Renungan Diri: Membombardir dengan Informasi yang Kita Kehendaki untuk Mengubah DNA

“Sesungguhnya kita semua, tanpa kecuali sadar atau tidak, tengah memetik buah dari masa lalu. DNA yang merancang hidup kita saat ini sudah memiliki muatan informasi yang diperolehnya dari gen orangtua kita. Kemudian ditambah dengan apa saja yang kjta peroleh dari pengalaman-pengalaman dalam hidup ini sejak usia kanak-kanak atau bahkan sebelumnya.

“Sedangkan muatan-muatan yang relatif baru adalah muatan-muatan yang tengah dirancang saat ini. Program-program atau rancangan-rancangan baru ini tidak hanya mempengaruhi kita sendiri tetapi kelak akan menentukan sifat genetik anak cucu kita. Mereka akan memperolehnya sebagai warisan sebagaimana kita pun memperolehnya sebagai warisan dari orangtua.

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

buku neo spirituality

Cover Buku Neospirituality & Neuroscience

Sinap-sinap saraf

“Sinap-sinap saraf dalam otak manusia mengantar muatan informasi dari satu sel ke sel yang lain. Jika kita membombardirnya dengan muatan informasi yang melemahkan jiwa manusia, informasi itu pula yang diteruskannya dari sel ke sel bahkan dari orangtua ke anaknya. Sebaliknya, jika kita membombardirnya dengan muatan informasi yang memberdayakan jiwa, informasi itu pula yang diteruskannya.

“Lalu jika secara tidak sengaja karena ketidaktahuan, ketidaksadaran dan kebodohan di masa lalu kita sudah terlanjur membombardirnya dengan muatan informasi yang tidak baik, masih adakah kesempatan untuk memperbaikinya? Tentu saja masih ada.

“Tinggal dibombardir lagi dengan informasi yang kita hendaki berupa informasi yang dianggap baik.

“Masalahnya hanya satu. Jika kita sudah sejak lama atau secara turun temurun memiliki sinap-sinap dengan kandungan muatan yang tidak baik maka untuk memperbaikinya dibutuhkan waktu yang cukup lama pula. Ada kalanya dibutuhkan beberapa generasi untuk menghilangkan permusuhan antara dua kelompok atau dua bangsa yang…

Lihat pos aslinya 567 kata lagi

Viparyaya

Mengutip dari Buku Yoga Sutra Patanjali Bagi Orang Modern Karya Swami Anand Krishna​

Sutra, I.8

Viparyayo mithyaa-jnanam-atadrupa pratistham

“Viparyaya atau pengetahuan yang tidak benar atau salah tiada memiliki wujud landasan apapun”

Viparyaya berarti “Kebalikan dari Pramana atau pengetahuan yang benar”. Dalam sutra atau rumusan ini, Patanjali menegaskan bahwa Viparyaya, Kebalikan dari Pramana, adalah Mithya Jnana. Mithya Jnana umumnya diterjemahkan sebagai pengetahuan yang salah atau tidak benar

sesungguhnya, kata mithya ini menarik sekali. istilah mithya berasal dari mith atau sesuatu yang tidak pasti, sesuatu yang keabsahan atau kebenarannya belum atau tidak dapat dipertanggungjawabkan. berarti, Mithya pun sebagaimana dijelaskan oleh Guru saya, “adalah keadaan yang belum tentu benar dan belum tentu tidak benar. Mithya adalah keadaan samar-samar.

Seperti petunjukan wayang yang biasa mengambil salah satu kisah dari epos Ramayana atau Mahabharata. kisah yang dilakonkan itu sesungguhnya samar-samar. dalam diri tokoh yang dianggap baik, ada sisi-sisi kurang atau bahkan tidak baik.

Pengetahuan mithya, diibaratkan wajan tanpa “pantat” – tidak pernah stabil, maka menjadi berbahaya. apapun yang ditampungnya bisa tumpah. wajan atau tempat penyimpanan seperti itu menjadi tidak berguna.

seperti istilah “maybe yes, maybe no” yang terdengar baik-lebih tepatnya lucu. Tapi dalam keadaan nyata, dalam kehidupan riil, jika kita berteman dengan orang yang bersikap demikian, celakalah kita.

Apalagi jika mau menikah, dan saat penyebutan sumpah, “maybe yes, maybe no”. Bayangkan! bekerja dengan seorang Bos yang bertabiat “maybe yes maybe No!”. Makanan ini higienis atau tidak? “maybe yes maybe No!”. Mengandung racun? “maybe yes maybe No”. berarti, kemungkinan mampus 50%; kemungkinan tidak, 50%. masih mau dimakan?

Maybe yes, maybe No?

Pengetahuan seperti ini jelas menyebabkan duka derita. Pengetahuan yang benar tidak selalu menyebabkan duka derita. tapi yang satu ini; pengetahuan berlandaskan mithya ini; berlandaskan maybe yes, maybe no ini sudah pasti menyebabkan duka derita…

Buku Yoga Sutra Patanjali Bagi orang modern, halaman 22-23

Tulisan tersebut sengaja saya kutip, setelah saya merenungkan kejadian semalam. Sebelum tidur saya membaca buku Yoga Sutra tersebut, dan setelah pagi hari, saya bertemu dengan seseorang yang menjawab dengan 50:50, saya yakin tiada yang kebetulan. Menyadari demikian, saya menganalisa bahwa apa yang disampaikan dalam Buku Yoga Sutra itu perlu di renungkan, perlu dipahami, dan dilakoni. Pengalaman bisa muncul darimana saja dan dengan siapa saja. Menuliskannya kembali berarti saya mencoba mengingatkan diri saya agar tidak menjadi pribadi yang maybe yes maybe no, ini adalah pembelajaran ke dalam diri. Terimakasih kepada Keberadaan telah mengirimkan berbagai hal kepada saya sehingga saya belajar, sehingga saya tidak lagi tolol dan mengulangi kesalahan-kesalahan yang sama.

Namaste __/\__

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai