Yoga Sutra Patanjali : Samaadhi Paadah (Sutra I.1-5)

Sutra I.1

Atha yoga-anusaasanam

“Demikian, Disiplin itulah Yoga.”
Sutra I.2

yogas-citta-vrtti-nirodhah

“Yoga adalah Penghentian/Pengendalian Citta Vrtti atau perubahan-perubahan yang terjadi pada benih-benih pikiran dan perasaan.”
Sutra I.3

tadaa drastuh svaruupe’vasthaanam

“Saat itu, Sang Saksi (Jivaatmaa atau Jiva individu) berada dalam Kesejatian Wujudnya.”

Sutra I.4

vrtti Saaruupyam-itaratra

“Di luar itu (jika citta tidak terkendali, maka), terjadilah Keselarasan dengan Perubahan-Perubahan (Sang Jiwa Individu mengidentifikasikan diri dengan perubahan-perubahan tersebut).”
Sutra I.5

vrttayah pancatayyah klistaaklistaah

“Adalah lima macam Perubahan atau Veitti, baik yang menyebabkan Duka-Derita maupun yang tidak.”

Dvipantara Yoga Sastra –Vrati Saasana–2

Sloka 2 

yamaamsca niyamaamscaiva yadaa raksennu panditah

tesaam samraksitenaiwa buddhirasya na caalyate

One must always adhere to Yama, Self-Restraint or Discipline, and Niyama, the Virtuous Principles to Live by in order to check one’s buddhi or pirified mind (the intelligent Body or Domain of our being). Following are the Yama, the Disciplinary Codes

By doing so, the Pandit, the Wise, the Truly Learned Knowledgeable keep it – keep his buddhi – ever unwavered.

Seseorang harus senantiasa berpegang pada Yama, Disiplin atau Pengendalian Diri, dan Niyama, Pedoman Perilaku untuk Hidup Berkesadaran untuk senantiasa menjaga buddhi atau mind yang telah dimurnikan (Badan, wujud, atau Fakultas Inteligensia dalam diri kita). Berikut adalah Yama, Pedoman Disiplin atau Pengendalian Diri.

Dengan demikian, seorang Pandit, seorang Bijak, Ia yang Berprngetahuan Sejati senantiasa menjaga buddhi-nya, supaya tak tergoyahkan. 

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai