Mengupayakan Keturunan, Seberapa Pentingkah? Belajar Dari Mahabharata Dan Ramayana

avatar triwidodoKisah Spiritual Tak Lekang Zaman

pandu membunuh rusa yang ternyata jelmaan Brahmana

Ilustrasi Pandu memanah rusa (ternyata jelmaan brahmana) yang mengutuk Pandu akan mati bila berhubungan suami-istri sumber: www indiatvnews com

Upaya Memperoleh Putra dalam Ramayana dan Srimad Bhagavatam

Raja Dasaratha dan Permaisuri Kausalya ingin mempunyai putra, karena lama belum berhasil Dasaratha kawin lagi dengan Sumitra. Dan karena belum mempunyai putra juga, maka Dasaratha kawin lagi dengan Keikayi. Kemudian karena belum mempunyai putra juga, mereka mengadakan Yaga, Upacara Ritual Pengorbanan sehingga ketiga istri Dasaratha mempunyai putra-putra. Bahagiakah Dasaratha? Tidak juga kebahagiaan hanya sementara  dan akhirnya tibalah konsekuensi, Rama harus pergi diasingkan dan Dasaratha meninggal dalam kesedihan.

“Puluhan ribu tahun yang lalu, dalam Masa Emas atau Sat Yuga, bertapa adalah jalan yang paling tepat. Kemudian pada Masa Perak atau Treta Yuga, Datanglah Rama untuk menunjukkan jalur pengorbanan. Kurang lebih lima ribu tahun yang lalu, Krishna menganjurkan pelayanan penuh kasih sebagai jalan yang paling tepat untuk Masa Tembaga atau Dwapara Yuga. Sekarang, untuk Masa…

Lihat pos aslinya 1.029 kata lagi

Rama untuk Sita, Sita untuk Rama, Eka Patni Vrata, Nikah Seorang Saja, Belajar dari Kisah Ramayana

avatar triwidodoKisah Spiritual Tak Lekang Zaman

Sita Rama_placed_a_flower_crown_on_head_of_sita sumber en wikipedia org

Ilustrasi Rama meletakkan mahkota bunga di atas kepala Sita sumber en wikipedia org

Apakah Rama dan Sita Menjalani Pengasingan karena Kehidupan Masa Lalu Mereka?

Sebuah pertanyaan mengusik diri. Dikatakan bahwa takdir setiap orang adalah akibat dari perbuatan orang tersebut di kehidupan sebelumnya yang harus dihadapi saat ini. Apakah Rama mengalami pengasingan selama 13 tahun karena karma masa lalu? Apakah Gusti Yesus disalib karena karma masa lalu? Sangat menarik penjelasan dalam buku Bodhidharma, (Krishna, Anand. (2005). Bodhidharma, Kata Awal Adalah Kata Akhir. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Jakarta). Pada umumnya kita hidup dalam Kalachakra, sedangkan para bijak hidup dalam dharmachakra.

“Umumnya, kita berputar bersama Kalachakra Roda Sang Kala, Waktu. Dialah pengendali hidup kita. Keberadaan kita tergantung padanya, pada waktu dan ruang. Karena itu, apa yang kita sebut dan pahami sebagai Tuhan, jangan-jangan Sang Kala. Para bijak, mereka yang sudah memperoleh pencerahan dan melampaui Kalachakra, berputar bersama Dharmachakra, Yang…

Lihat pos aslinya 1.292 kata lagi

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai