Mengembangkan Kasih 

Setiap orang terlahir dalam keadaan “belum mengenal kasih”. Banyak diantara kita terlahir dalam kondisi kasih yang belum berkembang. Karena itu, lingkungan, pendidikan, kebiasaan dan segala sesuatu yang kita lakukan adalah untuk mengembangkan kasih didalam diri kita. 
Seorang Anak, belum mengenal kasih. 

Kecenderungan anak-Anak menampilkan sifat2 bawaannya atau apa yang disebut dengan sancita Karma. Selain itu, mereka cenderung sulit memahami orang lain, sulit memahami dirinya sendiri dan bahkan tidak bisa. 
Sebuah contoh misalnya, seorang bayi ketika haus, Ia menangis dan memanggil Ibunya, padahal mungkin Ibunya sedang sangat kelelahan karena begadang di malam hari, setelah Ia beranjak agak besar, kadang-kadang Anak-Anak juga sulit memahami kondisi orang tuanya, cenderung membandingkan, cenderung komplin, dan menuntut banyak Hal. Terlebih pada anak2 yang merokok dan atau kenakalan lainnya. 
Setelah menjadi orang tua, Barulah mereka akan berlatih untuk mengembangkan kasih, berlatih untuk memahami anak-Anak yang kasihnya belum berkembang, berlatih untuk mengalah, berlatih untuk “melenyapkan” kepentingan pribadi nya demi kebahagiaan Anak-Anak. Demi cintanya. Demi kasihnya pada keluarga. 
Anak-Anak Kadang-kadang, dan bahkan seharusnya lebih banyak dididik untuk memahami peran orang tua. Memahami pengembangan kasih. 
Saya melihat di sekitar saya bagaimana Anak-Anak yang kasihnya belum berkembang dengan baik, Ia tidak hanya menyusahkan orang tuanya, keluarganya, sekolah, masyarakat serta Bangsa dan negara bahkan Ia merusak dirinya sendiri, dengan tumbuh menjadi Anak-Anak yang arogant, acuh dan kehilangan sense of belonging. 
Saya sering menemui anak-Anak yang tidak mau mengerti keadaan… 
Bhagavan… 

bimbing lah Selalu… 

Semoga Anak-Anak Kami menyadari perannya, menyadari visi jiwanya sehingga tidak menghanguskan energynya sendiri untuk Hal Hal yang ber sifat semu.
Menjadi orang tua tidak mudah, menjadi ibu tidak sangat sulit. Hanya perlu skill, dan mengembangkan kasih perlu latihan. 
Anak-Anak adalah tempat dimana orang tua harus belajar tentang kasih. Kepada Anak-Anak yang “sulit dan arrogant” orang tua harus extra, guru harus telaten, guru harus berkorban… 
Semua dari kita saling mengisi. Anak-Anak “mengisi” orang tua dan orang tua “mengisi” Anak-Anak. 

Dalam proses “isi-mengisi” ini, isilah dengan kasih. Apapun yang kita lakukan mesti atas nama kasih. 
Salam Rahayu 🙏
#mengembangkankasih

#melihatkedalamdiri

#senimempelajaridiri 

#scienceofSelf 

#Lesson 

#tobeparent

Iklan

Tentang Ni Made Adnyani

Aku suka Menulis, aktifitas Mengajar dan Yoga
Pos ini dipublikasikan di My Life Note. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s