Renungan Diri: Mendidik Anak demi Obsesi Mimpi Orangtua atau Mimpi Anak Sendiri?

Untung baca artikel ini, saya sebagai orang tua yang masih muda, keluarga muda, semoga tidak demikian menuntut…

Gita Kehidupan Sepasang Pejalan

buku kehidupan

Cover Buku Kehidupan

“Anda kirimkan anak-anak ke sekolah. Tidak ada salahnya, tetapi tujuan Anda untuk mengirimkan mereka ke sekolah itu yang salah. Anda mendambakan gelar bagi mereka. Anda mempunyai harapan sendiri. Anda punya mimpi-mimpi Anda sendiri yang tidak terwujud. Sekarang Anda berharap bahwa mereka akan mewujudkannya. Harapan-harapan Anda yang tidak terpenuhi, Anda harapkan agar mereka penuhi.

“Mungkin saja, sewaktu kecil Anda pernah bermimpi untuk menjadi dokter. Mungkin situasi saat itu tidak menunjang dan impian Anda tidak terwujud. Sekarang Anda ingin anak Anda menjadi dokter. Mungkin saja, ia lebih tertarik pada seni; mungkin ia ingin menjadi seniman. Tetapi Anda tidak akan memperbolehkannya. Dia harus hidup untuk mewujudkan impian Anda, hanya untuk memenuhi ego Anda. Betapa bodohnya, betapa lucunya, betapa kejamnya!

“Anda lupa bahwa anak-anak Anda memiliki mimpi-mimpi sendiri. Mereka memiliki kehidupan sendiri. Tidak. Anda tidak bisa mengatakan itu cinta. Paksaan dan cinta tidak dapat jalan bersama. Anda juga tidak dapat menyembunyikan…

Lihat pos aslinya 435 kata lagi

Iklan

Tentang Ni Made Adnyani

Aku suka Menulis, aktifitas Mengajar dan Yoga
Pos ini dipublikasikan di Apresiasi Buku, Materi Pelajaran, My Life Note, Pasraman Widya Bhuana, Pendidikan agama Hindu. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s