Renungan #Gita: Kenyamanan Tak Sama dengan Kebahagiaan, Pahami dan Lakoni sebelum 35-40 th?

Jadi, Anda, saya, kita semua memiliki potensi ganda ini, mau menjadi seirama, selaras dengan semesta atau tidak selaras. Mau menjadi Sura atau Asura – pilihan di tangan kita!
Krsna menyebut mereka yang tidak seirama—mereka yang bersifat asura—sebagai orang bodoh.

Dunia ini penuh dengan orang-orang bodoh. Mereka hidup tanpa mengetahui arah. Mereka tidak tahu tujuan hidup itu apa. Mereka pikir makan, minum, tidur, seks, kekuasaan, harta-benda, itulah kehidupan. Mereka “tampak”bahagia, tapi sesungguhnya hampa. Mereka kosong.
Hingga usia 35-40 tahun, mungkin mereka tidak mengerti arti kebahagiaan, dan menerjemahkan “kenyamanan” sebagai “kebahagiaan”. Setelah usia 35-40 tahun, umumnya mereka baru tersadarkan bahwa……
Kenyamanan tidak sama dengan kebahagiaan. Namun, saat itu pun mereka masih belum tahu cara untuk meraih kebahagiaan sejati. Adalah suatu berkah jika seorang yang sudah berusia 35-40 tahun masih sempat tersadarkan akan kesalahannya, dan mulai mencari kebahagiaan sejati. Biasanya, mereka hidup sebagai layangan yang putus – tanpa arah – bergantung pada arus angin. Demikian satu masa kehidupan tersia-siakan.
Dikutip dari buku: (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)
………….
Beraktifitaslah seperti biasa?
Nikmati segala kenyamanan, namun dengan penuh kesadaran bahwa kenyamanan yang Anda peroleh dari harta benda dan keuasaan tidak sama dengan kebahagiaan?
Berjuanglah pula untuk meraih kebahagiaan sejati dengan cara “mengenal diri”—mengenal Hakikat Diri, Hakikat Jiwa?
Silakan simak penjelasan Bhagavad Gita 7:15 lengkap pada Tautan di bawah ini:

Gita Kehidupan Sepasang Pejalan

buku bhagavad gita

Cover Buku Bhagavad Gita

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu; Saha vīryam karavāvahai; Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

Let us Learn Together, Study Together, Nurture Eachother, Fill Eachother, and Work Together with Great Enthusiasm, Great Spirit. Om, Peace, Peace, Peace

“Mereka yang bodoh dan terbawa oleh pengaruh Maya – kekuatan ilusif yang membingungkan – tidak mengenal-Ku, demikian mereka menjadi tidak selaras dengan-Ku (asura).” Bhagavad Gita 7:15

Setan, demon, atau asura adalah suatu keadaan yang tidak selaras, tidak seirama dengan irama alam. Asura berarti tidak berirama, tanpa irama.

IRAMA ALAM ADALAH memberi, berbagi, mencintai, melindungi, empati – semua ini adalah irama alam. Gotong royong adalah irama alam. Dan, kebalikan semuanya itu membuat manusia tidak seirama dengan alam.mereka yang seirama dengan alam adalah sura – kebalikannya adalah asura.

Jadi, Anda, saya, kita semua memiliki potensi ganda ini, mau menjadi seirama, selaras dengan semesta atau tidak selaras. Mau menjadi Sura…

Lihat pos aslinya 351 kata lagi

Iklan

Tentang Ni Made Adnyani

Aku suka Menulis, aktifitas Mengajar dan Yoga
Pos ini dipublikasikan di My Life Note. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s