Refleksi Bulan Maret 2017

Goodby March and welcome April. “Setiap kali “suka” berada di dalam Rumah, Maka “Duka”  juga sedang menunggu di depan pintu Rumah untuk masuk kedalam rumah”. Begitu lah hukum dari kehidupan duniawi, suka dan dukha. Ada suka pasti Ada dukha. Suka tidak akan bertahan lama berada di dalam Rumah, begitupun dukha pasti akan berlalu. Hanya ānanda yang Akan abadi. 

Sepertinya kalimat itu cocok menggambarkan betapa misteriusnya bulan Maret bagi keluarga Kami. 

Banyak sekali yang terjadi di Bulan Maret. 

Diawal maret, setelah hampir 1 Tahun tidak pernah meninggal kan anak2 untuk keperluan Dinas, akhirnya pergi meninggal kan mereka. Biasanya setiap dinas saya selalu membawa serta mereka. Kali ini tidak karena situasi tidak memungkinkan. Sebagai ibu Dengan anak2 yang masih kecil balita, tentu menguras kerinduan dan perasaan bersalah apa lagi kemudian mereka menjadi sakit (sakit Karena kangen emaknya). Sessions ini dianggap sebagai session dukha (persepsi sendiri)

Setelah session itu selesai, sessions Sukha di mulai, Sukha memasuki Rumah Dengan mengirimkan ayah pulang cuti, Anak -Anak happy, saya happy, semua happy. Tapi baru saja 5 hari sukha mampir di Rumah kami, dukha datang lagi, Bhadrika sakit dan harus di rawat di RS PKT karena thypus. Sampai ayahnya berangkat kembali ke negeri Sabah, dukha masih tinggal di dalam Rumah. Beberapa hari kemudian, sukha datang lagi, Kami sibuk dalam pelayanan dan perayaan Hari Raya Nyepi… 

Menutup bulan Maret, dukha kembali datang, sekarang sang induk, aku sendiri ngedrop Karena kelelahan dan hb rendah. Dan harus di rawat inap karena anemia. 

Entahlah, apakah pengklasifikasian pengalaman sukha dan dukha itu akan membantu dalam perjalanan kehidupan ini? 

Yang jelas, saya ingin mengingatkan diri bahwa sukha dan dukha selalu bergandengan. Mereka tidak terpisah kan. Kita sendiri yang mesti hidup dalam kesadaran bahwa ketika sukha datang, kita tidak perlu meninggikan diri, dan ketika dukha datang kita tidak perlu tenggelam dalam kesedihan. Sebagaimana Budha mengajarkan agar kita menjadi moderate, tidak ekstrim. Terlalu senang ketika pengalaman sukha datang dan terlalu sedih ketika dukha datang. 

Catatan ini hanya reminder buat diri sendiri. Hidup mesti terus berjalan, alam semesta pasti menyediakan dan merescue apa yang diperlukan… 

Iklan

Tentang Ni Made Adnyani

Aku suka Menulis, aktifitas Mengajar dan Yoga
Pos ini dipublikasikan di My Life Note. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s