Konsistensi dan inkonsistensi adalah alat Bantu dan seni kehidupan

kebanyakan dari kita, alergi terhadap orang2 yang tidak konsisten. kita melihat orang yang sukses adalah orang yang konsisiten terhadap apa yang dikatakan, dipikirkan dan dilakukannya.

apa yang kita katakan, pikirkan dan lakukan adalah berdasarkan tingkat pemahaman kita saat itu. jika pemahaman kita mengalami kemajuan maka tentu saja kita akan inkonsisten, akan meralat apa yang sebelum dilakukan, dikatakan dan dipikirkan. 

setidaknya demikianlah pemahaman saya jika menemukan inkonsistensi dalam kehidupan ini. 

beberapa dari kita mungkin geregetan dengan orang2 yang tidak konsisten. 

untuk itu saya mencoba mengutip tulisan menarik tentang hal ini.

Bagi mereka yang masih terjebak dengn konsisitensi di permukaan, krishna menjadi sosok yang sangat tidak konsisten. mereka tidak sadar bila konsisitensi adalah kematian. hidup selalu inkonsisten. inkonsistensi itulah yang membuat hidup menjadi hidup. konsistensi berarti tidak ada kemajuan, tidak ada pertumbuhan, tidak ada perkembangan. kita lahir sebagai bayi, dan mati sebagai bayi. itu baru konsistensi. konsisitensi adalah anti evolusi. jika segala sesuatu di dalam alam ini konsisten, maka tidak ada lagi harapan bagi seseorang anak petani untuk menjadi presiden. tidak ada pula penyembuhan. sekali sakit ya sakit terus…

sejarah, budaya, peradaban – semuanya adalah produk inkonsisitensi aliran hidup – kehidupan. Teori quantum Mechanism menjelaskan hal ini dengan baik. dibalik segala orderliness – keteraturan yang terlihat, seaungguhnya partikel2 atom sedang bergetar terus, dan getarannya tidak teratur, tidak konsisten. sehingga sesekali bisa terjadi lompatan – lompatan dahsyat yang disebut quantum leap. sesekali, dari anak tangga pertama kita bisa lompat langsung ke anak tangga ke tujuh. tidak perlu melewati anak tangga kedua, ketiga dst.

inilah inkonsisitensi alam – ketika krishn mengidentifikasikan dirinya dengan alam semesta, maka ia pun tidak bisa tidak mengidentifikasikan-Nya dengan dua fenomena yang tampak beda – dengan konsisitensi di permukaan, fan inkonsistensi di baliknya, dibawahnya, di dalamnya. 

fenomena alam di permukaan sangat konsisten. matahari, bulan, bumi, dan bintang-bintang lain – semuanya berada pada orbit masing -masing, konsisten. tidak terjadi tabrakan – jarang-jarang banget. barangkali sekali dalam puluhan miliyar tahun manusia. akan tetapi, partikel – partikel atom yang menjadi building blocks segala -galanya tidak konsisiten. sedang melompat lompat. 

melihat Krshna Hyang berwujud adalah melihat wujud semesta Hyang konsisten sekaligus melihat juga Berkah dan Kemulian-Nya Hyang Tidak Konsisten.

Ya, ketidakkonsistenan Kemuliaan itulah yang menjadi berkah bagi kita semua. untuk memahami hal ini, kita mengambil hukum karma sebagai contoh. konsistensi berarti, tiada harapan bagi siapapun juga untuk keluar dari lingkaran kelahiran – kematian. berarti kita berputar-putar terus dalam lingkaran tersebut. inkonsisten berarti berkah, adanya kemungkinan moksa, nirwana, liberation, kebebasan mutlak dari lingkaran tersebut. 

melampaui dualitas yang membingungkan berarti kita memahami baik konsisitensi maupun inkonsistensi hidup ini. konsistensi dan inkonsistensi – dua duanya mesti dijadikan alat untuk membantu kita. berubahlah, jadilah lebih baik dengan menggunakan alat inkonsistensi. kemudian mempertahankan segala kebaikan yang telah dicapai dengan menggunakan alat konsistensi. kita mesti pintar -pintar menggunakan kedua alat tersebut. 

seperti seorang pengusaha yang pintar. sebagian dari hasil keuntungannya di tabung – itulah konsistensi. sebagian lagi ia jadikan modal untuk berbisnis – inkonsisten. jangan menggunakan seluruh tabungan – jika bisnis merugi-semuanya ludes. jagalah keseimbangan!

dikutip dari Buku Bhagawad Gita hal 444-445 karya Anand Krishna

Renungan Diri: Kematian Potensi untuk Memilah disebabkan Kenyamanan yang Berlebihan?

Salah satu penyebab utama kematian potensi adalah kenyamanan yang berlebihan. Ini melumpuhkan semangat juang kita. Tak ada lagi gairah untuk menghadapi tantangan.
ada langkah – langkah membuat jurnal harian dan mingguan. seru nih tulisannya

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

buku youth challenge

Cover Buku Youth Challenge and Empowerment

“Seorang berusia 30 tahun, semestinya sudah mengetahui segala sesuatu tentang dirinya; tentang kekurangan, dan kelebihannya; tentang apa yang dapat dicapainya, dan apa yang dapat menyebabkan kegagalannya. Di atas segalanya, ia dapat menerima dirinya, pun menerima apa yang telah dijelaskan di atas.” (ALBERT CAMUS, FRENCH AUTHOR/PHILOSOPHER, RECEPIENT OR 1957 NOBEL PRIZE FOR LITERATURE), dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2001). Youth Challenges And Empowerment. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Masa muda yang disia-siakan untuk mengejar hal-hal yang tidak penting—kekayaan, kekuatan, dan kekuasaan yang tidak disertai oleh kebijakan diri—dan ditambah dengan tiadanya kemampuan untuk memilah akan mengarah pada kehancuran manusia.

Kemampuan untuk memilah adalah berkah khusus yang diberikan kepada manusia. inilah intelegensia manusia. Bila ia tidak menggunakannya, ia menyia-nyiakan pemberian yang sangat berharga itu.

Seorang pejabat merasa dirinya tidak mampu menegur pejabat lain yang telah menyalahgunakan kekuasaannya. Mengapa? Karena kesetiakawanan, solidaritas. Ini membuktikan bahwa keduanya…

Lihat pos aslinya 807 kata lagi

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai