Mengeluhkan Kehidupan? Renungan Dialog Karna dan Krishna 

Ya, tidak sedikit Dari kita sering mengeluh, mencari kambing hitam. Mengapa Ia begitu padaku? Mengapa hidupku tak Adil? Mengapa orang memperlakukan aku dengan tidak Adil? Dan seterusnya dan sebagai nya. 

Berikut kita bisa membaca Dialog singkat antara Karna dan Krishna, percakapan ini akan menyadarkan kita bahwa kesulitan-kesulitan dalam hidup ini adalah vitamin terbaik untuk menjadikan diri kita memiliki  jiwa mulia seperti Krishna. Kita semua, tidak terkecuali berasal dari sumber yang Sama. Krishna Selalu bersemayam di dalam diri semua orang, Ia akan hadir untuk membuat kita bangkit dari mind (pikiran dan perasaan) yang mengeluhkan kehidupan ini. 

Penggalan cerita terbaik dari Mahabharata

Karna bertanya pada krishna “Ibu Kunti meninggalkan saya ketika saya dilahirkan. Apakah itu adalah kesalahan saya sehingga dilahirkan sebagai anak tidak sah?

Saya ditolak menjadi murid Dhronācharya karena dianggap bukan berasal dari kalangan ksatriya.

Parasurama mengajar saya namun kemudian mengutuk saya untuk melupakan semua yang pernah dia ajarkan sejak mengetahui bahwa saya adalah seorang ksatriya.

Seekor sapi secara tak sengaja terkena oleh anak panah saya dan pemiliknya mengutuk saya atas kesalahan tersebut yang bukan merupakan perbuatan saya.

Saya dipermalukan pada sayembara draupadi.

Bahkan Ibu kunti akhirnya memberitahukan kebenaran bahwa saya adalah putranya, hanya untuk menyelamatkan anaknya yang lain (baca: pandawa)

Semua yang saya peroleh berasal dari kemurahan hati/kebaikan Duryodana. Jadi apakah saya bersalah jika berada di pihaknya (baca: membela Duryodana)


Krishna menjawab, “Karna, Saya dilahirkan di dalam penjara.

Kematian telah menunggu saya bahkan sebelum saya dilahirkan.

Pada malam kelahiran saya, saya dipisahkan dari orangtua kandung saya.

Masa kecilmu terbiasa dengan suara-suara pedang, kereta perang, kuda, busur dan anak panah.

Sedangkan saya akrab dengan kawanan sapi, kotoran sapi dan beberapa percobaan pembunuhan bahkan sebelum saya dapat berjalan!

Tidak ada pasukan (baca: angkatan perang), tidak ada pendidikam.

Saya dapat mendengar banyak orang yang mengatakan bahwa sayalah penyebab dari masalah-masalah yang mereka hadapi.

Ketika kalian semua mendapatkan pujian dari guru kalian, saya tidak memperolehnya

Saya belajar di gurukula Rishi Sandipani pada usia 16 tahun

Kau menikahi wanita pilihanmu. Sedangkan saya tidak pernah menikahi gadis yang saya cintai dan akhirnya menikahi mereka yang menginginkan saya atau mereka-mereka yang telah saya selamatkan dari para asura.

Saya harus memindahkan rakyat saya dari bantaran sungai yamuna ke daerah di tepi laut, untuk menyelamatkan mereka dari Jarasandha. Karenanya saya disebut sebagai pengecut karena dianggap melarikan diri.

Jika Duryodana memenangkan perang ini maka kau akan memperoleh banyak pujian. Sebaliknya jika Dharmaraja (baca Yudisthira) memenangkan perang ini maka saya yang akan disalahkan karena dianggap sebagai penyebab perang dan semua masalah-masalah lainnya.

Ingatlah satu hal Karna….

Setiap orang menghadapi tantangan di dalam hidupnya.

*KEHIDUPAN TIDAK FAIR KEPADA SETIAP ORANG..*

Duryodana melakukan banyak ketidakbenaran dalam kehidupannya demikian juga halnya Yudisthira.

Tetapi apakah arti kebenaran (dharma) bagimu (baca: menurut pemikiranmu/kesadaranmu)….

Yang terpenting bukanlah seberapa banyak perlakuan tidak adil yang kita alami, seberapa banyak kita tidak dihormati/dihina, seberapa sering kita dipersalahkan. Yang terpenting adalah bagaimana REAKSIMU atas semua hal itu…

Berhentilah merengek Karna.

Jika kehidupan tak adil kepadamu bukan berarti kau berhak untuk menempuh jalan yang tidak benar.

Semoga kita senantiasa berjalan dijalan yang benar. 

Salam Rahayu🙏🙏🙏

Selamat Menyambut Hari Raya Saraswati 

Happy Krishna Janmashtami ❤️🌸

Diterjemahkan oleh Ādnyaninatha 

Best story in Mahabharata 👌🏼👌🏼👌🏼

Karna asks Krishna – “My mother left me the moment I was born.

Is it my fault I was born an illegitimate child?

 I did not get education from Dhronacharya because I was considered a non Kshatriya.

 Parshuram taught me but then gave me the curse to forget everything since I was a kshatriya.

A cow was accidentally hit by my arrow & its owner cursed me for no fault of mine.

 I was disgraced in Draupadi’s swayamvar.

 Even Kunti finally told me the truth only to save her other sons.

Whatever I received was through Dhuryodhana’s charity. So how am I wrong in taking his side?”
Krishna replies,

 “Karna, I was born in a jail.

 Death was waiting for me even before my birth.

 The night I was born I was separated from my birth parents. 

From childhood you grew up hearing the noise of swords, chariots, horses, bow and arrows.

 I got only cow herd’s shed, dung and multiple attempts on my life even before I could walk!

No army, no education.

 I could hear people saying I am the reason for all their problems. 

When all of you were being appreciated for your valour by your teachers, I had not even received any education.

 I joined gurukula of Rishi Sandipani only at the age of 16!

You are married to a girl of your choice.

I didn’t get the girl I loved & rather ended up marrying those who wanted me or the ones I rescued from demons.

I had to move my whole community from the banks of Yamuna to far off Sea shore, to save them from Jarasandh. I was called a coward for running away.

If Dhuryodhana wins the war you will get lot of credit.

 What do I get if Dharmaraja wins the war? Only the blame for the war and all related problems.

Remember one thing Karna….

 Everybody has challenges in life.

*LIFE IS NOT FAIR ON ANYBODY..*

 Dhuryodhan also has a lot of unfairness in life and so has Yudhishthir. 

But what is Right (Dharma) is known to your Mind (Conscience)….

No matter how much unfairness we got, how many times we were disgraced, how many times we were denied what was due to us, what is important is how you REACTED at that time…

Stop whining Karna.

Life’s unfairness does not give you license to walk the wrong path of *अधर्म.*

🙏🙏🙏

Iklan

Tentang Ni Made Adnyani

Aku suka Menulis, aktifitas Mengajar dan Yoga
Pos ini dipublikasikan di My Life Note. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s