Sembuhkan Luka Batin Sebelum Ajal Menjemput!

sembuhkan Luka Batin selagi masih berbadan

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

buku bhagavad gita candi prambanan

Badan dan indra selalu menagih pengulangan atas rangsangan-rangsangan yang dinikmatinya, sehingga Jiwa Individu pun terjebak dalam kejar-mengejar. Ia menjadi budak badan dan indra. Ia menjadi pelayan mereka. Demikian, jika tuntutan-tuntutan indra tidak terpenuhi, masih terasa — umumnya selalu demikian — maka setelah meninggalkan badan yang sudah tidak berguna, rusak, mati, Jiwa mencari badan Iain, seperangkat indra lain untuk memenuhi hasratnya untuk mengalami pengalaman-pengalaman yang sama. Sesuai dengan pengalaman yang dikehendakinya, Jiwa memilih rahim seorang perempuan yang sesuai dengan hasrat yang dimilikinya.” Penjelasan Bhagavad Gita 13:21 dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

Luka fisik membutuhkan waktu dan perhatian guna mencapai kesembuhan

Namanya saja orang sudah tua, usia sudah di atas 62 tahun sehingga kadang-kadang bekerja tidak fokus atau salah estimasi. Pada suatu hari saat memotong kayu untuk keperluan agnihotra, kuku jempol tangan kiri terkena sabit. Dokter melakukan pengobatan dengan mencabut…

Lihat pos aslinya 910 kata lagi

Akar Persoalan

āvrtam jñānam etena jñānino nitya-vairinā, kāma-rūpena kaunteya duspūrenānalena ca

“Wahai Kaunteya (Arjuna, Putra Kuntī), pengetahuan sejati tentang hakikat Diri tertutup oleh nafsu keinginan yang oleh para bijak disebut musuh manusia sejak dahulu kala; berhubung nafsu keinginan bagaikan kobaran api yang berkobar terus, tidak pernah puas.”

(Bhagavad Gita, 3.39)

Krsna menjelaskan akar persoalan. Apa yang menyebabkan nafsu keinginan, keserakahan, amarah? Ia juga membeberkan sifat dari nafsu itu sendiri. 

JADI, bukan sekadar “jangan serakah!” Tidak sekedar larangan untuk tidak berkeinginan. bukan sekadar sepucuk keputusan untuk tidak melakukan ini, atau tidak melakukan itu. Krishna menjelaskan “kenapa”, “bagaimana”, dan yang terpenting “apa” itu yang disebut keinginan berlebihan. 

Jika Kita sadar akan betapa berbahayanya asap rokok bagi paru-paru kita, maka dengan sendirinya kita akan melepaskan rokok. Tapi, jika hanya dilarang saja, maka bisa juga kuta tidak merokok di depan orang yang melarang. Tapi, begitu orang itu tidak ada, kita merokok kembali. Cara Krshna membebaskan kiya dari nafsu adalah dengan memahami sifatnya, dan mencabut dari akarnya. 

Dikutip dari Buku Bhagavad Gita Karya Bapak Anand Krishna halaman 148-149.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai