorongan itu bukanlah karena Dewa Setan Mara, atau Iblis, atau Jin. Dorongan itu disebabkan oleh keinginanmu sendiri. Keinginan untuk apa? Untuk meraih keuntungan. Kemudian, kita menghalalkan segala  macam cara untuk meraihnya. Keinginan untuk menjadi kaya, untuk hidup mewah – dan, kita pun membenarkan segala macam usaha walau ilegal.” (Krishna, Anand.  (2007). Panca Aksara Membangkitkan Keagamaan dalam Diri Manusia. Pustaka Bali Post)

Madhu mempunyai makna ego palsu yang mempunyai sifat seperti manisnya madu dan membuat orang lupa diri siapa jatidiri sebenarnya. Kaitabha mempunyai makna menipu, Madhu dan Kaitabha adalah ego seseorang yang menipu manusia sehingga lupa jatidirinya.

 

Ego yang Menipu

Dikisahkan bahwa sebelum penciptaan, Vishnu…

Lihat pos aslinya 1.052 kata lagi

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai