Renungan Diri: Berburu dan Makan Daging, Kekerasan dalam Diri Raja Purushaada #Vegetarian

Usaha mengeluarkan kekerasab dalam diri, cobalah menjadi vegetarian..

Gita Kehidupan Sepasang Pejalan

buku sandi-sutasoma_res

Cover Buku Sutasoma

Kakek Sumitra menyampaikan ‘Kisah Raja Purushaada’ kepada Sutasoma

“Sebagai raja, ia pun berhasil menarik hati rakyatnya. Ia berusaha selalu bersikap adil dan menempatkan diri sebagai pelayan rakyat, bukan sebagai petinggi Negara.

“Kesukaannya adalah berburu. Disadari atau tidak, kebiasaan ini sebenarnya merusak lingkungan. Selain itu, kebiasaan berburu itu juga membuktikan adanya kekerasan di dalam dirinya. Kekerasan itu sudah lama mengendap dalam bawah sadarnya, dan bisa keluar kapan saja.

“Rakyat negeri Ramakanda tidak sadar bahwa kebiasaan raja mereka ibarat bom waktu yang dapat meledak kapan saja. Terpicu atau tersulut sedikit saja, kekerasan di dalam hati manusia dapat menghancurkan dunia.

“Kebiasaan Purushaada untuk berburu tidak dapat dilepaskan dari kehidupannya sebagai Suciloma. Saat itu ia telah menjadi biku, tetapi sampah kekerasan di dalam dirinya belum sempat keluar. Sampah itu hanya mengendap ke alam bawah sadarnya.” Sumitra menegaskan kembali penjelasan sebelumnya.

“Jika memburu hewan dapat dikaitkan dengan kekerasan di dalam diri manusia…

Lihat pos aslinya 585 kata lagi

Iklan

Tentang Ni Made Adnyani

Aku suka Menulis, aktifitas Mengajar dan Yoga
Pos ini dipublikasikan di Apresiasi Buku. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s