Seorang Yogī bagaikan Pelita yang Tidak “Berkedip”

Marilah kita berdoa sebelum membaca Bhagavad Gītā

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu; Saha vīryam karavāvahai; Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

yathā dīpo nivāta-stho nengate sopamā smrtā

yogino yata-cittasya yuñjato yogam ātmanah

Bhagavad Gītā, 6.19

“Seperti pelita yang di letakkkan di suatu tempat Tanpa angin – tidak berkedip; pun demikian dengan diri seorang Yogī yang sudah terkendali berkat Meditasi.”

Kita mesti Selalu ingat bahwa “manah” dalam bahasa Sansekerta merujuk pada segala sesuatu yang diekspresikan oleh otak manusia. Sehingga terjemahan Umum mind, dalam pengertian “pikiran” saja, bukanlah terjemahan yang tepat. Tepatnya adalah “gugusan pikiran dan perasaan” atau “lapisan kesadaran mental dan emosional”.

Namun dalam ayat ini, istilah yang digunakan – yang disebut tidak “berkedip” adalah “citta” – biasa di terjemahkan sebagai subconscious atau unconscious mind – pikiran bawah Sadar.

“CITTA” – seperti yang telah kita bahas secara panjang lebar dalam “Neo Spiritual Hypnotherapy” (diterbitkan oleh Gramedia) – Bukan subconscious atau unconscious mind. Gugusan pikiran serta perasaan tidak bisa dibagi dalam kotak-kotak terpisah; Kesadaran atau Sadar, belum Sadar, tampak Sadar. Pembagian itu hanyalah asumsi kita.

Citta adalah kesadaran yang lebih dalam – ketika gugusan pikiran serta perasaan atau manah tertembus, maka Kita mengakses citta. Citta adalah benih-benih pikiran dan perasaan – manah adalah kristalisasi citta. Dalam ayat ini di jelaskan bahwa “citta” seorang Yogī tidak pernah “berkedip” – tidak pernah terganggu, sehingga manah atau gugusan pikiran serta perasaan (mind) yang Ada di permukaan pun tidak terganggu.

WALAU INI PENTING, MANAH BISA “TAMPAK” SIBUK… misalnya, ketika menghadapi suatu tantangan berat, mau-Tak-mau manah atau gugusan pikiran serta perasaan mesti secara aktif memikirkan cara untuk menghadapi tantangan tersebut. Manah sedang aktif-aktifnya. Namun, ketenangan “batin” kita atau citta – (untuk mempermudah pemahaman kita dan sebelum memperoleh istilah yang lebih tepat lagi, untuk sementara Waktu kita menerjemahkan citta sebagai batin) – Tidak terganggu!

Jadi, sekali lagi…

MANAH AKTIF – CITTA ATAU BATIN TETAP TENANG. Krsna adalah sosok yang berada dalam keadaan ini. Ia berada di tengah medan perang. Bukan angin biasa lagi. Sesungguhnya Ia sedang berada di tengah angin ribut. Arjuna pun Sama. Tapi Krsna tidak terganggu, sedang kan Arjuna terganggu.

Risiko Arjuna adalah “kalah” dan/atau mati, gugur di medan perang. Risiko Krsna melebihi Risiko Arjuna. Bukan saja risiko mati, gugur di medan perang. Jika pun Ia Selamat, Ia akan menghadapi kubu Kaurawa, yang tetap berkuasa di Anak benua Hindia, tempat kerajaannya – Dvārakā atau Dvāravatī – adalah salah satu negara-Bagian. Bayangkan, Krsna yang berpihak pada Pāndava itu akan diperlakukan seperti Apa? Yang jelas, Ia akan dianggap tidak setia, pembangkang, pengkhianat…

Dari sudut pandang manusia, risiko Krsna tidak kurang dari risiko Arjuna. Tapi keadaan batin mereka berbeda! Krsna adalah seorang Yogī, Yogīrāja – Raja Para Yogī. Arjuna masih belum.

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

Bontang, 14/01/2018 – MA

Ditulis ulang dari Buku Bhagavad Gītā oleh AK Hal 261-262

Iklan

Tentang Ni Made Adnyani

Aku suka Menulis, aktifitas Mengajar dan Yoga
Pos ini dipublikasikan di My Life Note. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s