GARIS BESAR HATHA YOGA PRADIPIKA

Kata yoga berasal dari bahasa Sansekerta. Terdapat banyak interpretasi atau makna dari kata yoga, diantaranya berarti “penyatuan” yaitu penyatuan antara Jivatma dan Paramatma (jiwa individu dan Jiwa Tertinggi). Definisi lain dari kata yoga adalah mencapai apa yang sebelumnya tidak dapat dicapai. Ilmu yang mengajarkan cara memperoleh pengetahuan ini disebut Yoga Sastra.

Dalam yoga sastra, terdapat dua kelompok mendasar ajaran Yoga yaitu pengetahuan filosofi yang dipelajari secara teoritis dan pengetahuan yang menggabungkan teori dengan praktik. Pengetahuan filosofi dapat dipahami melalui ajaran Veda terutama pada kitab Bhagavad Gita yang mengulas tentang berbagai bentuk yoga seperti Bhakti Yoga, Karma Yoga, Jnana Yoga dan Raja Yoga. Sedangkan pada pengetahuan yang menggabungkan teori dan praktik dikelompokkan ke dalam ajaran Hatha Yoga (Sinh, 2016).

Dalam literatur yoga, terdapat sejumlah teks yang dapat digunakan untuk mempelajari hatha yoga. Teks pertama Hatha Yoga Pradipika oleh Yogi Swatmarama adalah yang paling terkenal. Teks kedua hatha yoga yang disusun oleh Yogi Gorakhnath dikenal sebagai Goraksha Samhita. Teks ketiga adalah Gherand Samhita oleh Gherand. Selain itu ada teks keempat yang dikenal sebagai Hatharatnavali yang ditulis oleh Srinivasabhatta Mahayogindra. Semua teks-teks ini dianggap telah ditulis antara abad ke-6 dan 15 M (Muktibodhananda, 2013).

Hatha yoga pradipika adalah kitab yang sangat popular dengan jumlah sloka sebanyak 392. Keseluruhan sloka tersebut terbagi ke dalam empat bab, yang pertama disebut Prathamopadesah berjudul Asanas yang berisi 70 Sloka. Pada bab yang kedua disebut bagian dvitiyopadesah berjudul Prānāyāma berisi 78 sloka. Sedangkan pada bab yang ketiga disebut Tritiyopadesah yang berjudul Mudra dengan jumlah sloka sebanyak 130 Sloka dan pada bab yang keempat disebut Chaturthopadesah yang berjudul Samadhi dengan jumlah 114 sloka. Berikut ini disajikan tabel tentang isi dari kitab Hatha Yoga Pradipika (Sinh, 2016).

Selanjutnya dapat membaca Pengertian Hatha Yoga

Narada Bhakti Sutra

Narada adalah tokoh historis dalam berbagai kitab Purana. Ia adalah seorang Brahma Rishi yang mengembara untuk menguasai berbagai cabang ilmu, yang pada akhirnya mempertemukan ia dengan seorang Pujangga dari Kalpa yang lalu bernama Sanatkunara. Dari Sanatkumara, Narada belajar tentang Cinta Tak Bersyarat dan Tak Terbatas. Narada Bhakti Sutra ini adalah Mahakarya hasil penyelaman Narada.

Narada Bhakti Sutra terdiri dari 84 Sutra yang terbagi ke dalam 5 Bab sebagai berikut:

  1. Bab pertama dengan judul Para Bhakti Svaroopam terdiri dari 24 sutra yang mengulas tentang Wujud Kasih sejati
  2. Bab kedua dengan judul Para Bhakti Mahatvam terdiri dari 9 Sutra yang mengulas tentang Sifat Kasih Sejati
  3. Bab ketiga dengan judul Bhakti Sādhnāni terdiri dari 17 Sutra yang mengulas tentang Menggapai Kasih Sejati
  4. Bab keempat dengan judul Prema Nirvachanam terdiri dari 16 sutra mengulas tentang Cinta
  5. Bab kelima dengan judul Mukhya Bhakta Mahima terdiri dari 18 sutra yabg mengulas tentang kemuliaan Pecinta Sejati

Demikian rangkuman singkat isi utama dari Narada Bhakti sutra. Sutra-sutranya akan di tulis kemudian.

Tulisan ini di buat untuk tujuan pembelajaran bagi siswa Hindu kelas XI semester 2, dimana terdapat topik pembelajaran Bhakti sejati dalam Ramayana. Meski fokus pembelajarannya adalah Ramayana, namun materi ini di perlukan untuk pengayaan.

Selain Narada Bhakti Sutra, literatur tentang Bhakti juga dapat kita temukan dalam Bhagavad Gita Adhyaya 12 dan Kitab Bhagavata Purana.

Sumber:

Krishna, Anand. 2005. Narada Bhakti Sutra Menggapai Cinta Tak Bersyarat dan Tak Terbatas. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Buku dapat di lihat pada Google book berikut ini:

https://books.google.co.id/books?id=JPXhpgy9QsoC&pg=PR3&source=kp_read_button&redir_esc=y

Salam Rahayu 🙏

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai