Pelajaran Meditasi Bagi Anak Usia Dini

saya tertarik untuk menulis tentang hal ini. Bagaimana jika meditasi diajarkan kepada anak-anak sejak usia dini? apakah bisa? 

pertanyaan ini membuat saya menggali, ingin mencari tau. Selain itu, saya juga menemukan banyak sekali orang yang memiliki pemahaman yang kurang tepat tentang pelajaran meditasi kepada anak-anak usia dini. 

beberapa orang yang saya temui menganggap bahwa bermeditasi adalah kegiatan orang-orang dewasa, orang-orang tua yang sudah banyak penyakit, banyak stres dan memerlukan ketenangan. ada juga orang yang berpendapat bahwa batasan umur tertentu, barulah boleh diajarkan bermeditasi, misalnya usia 9 tahun dan seterusnya. pendapat ini kemudian didukung oleh opini bahwa anak-anak pada usia dini 3 – 8 tahun harus banyak bergerak, mereka harus aktif sehingga perkembangan otaknya menjadi sempurna. demikianlah opini itu dibangun. sehingga jika ada program meditasi diajarkan pada anak usia dini, orang-orang ini ketakutan kalau-kalau anaknya menjadi kalem dan tidak aktif lagi. demikiankah? 

mari kita ulas…

Pertama Meditasi bisa diajarkan pada anak usia dini. pelajaran ini dapat diberikan, dapat dikenalkan.  Hal ini dikarenakan meditasi membuat setiap orang menemukan pola “alami” dari “tubuh” nya. mereka juga akan memiliki Perkembangan mental yang baik, kecerdasan emosional yang juga baik. anak-anak usia dini justru lebih mudah bermeditasi, ketika pikiran mereka belum berkembang, meditasi akan membantunya berkembang. banyak bukti bahwa meditasi dapat menurunkan kegelisahan. bagi anak-anak yang cenderung gelisah, meditasi membantunya menjadi lebih teratur. 

mengajarkannya duduk hening untuk beberapa saat adalah pelajaran meditasi paling alami untuk anak-anak. untuk itu, dengan keyakinan penuh dan beberapa bukti otentik dapat saya pastikan bahwa meditasi dapat diajarkan kepada anak-anak usia dini. tidak hanya meditasi, chanting, japa juga sangat baik diajarkan sejak anak usia dini. taruhlah kita mengajarkannya bermeditasi 5 menit sehari, maka sang anak memiliki kemampuan menstabilkan emosinya, menyembuhkan dirinya dan menata kembali pernafasan yang kurang teratur. 

Kedua, apakah meditasi akan menghilangkan “waktu” anak-anak untuk bergerak sehingga menjadi tidak aktif dan tidak kreatif?  pertanyaan ini menunjukkan bahwa kita hanya melihat “keaktifan” dan “kreatifitas” hanya ada dalam “gerak”. ini adalah pemahaman yang belum lengkap. 

sebagai gambaran, dalam shiva Purana, ada penggambaran mithologi tentang penciptaan dituliskan  bahwa Dewa Shiva menciptakan alam semesta ini dalam keadaan meditasi, artinya semesta yang luas ini diciptakan melalui meditasi. meditasi adalah pekerjaan atau kegiatan yang justru menumbuhkan kreatifitas. bukan menghilangkannya. meditasi membuatnya memiliki energi yang terpusat untuk mewujudkan kreatifitasnya. hal ini sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Krishna melalui bhagavad gita “Tidak bekerja tetapi sesungguhnya Bekerja”. Meditasi memang tampak sebagai kegiatan duduk diam. tetapi duduk diam ini bukanlah tidak bekerja, nafasnya bekerja dan bahkan lebih teratur ketika bermeditasi. pikirannya bekerja, memilah pikiran-pikiran yang tidak perlu, sampah-sampah emosi akan dilepaskan. hal ini adalah sebuah kegiatan yang terjadi “didalam” diri. 

sedangkan kegiatan yang sifatnya “liar” dan tidak terarah, justru menggambarkan kekacauan nafasnya. nafas yang kacau menunjukkan pikiran yang kacau dan perasaan gelisah. selain itu, pada anak-anak usia dini, usia di antara 3-5 tahun, justru secara alami menunjukkan Sanchita (kecenderungan-kecenderungan bawaan kehidupan masa lampaunya). pada usia ini akan terlihat sangat jelas. untuk itu, melatihnya bermeditasi akan membantu anak-anak menemukan potensi terbaiknya. kecenderungan-kecenderungan yang membantunya menemukan dan melanjutkan perjalanannya. menemukan “karma bhumi” yang harus diselesaikannya. untuk itu, jangan hawatir mengajarkan meditasi pada anak-anak usia dini. tentu saja sebelum mengajarkannya kita sendiri sebagai orang tua harus menjadi meditator terlebih dahulu. sebagaimana Krishna, Patanjali dan banyak Maharsi lainnya. mereka adalah seorang meditator, mereka mempraktekkannya terlebih dahulu baru mereka mengajarkannya, mereka memberikan contoh, menjadi bukti diri bahwa bermeditasi melahirkan kreatifitas yang luar biasa. kreatifitas apalagi yang lebih hebat dari pada kreatifitas untuk memperbaiki diri, mentransformasi diri. sebab siapalagi yang akan menolong diri kita selain kita sendiri. 

mari bermeditasi 24/7. 24 jam sehari 7 hari seminggu. hidup berkesadaran itulah yang disebut sebagai meditasi 24/7.

sebelum mencapai itu. tentu bermeditasi secara rutin 20 menit sehari setiap pagi dan sore adalah sangat efektif untuk mengatasi berbagai masalah dalam pertumbuhan bhatin dan membantu mengembangkan kesadaran diri. 

salam

Renungan 07082016

Makna Doa/ucapan Panjang Umur

Memasuki hari pertama di usia ke 32 Tahun ini, saya mencoba merenungkan kata “panjang umur” dalam doa yang di sampaikan oleh banyak sahabat saya ketika berulang tahun. begitu juga saya sendiri sering menggunakan kata ini untuk sahabat saya yang sedang berulang Tahun. 
Panjang umur yaitu sebuah doa yang berarti umur atau usia seseorang yang didoakan itu akan menjadi panjang, kadang-kadang kata ini juga diganti dengan “Long Life”

jika direnungkan bahwa setiap orang yang lahir sudah membawa “paket” waktu kematiannya, apakah sebuah doa dapat mengubahnya menjadi lebih panjang? jawaban untuk pertanyaan ini bisa beberapa : 

pertama, Tentu bisa “berubah” lebih panjang usia hidup seseorang karena doa-doa yang dikirimkan, sebab kekuatan doa sangat dasyat. bahkan Sang Mahatma Gandhi mengatakan, “Doa dapat memindajkan sebuah gunung”. jika gunung saja bisa “pindah” karena kekuatan doa, sangat mudah Bagi yang Maha Kuasa untuk mengubah umur seseorang menjadi lebih panjang dari waktu yang telah ditentukan. 

Kedua, Panjang umur, “Umur” yang dimaksud disini tentu bukan “umur dari Badan” tetapi adalah “umur” dari kebaikkan yang telah dilakukan oleh seseorang. agar Kebaikannya itu “dirasakan lebih lama” manfaatnya oleh orang banyak. kebaikannya mengalir, berlipat ganda. sebagai contoh adalah Senyum, 

satu orang yang tersenyum, senyum itu akan menular, bisa banyak senyum yang bersambung, kebaikan dari tersenyum tidak pernah putus. 

contoh lain juga masih banyak. saya pernah menonton video “real” bahwa ketika seseorang membayarkan bensin full tank untuk orang dibelakangnya, maka orang juga akan melakukan hal yang sama kepada orang lain, seperti itulah, kebaikan mengalir terus. “kebaikan” secara alami memiliki “umur” yang panjang. 
Demikianlah renungan singkat ini. 

semoga kebaikan terus mengalir dan mengisi setiap langkah kita
Terimakasih untuk Doa Panjang “umurnya”
sarve bhavantu sukhinah

Semoga semua mahkluk berbahagia 🙏
Selamat hari Rabu

Rahajeng Rahina Tilem 🙏
03082016
bersama Wayan Sanbudinatha

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai