Mengunjungi Perpustakaan Daerah

Mengunjungi Perpustakaan Daerah
Sudah menjadi rencana beberapa hari yang lalu untuk mengunjungi perpusda. awalnya ide ini datang dari si sulung. rupanya si sulung sudah mengunjungi perpusda bersama teman2nya di sekolah pada rabu, 23 maret 2016. Bhadrika sangat senang, sepulang kerja aku diceritakan tentang kunjungannya. dan memintaku untuk mengantar dan menemaninya. 
sampai disana, dia langsung menuju ruang khusus playgroup dan TK. dia sudah mengerti tata caranya, dimana meletakkan alas kaki. lalu sebelum bermain wajib membaca terlebih dahulu. 
aku pikir, ini adalah agenda yang penting dalam mengasuh anak2. anak2 perlu diajak untuk pergi ke perpustakaan dan membaca, mencintai bacaan dan buku2. 

tidak kalah menarik di adik juga ikut sibuk membuka2 buku, mewarnai dan bermain. mereka tampak sangat senang. 

akupun tak ragu untuk membuatkannya kartu perpustakaan, agar kemudian ia semakin rajin ke sana.

aku juga menyempatkan diri mengelilingi koleksi buku2 perpustakaan, aku menyukai rak2 buku filsafat. mataku langsung saja kesana. tanpa ragu langsung pinjam 3 buku. 

sepertinya ke perpustakaan akan menjadi agenda rutin dalam pola pengasuhan anak2ku

   
    
 

Renungan #Gita: Kenyamanan Tak Sama dengan Kebahagiaan, Pahami dan Lakoni sebelum 35-40 th?

Jadi, Anda, saya, kita semua memiliki potensi ganda ini, mau menjadi seirama, selaras dengan semesta atau tidak selaras. Mau menjadi Sura atau Asura – pilihan di tangan kita!
Krsna menyebut mereka yang tidak seirama—mereka yang bersifat asura—sebagai orang bodoh.

Dunia ini penuh dengan orang-orang bodoh. Mereka hidup tanpa mengetahui arah. Mereka tidak tahu tujuan hidup itu apa. Mereka pikir makan, minum, tidur, seks, kekuasaan, harta-benda, itulah kehidupan. Mereka “tampak”bahagia, tapi sesungguhnya hampa. Mereka kosong.
Hingga usia 35-40 tahun, mungkin mereka tidak mengerti arti kebahagiaan, dan menerjemahkan “kenyamanan” sebagai “kebahagiaan”. Setelah usia 35-40 tahun, umumnya mereka baru tersadarkan bahwa……
Kenyamanan tidak sama dengan kebahagiaan. Namun, saat itu pun mereka masih belum tahu cara untuk meraih kebahagiaan sejati. Adalah suatu berkah jika seorang yang sudah berusia 35-40 tahun masih sempat tersadarkan akan kesalahannya, dan mulai mencari kebahagiaan sejati. Biasanya, mereka hidup sebagai layangan yang putus – tanpa arah – bergantung pada arus angin. Demikian satu masa kehidupan tersia-siakan.
Dikutip dari buku: (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)
………….
Beraktifitaslah seperti biasa?
Nikmati segala kenyamanan, namun dengan penuh kesadaran bahwa kenyamanan yang Anda peroleh dari harta benda dan keuasaan tidak sama dengan kebahagiaan?
Berjuanglah pula untuk meraih kebahagiaan sejati dengan cara “mengenal diri”—mengenal Hakikat Diri, Hakikat Jiwa?
Silakan simak penjelasan Bhagavad Gita 7:15 lengkap pada Tautan di bawah ini:

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

buku bhagavad gita

Cover Buku Bhagavad Gita

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu; Saha vīryam karavāvahai; Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

Let us Learn Together, Study Together, Nurture Eachother, Fill Eachother, and Work Together with Great Enthusiasm, Great Spirit. Om, Peace, Peace, Peace

“Mereka yang bodoh dan terbawa oleh pengaruh Maya – kekuatan ilusif yang membingungkan – tidak mengenal-Ku, demikian mereka menjadi tidak selaras dengan-Ku (asura).” Bhagavad Gita 7:15

Setan, demon, atau asura adalah suatu keadaan yang tidak selaras, tidak seirama dengan irama alam. Asura berarti tidak berirama, tanpa irama.

IRAMA ALAM ADALAH memberi, berbagi, mencintai, melindungi, empati – semua ini adalah irama alam. Gotong royong adalah irama alam. Dan, kebalikan semuanya itu membuat manusia tidak seirama dengan alam.mereka yang seirama dengan alam adalah sura – kebalikannya adalah asura.

Jadi, Anda, saya, kita semua memiliki potensi ganda ini, mau menjadi seirama, selaras dengan semesta atau tidak selaras. Mau menjadi Sura…

Lihat pos aslinya 351 kata lagi

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai