Tentang Kemarahan

setiap orang memiliki kemarahan di dalam dirinya, tentu dengan kualitas yang berbeda. tentang hal ini saya membaca dalam buku Intisari Bhagavad Gita oleh Bhagavan Sri Satya Saibaba. Beliau menguraikan tentang kemarahan dengan bahasa yang mudah dipahami, sejuk dan menyejukkan.

Bhagavan menjelaskan 4 jenis kemarahan : kemarahan seseorang yang bersifat satwik hanya berlangsung beberapa saat, lalu segera reda. menurut Bhagavad Gita orang seperti itu berjiwa besar. jenis kedua adalah orang yang amarahnya berlangsung beberapa menit dan cepat reda. jenis ketiga adalah orang yang marahnya sepanjang hari. jenis yang paling rendah adalah orang yang marahnya berlangsung seumur hidup.

Guru agung Bhagavad Gita telah mengajarkan hal ini dengan cara lain. kemarahan orang yang baik ibarat menulis diatas air, sama sekali tidak berbekas. kemarahan orang jenis kedua seperti menulis diatas pasir, suatu waktu tulisan itu akan terhapus. kemarahan orang jenis ketiga seperti menulis diatas batu. dalam jangka waktu lama tulisan itupun akan terkikis. akan tetapi kemarahan orang jenis ke empat seperti menulis pada lempengan baja, tulisan itu tidak akan hilang kecuali jika baja tersebut dicairkan dan di cetak kembali. hanya bila baja itu dimasukkan kedalam api, maka tulisan pada logam itu akan lenyap. hanya melalui proses perubahan yang keras kita dapat merubahnya.

hal – hal yang ada sangkut pautnya dengan kehidupan sehari – haru dapat ditemukan dalam Bhagavad Gita. tidak mungkin engkau dapat mengambil seluruh ajaran yang terdapat dalam Bhagavad Gita dan mengamalkannya. namun engkau dapat mengambil ajaran – ajaran yang langsung dapat diterapkan dalam hidupmu sekarang dan mengamalkannya sehingga engkau dapat memperoleh manfaat langsung dari ajaran – ajaran itu dan dengan demikian maju menuju tujuan spiritualmu.

#Satya, Dharma, Santhi, Prema dan Ahimsa

Love all, serve All

Renungan Diri: Mati dengan Membawa Banyak Keinginan Akan Lahir Lagi Tanpa Kesadaran

Untuk bereinkarnasi di dunia ini, mind “turun” bersama air hujan, petir atau rembulan. Mereka yang mati secara alami dan harus mengalami jatuh-bangun berulang kali, biasanya jatuh bersarna air hujan. Inilah kelahiran yang paling sering, paling umum.

Mereka yang mati karena kecelakaan, dan perang, terbunuh, atau karena dihukum mati, turun bersama petir. Mereka tidak rela mati, karena itu ingin cepat-cepat turun. Dalam kehidupan berikutnya, mereka mcenjadi sangat restless. Ingin cepat-cepat jadi kaya, terkenal, memiliki kedudukan, dan dapat menghalalkan segala cara untuk itu. Ada rasa takut dalam diri yang tidak mereka sadari: “Jangan-jangan tali hidupku terputus di tengah jalan lagi.” Mereka pun dibutuhkan dunia. Perkembangan teknologi dan kemajuan yang terjadi dalam lima puluh tahun terakhir disebabkan oleh sekian banyak manusia yang mati semasa Perang Dunia Pertama dan Kedua. Makin banyak orang terbunuh dalam perang, semakin berkembang teknologi kita, termasuk teknologi destruktif yang dapat menghancurkan dunia ini.

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

buku rahasia-alam-500x500

Cover Buku Alam Rahasia

Alkisah, karena tidak memahami hal itu, Shukra terjebak dalam lapisan Svarga. Dan dia menikmatinya. Ia membutuhkan “waktu dunia” bertahun-tahun untuk menyadari ketidaksadarannya. Ternyata Svarga dengan segala isi serta kenikmatannya hanyalah proyeksi dari pikirannya. Obsesi-obsesinya selama sekian banyak inkarnasi rnewujudkan Svarga sesuai dengan keinginannya. Svarga dan Narka memperoleh tenaga dan bisa bertahan dalam wuju mereka masing-masing, karena energi kita sendiri.

Kepercayaan bahwa setiap perbuatan baik menghasilkan pahala + keinginan untuk menikmatinya = Svarga.

Rasa bersalah atas tindakan kurang baik + kepercayaan bahwa anda harus dihukum untuk itu = Narka.

Svarga dan Narka muncul dari kepercayaan manusia pada sistem Reward and Punishment— Ganjaran dan Hukuman.

Selama anda “tidak sadar” dan masih membutuhkan motivasi untuk bertindak tepat, sistem ini memang diperlukan. Bila anda “sudah sadar”, dewasa dan bertanggung jawab, tidak lagi membutuhkan motivasi untuk bertindak tepat. Anda akan selalu bertindak tepat walau tidak diancam hukuman atau diberi iming-iming ganjaran.

Lihat pos aslinya 860 kata lagi

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai