Berperan Dengan Penuh Kesadaran


cover Buku Soul Awareness

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu; Saha vīryam karavāvahai; Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

Role Play untuk program Total Success, kita berkenalan dengan tiga karakter : Ina, Mina dan Dika.

Adegan Pertama

Ina kepada Mina : “Min, Min, tahu nggak? Si Dika kan pernah menjelek-jelekkan kamu. sungguh kurang ajar, di depan banyak orang lagi. Padahal kau menganggapnya teman.”

Adegan Kedua

Mina bertemu dengan Dika. Nah, seandainya Anda Mina, apa yang akan Anda lakukan? ada beberapa kemungkinan : 

  1. Biasa – biasa saja, tetap ramah. seolah Anda tidak pernah mendengar apa yang disampaikan oleh Ina kepada Anda
  2. Raut wajah Anda berubah karena ingat apa yang disampaikanoleh Ina. Anda tidak menegur Dika.
  3. Konfrontasi secara halus: “Dika, kenapa sih kau menjelek-jelekkan aku?”
  4. Konfrontasi secara kasar : “Hei, Dika! Kamu kurang ajar banget ya, sudah menjelek-jelekkan aku.”

Lalu bagaimana jika anda berperan sebagai Dika? Bagaimana respon Anda? Respon terhadap masing masing situasi. Bukan terhadap salah satu diantara empat kemungkinan itu. tetapi terhadap setiap kemungkinan. 

Role-play ini bisa lebih panjang jika respon Anda memicu terciptanya sebuah adegan baru

Adegan ketiga

Pertemuan antara Ina, Mina dan Dika. jika terjadi konfrontasi dalam adegan ketiga ini, berarti persoalan tidak selesai. Persoalan menjadi semakin panjang dan ribet; berkembang biak dan beranak pinak. Hingga pada suatu saat kita jenuh sendiri. Kita ingin cepat-cepat menyelesaikan persoalan. Namun sayang sekali, saat itu barangkali sudah terlambat. Bisul Persoalan yang sebelumnya kecil, sudah berubah menjadi tumor ganas, kanker yang menyebar kemana – mana.

Kita mesti belajar menyelesaikan segala macam persoalan saat baru muncul. Dengan demikian, bisul kesalahpahaman tidak berubah menjadi tumor ganas kebencian.

Kita juga mesti belajar untuk tidak menyulut amarah seorang teman sehingga ia membenci teman lain. Kita belajar menghindari gosip yang tidak berguna, yang tak bermanfaat bagi siapapun. 

Dikutip dari buku Soul Awareness, Anand Krishna hal. 54-55.

nah, merenungkan kutipan itu. membuat saya berhati-hati dan Aware terhadap segala pikiran, kata-kata dan tindakan saya. 

saya pernah membantu seorang murid yang mengalami situasi seperti adegan diatas, Ia sering dicibir, dijelek-jelekkan oleh seseorang. ia kemudian bertanya kepada saya, respon apa yang harus diberikan kepada orang tersebut. saya bersyukur sudah membaca buku ini, saya memberikan saran agar melatih diri memberi respon seperti adegan nomor 1. Biasa-biasa saja, tetap ramah, seolah tidak pernah mendengar apapun. 

hal ini memang sulit, namun bukan berarti tidak mungkin. 

saya pribadi mengalami ini. saya mengetahui bahwa orang-orang disekeliling saya suka bergosip. mereka akan selalu mengomentari apapun. awalnya respon saya cenderung seperti no2. Raut wajah berubah, kesal. teringat apa yang pernah disampaikan. saya kemudian diam tidak menegur. hanya memasang senyum kecil yang dipaksakan. 

hari ini, dengan kesdaran baru, saya menyadari bahwa respon saya terhadap persoalan itu, akan menyebabkan adegan baru. masalah tidak akan selesai dan ketika suatu persoalan lain muncul, maka saya akan menghubungkannya dengan persoalan dulu yang belum selesai itu. 

nah, mengalir dalam aliran kehidupan ini, kita mesti belajar untuk merespon dengan cara seperti no 1 tadi. energi yang bekerja akan berbeda. saya juga telah membuktikannya. 

sebagaimana perumpamaan berikut : 

jika seseorang memberikan “sesuatu” kepada kita, lalu kita tidak menerima pemberian itu, kemanakah perginya “sesuatu” itu? ….”sesuatu” itu akan kembali kepada sang pemberi. 

Dalam bahasa yang berbeda, Mahatma Gandhi juga menulis bahwa :

“Seseorang tidak dapat menyakitimu jika engkau tidak mengijinkannya”.

Sang Budha juga mengatakan bahwa, meakipun engkau menyakitiku, aku tetap berbuat baik kepadamu. 

Kesimpulan : Engkau berkuasa penuh atas respon yang akan engkau berikan terhadap setiap persoalan. Pilihlah respon yang akan membantu menyelesaikan persoalan dan bukan memperpanjang dan memperkeruh persoalan. 

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

Iklan

Tentang Ni Made Adnyani

Aku suka Menulis, aktifitas Mengajar dan Yoga
Pos ini dipublikasikan di My Life Note. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s