Yoga Mengantarkan Kita Pada keadaan Viyoga – Berpisah dari segala duka-derita

Marilah kita berdoa sebelum membaca Bhagavad Gītā

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu; Saha vīryam karavāvahai; Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

yam labdhvā cāparam lābham manyate nādhikam tatah

Yasmin sthito na duhkhena gurunāpi vicālyate

Bhagavad Gītā, 6.22

“Setelah memperoleh kebahagiaan sejati, Jiwa tersadarkan bila perolehannya itu melebihi segala perolehan lain; Maka, menghadapi pengalaman duka seberat apa pun – Ia tetap Tak Tergoyahkan.”

Komitmen kita pada kebenaran, pada kebajikan – Satya dan Dharma – Selalu Tergoyahkan karena kita belum mencapai keadaan meditatif. Kita belum mencapai kesempurnaan dalam Yoga. Kita belum merasakan kebahagiaan sejati yang dirasakan seorang Yogī. Sebab itu, duka-derita pun Selalu menyelimuti Jiwa…..

BARU DITANTANG SEDIKIT, Baru dihadapkam pada sedikit penderitaan – kita kalang kabut, mencari tiang penyangga, mencari sandaran, mencari dukungan di luar diri. Kita lupa menoleh ke dalam diri. Kenapa?

Karena, saat tidak Ada tantangan, kita tidak melatih diri dalam Yoga untuk membangun self-defence, pertahanan diri yang tangguh. Kemudian, saat tantangan di depan mata, kita kehilangan arah, kehilangan pandangan yang jernih. Kita tidak tahu mesti melakukan Apa!

Pertahanan-diri mesti dibangun Dari sekarang. Saat terjadi banjir, Kita Baru membangun tanggul – ya tidak bisa. Inilah saatnya untuk membangun pertahanan diri – supaya saat menghadapi tantangan nanti – kita sudah siap.

Kita lanjutkan pada sloka berikutnya:

tam vidyād duhkha-samyoga-viyogam yoga-samjñitam

sa niscayena yoktavyo yogo’nirvinna-cetasā

Bhagavad Gītā, 6.23

“Yoga membebaskan diri dari segala duka dan derita (termasuk dari kelahiran dan kematian berulang-ulang). Sebab itu, lakonilah hidup dalam Kesadaran yoga dengan gugusan pikiran dan perasaan yang mantap, tidak mengenal lelah; keteguhan hati; dan keyakinan.”

Yoga – sebagaimana dijelaskan Krsna dalam ayat ini adalah keadaan viyoga – berpisah dari duhkha atau duka

Yoga memisahkan kita dari keadaan-keadaan yang dapat menyebabkan duka dan derita. Viyoga berarti “berpisah dari” – Jadi kalau punya Anak, jangan diberi nama Viyoga – perpisahan- berilah nama Yoga – Pertemuan 🙂

SEDIKIT SELINGAN… banyak nama kita yang menggunakan akar bahasa Sanskrit secara salah. Misalnya, seperti nama Wiyoga yang cukup populer di Jawa.

Selain itu juga Merta, yang artinya adalah “Mati”. Mungkin, maksudnya adalah Amrta, yang semestinya Amerta dalam ejaan Jawa – Kekal, abadi.

Ada yang mengatakan, apa arti sebuah nama?!? Tergantung sang penanya. Jika mau diartikan, Maka dia akan punya arti. Jika tidak, ya tidak punya arti.

KEMBALI PADA TOPIK KITA… Latihan – latihan, pola hidup, pola Makan, bahkan pola-tidur Yoga – semuanya mengantar kita pada suatu keadaan viyoga – keadaan saat kita berpisah dari Segala macam duka dan derita

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ<<<
moga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

Bontang, 23/01/2018-MA

Ditulis ulang dari Buku Bhagavad Gītā oleh AK Hal 264-265

<<<
><<
p>

Iklan

Tentang Ni Made Adnyani

Aku suka Menulis, aktifitas Mengajar dan Yoga
Pos ini dipublikasikan di My Life Note. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s