Yoga dan Meditasi Untuk menghadapi masalah dan tantangan Hidup

sejak beberapa hari lalu saya sudah meniatkan diri akan menulis tentang pengalaman ini. tetapi belum kesampaian

hari ini, saya sedang terbaring lemah secara fisik tetapi semangat saya masih sama seperti kemaren. 

kemarin hujan turun sepanjang hari, suasana adem dan enak buat tidur. lalu sayapun tidur 2 jam di siang hari. sesuatu yang tidak biasa saya lakukan. alhasil malam harinya saya tidak bisa tidur. saya pun mengambil buku yang baru saya beli yaitu Dvipantara Yoga Sastra. bacaan asik dan saya sangat menyukai gaya bahasanya yang pas dan mudah dipahami. saya membaca hingga larut malam. (kapan-kapan akan saya share pemahaman saya tentang buku luar biasa itu. terimakasih Bapak AK) melewati tengah malam dan saya juga belum mengantuk. mengingat besok saya akan masuk kerja saya pun tidur menjelang dini hari. 

seperti biasa sayapun bangun pagi2 dan akan melakukan morning puja Brahma muhurta. ketika saya beranjak bangun tiba2 kepala saya pusing berputar putar. di tambah dengan muntah2 yang banyak. sampai 2 jam kemudian saya baru bisa membuka mata namun badan masih lemas dan bergetar. saya meraih handphone dan mengabari teman2 kerja bahwa saya tidak bisa bekerja.

saya tidur sepanjang jam pagi sampai siang. kemudian saya teringat dengan yeguran seorang sahabat, praktisi yoga dan meditasi kok sakit. bagaimana itu? 

pertanyaan atau pernyataan itu dilontarkannya beberapa kali hingga masuk kebawah sadar saya. sayapun merenung. apakah saya tidak boleh sakit setelah melakukan yoga dan meditasi? apakah yoga dan meditasi membuat seseorang bebas dari masalah, tekanan, penyakit dan tidak butuh dokter? 

inilah sebuah pandangan yang keliru. 

Yoga dan meditasi membantu seseorang untuk mampu menghadapi segala masalah, tantangan dan penyakit. badan fisik kita ini diikat oleh hukum alam. adalah alamiah selama berbadan manusia kita akan mengalami sakit. adalah manusiawi dalam hidup kita menemukan masalah. hidup menjadi bermakna ketika kita menemukan tantangan. hidup bukan sesuatu yang datar… 

cara pandang, pengetahuan dan kebijaksanaanlah yang menentukan bagaimana kita merespon suatu masalah, tantangan dan penyakit. apakah kita memilih untuk mengeluh, mengaduh aduh atau justru tenang dan bahagia. 

yoga dan meditasi mengajarkan hal ini. membawa seseorang pada inner power. meski badan lemah. semangat dan keceriaan selalu ada. tidak pergi. 

inilah yang menjadi pengalaman hari ini. serta menjawab berbagai pertanyaan di atas. saya mengalaminya. badan saya perlu rehat. perlu tambahan suplemen. perlu istirahat. tapi pikiran saya tidak kacau. tidak jelimet. mungkin ini baru pengalaman yang belum apa2 bagi praktisi seperti saya. tetapi setidaknya saya merasa sangat terbantu oleh yoga dan meditasi. saya menerima manfaatnya. 

terimakasih…

yogas citta vriti nirodha

StithaPrajna : Tidak Mudah Menyerah

Tidak mudah menyerah demikianlah yang saya pelajari pada pengamatan pada anak sulung saya

saya tidak bermaksud terlalu membanggakan anak saya. sekalipun saya memang membanggakannya. tetapi share ini bukan untuk tujuan pamer. tetapi untuk bisa melihat dan “belajar” pada perilaku siapapun termasuk anak2 saya

saya suka mengamati anak2 saya. suatu hari di jadwal puja malam hari. seperti biasa saya selalu melakukan puja bersama anak2. selain sebagai upaya sadhana bagi diri sendiri tetapi juga sebagai media pembelajaran terhadap anak2 saya. disinilah quality time kami. 

