Wejangan Anand Krishna: Shraddha, Memandu Roh Leluhur Yang Belum dan Yang Sudah Lahir Kembali

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

Sri Bhagavan (Krsna Hyang Maha Berkah) bersabda:

“Arjuna, kau dan Aku telah melewati banyak  masa kehidupan. Aku mengingat semuanya – sementara kau tidak mengingatnya, wahai Parantapa (Arjuna Penakluk Musuh).” Bhagavad Gita 4:5

https://bhagavadgita.or.id/

 

“Aku adalah Jiwa yang kekal, Isvara, Penguasa Tunggal makhluk-makhluk seantero alam. Sesungguhnya Aku Tak (perlu) Terlahirkan, namun atas kehendak-Ku dan dengan kekuatan Maya-Ku sendiri, kekuatan yang menyebabkan Hyang Tunggal tampak Banyak, Aku mewujud.” Bhagavad Gita 4:6

https://bhagavadgita.or.id/

 

Kita sudah pernah lahir berulang-ulang. Orang-orang yang sudah mencapai kesadaran seperti Krishna, mengingat semuanya ini. Buddha pernah mengatakan, dalam salah satu ajarannya, kalau seseorang sudah mengingat masa lalunya, ini adalah kelahirannya yang terakhir. Dia tidak perlu lahir lagi. Dia akan menyatu dengan alam semesta. Dia akan mencapai nirvana.

Tetapi konsep dalam Bhagavad Gita adalah orang seperti itu pun, walaupun sudah sampai ke moksha, sudah mencapai nirvana, orang yang sudah mengingat masa lalu, sudah tidak perlu lahir lagi, diapun…

Lihat pos aslinya 1.040 kata lagi

Wejangan Anand Krishna: Mirror Neuron Menggandakan Kebaikan Atau Kejahatan Kita

Mirror Neuron

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

“Tiada buddhi, tiada inteligensia dalam diri yang tak terkendali, tiada pula keseimbangan diri serta kesadaran; dan tanpa keseimbangan, tanpa kesadaran, tiada kedamaian, ketenangan, ketenteraman. Lalu, bagaimana pula meraih kebahagiaan  sejati tanpa kedamaian?” Bhagavad Gita 2:66

https://bhagavadgita.or.id/

 

Satu per satu, hierarkinya di situ. Dijelaskan oleh Krishna. Jadi bukan bahagialah dirimu, tenanglah, sabar, sabarlah. Nggak. Kenapa kau tidak bisa tenang. Satu per satu inilah yang disebut perennial psikologi. Dua-duanya, psikologi dan filsafat perennial yang sudah ada sejak ribuan tahun dan sekarang masih relevan. 3.000 tahun sebelum zaman modern ini, jadi sudah 5.000 tahun yang lalu. Percakapan ini terjadi antara Krishna dan Arjuna. Dan apa pun yang Dia katakan, sampai sekarang pun masih relevan.

Para psikolog yang mempelajari, para filosuf yang mempelajari, semua mereka menyadari bahwa apa yang dikatakan itu, kita pun belum sampai ke situ. Kita tahu kalau nggak sabar nggak bagus. Nggak damai nggak bagus. Tapi bagaimana kedamaian itu bisa…

Lihat pos aslinya 786 kata lagi

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai