kehidupan ini penuh dengan warna. suka dan duka datang silih berganti. dan segala ketidakpastian di dunia ini. satu2nya kepastian adalah yang hidup pasti akan mati. tiada yang abadi. hanya perubahan yang abadi. jika kita tak berubah maka kita akan ditinggalkan oleh perubahan. namun jika kita terus mengikuti perubahan “diluar” diri maka tiada kedamaian. lalu apa sebenarnya.
ikuti perubahan atau tidak?
secara kasat mata, luaran, “diluar” kita mesti ikuti perubahan. namun “didalam” harus tetap hening, ceria.
jangan biarkan segala sesuatu “diluar” diri merampas yang ada “didalam”.
jangan biarkan kesedihan, kekacauan luar merampas keceriaan di dalam diri
demikianlah kira2 saya terus mengingatkan diri setiap ada suatu kejadian. saya terus bicara pada diri saya sendiri.
jangan ambil keceriaan saya. siapa pula yang dapat mengambilnya? hanya atas ijin “saya” keceriaan saya dapat diambil.
perdebatan sang pikiran terus mengalir. saya terus mengamatinya. tanpa mengomentarinya.
saya menulis ini, untuk mengingatkan bahwa lekukan dan belokan terjadi “didalam” dan “diluar” diri
yuk jangan lupa bahagia.
semuanya akan baik baik saja. Oke Mantra.
demikianlah suara “sang Lama” dari Ladakh terngiang di telinga saya. selalu dan selalu. suaranya sederhana, simple tanpa tendensi. begitulah kebenaran.
Happy saturday
Nanti malam minggu yaa. hehehhee
