Penyamaran Nasuh, Sang Pencuci Rambut Kaum Hawa Kisah #Masnawi

avatar triwidodoKisah Spiritual Tak Lekang Zaman

buku-masnawi-5-nasuha

Untuk memperoleh pekerjaan sebagai pencuci rambut bagi kaum Hawa, Nasuh harus menyamar sebagai wanita. Wajah dan bentuk badannya memang sangat Feminin, sehingga tidak sulit menyembunyikan ke-“pria”-annya.

Selama bertahun—tahun, tak seorang pun menyangka bahwa Nasuh bukanlah seorang wanita. Nasuh pun menikmati pekerjaannya. Setiap kali menyentuh badan wanita yang sedang dicuci rambutnya, dia merasakan kepuasan birahi.

Kadang-kadang bila suara kecil nurani terdengar, dia juga merasa bersalah. Pada saat-saat seperti itu, dia menyadari kesalahannya.

Suatu ketika, dia bertemu dengan seorang Wali. seorang suci. “Ingat aku dalam doamu,” kata Nasuh kepada Sang Wali.

Mata batin Sang Wali sudah terbuka. Dia tahu betul apa yang disembunyikan oleh Nasuh. Kendati demikian, dia mengiyakan permintaannya: “Ya, Nak. Aku akan mengingat kamu. Aku akan berdoa untukmu.”

Nasuh bukanlah orang yang tidak sadar. Dia sadar. Dia menyadari kesalahannya, tetapi “merasa” tidak berdaya untuk memperbaiki diri. Tarikan “daging” masih kuat sekali. Api “napsu” masih membara. Di dalam diri dia sedang…

Lihat pos aslinya 509 kata lagi

Diterbitkan oleh Ni Made Adnyani

Aku suka Menulis, aktifitas Mengajar dan Yoga

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai