Melangkah dalam Senyap, Menyemai Kolaborasi

Catatan Refleksi Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas

NM. Adnyani

Selasa, 22 Juli 2025 menjadi salah satu hari penting dalam dinamika awal tahun pelajaran di SMAN 1 Bontang. Kegiatan Sosialisasi Program Sekolah untuk Orang Tua/Wali Siswa Kelas X Tahun Pelajaran 2025/2026 yang dilaksanakan di aula sekolah menjadi wadah pertama perjumpaan antara sekolah dan para orang tua siswa baru. Sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, saya mendapat amanah untuk mengoordinasikan dan mempersiapkan keseluruhan kegiatan ini.

Persiapan dimulai sejak jauh hari. Saya menyusun susunan acara, merancang spanduk dan poster, membuat dan mendistribusikan undangan resmi kepada orang tua, wali kelas, hingga tamu penting seperti Bapak Sudirman, M.Pd (Pengawas Pembina) dan Ibu Dra. Srimalayati (Ketua Komite Sekolah) beserta jajarannya. Semua informasi juga saya sampaikan langsung ke orang tua siswa melalui berbagai kanal komunikasi sekolah.

Saya juga melibatkan para mahasiswa KKN FKIP Unmul yang sedang menjalankan programnya di sekolah. Mereka saya libatkan secara aktif sebagai MC, dirigen lagu kebangsaan, dokumentasi, dan petugas registrasi. Keterlibatan mereka menjadi wujud nyata sinergi pendidikan lintas jenjang, serta ruang pembelajaran langsung yang berharga bagi mereka.

Namun sebagaimana kegiatan lainnya, tak semua hal berjalan ideal. Salah satu tantangan muncul jelang pelaksanaan: bahan tayang pembuka untuk kepala sekolah belum siap hingga H-1. Meski cukup mendesak, Syukurlah, slide pembukaan berhasil ditayangkan tepat waktu.

Di balik keberhasilan teknis tersebut, terselip satu ruang sunyi dalam diri saya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pemaparan program sekolah sepenuhnya disampaikan oleh Kepala Sekolah, tanpa memberi ruang kepada para Wakil Kepala Sekolah untuk berbicara langsung kepada orang tua. Padahal, pertemuan ini menjadi momen yang sangat penting untuk mengenalkan tugas dan program kerja masing-masing bidang secara langsung dan personal.

Sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, saya berharap bisa menyampaikan langsung peran dan fungsi humas dalam menjalin kemitraan strategis dengan orang tua dan masyarakat. Namun kesempatan itu belum juga datang. Saya hanya bisa melangkah dalam senyap—bekerja di balik layar, mengatur alur, menyambungkan komunikasi, memastikan semua berjalan lancar, tanpa perlu berada di depan.

Rasa sedih pun sempat hadir ketika beberapa wali kelas meninggalkan ruang pertemuan sebelum kegiatan selesai. Sebagai penyelenggara, saya berharap kehadiran mereka bisa utuh hingga akhir, sebagai bentuk dukungan moral terhadap orang tua siswa yang hadir serta sebagai bentuk tanggung jawab kolektif dalam kegiatan formal sekolah.

Namun dari pengalaman ini saya belajar bahwa tidak semua langkah harus tampak. Terkadang, kontribusi terbaik hadir tanpa sorot. Saya tetap percaya bahwa kerja ikhlas, kesungguhan, dan komitmen akan bermuara pada kepercayaan dan hasil yang bermakna, meski tidak selalu tersampaikan dalam kata.

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus ruang tumbuh bagi saya. Melangkah dalam senyap, bukan berarti kehilangan suara. Justru di situlah saya belajar bahwa menyemai kolaborasi tak selalu harus lantang—yang penting adalah ketulusan, ketepatan arah, dan keberlanjutan hubungan.

Catatan Waka Humas: Menyambut Mahasiswa KKN-PLP FKIP Unmul di SMAN 1 Bontang

NM. Adnyani

Tanggal 15 Juli 2025 menjadi salah satu momen bermakna dalam perjalanan saya sebagai Waka Humas SMAN 1 Bontang. Di hari itu, sekolah kami menerima kehadiran enam mahasiswa dari FKIP Universitas Mulawarman dalam rangka pelaksanaan KKN-PLP Tematik Terintegrasi dan Asistensi Mengajar.

Sudah beberapa hari sebelumnya saya mempersiapkan berbagai hal—koordinasi dengan kepala sekolah, guru pamong, hingga menyusun rundown sederhana untuk serah terima mahasiswa di ruang rapat. Bekerja di balik layar, saya belajar bahwa menjadi Waka Humas tidak hanya soal dokumentasi dan publikasi. Tapi juga tentang menghubungkan pihak luar dengan dinamika dalam sekolah, dan memastikan semuanya berjalan dengan hangat dan tertib.

Kegiatan serah terima dihadiri oleh Dr. Bibit Suhatmady, M.Pd, Wakil Dekan III FKIP Unmul Dr. Reza, M.Pd, dosen pembimbing Bapak Mahmud, Ketua Jurusan Pendidikan IPS FKIP Unmul serta Ibu Kepala Sekolah kami tercinta, Sumariyah, S.Pd., M.Pd

Keenam mahasiswa yang datang berasal dari berbagai program studi: PJOK, Fisika, BK, Bahasa Inggris, Geografi, dan Sejarah. Mereka akan menjalankan program selama 3 bulan, didampingi oleh guru pamong yang sudah kami tunjuk berdasarkan bidangnya masing-masing. Kolaborasi ini benar-benar terasa sebagai upaya bersama untuk membentuk generasi pendidik yang tangguh dan bijak.

Sebagai Waka Humas, saya bukan hanya menyusun surat undangan dan menyebarkan informasi. Saya belajar untuk 1) Menciptakan suasana yang nyaman bagi para tamu; 2) Menyediakan ruang komunikasi antara dosen pembimbing dan guru; 3) Mengelola waktu agar kegiatan berjalan efisien 4) Menjaga citra positif sekolah sebagai mitra yang profesional dan bersahabat

Ternyata, menjadi humas itu bukan hanya soal “siaran”, tapi soal “jembatan”.

Dalam catatan ini, saya ingin mengabadikan rasa syukur—karena lewat kegiatan ini, saya belajar menjadi lebih terstruktur, lebih komunikatif, dan lebih peka terhadap dinamika tim.

Menjadi Waka Humas bukanlah peran yang selalu terlihat, tapi saya merasa ada dalam setiap momen penting sekolah. Hari ini, saya bukan hanya menyambut mahasiswa KKN—saya sedang belajar menjadi fasilitator harmoni, penjaga relasi, dan pendukung visi sekolah.

Selamat bertugas untuk adik-adik mahasiswa KKN. Terima kasih telah memilih SMAN 1 Bontang sebagai ladang pengalaman. Semoga ini bukan sekadar program, tapi awal dari kolaborasi yang memberi arti.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai