
Ilustrasi Nachiketa
Sumber gambar: AI Image generator
Nachiketa adalah putra rishi Udalaka. Pada suatu hari, Udalaka melakukan upacara persembahan. Sesuai kebiasaan masa itu, orang yang melakukan upacara menyumbangkan sapi kepada para Brahmana yang berkumpul di akhir upacara. Udalaka menyumbangkan sapi yang tua dan sakit-sakitan yang tidak menghasilkan susu. Nachiketa mengatakan seharusnya ayahnya menghadiahkan sesuatu yang berharga, yang masih disenanginya, bukan memberikan sesuatu yang dia sudah tidak menghargainya. Udalakan menjadi gusar kepada putranya dan berkata bahwa dia akan menghadiahkan Nachiketa kepada kematian, kepada Dewa Yama.

Ilustrasi Nachiketa menemui Dewa Yama
Sumber Gambar: AI Image Generator
Nachiketa pergi ke tempat tinggal Yama. Penjaga Istana Yamaloka menghentikan Nachiketa di gerbang dan mengatakan kepadanya bahwa Yama tidak ada di Yamaloka. Nachiketa memutuskan untuk menunggu di gerbang Yamaloka tanpa makan dan minum. Yama kembali ke Istana-Nya dan menemukan anak muda itu menunggu Dia di depan gerbangselama 3 hari. Senang tindakan Nachiketa, Yama memberi makan dan minum dan menawarkan tiga anugerah kepada Nachiketa. Athiti devo bhava, tamu yang tidak diundang adalah Dewa yang patut dihormati.
Pertama, Nachiketa minta ayahnya menjadi damai bahagia bebas dari duka cita dan kemarahan. Yama menjawab, setelah Nachiketa kembali dari kematian, ayahnya akan menerimanya, bebas dari kesedihan dan kemarahan dan akan menjadi damai dan penuh suka cita. Kedua, Nachiketa berkata bahwa di surga tidak ada rasa takut, bahkan tidak ada kematian dan usia tua, bahagia dan bebas dari semua penderitaan. Nachiketa ingin tahu jalan menuju surga melalui api batin. Yama menjelaskan tentang ilmu api batin sehingga Nachiketa dapat memahami sepenuhnya. Ilmu ini akan memberikan suka cita surgawi dan api ini tersembunyi dalam batin Nachiketa. Nachiketa dapat memahami ilmu tersebut dan Yama sangat senang dan bahkan memberikan nama ilmu api batin itu dengan nama Api-Nachiketa.
Yama menyampaikan bahwa eseorang yang membakar api batin ini tiga kali dan tanpa lelah mempraktekkan ritual api, praktik berbagi dan praktik pengendalian diri sesuai dengan tiga Veda, akan menjadi bebas dari kelahiran dan kematian. Dengan mengetahui api suci ini dan dengan memilihnya dengan tulus, dia akan mencapai kedamaian abadi. Ketiga, Nachiketa berkata bahwa ada begitu banyak ketidakpastian tentang kematian. Ada yang mengatakan bahwa jiwa hidup setelah kematian dan yang lain mengatakan bahwa tidak demikian. Nachiketa ingin memahami ini hal tersebut. Yama berpikir, adalaah berbahaya mengajarkan rahasia Jiwa kepada orang yang belum layak menerimanya.
Yama berkata, silakan Nachiketa minta anak keturunan dengan masa hidup ratusan tahun, banyak sapi, gajah, kuda dan emas. Bahkan kerajaan dengan wilayah yang luas dan menjadi kaisar terhebat di bumi. Akan tetapi Nachiketa tidak goyah. Yama berkata agar Nachiketa minta kesenangan yang langka, musik yang indah, bahkan bidadari yang tidak mungkin diperoleh di dunia. Nachiketa tahu bahwa segala kesenangan cepat atau lambat akan berakhir. Nchiketa ingin pengetahuan tentang Jiwa. Akhirnya Yama menyampaikan ilmu tentang Jiwa kepada Nachiketa.
