Ambarisa: Keangkuhan Seorang Rishi dan Perlindungan Senjata Gusti #SrimadBhagavatam

Melecehkan orang lain, menganggap nya lebih rendah membuktikan bahwa kita belum cukup belajar tentang spiritual. Meskipun telah begitu banyak melakukan sadhana atau olah spiritual. So, be aware…

avatar triwidodoKisah Spiritual Tak Lekang Zaman

Keangkuhan Rishi Durvasa

“Terkendali oleh keangkuhan, kekerasan, kesombongan, nafsu, amarah dan sebagainya, mereka sesungguhnya melecehkan Aku yang bersemayam dalam diri mereka dan diri setiap orang.” Bhagavad Gita 16:18

Pelecehan terjadi, karena kita menaruh rasa iri terhadap orang lain, cemburu, atau menganggapnya lebih rendah. Semua ini muncul dari delusi bahwasanya “lain”-nya seseorang adalah sebuah realita. Padahal yang “lain” itu tidak ada – Sang Jiwa Agung, lewat percikan-percikan yang tak pernah terpisahkan dari-Nya sedang menerangi setiap makhluk. Sinar suci yang sama menerangi setiap orang.

Di tingkat wahana-badan, memang banyak jenis, beragam kendaraan. Sepintas, pengemudi setiap kendaraan pun tampak beda. Keturunan Cina jelas beda dari keturunan Afrika. Orang Asia tidak memiliki warna kulit yang sama seperti orang Eropa. Namun, aliran kehidupan, listrik Ilahi yang menghidupi setiap pengemudi adalah satu dan sama.

…………….

Menganggap rendah orang lain, meremehkan perannya, melecehkan dirinya — adalah sama dengan merendahkan, meremehkan, dan melecehkan Sang Jiwa Agung, yang atas…

Lihat pos aslinya 522 kata lagi

Ambarisa: Putra Nabhaka, Bhakta Narayana dan Pohon Asvattha #SrimadBhagavatam

Pohon Asvattha sebagai perumpamaan dunia benda dan keberadaan

avatar triwidodoKisah Spiritual Tak Lekang Zaman

“Mereka, yang memahami Keberadaan sebagai Pohon Abadi Asvattha (sejenis Beringin), dengan akarnya di atas dalam Kesadaran-Murni Jiwa Agung; batangnya sebagai Brahma atau Sang Pencipta; dan, ranting serta dedaunannya menjalar ke bawah, sebagaipengetahuan yang berasal dari Sumber Abadi — sesungguhnya telah memahami inti ajaran Veda.” Bhagavad Gita 15:1

Bayangkan pohon beringin yang terbalik. Pohon beringin umumnya dikeramatkan karena usianya yang bisa mencapai beberapa abad. Asvattha, jenis beringin yang disebut di sini adalah jenis yang paling unggul, sehingga digunakan sebagai perumpamaan untuk menjelaskan sifat keabadian Keberadaan.

KONON, POHON YANG MEWAKILI KEBERADAAN INI bercabang ke bawah. Ranting dan dedaunannya menjalar ke bawah. Inilah simbol keberadaan, kebendaan.

Akar pohon di atas berada dalam Alam Kesadaran Murni, Alam Kesadaran Jiwa Agung, Alam Kesadaran Brahman, Zat Tertinggi yang Melampaui Pencipta dan Ciptaannya.

Brahma adalah batang dari pohon ini. Ini penting  dipahami. Akar pohon bukanlah Brahma, tetapi  berada dalam Alam Kesadaran Brahman. Sementara itu, batangnya adalah Brahma…

Lihat pos aslinya 497 kata lagi

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai