Dvipantara Yoga Sastra –Vrati Saasana– 9-10

Sloka 9

Sikhaa-jihvaa-sivadvaaram striisuutaih suudrabaalakaih

savakavyam na bhaksyam ca savasamsparsanam bhavet

One striving to the live in a disciplined manner should never allow anything that may contaminate his/her hand, tongue (mouth), and Sivadvaara or tha Door of Siva (Genitals, Psychic Heart, and/or the Crown Cakra or Center of Energy on the top of the head). He/she should also not expect anything from a woman while she is menstruating; and receive no gift from the underprivileged, the destitutes – the Suudra or the working class who must already exert themselves to make their both end meet.

One should also refrain from exploiting the dead (manipulating a deed, a mortgage, or the like – thinking that the dead would not be able to testify anything) or expect anything from the mourning

Seseorang yang berupaya hidup teratur hendaknya tidak membiarkan apapun yang bisa mencemari tangan, lidah (mulut), dan Sivadvaara atau Pintu Siva (Alat Kelamin, Hati Psikis, dan/atau Cakra atau Pusat Energi ke-7 diatas kepala). Hendaknya ia juga tidak mengharapkan apapun dari seorang perempuan yang sedang menstruasi; dan tidak menerima hadiah dari mereka yang kurang berkecukupan -dari Suudra atau kelas pekerja yang sudah harus bekerja keras untuk hidup layak.

Ia juga harus menjauhi tindakan mengeksploitasi mereka yang sudah wafat (memanipulasi dokumen hukum, surat gadai, dan sejenisnya – karena beranggapan bahwa mendiang tidak akan mungkin bersaksi), atau mengharapkan apapun dari mereka yang sedang berduka.
Sloka 10

naasti vidyaasamam mitram naastu krodhasamo ripuh

na caapatyasamah sneeho na ca daivaat param balam

There is no companion, no friend greater than knowledge; there is no enemy greater than anger; there is no sneha or love (can imply attachment-based one) greater than love for one’s children; and, there is no power, no strength, no force – greater than the Divine one.

Tiada sahabat yang lebih hebat dari pengetahuan; tiada musuh yang lebih hebat daripada amarah; tiada sneha tau cinta (secara tersirat berarti keterikatan) yang lebih hebat dari pada cinta pada anak; dan, tiada kekuatan, tiada daya – yang lebih hebat daripada kekuatan Hyang Ilahi.

Iklan

Tentang Ni Made Adnyani

Aku suka Menulis, aktifitas Mengajar dan Yoga
Pos ini dipublikasikan di Apresiasi Buku, Dvipantara Yoga Sastra dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s