Ketidakseimbangan elemen2 tubuh

Untuk pertama kalinya saya menjAdi mengerti akar penyebab sifat2 marah, nafsu, lobha. Saya pernah mengikuti test tipe tubuh saya apakah vita, kappa atau vata menurut ayur veda, ilmu kesehatan dalam Veda. Saya mendapati hasil bahwa saya tipe angin. Artinya tubuh saya sangat mudah di pengaruhi angin, saya jug menjadi mudah masuk angin. Namun saat itu saya belum mengerti bahwa saya adalah pemarah. Saya merasa sifat marah dan tipe tubuh angin tidak terdapat hubungan. Tapi ternyata setelah membaca kutipan ini berikut, saya merenungkan diri saya
Berikut kutipannya

5 elemen tubuh dan ketidak seimbAngannya

“Apa yang terjadi bila kita mengalami ketidakseimbangan elemen-elemen alami, atau bila salah satu elemen menonjol sekali?

“Satu: Bila elemen api melebihi kebutuhan kita dan kebutuhan setiap orang berbeda, kita menderita penyakit kama, hawa nafsu yang membara. Dalam hal itu, kita harus berhati-hati dengan makanan yang mengandung unsur api. Daging, bawang-bawangan dan segala sesuiatu yang sangat pedas, manis, asin dan asam. Minumlah air putih sebanyak satu setengah hingga dua liter setiap hari.

“Dua: Bila elemen angin melebihi kebutuhan kita, muncul penyakit kedua yaitu krodha atau amarah. Latihan Pavanamuktasana dapat membantu kita.

“Tiga: Bila elemen tanah melebihi kebutuhan kita, muncul penyakit yang ketiga lobha, keserakahan. Lantai di rumah dilapisi karpet atau diganti dengan kayu.

“Empat: Bila elemen air melebihi kebutuhan kita, muncullah penyakit moha atau keterikatan. Cairan dalam diri anda, darah, sperma, sumsum menyebabkan keterikatan. Bahkan air liur dapat menyebabkan keterikatan. Berjemur di bawah matahari pagi akan membantu terjadinya keseimbangan unsur air dalam diri.

“Lima: Bila elemen ruang melebihi kebutuhan kita muncullah penyakit ahamakara atau ego, keakuan. Bukan hanya para ilmuwan, para rohaniwan pun bisa kelebihan unsur ini. Karena mereka harus lebih banyak berbuat dari pada berbicara. Dalam hal ini perbuatan yang dimaksud adalah pelayanan, belajar untuk melayani sesama.”  (Krishna, Anand. (2003). Rahasia Alam Alam Rahasia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Setelah membaca kutipan itu secara berulang dan kemudian terus merenungkan sifat2 saya, ternyata saya memang pemarah, gampang marah dan meletup letup amarahnya. Kadang saya tidak nyaman dengan diri saya sendiri. Apalagi orang lain. Kemudian muncul kesedihan di hati saya, kenapa saya baru menyadari sifat saya itu. Mungkin saya telah melakukan begitu banyak kekeliruan karena tenggelam dalam kegelapan dari sifat pemarah itu
Di sisi lain saya juga bahagia karena segera tersadar sebelum terlambat. Terimakasih Bapak Anand Krishna. Buku2 yg beliau tulis selalu jadi bacaan favorit saya. Tulisannya saja telah mengubah kepribadian saya menjadi lebih anggun. Itu menurut penilaian saya.
Terimakasih juga kepada bapak Triwidodo karena mengutip tulisan2 bapak AK di setiap tulisannya. Tulisan pak Triwidodo selalu saya ikuti dan saya favoritkan. Saya selalu berusaha menyempatkan diri membaca tulisan beliau. Karena itulah kemudia saya sendiri secara pribadi menganggap beliau adalah orang tua angkat saya. Saya sangat mencintai beliau.
Kembali pada elemen- elemen tubuh tadi, saya merenungkan kutipan itu ketika sedang mengerjakan apapun, ketika sedang mandi, atau mengerjakan lainnya.
Memang benar, dan ada hubungannya (demikianlah keyakinan saya) antara tipe tubuh angin dan kemarahan. Setiap kali elemen angin tidak seimbang saya mesti gampang marah. Dan setiap kali saya melakukan pavanamuktaasana, saya selalu merasa nyaman dan fit. Dan ternyata itulah penyeimbangnya. Setiap kali masuk angin, sy tidak perlu lagi minum obat ataupun kerokan, sy hanya melakukan yoga pada bagian pavanamukta asana dan pulihlah saya
Kesimpulan lain yg saya pikirkan tentang ketidakseimbangan elemen adalah :
1.kelebihan unsur api menjd bernafsu dan penyeimbangnya adalah air.
2. Kelebihan unsur angin menjadi pemarah dan penyeimbangnya adalah pavanamuktaasana
3. Kelebihan unsur air menjadi terikat dan penyeimbangnya adalah berjemur dibawah matahari
4. Kelebihan unsur tanah menjadi lobha atau rakus, penyeimbangnya adalah mengalasi rumah dg karpet atau rumah dg lantai dari kayu
5. Kelebihan unsur ruang menjadi ego, penyeimbangnya adalah mulailah banyak melakukan dari pada berbicara.

Iklan

Tentang Ni Made Adnyani

Aku suka Menulis, aktifitas Mengajar dan Yoga
Pos ini dipublikasikan di My Life Note. Tandai permalink.