tiba kesempatan untuk melakukan aarati, saya selalu meminta Anak sulung saya untuk menyalakan api aarati dari api jyotir. dia nampak bersemangat sekaligus takut terkena apinya. saya terus mendorong agar dia berani. setelah beberapa hari pada akhirnya dia berani dan mencobanya. alhasil tangannya terbakar (ga parah, ga sampai menimbulkan belas luka bakar). tetapi yang pasti saya tau rasanya sangat panas, dan dia bolak balik mengaliri tangannya di kran air. dia tidak menangis dan saya hanya mengamatinya sambil mengatakan tidak apa2. coba lagi besok dan kemudian saya menunjukkan caranya

keesokan harinya dia bangun dan langsung mengatakan, ma tangannya ga panas. udah sembuh. bagus nak. itu artinya rasa sakit pasti hilang

setelah itu dia selalu mengamati saya bagaimana caranya menyalakan api tanpa terbakar. 

suatu kali sementara saya bermeditasi, dia menyalakan sendiri dan berhasil. dia sangat girang dan menghampiri saya dan “membangunkan” ku dari meditasi. oh ya api aarati sudah menyala. meskipun urutan selanjutnya bukan aarati, tetapi karena menghargai usahanya. saya langsung aarati saja. 

dalam hal ini, ini adalah puja kami, cara kami. kegembiraan kami. apapun bisa berubah. tidak mesti urutan menjadi kacau dan “salah”. kami tidak begitu. kami melakukannya dengan riang. dan saya yakin, Tuhan tidak pernah protes. hahahahhaha

kembali soal si sulung. keesokan harinya dia bersemangat menunggu aarati utk menyalakan api. dan selalu ia melakukannya sampai aarati selesai. saya dalam batin berpikir. anakku tidak mudah menyerah. selalu ada semangat di dalamnya. ga mudah kapok. ga ngambekkan. suatu perkembangan baik buatnya dan suatu pelajaran penting dariNya, diberikan melalui si sulung. 

Demikianlah dalam kehidupan ini, jangan menyerah. berjalan terus. belajar selalu. setiap dari kita perlu sebuah tantangan, ketegangan untuk menguji keteguhan dan kemampuan tidak menyerah. 

bersemangat, tidak menyerah bagi saya adalah simbol cinta dan bukan ambisi. ambisi akan mengantarkan pada kekecewaan dan cinta menghasilkan kepuasan. 

bagi saya cinta bukan tentang pria wanita sebagaimana para ABG. cinta bagi saya adalah sesuatu yang membuat saya menjadi bersemangat melakukan apa saja. ceria yang natural. bukan menceria-ceriakan diri. bukan polesan. bukan kepalsuan. 

memperoleh semangat dan rasa kasih adalah anugrah. inilah yang membuat wajah berseri2. hormon2 ikut meramaikan keadaan bahagia ini. 

beberapa orang merasa heran apakah saya sedang jatuh cinta pada seseorang sehingga setiap hari saya bersemangat begitu. apa yang terjadi dengan saya kata seorang teman. yang lain mencurigai saya ada “seseorang” yang membuat saya jatuh cinta. hahahaha. saya geli dengan semua pernyataan dan pertanyaan itu. 

saya memang sedang di mabukkan oleh Kasih. kasih Baba. pada pagi, siang, malam saya akan melakukan apa saja, saya selalu ditemani lagu2 Bhajan Baba, yang membuat saya bahagia dan tidak terpikir utk memiliki kesedihan apalagi memasang emoticon marah pada status saya. status saya selalu falling love. karena memang rasanya begitu. pertama saya falling love dengan Aarati Baba, lalu falling love dengan Bhajan Baba. lalu saya seringkali merindukannya begitu dalam. inilah kegilaan saya. sebagaimana kegilaan mirabai pada Krishna. saya tak sepadan dengan mirabai. tapi setidaknya saya mengerti pengalaman langsung mirabai. 

saya memang sedang LDR dengan suami. tanpa suami bukan berarti saya tidak mengerti batasan dan bertindak bodoh. justru karena jarak itulah membuat saya tidak menyerah dan mesti tanpak ceria yang sesungguhnya. dan bukan menceria-ceriakan diri. saya “memalingkan” wajah saya menuju kasih ilahi. kasih yang tidak menuntut. 

saya tidak sedang GR. saya sedang menulis pengalaman saya

inilah pratyaksa pramana. pengalaman langsung. dan ini unik

terimakasih….

Satya, Dharma, Santih, prema, ahimsa

Love all, serve all

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai