Akar Persoalan

āvrtam jñānam etena jñānino nitya-vairinā, kāma-rūpena kaunteya duspūrenānalena ca

“Wahai Kaunteya (Arjuna, Putra Kuntī), pengetahuan sejati tentang hakikat Diri tertutup oleh nafsu keinginan yang oleh para bijak disebut musuh manusia sejak dahulu kala; berhubung nafsu keinginan bagaikan kobaran api yang berkobar terus, tidak pernah puas.”

(Bhagavad Gita, 3.39)

Krsna menjelaskan akar persoalan. Apa yang menyebabkan nafsu keinginan, keserakahan, amarah? Ia juga membeberkan sifat dari nafsu itu sendiri. 

JADI, bukan sekadar “jangan serakah!” Tidak sekedar larangan untuk tidak berkeinginan. bukan sekadar sepucuk keputusan untuk tidak melakukan ini, atau tidak melakukan itu. Krishna menjelaskan “kenapa”, “bagaimana”, dan yang terpenting “apa” itu yang disebut keinginan berlebihan. 

Jika Kita sadar akan betapa berbahayanya asap rokok bagi paru-paru kita, maka dengan sendirinya kita akan melepaskan rokok. Tapi, jika hanya dilarang saja, maka bisa juga kuta tidak merokok di depan orang yang melarang. Tapi, begitu orang itu tidak ada, kita merokok kembali. Cara Krshna membebaskan kiya dari nafsu adalah dengan memahami sifatnya, dan mencabut dari akarnya. 

Dikutip dari Buku Bhagavad Gita Karya Bapak Anand Krishna halaman 148-149.

Diterbitkan oleh Ni Made Adnyani

Aku suka Menulis, aktifitas Mengajar dan Yoga

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai