Bersinergi Membangun Organisasi Hindu yang Modern Berlandaskan Asih, Punia, dan Bhakti

PHDI Bontang sebagai organisasi agama Hindu tertinggi di Kota Bontang melaksanakan Pembekalan Kepemimpinan Pengurus Organisasi Hindu Di Kota Bontang dengan mengangkat tema “Bersinergi Membangun Organisasi Hindu Yang Modern Berlandaskan Asih, Punia, dan Bhakti”, yaitu mengedepankan nilai – nilai kasih sayang, kerja tanpa pamrih dan pengabdian.

Program pembekalan kepemimpinan ini adalah program kerja PHDI Kota Bontang untuk masa bhakti 2017-2022, dimana kegiatan pembekalan seperti ini, baru pertama kali dilaksanakan di lingkungan organisasi Hindu Kota Bontang. Hal ini dirasa sangat perlu dilakukan untuk membangun sebuah organisasi Hindu yang modern dan dikelola oleh pengurus – pengurus yang dapat bekerja sesuai dengan tuntutan jaman di era globalisasi dan perkembangan teknologi yang begitu pesat. Perubahan arus digitalisasi menuntut kemampuan pengurus untuk cerdas dan cermat dalam mengelola organisasi.

Adapun Tujuan dari Pembekalan kepemimpinan ini adalah sebagai berikut:
1. Mewujudkan organisasi keagamaan yang modern dan kondusif berlandaskan pancasila dan UUD 1945

2. Memberikan wawasan kepemimpinan kepada para pengurus organisasi Hindu di Kota Bontang  

3. Membentuk mental Asih, Punia dan Bhakti dalam mengelola organisasi 

4. Membentuk kemampuan berkoordinasi dan bersinergi intern pengurus ataupun antar pengurus dan lintas organisasi

Peserta kegiatan pembekalan kepemimpinan ini sebanyak 65 orang dari berbagai unsur organisasi diantaranya Pengurus PHDI Kota dan PHDI Kecamatan, Pengurus WHDI Bontang, Pengurus Pasraman Widya Bhuana, Pengurus Yayasan Widya Bhuana, Pengurus Sanggar Seni Gayatri dan Pengurus PERADAH dengan waktu pelaksanaan selama 2 hari yaitu Sabtu-Minggu, 27- 28 Mei 2017 bertempat di Pura Bhuana Agung dan di Cafe Rega PT Badak NGL. Materi yang akan diterima peserta diantaranya, Kebijakan Pembimas Hindu dalam pembinaan umat, Kepemimpinan dan manajement konflik, Wawasan Kebangsaan, Pengelolaan aset dan Psikologi Kepemimpinan. Para Narasumber kegiatan ini berasal dari berbagai unsur seperti tokoh pemimpin Kota Bontang, tokoh pemimpin Hindu, Kodim, dan unsur pendidik. Para narasumber kegiatan ini telah dipandang berpengalaman dalam bidangnya masing – masing.

Harapan panitia Semoga bermanfaat bagi para pengurus organisasi Hindu sehingga tujuan yang telah dicanangkan dapat tercapai. 

Kami atas nama PHDI Kota Bontang mengucapkan Terimakasih atas segala kerja keras panitia, dan peran serta berbagai pihak. Semoga kita selalu dapat bekerja tanpa pamrih dan mengedepankan nilai-nilai kasih sayang serta menjadikan kerja kita sebagai pengabdian, sebagai bhakti. 

Salam Rahayu 

Om Santih, Santih, Santih Om


@MA

Panggilan Ram Untuk Putra Putrinya 

Ayah memang sangat menginspirasi. Dia menjadikan spiritualitas sebagai laku hidup. 
Beberapa bulan terakhir, saya agak heran Karena Beliau (ayah saya) selalu memanggil nama saya dengan panggilan Ram. Di setiap sms (pesan singkat) Beliau juga me manggil saya dengan sebutan Ram. 
Awal nya saya merasa biasa, saya hanya berpikir mungkin yang di maksud adalah Salam Om Sairam, lalu dipendekkan menjadi Ram. 
Suatu hari Kami berkumpul, saya memperhatikan setiap kata yang beliau gunakan, Ia memanggil Kakak saya dengan Ram, Adik saya juga dipanggil Ram. Saya kemudian berpikir, semua Anak di panggil Ram. 
What is Ram? Why Ram? Bukannya Kami punya nama masing2? Dan setiap nama juga adalah pemberian Beliau. Lalu mengapa kini menjadi Ram? 
Kemudian saya banyak merenung ini, mencoba menemukan maknanya. 

Saya membuka kamus, membaca buku, internet dan mencoba menghubungkan makna yang saya temukan dengan realitas kehidupan. 
Dan… 

Saya terkejut. Wow… that is 
Ram : adalah Ia yang berada di dalam hati setiap orang. 
Apa yang berada di dalam hati setiap orang? Cinta, kasih, tawa… 

Kita semua Sama dalam Hal ini. Tidak Ada tawa jawa, tawa Bali, tawa bugis… ekspresi kita dalam kasih dan tawa akan ber muara pada Hal yang sama. Kita semua memiliki keduanya, kasih dan tawa… 
Ada juga yang mendefinisikan Ram sebagai Tuhan, sebagai Sri Rama (Ramayana), avatara. Itu semua benar adanya. Karena avatara dan Tuhan adalah representasi dari kasih. 
Pada kesimpulannya saya melihat bahwa ayah saya menemukan kasih dan melihat putra putrinya sebagai perwujudan kasih. 
Mungkin itu adalah Hal yang biasa, setiap orang tua akan mengasihi anaknya. Tapi bagi saya ini berbeda. Setelah begitu banyak yang Kami lalui, Kami menjadi mengerti mengapa Ada perubahan itu. 
Dad, we are proud of you ❤️
With Love 

-adnyani-  

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai