Rsi Vyasa Sang Penemu Wireless dan Video Call

Siang ini ada waktu luang untuk nulis lagi nih… sukaa banget nulis….

Aku teringat semalam ada acara Baca Bhagawad Gita di rumah salah satu warga Hindu Bontang. aku terkesan. sebab aku memang memiliki cerita khusus dengan sang pemilik rumah. sehingga aku datang dengan penuh semangat dan antusias. Pada saat itu, sloka yang sedang dibaca dan dibahas adalah BG, IV.3 yang secara inti berisi tentang penegasan Sri Krishna bahwa pengetahuan yang diberikan kepada Arjuna adalah pengetahuan yang sama dengan yang diberikan kepada Dewa Matahari, kepada Visvaswan ribuan tahun silam sebelum arjuna. Ada beberapa tokoh yang mencoba berpendapat tentang sloka tersebut. waktu itu yang diberi kesempatan hanya 2 tokoh. Lalu pembahasan akan ditutup. Tapi aku penuh dengan kegelisahan karena kedua tokoh itu pada intinya menyampaikan bahwa pengetahuan Rohani sangat rahasia dan perlu kehati-hatian dalam mempelajarinya dan menambahkan dengan komentar “ajewera”. kegelisahanku berawal karena sebagian besar pendapatnya serupa yaitu kehati – hatian dalam mempelajari Weda. ini bertentangan dengan pemikiran bebasku. jiwa kita membatasi cara mempelajari Weda maka kita sedang mempersiapkan “otoritas baru” bagi para pendeta. sehingga hanya para pendeta yang mempelajari Weda. setiap orang masih memandang Weda sebagai pengetahuan yang susah dijamah dan dipahami. apakah memang begini kondisi pengetahuan masyarakat Hindu?

Kegelisahanku itu memuncak dan aku tidak dapat menahan diri untuk tidak berbicara. lalu ku angkat tangan dan berinterupsi untuk diijinkan menyampaikan pendapatku. Akhirnya pembawa acraa mengijinkannya dan dibatasi hanya 5 menit. Meski demikian aku akan memanfaatkan waktu ini sebaik mungkin.

Kalimat atau pendapat yang kuungkapkan secara garis besar bahwa pengetahuan atau Jnana Yoga yang dimaksud dalam BG,IV.3 tersebut yaitu ingin menyampaikan bahwa pengetahuan yang sama, yang pernah disampaikan sebelumnya oleh Tuhan Yang Maha Esa. Dalam Sloka tersebut tidak ada kalimat yang berbunyi “perintah” untuk berhati2 mempelajari Weda. Itu artinya Krishna mencoba untuk meyakinkan Arjuna bahwa tidak ada yang baru, tidak ada pengetahuan yang baru. Pengetahuan rohani tersebut sama dengan yang diberikan sebelumnya. jangan lupa bahwa Matahari ribuan tahun yang lalu sama dengan Matahari yang sekarang. Pengetahuan Rohani atau Jnana Yoga tidak berubah. Hanya pemahaman manusia yang merosot sehingga perlu diingatkan kembali. sekali lagi saya katakan, kita hanya DIINGATKAN, itu karena kita semua lupa atau Avidya. aku juga tidak lupa untuk memberi contohnya. berikut adalah contohnya:

Banyak diantara kita yang paham bahwa Bhagawad Gita diberikan oleh Sri Krishna kepada Arjuna di medan perang Kuruksetra, pada zaman Mahabharata. Drstarastra yang buta juga ingin mengetahui keadaan perang dan apa saja yang terjadi di medan perang. Karena itu Rsi Vyasa memberikan berkah kepada Sanjaya agar Sanjaya bisa melihat langsung kejadian di Medan perang Kuruksetra meskipun Sanjaya dan Drstarastra berada di istana sehingga bisa menceritakannnya kepada Drstarastra. Karena itu dibeberapa literatur disebutkan bahwa Arjuna adalah sumber pertama yang menerima langsung ajaran Bhagawad Gita, Sanjaya adalah sumber kedua dan Drstarastra adalah sumber ketiga yang menerima BG ini.

Jika memperhatikan cerita tersebut, dan dikorelasikan dengan jaman sekarang, jaman teknologi, maka ada sebuah korelasi yang mengagumkan. sebagai salah satunya adalah tingkat pengetahuan duniawi  umat manusia masa kini diukur dengan seberapa cangkih teknologi yang dapat diciptakan dan digunakan untuk kehidupan. Sanjaya yang memiliki berkah dan kemampuan untuk melihat langsung kejadian itu adalah ibarat teknologi Video Call yang ada sekarang, dimana secara online seseorang dapat melihat langsung pada waktu yang sama sebuah kejadian yang terjadi ditempat yang terjauh sekalipun meskipun tanpa kabel penghubung. Sanjaya juga tidak membutuhkan kabel untuk dapat melihat Kuruksetra dari istana. Sanjaya sedang menggunakan “video Callnya” untuk melihat kejadian di kuruksetra. karena itu, teknologi itu sudah ada pada zaman itu dan sekarang dibuktikan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa Video Call pertama kali ditemukan oleh Rsi Vyasa. Rsi Vyasa yang pertama kali menguasai pengetahuan tersebut dan menggunakannya untuk Sanjaya. Itulah mengapa pengetahuan Spiritual Rsi Vyasa dapat dibuktikan oleh Teknologi yang ada saat ini. Kemungkinan beberapa abad kedepan, dunia teknologi akan membuktikan satu persatu yang terlihat tidak masuk akal pada zaman dahulu.

Dengan demikian aku berpendapat bahwa, apa yang diajarkan dahulu tidak berbeda dengan yang diajarkan sekarang sesuai dengan sloka pada BG, IV.3 tersebut. tidak ada yang baru, karena teknologi hanya membuktikan kebenaran lama yang terpendam. Kita yang baru menyadarinya ini menganggapnya sebagai pengetahuan yang baru dan berbeda dari yang lama. Kita merasa pengetahuan zaman ini lebih maju dari pada zaman dulu, walaupun sebenarnya belum tentu begitu.

Sekian perenunganku,

Terimakasih Tuhan atas segala berkahMu sehingga aku dapat tetap berada pada jalan Cinta KasihMu.

Terimakasih pula atas segala kesehatan dan limpahan berkahMu.

Salam Peace, Love and Harmony…

Bontang, 25 Agustus 2012

Catatan Senin yang Indah

liburan sudah berakhir dan tiba saatnya untuk masuk sekolah lagii… wajah bersemangat itu terlihat pada siswa siswi dan juga para Guru. seperti kebiasaan setiap tahunnya, sekolah kami selalu mengadakan acara Halal Bi Halal, bersalam salaman antara siswa dan Guru, siswa dan siswa maupun Guru dan Guru. ini adalah moment pembentukan karakter. moment yang hebat. karena saat inilah kita harus menjadi nol kembali, memaafkan dan melupakan semua kejadian dalam bentuk gesekan dan sesuatu yang tidak Nyaman. karena itu, ini adalah momentum untuk merefleksikan diri bagaimana menjadi lebih baik kedepannya…

setelah acara halal bi halal itu, hari ini kami belum dapat melakukan proses belajar mengajar dengan baik karena ada rencana pembangunan ulang gedung sekolah, dan tentu saja ruang Guru yang menjadi target lahan untuk dibanguni bangunan baru harus dirobohkan. konsekuensi dari perobohan gedung itu adalah, ruang guru dipindahkan. proses pemindahan ini menguras banyak tenaga dan pikiran. seluruh siswa dilibatkan dalam “moving” ini

aku terkesan dengan anak anakku XE, aku bangga pada kalian, aku jatuh cinta pada semangat dan empati anak anak padaku. aku tidak berlebihan, ini terjadi, sejak hari sabtu, 25 agustus 2012 kemaren mereka sudah membantuku untuk pindahan. mereka bekerja tanpa Pamrih.

teruntuk anandaku di XE, anandaku XF 2011/2012, anandaku di OSIS, aku berterimakasih yang setulusnya padamu. terimakasih atas segala pengorbanan waktu dan tenagamu. ibu tidak dapat memberikan apapun kecuali doa dan restu semoga proses pembelajaran kalian berjalan mulus sampai tingkat yang kamu inginkan.

hal yang paling penting bagimu anakku adalah bekerja tanpa mengeluh, dalam kondisi ini, kita tidak bisa mempertanyakan keadilan, dimana keadilan? keadilan tidak ada, sebab ketika kalian bolak balik angkat barang, sebagian besar teman temanmu telah pulang, jikapun ada, mereka hanya menonton apa yang engkau kerjakan. itulah sebagian besar sifat manusia. mereka lupa menggunakan rasa, empati, ringan tangan dan ringan hati. jika mereka menggunakan rasa dan empatinya, mereka tidak akan berdiam diri melihat teman temannya sibuk.

sebagai seorang pendidik, ibu tidak pernah menyuruh ananda tanpa ibu terlibat untuk memberi contoh, ibu berupaya untuk terlibat langsung untuk membantu yang meskipun ibu sendiri sudah menyelesaikan bagian ibu pada sabtu lalu.

ohh…

Kali ini, aku setuju dengan beberapa pendapat pakar pendidikan, bahwa pendidikan telah gagal. pendidikan telah membawa anak anak cerdas dan memiliki intelektual yang tinggi tapi kosong dalam Buddhi, kosong dalam rasa, empati dan tanggung jawab.inilah kondisinya, kini inilah tanggung jawabku sebagai pendidik, aku tidak ingin hanya mengajar, aku ingin mendidik. sejujurnya, aku berlinang air mata menulis ini, bukan karena hal hal atau perbuatan orang lain terhadapku, sebab aku merasa orang lain tidak pernah menyakitiku… tetapi karena kegagalan mengajarku. aku tidak melihat cinta di hati mereka yang dengan sangat ringan meninggalkan sekolah tanpa beban sementara proses moving sedang berjalan.

ohh…

untunglah ananda yang masih memiliki cinta yang besar masih siap membantu dengan hati yang gembira. terimakasih telah menyemangatiku nak…

inilah perenunganku…

jangan menunggu orang lain untuk berubah, berubahlah dari diri sendiri

upayakan untuk tidak melihat kekurangan orang lain, lihatlah kebaikannya saja.

salam peace, Love and Harmony

warm Regard…

%d blogger menyukai ini: