ISI VEDA DITINJAU DARI KARMA YOGA DAN BHAKTI YOGA

Pendahuluan

Mata kuliah Veda dalam agama Hindu yang terdapat pada pendidikan agama ini akan sangat membantu Anda dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengajar, sehingga menunjang persiapan tugas mengajar agama di sekolah dasar. Dengan pemahaman yang baik terhadap pengertian dan bahan mata kuliah Veda ini Anda akan dapat menerapkan berbagai teknik mengajar dengan cara yang menarik sehingga pendidikan agama Hindu di sekolah dasar akan lebih berhasil.

Adapun tujuan umum Anda mempelajari materi Veda agar Anda dapat mengetahui konsep isi Veda dalam agama Hindu.

Untuk berhasilnya tujuan umum di atas maka sesuai dengan sasaran yang akan ditempuh dalam proses belajar mengajar adalah:

  1. Karma Yoga
  2. Bhakti Yoga

Selain Anda dapat mempelajari buku materi pokok mata kuliah ini secara mandiri atau berdiskusi dengan teman Anda pun akan dibantu dengan kegiatan tutorial kaset atau referensi yang dianjurkan. Perlu juga diperhatikan senarai (glosarium) atau daftar kata dan istilah dengan penjelasan yang terlampir setelah modul.

Sebelum mempelajari mata kuliah ini ada baiknya Anda terlebih dahulu membaca senarai (glosarium) tersebut, karena maksudnya untuk menolong Anda memahami materi modul.

Kegiatan Belajar 1

Karma Yoga

Menurut ajaran Veda Karma Yoga mendasarkan ajaran-ajarannya pada masalah-masalah kehidupan duniawi. Di mana ajaran karma yoga menekaikan kepada kebenaran kita pada dunia ini. Hal ini nampak pada doa yang sering diucapkan oleh golongan karma yoga: dalam usaha untuk memelihara pertumbuhan tubuh, pikiran serta kehidupan menjadi sehat, bergembira dan bergerak dalam dunia ini, sehingga seorang karma yoga menghendaki umur panjang dan hidup yang sempurna, seperti pada doa berikut:

Tac caksura devahitam sukram

uccarat, pasyena saradah satam

yovena saradah satam

(Rg Veda VIII. 66.16)

Semoga kami selama seratus tahun melihat.

Mata yang bersinar itu (surya di langit)

muncul atas kehendak Tuhan.

Semoga kami hidup seratus tahun

Doa di atas merupakan curahan isi hati dari golongan karma yoga agar ia dianugerahi umur panjang oleh Tuhan dalam menempuh kehidupan di bumi ini dan di samping umur panjang maka kehidupan yang sempurna itu sangat penting, seperti pandangan yang sempurna, penglihatan yang sempurna dan lain-lainnya sehingga seorang karma yoga dapat merasakan dan menikmati hidup ini.

Tac caksura devahitam purastacchurram

ucarat pasyema saradah satam jatrem

saradah sata

srnuyama saradah sate pra bravama

saradah satam adinah syama saradah

satam bhuyasca saradah satat.

(Yajur Veda 36.24)

Semoga kami selama seratus tahun dapat

menyaksikan mata yang bersinar itu atas

kehendak Tuhan muncul di hadapan kami.

Semoga kami hidup seratus tahun.

Semoga kami berkata yang baik selama seratus tahun.

Semoga kami dapat menegakkan kepala selama seratus tahun.

Ya bahkan lebih dari seratus tahun.

Kehidupan yang dimohon selama seratus tahun oleh golongan karma yoga seperti doa di atas bukan berarti hidup atau bernafas saja selama seratus tahun namun hal yang dimohon karma yoga diberikan kesehatan dan hidup terhormat dan memiliki moral yang tinggi sehingga ia dapat merasakan bagaimana keindahan dan kenikmatan dunia yang dijadikan oleh Tuhan ini.

Caksur ro dhehi caksuse

caksur visvyau tanubhyah

sam cedam vi ca pasyame

(Rg Veda X. 158.4)

Berilah penglihatan kepada mata kami.

Penglihatan kepada badan kami sehingga

bisa melihat. Semoga kami dapat melihat

alam keseluruhan. Semoga kami melihat

sampai babagian-babagian kecil.

Di samping keindahan dunia yang dapat dilihat beserta dinikmati melalui kesempurnaan jasmani dan indria maka seorang karma yogi ingin pula mengetahui lebih jauh isi dunia ini melalui mental yang sempurna untuk menganalisis sesuatu yang nampak sehingga analisis yang diperoleh dapat memberikan kenikmatan kepada diri seorang karma yoga.

Sata mitru sarado anti deva

yatra nascakra jarasam tanunam

putraso yatra pitaro bhavanti

ma no madhya rorusutayur gantah

(Rg Veda I. 71. 10)

Benar-benar seratus tahun kehidupan.

Dalam masa itu engkau menghancurkan

badan kami. Dalam masa itu anak laki

akan menjadi ayah. Semoga umur kami

tidak terpotong di tengah jalan kehidupan kami.

Ma no agne sakhya pinyyani

pra masim sta abhi viduskavih san

namo nan rupam jarima minati

pura tasya abhisasteradhihi

(Rg Veda I. 71. 10)

Jangan diputuskan, ya Tuhan, Persahabatan

luhur kami. Mereka memiliki pengetahuan

dan sebagai orang suci. Seperti awan yang

menyebar, ketuaan merusak wajah. Sebelum

yang buruk itu datang lindungilah kami.

Doa yang sering disebut atau diucapkanleh orang karma yoga ia menghendaki dalam masa usia seratus tahun ini hendaknya jangan dipenggal atau mati muda, sebab dengan mati muda ia belum terlihat keindahan dunia di mana putra-putranya belum dewasa, belum memiliki cucu sebagai penerus keturunan. Sebab keturunan sangat penting dalam agama Hindu.

Di samping para karma yoga menginginkan umur panjang, maka mereka menginginkan pula awet muda, sehingga mereka sangat bergairah dalam hidup ini, dan bersemangat dalam dunia ini.

Kematian merupakan akhir perjalanan hidup manusia dan kematian tidak dapat dihindari dan ia akan datang menjemput manusia sebagai sahabat bagi setiap orang harus diterima sebagai sahabat karib yang datang menjemput temannya. Kematian bagi setiap orang harus diterima sebagai suatu kenyataan. Oleh sebab itu, sebelum kematian tiba, maka kehidupan ini hendaklah dijalankan dengan sebaikbaiknya dengan cara bersenang-senang seperti menari dan tertawa yang melambangkan kehidupan bahagia di dunia.

Walaupun kematian pasti akan tiba maka seorang karma yoga selalu memohon kepada Tuhan agar memiliki umur panjang dan Tuhan tiada menyakiti tubuh seseorang yang ia paling cintai.

ma no mahantam uta mu no arbhakam

mu na uksatam uta ma na uksitam

no vadhih pitarath moda mataram

ma nah priyas tanvo rudra rorisah

(Rg Veda I. 114. 7)

Janganlah kami disakiti, Rudra yang

besar maupun yang kecil di antara kami

janganlah menyakiti seorang ayah atau

seorang ibu dalam lingkungan kami.

Dan janganlah menyakiti badan yang

kami cintai.

ya ciddhi mrtyu vandhava aditya manavah

smasi.

pra su na ayur yovase tiretana

(Rg Veda VIII. 18. 22)

Karena kami, manusia, ya Aditya, diterima

kematian. Semoga engkau memperpanjang

umur kami di dunia sehingga kami hidup lama.

Setiap manusia sadar akan dirinya bahwa ia pasti akan mati namun demikian ia tetap memohon ke hadapan Tuhan agar selalu memohon umur panjang dan hidup lama di dunia karena pandangan manusia hidup di dunia ini tempat mereka bersenang-senang bergembira dan bermain-main dengan anak cucu mereka sebagai penerus kelangsungan keturunan mereka.

Tryanihakam yajamahe

sragandhi pusthivardhanam

arva arukam iva vandhanh

(Rg Veda VIII. 59. 12)

Kami memuja Tryambaka (Rudra) yang

menyebabkan keharuman dan memperbanyak

makanan. Semoga ia melepas kami, seperti buah

mentimun dari batangnya, dari kematian, tetapi

bukan dari kekekalan.

Dari uraian Veda di atas, maka pandangan karma yoga terhadap dirinya bagaikan pohon mentimun, di mana dewa Rudra adalah dewa yang sangat baik, beliau memberikan kehidupan, beliau memberikan rabuk pada setiap kehidupan terutama pada diri manusia. Namun setelah tiba saatnya maka Dewa Rudra yang sangat mulia dan baik itu akan datang untuk memetik buahnya yang dipelihara dan dirabuk itu. Kematian bagi seorang karma yoga ibarat buah yang telah masak yang dipetik oleh pemiliknya (Tuhan), namun jiwa yang dimiliki akan tetap mengalami hidup yang kekal dan jiwa tersebut akan dapat ditanam kembali ke dunia oleh Dewa Rudra. Oleh sebab itu pujalah dan muliakanlah Dewa Rudra yang maha pengasih yang merupakan sumber kebahagiaan yang memberikan kesehatan. Dewa yang murah hati yang selalu memberikan kebahagiaan bagi mereka yang berbuat baik.

Ime jova vi mrtair avavrtam

abhud bhadra devahrtir noadya

pratrco agama nrtaye hasaya

draghya ayuh prataram dadhanah

(Rg Veda X. 18.3)

Yang hidup ini berasal dari yang mati. Semoga pemujaan kami ini diberkati kami hidup untuk menari dan ketawa untuk memperpanjang hidup kami.

Dari kutipan di atas di mana kematian diterima sebagai suatu kenyataan namun jiwa tetap kekal abadi. Kehidupan yang dialami oleh seorang karma yogi di dunia harus diterima dengan jalan bersenang dan bergembira, karena dengan jalan bersenang-senang dan bergembira maka orang tersebut akan dapat memperpanjang umumya di dunia, dan dengan memperpanjang umur di dunia ini maka buah yang dipetik oleh Dewa Rudra merupakan buah yang betul-betul telah masak.

Seorang karma yoga di samping hidup bersenang-senang dan bergembira, maka mereka tidak lupa pula memohon kepada Tuhan agar beliau selalu memberikan kelapangan dan kebebasan dalam hidup ini.

uru nasthave u tana

uru ksayaya naskrdi

uru no yandhi yovase

(Rg Veda VIII. 68.12)

Berilah kelegaan bagi badan kami. Berilah kelegaan bagi tempat tinggal kami. Berilah kelegaan bagi hidup kami.

Kelegaan, kelapangan hidup yang dianugerahi oleh Tuhan kepada manusia di dunia akan dapat menambah atau memperpanjang hidup ini, oleh karena itu kebebasan hidup di alam semesta ini sangat penting karena dengan adanya kebebasan hal ini dapat diartikan memperpanjang umur manusia, dan manusia dapat hidup bahagia.

Kebahagiaan hidup sangat didambakan oleh seorang karma yang seperti halnya kekayaan kemuliaan terutama dalam bidang spiritual, seperti dalam doa yang diucapkan olehnya sebagai berikut:

Indre srstani draviani dhehi

cittim daksasya subhaga tvam asme

posam rayonam aristhi tanunam

svadmanam vacah sudenatvam aham

(Rg Veda II. 21. 6)

Ya, Tuhan karunilah kami kekayaan yang mulia. Pikiran yang baik dan kemuliaan spiritual. Harta benda yang berlipat ganda, kesehatan jasmani, suara yang merdu dan hari-hari yang cerah.

Dari kutipan di atas, maka Veda menerima kenyataan yang diperlukan oleh manusia hidup di dunia seperti halnya kekayaan dan kemuliaan spiritual. Di samping dua hal seperti tersebut di atas maka Veda juga menerima bahwa di dalam mencapai kebahagiaan hidup perlu juga diperhatikan lingkungan hidup karena lingkungan ini akan dapat membantu manusia di dalam mencari temak-ternak yang ikut membantu manusia dalam bekerja sehingga mempercepat proses pencapaian kekayaan tersebut hal ini tampak pada kutipan berikut:

Balam dhehi tanusu no

balam indranattutsu nah

balam takaya tanayaya jivase

tvam hi balada asi

(Rg Veda III. 53. 18)

Ya Tuhan berilah kami kekuatan jasmani,

kekuatan bagi lembu kami, kekuatan bagi

keturunan kami, anak cucu kami, sehingga

mereka dapat hidup. Karena engkau (Indra)

adalah sumber kekuatan

Tanupa agne si tanvam me

pahat ha gurda agne syayusman dehi

agne yanme tanva unam tanma aprana

(Yajur Veda III. 17)

Engkau (Agni) adalah pelindung badan kami, lindungilah badan kami. Engkau memberikan umur panjang, berikanlah kami umur panjang. Engkau memberikan kecemerlangan budi.

Ya Tuhan, apa pun yang kurang pada diri kami. Semoga engkau memberikannya.

Di samping kecemerlangan pikiran maka seorang karma yoga selalu berharap semoga Tuhan bersemayam di dalam dirinya, dengan bersemayamnya Tuhan pada dirinya hal ini dapat berarti bahwa segala langkah dan tindakan seorang karma yoga dapat dituntun oleh Tuhan sehingga dengan demikian maka ia bebas dari perbuatan yang tercela.

Mayi vaco atho yaso tho yajna sya yat

payah

tan mayi prajapatir divi dyam iva

ddamahatu

(Atharva Veda VI. 69.3)

Semoga kami mempunyai pikiran yang terang, kemasyhuran dan kekuatan seperti yang ada pada korban suci. Semoga yang maha pencipta bersemayam dalam diri kami laksana sinar di langit.

Kehidupan di dunia sangatlah sulit yang harus dihadapi oleh setiap manusia. Kesulitan ini akan dapat diatasi dengan perlindungan dan anugerah yang dikaruniai oleh Tuhan, dan dengan melakukan dharma dan menjauhi kejahatan, karena dengan melakukan perbuatan jahat maka kebahagiaan akan menjauh.

ye stha manoryajni yaste srinotana

yaddi deva imahe tad tadatana

jaitram kratum rayimad viravadyasas

tad devanam avo adya vrnimahe

(Rg Veda X. 36. 10)

Ya engkau yang sangat dicintai dengarlah. Berilah kami ya Tuhan apa yang kami mohon. Ilmu yang jaya keharuman karena harta dan pahlawan. kami mendambakan kemurahanmu.

asma vato riyate sam ramaghvam

uttistata pra tarata sakhayah

atra jahama ye asannasevah

sivan vayam uttaremadhi vajan

(Rg Veda X. 53. 8)

Sungai berbatu mengalir terus majulah serempak. Berdirilah dengan tegak, dan seberangi, hai kawan. Tinggalkan mereka yang meninggalkan kebaikan dan mari kita menyeberangi agar mendapat kekuatan yang berguna.

Asmanvati riyete sam rabhaddvam

virayadhvam pra tarata sakhayah

atra jahita ye asan dureva

anamivam uttarema abhi vajan

(Atharvaveda XII. 2. 26)

Sungai yang berbatu-batu mengalir terus. Maju serentak, dan dengan sikap sebagai pahlawan. Seberangilah hai kawan, tinggalkan mereka yang berpikir jahat.

Mari kita menyeberang agar mendapat kekuatan yang berguna.

uttustata pra tarata sakhayo

smanvato nadi syandate iyam

utra jahita ye asnnasivah

sivan asyonan uttarema abhi vajan

(Atharvaveda XII. 2. 27)

Berdirilah tegak dan seberangi hai kawan, sungai yang berbatu-batu itu. Mari kita menyeberang agar mendapat kekuatan yang berguna dan menyenangkan.

atikramanto durita padani

satam himah sarvavira madema

(Atharvaveda XII. 2. 28)

Setelah menyeberangi tempat-tempat yang berbahaya, semoga dapat bersenang-senang, dengan semua Pahlawan kami selama seratus tahun.

Dunia tempat manusia ini diibaratkan bagaikan sungai penuh berbatu-batu, di mana di dalam hidup ini manusia selalu menghadapi rintangan dalam mencapai tujuan hidup. Oleh sebab itu seorang karma yoga berharap agar setiap manusia hendaknya memegang teguh dharma dan memohon anugerah dan Ida Sanghyang Widhi. Dengan keteguhan iman dan meninggalkan suatu perbuatan-perbuatan tercela, niscaya rintangan-rintangan hidup yang diluluskan bagaikan sungai-sungai berbatu niscaya dapat dilalui. Dan setelah dapat melalui rintangan hidup yang menghadang di dunia maka kita telah mampu mengatasi pengaruh-pengaruh jahat sehingga kita dapat mulai hidup bersenang-senang selama berada di bumi.

Lebih jauh kitab Veda menganjurkan kita harus berjuang di dalam hidup ini guna menyongsong hari tua yang lebih semarak dan dianjurkan dalam hidup ini agar jangan bermalas-malas karena kemalasan tersebut hanya membuang-buang waktu saja yang sangat berharga.

a rohatayura jarasam vrnana

anupurva yatamana yati sta

iha tvasta suyanima sajasa

dhirgham ayuh karati jivase vah

(Rg Veda X. 18. 6)

Terimalah hidup ini, sambutlah hari tua.

Engkau berjuang susul-menyusul. Semoga

Tuhan, yang menciptakan yang baik,

melimpahkan kemurahannya dan

memberikan umur panjang kepada

engkau semua.

Trataro deva adhi vecata no

ma no nidra isata mota jalpeh

vayam somasya visvaha priyasah

suviraso vidhatam a vadema

(Rg Veda VIII. 48.18)

Ya, Tuhan, pemelihara, berkatilah kami

semoga sifat penidur tidak menguasai kami,

juga tidak kebiasaan ngobrol. Tetapi kami

tetap dikuasai soma dengan pahlawan kami,

berbicara dalam pertemuan.

Icchanti devah sunvantam

na svasnaya sprha yanti

yanti pramadam atandrah

(Rg Veda VIII. 2. 18)

Dewa-dewa menghendaki manusia agar mempersembahkan minuman (yajna). Dewa-dewa tidak tidur, Mereka yang tidak tidur, menghukum orang-orang yang risau.

Dari uraian tersebut di atas, maka hendaknya setiap orang (karma yoga) selalu melakukan persembahan baik kepada dewa-dewa maupun kepada dunia. Persembahan yang dipersembahkan hendaknya diperoleh dengan jalan bekerja dalam usaha berbuat baik. Seorang karma yogi diharapkan tidak terlalu banyak tidur dan tidak terlalu banyak ngobrol karena dengan banyak tidur dan ngobrol maka waktu yang sangat berharga itu akan hilang. Tidurlah hanya untuk kesehatan badan dan berbicaralah hanya untuk yang berguna dengan tidak menyinggung perasaan orang lain.

Perbuatan yang bersifat buruk akan selalu dihukum oleh Tuhan, karena Tuhan maha tahu dari setiap langkah perbuatan manusia. Jadi dalam hal ini Tuhan setiap saat merupakan saksi dalam tiap langkah gerak manusia.

Manusia diharapkan dapat melaksanakan keia yang jujur dengan tidak merugikan pihak-pihak lain.

aksair ma divyah krsim vi krtasva

vite ramasva bahu manyan manah

tatra gava kitava tatra jada

tan me vi caste savitayam aryah

(Rg Veda X. 34. 13)

Jangan bermain dadu, tanamilah ladangmu.

Berbahagialah dengan kekayaan itu,

banggakanlah itu. Ya penjudi, ingatlah

ternakmu dan ingat istrimu.

Demikianlah nasihat Savita yang mulia.

Memperhatikan kutipan tersebut, maka Veda dengan tegas mengatakan bahwa perbuatan berjudi adalah suatu perbuatan yang tercela, maka golongan karma yoga diharapkan untuk memperoleh kekayaan dengan melakukan pekerjaan menanami ladang yang mereka miliki. Ia harus berbangga dengan hasil yang diperoleh melalui kerja keras dengan jalan menanami tanah pertaniannya. Lebih jauh mantram Veda di atas menganjurkan kepada para penjudi hendaknya jangan memikirkan tentang judi, namun yang harus diingat adalah ternak di mana ternak itu akan dapat memberi hasil yang memang dianugerahi oleh Tuhan. Di samping itu hendaknya diingat pula istrimu yang ada di rumah, Kewajiban seseorang memberikan kepuasan sesuai dengan dharma terhadap istri melalui kerja keras dengan dharma terhadap istri melalui kerja keras dengan tidak menghayal untuk memperoleh kekayaan. Lebih jauh seseorang karma yoga hendaknya memikirkan kekayaan, karena kekayaan ini akan dapat memberi kepuasan dalam hidup ini dan dapat dipergunakan untuk memelihara keturunan agar anak-anak dapat menjadi manusia yang sempurna, sesuai dengan perkembangannya atau dengan kata lain anak-anak dapat tumbuh menjadi manusia yang manusia. Namun di dalam memperoleh kekayaan tersebut hendaknya manusia berjuang dengan kerja keras dengan jalan dibenarkan menurut ajaran Veda. Di samping bekerja keras, maka golongan karma Yoga hendaknya melakukan doa pula ke hadapan Tuhan agar beliau selalu menuntun pemikiran-pemikiran manusia untuk memperoleh kekayaan dengan jalan yang baik itu.

pari cin marto dravinam mamanyad

rtasya patha namata vivaset

uta svena kratuna sam vadeta

sreyam sam daksam manasa jagrbhyat

(Rg Veda)

Seharusnyalah orang memikirkan kekayaan

dan berjuang untuk memperolehnya dengan

cara yang benar dn disertai doa dan seharusnyalah

ia memakai pertimbangan hati nuraninya dan

penuh semangat, berusaha meningkatkan kemampuan.

Kutipan di atas mengisyaratkan bahwa setiap orang diharuskan untuk memperoleh dan mencari kekayaan di dunia dengan jalan yang jujur dan terpuji serta memperhatikan pertimbangan-pertimbangan yang muncul dari hati nurani yang suci. Dalam langkah gerak kerja manusia hendaknya jangan lepas dari hukum moral dan hukum Rta. Kedua hukum ini dipergunakan sebagai pedoman dalam mencari harta benda. Di dalam memperoleh harta benda maka setiap orang hendaknya jangan terlalu serakah yaituhanya mementingkan diri sendiri dengan tidak memperhatikan orang lain, dalam memperoleh makanan. Dermakanlah makanan tersebut sedikit kepada kawan-kawan yang ada di sekeliling yang sangat membutuhkannya sebagai suatu yajna.

mogham annam vindate apracetah

satyam bravimi vadha itya tasya

naryamanam pusyati no sakhayam

hevaladho bhavati kevalado

(Rg Veda X. 117.6)

Orang yang tidak bijaksana tidak

memanfaatkan makanan sebaik-baiknya. Aku katakan terus terang ia sama saja dengan orang mati, ia tidak membagi makanan kepada temannya. Dan orang makan sendiri akan menanggung dosanya sendiri pula.

Kutipan di atas menegaskan bahwa makanan yang diperoleh dengan kerja keras hendaknya dihemat sebaik mungkin penggunaannya. Makanan itu merupakan anugerah Tuhan oleh sebab itu setiap manusia hendaknya melakukan yajna karena hidup ini harus mengingat kepentingan orang banyak, dan jangan hanya mengutamakan kepentingan pribadi, sebab keserakahan akan dapat menimbulkan dosa. Setiap orang yang menjalankan karma yoga maka pada prinsip dasarnya ingin bebas dari dosa, oleh sebab itu, di samping mereka bekerja untuk kepentingan duniawi maka mereka pun selalu berdoa memohon kepada yang maha kuasa agar mereka bebas dari segala dan dosa-dosa dalam melakukan perbuatan.

Agne naya supatha raye asman

visvani deva vayunani vidvan

yoyodhya smaj juhuranam eno

bhuyistam te namatarhita vedema

(Rg Veda 1. 189.1)

Agni! Tunjukkanlah kepada kami jalan yang benar untuk mencapai kesejahteraan. Engkau ya Tuhan yang mengetahui semua kewajiban, lenyapkanlah dosa kami yang menyengsarakan kami. kami akan memuja Engkau.

Svasti pantham anu carema

surycandrama saviva

punar dadata ghnata

janata sam gamemahi

(Rg Veda V. 51.11)

Kami akan mengikuti jalan yang benar seperti matahari dan bulan. kami akan menyertai yang pemurah, yang penyayang dan yang maha mengetahui.

Kedua mantram di atas adalah suatu mantram (doa) yang sering diucapkan oleh orang karma yoga, agar Tuhan selalu menuntun mereka don menjauhkan dari semua dosa yang mereka lakukan. Dalam suatu langkah dan gerak seorang karma yoga hendaknya mengikuti hukum alam yang sangat teratur bagaikan matahari dan bulan yang selalu mengikuti hukum alam yang harus dipedomani oleh mereka yang melaksanakan karma yoga di mana matahari selalu dengan patuh mengikuti hukum alam sehingga tidak terjadi benturan-benturan yang mengakibatkan hancurnya dunia.

Seorang karma yoga mereka hidup di dunia dan harus melakukan perbuatan yang baik. Mereka tiada boleh bermalas-malasan sebab dengan malas ia tidak mungkin dapat melaksanakan yajna dengan sebaiknya.

 

pari magne duscaritad badasva

ma sucarite bhaja

ut a yusa svayusodastham armrtam anu

(Yajur Veda IV. 28)

Lindungilah kami ya Agni dari perbuatan jahat. BeriIah kami kemampuan untuk berbuat baik. kami bangkit dalam hidup, bangkit dalam hidup yang baik. Mengikuti yang abadi.

 

Bhadram karnebhih srnyama deva

bhadram pasyemaksabhir yajatrah

sthirair adgais tustu vamsas tanubhir

vyasema deva hitam yad ayuh

(Rg Veda I. 89.8)

Ya Tuhan semoga kami mampu mendengar apa yang baik dan yang maha suci.

Mampu melihat yang baik. Dan semoga kami dengan jasmani yang sehat dan kuat, dengan mempersembahkan lagu kepada-Mu, menikmati hidup yang diberkati Tuhan.

 

Yajjagrato duram uda iti daivam

tad u suptasya tathaivaiti

duradgamam jyotisam jyotirekam

tanme manah siva samkalyam astu

(Rg Veda 1. 89.1)

Itu yang menjauh dari orang yang jaga, dan yang menjauh dari yang tidur, itu sinar utama jauh semoga pikiran kami selalu mengarah kepada yang baik.

 

yat prajnanam uta ceto dhrsti ca

yajjoterantar amrta prajasu

yasmanna rte vinycana karma kiyate

tanme manah sivasamkalyam astu

(Yajur Veda 34.2)

Yang menjadi sumber pengetahuan utama dan merupakan kecerdasan serta kekuatan pikiran, yang merupakan api yang tidak kunjung padam pada makhluk hidup. Tanpa adanya itu kita tidak mampu berbuat apa-apa. Semoga pikiran kami selalu mengarah kepada yang baik.

Yastet yaja saci vidam sasvayam

na tasya vac yapi bhago asti

yadim sunotya lakam srnoti

nahi praveda sukratasya pantham

(Rg Veda X. 71.6)

Bagi orang yang meninggalkan kawan yang bijaksana, tidak akan menemukan kemuliaan, meskipun ia mengucapkan kata-kata suci (dari Veda). Dan jika mendengarkan katakata suci, usahanya sia-sia (karena) ia tidak tahu jalan yang benar.

 

Memperhatikan kutipan Veda di atas maka kita hendaknya melakukan perbuatan baik, karena dalam hidup yang sangat pendek ini kita harus mampu bekerja untuk kepentingan orang banyak. Dengan bekerja yang baik berarti kita telah melangkah di atas jalan yang telah digariskan oleh Tuhan. Di dalam bekerja menuju ke arah yang baik maka seorang karma yoga memerlukan tuntutan dari yang maha kuasa agar dalam menjalankan hidup ini diperdengarkan oleh Tuhan tuntunan menuju yang baik demikian pula agar beliau memperlihatkanjalan yang baik pula, sehingga dengan demikian seorang karma yoga dapat menikmati hidup yang baik atas berkah Tuhan maha kuasa. Dan akhirnya hidup seseorang dapat berarti.

a no bhadrah kratavo yantu visvatah 

(Rg Veda I. 89. 1)

Semoga pikiran yang baik datang dan segala penjuru.

 

Dasar utama untuk melakukan perbuatan baik adalah pikiran yang baik. Dengan berpikir yang baik maka seseorang akan mampu melangkah yang baik. Perbuatan manusia yang selalu mendambakan kebaikan, semoga Tuhan menuntun seprang karma yoga untuk menggetarkan hati mereka sehingga bangkit untuk dapat melakukan perbuatan yang mulia mengikuti jalan Tuhan. Perbuatan luhur merupakan babagian dari moral yang harus ditegaskan dalam kehidupan bermasyarakat di bumi ini, tanpa melaksanakan perbuatan luhur maka manusia akan jatuh ke dalam kesengsaraan dan penderitaan di dunia karena ia tiada mengikuti hukum dharma.

Kawan di dalam hidup ini sangatlah penting, karena kita tidak bisa hidup menyendiri di dunia. Kawan yang bijaksana merupakan tempat bagi kita untuk bertanya. Bertanya dalam artian memperoleh pengetahuan atau petunjuk-petunjuk yang harus di lakukan dalam menghadapi gerak langkah kehidupan di dunia. Meninggalkan kawan yang bijaksana, ia tidak akan menemukan kemuliaan di dunia karena kawan yang bijaksana merupakan guru yang memberikan jalan menuju ke arah kebaikan dan kebenaran. Bagi manusia yang hidup melakukan kebenaran dan mematuhi kekuasaan hukum abadi maka dunia bagi kaum karma yoga akan terasa nikinat dan indah.

Madu vata rtayate

madu ksaranti sindhavah

madhvir nah santvoghadhih

madhu nahatam utosaso

madhumat parthidam rajah

madhu dyaur astu nah pita

madhuman no vanaspatir

madhuman astu suryah

madbvir gavo bhavantunah

(Rg Veda I. 90)

Untuk orang yang hidup sesuai dengan hukum angin membawa keharuman. Sungai mengalirkan air sejuk, demikian pula pepohonan memberikan kenikmatan kepada kita.

Malam yang indah dan fajar yang cantik, tanah bumi yang baik.

Langit yang indah bagi kami.

Semoga pohon-pohon di hutan memberikan kenikmatan bagi kami.

Matahari memberikan kebaikan dan sapi memberikan kenikmatan kepada kami.

 

Demikianlah kebahagiaan yang ingin dicapai oleh seseorang yang melaksanakan kebenaran, maka dunia menjadi nikmat, angin membawa keharuman, sungai mengalirkan airnya yang sejuk, matahari bersinar dan memberikan kenikmatan. Demikian pula lembu-lembu yang dipelihara juga memberikan kenikmatan. Demikianlah hidup yang dinikmati di dunia ini bagi mereka yang menjalankan kebenaran.

 

Untuk menambah pemahaman Anda terhadap materi Karma Yoga, kerjakanlah latihan berikut!

 

  1. Jelaskanlah pengertian saudara tentang ajaran Veda mengenai karma yoga!
  2. Apakah yang menyebabkan seorang karma yoga tidak menghendaki mati muda?
  3. Uraikanlah dengan ringkas pandangan karma yoga terhadap kematian!
  4. Karma yoga berpandangan bahwa kematian harus diterima namun mereka selalu berdoa untuk memohon umur panjang. Jelaskanlah pandangan Anda terhadap hal tersebut!
  5. Mengapa seorang karma yoga selalu berdoa agar ternak mereka tetap sehat dan kuat?

 

Cocokkanlah pekerjaan Anda dengan petunjuk di bawah ini.

  1. Veda mengajarkan bahwa karma yoga mendasarkan ajarannya pada masalah-masalah duniawi, di mana ajaran karma yoga menekankan keberadaan kita dalam dunia ini seperti memelihara pertumbuhan tubuh, pikiran serta kehidupan yang bahagia.
  2. Karena dengan mati muda maka seorang karma yoga belum melihat atau merasakan keindahan dunia di mana putra-putranya belum dewasa dan belum memiliki cucu sebagai penerus keturunan.
  3. Kematian merupakan akhir perja!anan hidup, dan kematian harus diterima oleh setiap manusia. Namun sebelum mati hendaknya setiap orang melakukan perbuatan yang dapat menyenangkan dirinya hidup di dunia.
  4. Karma yoga berpandangan bahwa hidup di dunia ini merupakan tempat bersenang-senang, bergembira bermain-main dengan anak cucunya sebagai penerus keturunan.
  5. Karena seorang karma yoga di dalam memperoleh kekayaan dan kebahagiaan spiritual tidak akan dapat lepas dari lingkungan dimana mereka berada, dan ternak-ternak yang mereka miliki merupakan binatang yang ikut membantu mereka dalam bekerja sehingga mempercepat proses pencapaian kekayaan dan kebahagiaan spiritual.

 

Rangkuman

 

Menurut Veda ajaran karma yoga mendasarkan ajarannya pada masalah-masalah kehidupan duniawi, di mana ajarannya menitikberatkan path keberadaan manusia pada dunia ini.

Doa-doa yang sering diucapkan oleh golongan karma yoga adalah hidup dengan umur yang panjang (100 tahun) karena dengun umur panjang seorang karma yoga dapat melakukan perbuatan baik di dunia dan dengan melakukan perbuatan baik maka seorang karma yoga akan dapat merasakan hidup dengan senang dan menikmati keindahan dunia yang diciptakan oleh Tuhan.

Kematian oleh seorang karma yoga merupakan akhir perjalanan hidup dan tidakdapat dihindari namun sebelum kematian tiba maka kehidupan ini hendaknya dijalankan sebaik-baiknya.

Kebahagiaan hidup selalu didambakan oleh seorang karma yoga seperti kekayaan, kemuliaan, terutama dalam bidang spiritual.

Hidup di dunia hendaknya dilakukan dengan sebaik-baiknya untuk menyongsong hari tua yang lebih baik. Untuk itu, hendaknya jangan banyak tidur dan bicara yang tidak ada manfaatnya.

 

Kegiatan Belajar

2

Bhakti Yoga

 

 

Bhakti yoga berarti penghormatan yang dilakukan dengan penuh rasa cinta kasih dan pengabdian ke hadapan Tuhan yang Maha Esa sebagai penguasa, sebagai ibu, bapak, kakak, kawan, tamu dan sebagainya.

Orang yang memuja Tuhan dalam wujud bhakti yoga menginginkan kebahagiaan rohani dn sebagai penolong dalam menghadapi kesusahan hidup, serta sebagai pelindung dalam menghadapi bahaya perang, sebagai pengampun atas dosa-dosa yang kita lakukan di atas bumi ini, dan sebagai pemberi rakhmat terhadap segala yang diinginkan oleh manusia.

Semua sifat-sifat yang digambarkan oleh seorang bhakti terhadapTuhan maka hal ini menyebabkan munculnya nama-nama atau gelar-gelar yang dipersembahkan kepada Tuhan bermacam-macam. Yang terpenting dalam ajaran bhakti yoga Tuhan itu adalah sumber kehidupan bagi semua. Ia menjadi tumpuan segala kepentingan dari berbagai macam manusia dengan berbagai macam sifat dan pengalamannya. Tuhan selalu digambarkan dengan penuh rasa cinta kasih dan penuh dengan kemahakuasaan.

 

Hiranyagarbhah sama varta tagne

Bhutasya jatah patireka asit

Sa daghase prdhivimdyam utemam

Kasmai devaya havisa vidhema

(Rg Veda X. 121.1)

Siapakah dewa yang kami puja dengan persembahan ini? yang suci yang ada dalam permulaan, yang diwujudkan sebagai Tuhan Sang Pencipta. Dan yang menguasai bumi dan langit ini.

 

Ya atmada valada yasya visva

upasate prasisam yasya devah

yasya chayamrtam yasya mrtyuh

kasmai devaya havisa vidhema

(Rg Veda X. 121.2)

Siapakah dewa yang kami puja dengan persembahan ini? Ia yang memberi kekuatan jiwa dan tenaga. Yang hukumannya dipatuhi oleh seluruh alam, dipatuhi oleh kekuatan kosmos. Yang bayang annya adalah keabadian.

 

Berdasarkan kutipan di atas dapatlah diketahui golongan bhakti yoga mencari objek yang dipuja adalah Tuhan dengan memandangnya sebagai maha pencipta, maha penguasa yang ada di alam semesta ini. Beliau dipandang pula sebagai sumber segala kekuatan yang merasuki setiap kehidupan baik rohaniah maupun jasmaniah.

 

Trata no boghi daddasana apir

abhiravyata mardita somyanam

sakha pita pitritamah pitrnam

kartemu lokam usate vayodhah

(Rg Veda IV.17.17)

 

Jadilah engkau penyelamat kami.

Tunjukkanlah bahwa dirimu adalah

milik kami. Memelihara dan menunjukkan

belas kasihan kepada pemuja.

Kawan ayah, pengayom yang maha agung.

Memberikan kepada pemuja yang

mencintai tempat, serta kehidupan yang bebas.

 

Veda yang sering dikumandangkan oleh orang yang menjalankan bhakti yoga seperti di atas menggambarkan jiwa yang penuh cinta kasih yang merupakan penghayatan terhadap adanya Tuhan sebagai pelindung dn pemberi selamat kepada manusia di mana manusia menginginkan kehidupan yang sangat bebas.

Tuhan yang dijadikan objek pemujaan bagi golongan bhakti yoga di dalam memohon perlindungannya, maka dapat mengakibatkan Tuhan yang tunggal itu diberi banyak nama sesuai dengan keinginan yang hendak dicapai oleh golongan bhakti tersebut.

 

Yo nah pita janita yo vidhata

dhamani veda muvanani visva

yo devanam namagha eka eva

tam samprasnam bhuvana yantyan nya

(Rg Veda X. 82.3)

 

Bapak kami, pencipta kami, penguasa kami. Yang mengetahui semua tempat, segala yang ada.

Dialah satu-satunya, memakai nama dewa yang berbeda-beda. Dialah yang dicari oleh semua makhluk dengan renungan.

 

Tuhan dalam ajaran Veda adalah Tunggal adanya, namun dewa-dewa adalah merupakan kekuatan Tuhan yang menjadi tujuan dari konsentrasi pikiran manusia. Untuk menyatakan yang tunggal itu satu adanya, maka yang tunggal itu dipanggil dengan sebutan bapak, pencipta, dan sebagai kawan. Ia mengetahui segala yang ada, yang mampu dipikir oleh manusia maupun yang tidak.

 

Abhyurnoti yatragnam misakti visvam

yat turam premandhahrivyatrih srono

bhut

(Rg Veda VIII. 79.2)

la memberi pakaian kepada yang telanjang.

Ia mengobati yang sakit. Menjadikan melihat

orang yang buta. Yang lumpuh dapat berjalan.

 

Tuhan yang tunggal sering dipuja oleh orang yang bhakti, maka beliau memiliki kebajikan yang maha agung, di mana beliau memberikan anugerahnya kepada manusia berupa pakaian yang dipakai oleh setiap orang. Demikian pula berkat pertolongan beliau, orang yang sakit dapat diobati sampai sembuh. Demikianlah seterusnya anugerah Tuhan tiada henti-hentinya pada setiap kehidupan di alam ini. Keagungan Tuhan seperti yang digambarkan pada kutipan di atas perlu dicontoh oleh manusia karena manusia di dalam dirinya terdapat sifat-sifat Tuhan, di mana manusia hendaknya memperhatikan pula nasib manusia lainnya seperti Tuhan memperhatikan ciptaannya.

Pra bratatvam sudanavo’dha

dvita samanya.

maturgabham bharamahe

(Rg Veda VIII. 83.8)

Oh yang Maha Pemurah, kita telah melahirkan kekerabatan yang lestari. Dengan keselarasan dalam rahim ibu.

Dalam kutipan di atas dijelaskan bahwa sifat sebagai manusia berarti memiliki sifat-sifat ketuhanan; di mana manusia semasih dalam kandungan ibu telah mengadakan hubungan dengan yang Tunggal. Rasa ketuhanan yang dimiliki oleh manusia sangatlah penting, sebab dengan itu manusia akan dapat menghayati dan merasakan getaran spiritual.

 

savam samsicya matyam devah

purusam avisam

(Atharvaveda XI. 8.13)

Bila mereka telah selesai memadukan bakal manusia, Tuhan masuk ke dalamnya.

 

Stanvantu visve amrtasnya putra

a ye dhamani divyani tastuh

(Rg Veda X. 13.1)

Semoga sernua putra yang lahir dan kekelan mendengarkan semua yang memiliki sifat surgawi.

 

Kutipan di atas memberikan gambaran bahwa manusia mendekatkan dirinya pada Tuhan melalui sifat-sifat ketuhanan yang ada pada dirinya sebab perwujudan sifat Tuhan ini telah ada dan masuk semasih manusia berada pada janin ibu.

 

Agni mandram purupriyam

siram pavaka socisam

hrdmir mandremir imahe

(Rg Veda VIII. 43.31)

Kami memuja dewa yang berbahagia dengan hati yang berbahagia. Yang mencintai semua, bersinar suci, menyucikan.

 

Kebahagiaan yang dirasakan oleh manusia merupakan sarana untuk mencapai Tuhan. Pemujaan yang ditujukan kepada Tuhan adalah memohon kepada-Nya agar terbukanya pintu kebahagiaan jiwa di depan keagungan Tuhan, sebab dengan terbukanya kebahagiaan ini maka orang akan dapat mengetahui sifat-sifat dan kemuliaan yang dimiliki oleh beliau.

 

Trataram indram avitaram handram

have have tuhavam turam indram

hvayami tatram puruhutam indram

svasti no maghava ghatvindram

(Rg Veda VI. 47.11)

Tuhan sebagai penolong, Tuhan sebagai penyelamat, Tuhan yang maha kuasa, yang dipuja dengan gembira dalam setiap pemujaan.

Tuhan maha sakti, selalu dipuja kami mohon. Semoga Tuhan yang maha pemurah melimpahkan rakhrnat kepada kami.

 

Pre te yaksi pra ta ayarmi manma

bhavo yatha vandyo no havesu

ghanvatriva prapa asi tvagna

vyaksave purave pratna rajan

(Rg Veda X. 4.1)

Kepadamu kami persembahkan sesajen,

kepadamu kami panjatkan doa kami.

Kepadamu yang dipuja dalam doa kami.

Engkau adalah ibarat mata air dalam

gurun pasir, ya Tuhan bagi orang yang

menyembahmu, Oh raja yang abadi.

 

Bagi golongan bhakti yoga yang telah mendapat kebahagiaan jiwa, mereka akan mengabdi kepada kagungan sifat-sifat Tuhan karena mereka memohon pertolongan ke hadapan beliau dengan penuh rasa bhakti agar mereka dapat bebas dari kesengsaraan dan ketidaksempurnaan.

Tuhan bagi manusia adalah tempat berlindung, karena Tuhan dengan manusia laksana ibu dengan anak di mana anak selalu memohon kasih ibu untuk melindungi dirinya.

 

Ina juhvana yusmada namomih

prati stomam sarakhati jusasva

tava sarman priyatame dadhana

upa stheyama saranam na vrksam

(Rg Veda VIII. 95.5)

Sajian ini dibuat olehmu disertai rasa

hormat. Katakan ini Saraswati dan

terimalah doa kami. Dan tempatkanlah

kami di bawah lindunganmu. Engkau yang tercinta.

Kami mendekati engkau sebagai pohon tempat berlindung.

 

Dalam kutipan di atas diuraikan bahwa manusia selalu memohon perlindungan dari ibu alam semesta yang sering dipanggil dengan sebutan Dewi Saraswati. Pemujaan Tuhan yang digambarkan sebagai seorang dewi merupakan suatu hal yang sangat penting dalam agama Hindu karena di sini tertanam jiwa cinta kasih yang sangat mesra antara ibu dengan anak. Ibu yang penuh dengan kasih sayang, selalu memberi perlindungan kepada putranya yang membutuhkan pertolongan. Dengan jiwa yang bahagia dan penuh kasih sayang manusia mendekatkan diri kepada Tuhan, namun manusia yang mendekatkan diri pada Tuhan bukan dalam keadaan gembira saja pun mereka mendekatkan diri pada Tuhan dalam keadaan menderita, baik dalam keadaan sakit maupun susah, juga memohon kasih sayang nya.

 

muso na sisra vyadanti mag hyah

stotaram te sata karato

sakrta su no maghavatrindra

mrttaya dhi piteva no bhava

(Rg Veda X. 33.3)

 

Seperti tikus menggerogoti benang-benang pemintal. Kesusahan mengikis dalam badan kami, penyanyimu. Ya Tuhan yang maha kuasa tunjukkanlah kasih sayang mu kepada kami.

Ya Tuhan yang maha pernurah kini engkau ibarat ayah kami.

 

Vi cakrame mrthivim esa etam

ksetraya visnur menuse dasasyam

dharvaso asya kirayo nanasa

uruksitam sujanima cakara

(Rg Veda VII. 100.4)

Wisnu membentangkan bumi ini dan

menjadikan tempat tinggal bagi manusia.

Kaum yang hina aman sentosa di bawah

lindungannya. Yang mulia telah menjadikan

bumi ini tempat tinggal yang lega bagi mereka.

 

Tvam hi nah pita vaso

tvam mata satakrato babhuvita

agha te mumnam imahe

(Rg Veda VIII. 98.11)

Ya maha pemurah Engkau adalah Bapak kami, Ya Tuhan Engkau adalah maha ada. Kini kami mohon karuniamu.

 

Agni manye pitaram agnim apim

agni trataram sadamit sadhvayam

agner anikam vrhatah sapayam

divi sukram yagatam suryasya

(Rg Veda X. 7.3)

Dewa yang kami pendang sebagai bapak kami, sanak kerabat kami, saudara kami. kami puja sebagai wajah Tuhan yang agung. Sinar suci matahari di langit.

 

Yaste svanah sasayo yo majebhur

yana visva pusyasi varyani

yo ratnadha vasuvid vah sudatrah

sarasvati tam iha dhatave hah

(Rg Veda I. 164.49)

Sarasvati, air susumu yang berlimpah-limpah sebagai sumber kesejahteraan. Yang engkau berikan kepada semua yang baik.

Yang mengandung harta benda, mengandung kekayaan, memberikan hadiah yang baik, susumu engkau sediakan untuk kehidupan kami.

 

Tasyati ratnabhaja imahe vayam

svana matur na sunavah

(Rg Veda VIII. 81.4)

Kami ingin agar kami menjadi milikmu, yang menghadiahkan permata. kami dan engkau sebagai anak kepada ibu.

 

Tasta tu kam maghavan ma para gah

somasya nu tva susutasya yaksi

pitur na putrah sicam a ramo ta

indrah svadistaya gira sacovah

(Rg Veda III.5.32)

Tenanglah, ya Tuhan yang maha pemurah jangan pergi. kami persembahkan kepadamu sajian air soma yang lezat. Ya Tuhan yang maha kuasa, dengan nyanyian kami yang merdu, kami pegang bajumu seperti anak memegang baju ayahnya.

 

Doa yang diuraikan dalam kutipan di atas merupakan doa yang sering dinyanyikan oleh golongan bhakti yoga sebagai gambaran rasa bhaktinya untuk mendekatkan diri kepada Tuhan terutama dalam keadaan menderita agar Tuhan yang sangat dicintai menghilangkan penderitaan yang ada pada diri seorang bhakti serta memberi petunjuk alam yang benar penuh kasih sayang, di mana dalam hati seorang bhakti yoga berpandangan bahwa Tuhan yang maha agung itu bagaikan ayahnya sendiri.

Tuhan yang maha agung dalam Rg Veda dilukiskan sebagai penolong bagi mereka yang hina dina yang berada di bumi ini. Kasih sayang yang sangat didambakan oleh manusia yang hina dan tertekan di dunia agar mereka dapat hidup bahagia dan aman apa yang mereka miliki, yang mereka nikmati kesemuanya itu merupakan kasih sayang yang dilimpahkan kepada diri mereka oleh Tuhan yang maha agung. Cinta kasih Tuhan dalam diri seorang bhakti yoga disamakan dengan cinta kasih ayah dan ibu dan beliau sangat pemurah dan memberikan karunia kepada anaknya yang penuh rasa pengabdian dan bhakti pada beliau, dan beliau dipandang pula sebagai keluarga dekat yang selalu ada di rumah di hati seorang bhakti yoga. Tuhan yang maha agung dipandang sebagai seorang bapak, sebagai seorang ibu yang membelai anaknya serta memberikan air susu yang benlimpah-limpah sebagai sumber kesejahteraan hidup di dunia ini.

 

Kratu yanti kratave hvastu ghitayo

venanti venah patayantya disah

namardita vidyate annya ebhyo

devesu me aghi kama ayamsata

(Rg Veda X. 64.2)

Hati kami, pikiran kami dan perasaan

kami tergerak. Mendambakan cinta kasih,

terbang melayang ke seluruh alam.

Tidakada pembeni kebahagiaan selain semua ini.

Hati kami tertuju pada dewa-dewa.

 

Seorang bhakti yoga di dalam hidupnya selalu mendainbakan cinta kasih dari Tuhan. Hati mereka, pikiran mereka dan perasaan mereka tergerak dn kesemuanya hanya ditujukan kepada para dewa. Dalam diri seorang bhakti yoga Tuhan dipandang sebagai maha pengasih dan beliau mengasihi seluruh alam dan alum ada pada diri beliau. Di dalam Yajur Veda dilukiskan adanya suatu yang sangat gaib yang hanya mampu dilihat oleh orang yang suci; di mana yang maha gaib itu adalah tempatnya alam menyatu dan dari padanya lahir seluruh alam semesta ini.

 

Venas tad pasyan nihitam guha tad

yatra visvam bhavatyeka nodam

tasmitridam sam ca vi caiti sarva

sa atah protasca vibhuh prajasu

(Yajur Veda 32.8)

Orang suci melihat adanya yang gaib. Tempat alam semesta menyatu. Menyatu dan melahirkan seluruh alam. Tuhan terjalin dalam makhluk yang diciptakan.

 

Melalui kutipan mantram Yajur Veda di atas kita dapat menyimak keberadaan Tuhan yang sangat gaib yaitu:

–    Tuhan dipandang sebagai subjek pengalaman pribadi di mana Tuhan yang maha suci hanya mampu dilihat oleh orang-orang suci yang berjiwa bhakti.

–    Tuhan dalam Vedadi atas merupakan hal yang sangat gaib dan Tuhan akan menampakan diri hanya pada orang suci yang bhakti kepadanya.

–    Tuhan dalam Veda tersebut di atas dilukiskan sangat abstrak, tiada berjenis kelamin. Walaupun dalam doa-doa yang lain beliau nantinya dipanggil sebagai seorang bapak maupun sebagai seorang ibu.

–    Tuhan merupakan tern pat menyatunya alam semesta dalam ikatan cinta kasih, di mana alam semesta muncul dirinya dan dipelihara olehnya dengan penuh rasa cinta kasih. Dalam hal ini dapat dihandingkan dengan seorang anak lahirari orang tua dan orang tua memelihara dan melindungi anaknya dengan penuh cinta kasih dalam rumah.

 

Dehina gam upa siksa sakhayam

pra bidhya jaritar jaram indram

kose na purna vasuna nvrstam

a cyavaya madha deyaya suram

(Rg Veda X. 42.2)

Dekatkanlah kekasihmu seperti sapi perahan.

Ya penyanyi, gugahlah Tuhan yang pengasih.

Pujalah pahlawan untuk karunia yang berlimpah.

Laksana perahu yang penuh harta benda.

 

Dalam mantram ini, seorang bhakti yoga berpandangan bahwa Tuhan adalah maha pengasih, beliau penebar harta benda, di mana harta benda yang ditebarkan dianugerahkan kepada manusia-manusia di dunia, seperti seorang pemuda menghadiahkan kalung permata kepada wanita yang penuh kasih sayang kepadanya. Demikian pula seorang bhakti yoga yang menyerahkan hati sepenuhnya kepada Tuhan, maka Tuhan akan memberikan apa yang diingini oleh orang yang bhakti tersebut.

Dalam doa seperti berikut ini, seorang bhakti yoga mengumpamakan Tuhan itu bagaikan pernuda yang berada di antara wanita-wanita yang cantik yang merindukan cinta asmara. Wanita-wanita yang cantik ini dengan melagukan sajak-sajak nan indah yang dipersembahkan untuk memuji keagungan Tuhan di mana wanita-wanita cantik ini memandang bahwa Tuhan tersebut adalah pemuda yang sangat tampan dan sangat dirindukan oleh wanita-wanita yang ingin mencurahkan rasa cinta dan wanitawanita ini ingin memeluk Tuhan bagaikan seorang istri memeluk suaminya dengan penuh kasih sayang dan kemesraan.

 

yabhih soma modate harsase ca

kalyanminir yuvatimir na maryah

ta aghvaryo apo accha parehi

yad asinca osaghibhih punitat

(Rg Veda X. 30.5)

Dewi air yang memberikan kebahagiaan dan kesenangan kepada para dewa. Laksana seorang pemuda dengan wanita cantik.

Pujalah dewa itu, ya engkau pemuja dan sucikan dengan tumbuh-tumbuhan apa yang engkau percikkan.

 

 

Stoman jasetham yuvaseva kanyanam

Visveha deva savanaya gacchatam

(Rg Veda VIII. 35.5)

Terimalah puji doa kami seperi pemuda menerima seorang wanita. Ya engkau dewa kembar, terirnalah seluruh sajian ini.

 

Accha ma indram matayah svavidah

sadhrimcir visva usatir anusta

pari svajante janayo yatha parti

mayam na sundhyun mah ghavanam utaye

(Rg Veda X. 43.1)

Ya Tuhan dalam paduan yang indah seluruh nyanyian kami itu waktu fajar dipersembahkan untuk memuja kau. Seperti istri memeluk sang suami, suami yang tampan. kami memohon karuniamu yang maha pemurah.

 

Tuhan yang sangat suci, yang maha agung dan mulia, penuh daya tank cinta kasih antara pemuja dengan dewa-dewa yang digambarkan dalam angan-angan seorang bhakti. Dewa dipandang dalam pikiran seorang bhakti adalah sebagai penguasa surga, yang maha penyayang kepada semua ciptaannya, dan beliau sebagai pemberi berkah kepada seluruh ciptaannya yang bhakti kepadanya, bagaikan seorang bapak kepada putra putrinya.

Kemuliaan dan kesucian Tuhan bagi seorang bhakti yoga merupakan mahkota yang agung dalam rumah tangga. Beliau diiharatkan sebagai seorang istri yang sangat suci yang paling dicintai oleh suaminya yang merupakan penyejuk hati dalam kehidupan keluarga.

 

 

Devi na yah prthivi visvaghaya

upakseti hitamitro na raja

purah sadah sarmasasado na vira

snavadya pati nusteva naro

(Rg Veda 1.73.3)

Ia yang laksana yang bersinar (Surya), yang menghidupkan semuanya. Yang bersemayam di bumi seperti raja dengan kawan-kawan yang baik seperti pahlawan yang hertempur di garis depan. Dan laksana istri yang tak tercela yang dicintai suaminya.

 

Dalam doa di atas, Tuhan diumpamakan sebagai seorang istri yang tiada tercela yang dapat memberikan kebahagiaan dan penyejuk dalam kehidupan rumah tangga. Oleh sebab itu kehidupan rumah tangga yang selalu bhakti kepada Tuhan maka kehidupan rumah tangga itu akan menjadi sejuk.

 

Jayeva yonavaram visvasmai

(Rg Veda I. 66.5)

Laksana seorang istri dalam keluarga,

menjadi perhiasan bagi semua.

 

Tuhan yang paling dicintai dan dijadikan tumpahan hidup bagi golongan bhakti yoga maka dalam pandangan golongan bhakti terhadap Tuhan adalah sebagai pencipta yang mengadakan matahari bintang-bintang yang bergerak di angkasa raya dan menjadi pedoman petunjuk bagi manusia. Dem ikian pula Tuhan adalah petunjuk agung yang bercahaya terang, menjadi suluh bagi manusia dalam gerak langkahnya menempuh kehidupan di dunia. Beliau maha pendamping segala ciptaannya dan tempat segala makhluk memohon berkah.

Agne naksatram ajaram

a suryo rohayo divi

dadhaj jyotir janebhyah

agne kesur visam asi

prestah srstah upasthasat

bhoda stotram bayo dadhat

(Rg Veda X. 156.4)

Ya engkau bersinar, Engkau telah menciptakan matahari. Bintang-bintang bergerak di langit, menyinari manusia. Engkau yang bercahaya, menjadi pelita bagi manusia. Sangat mulia tercintalah Engkau yang mendampingi kami. Berkatilah penyanyi, berilah dia kehidupan yang baik.

 

Penghayatan cinta kasih yang sangat mendalam bagi golongan bhakti yoga, sehingga ia dapat merasakan bahwa Tuhan itu maha suci yang penuh dengan cinta kasih yang tulus. Pertemuan cinta kasih dengan cinta kasih antara bhakti yoga dengan Tuhan menyebabkan munculnya hubungan erat antara Tuhan dengan golongan bhakti tersebut. Hubungan erat yang muncul dari kedua belah pihak dapat memudahkan bagi golongan bhakti menerima getaran suci Tuhan sebagai sahabat karib yang hadir di hadapan golongan bhakti.

 

makir na ena sasvyaavi yausus

tava cendra vimadasya ca rseh

vighna hi te pramati deva ami

vad asme te santu sakya sivani

(Rg Veda X. 23.7)

Engkau persahabatan ini tidak akan putus.

Antara Engkau, ya Tuhan, danyang suci

Vimada. kami mengetahui, ya Tuhan,

cinta kasihmu yang tulus. Dengan kami

menjadikan persahabatan yang bermanfaat.

 

Bhava nah summe antamah sakha vrdhe

(Rg Veda VIII. 13.3)

Semoga Engkau mendatangi kami serta

memberkati kami, seperti kawan

memberikan pertolongan.

 

Di samping Tuhan sebagai sahabat karib yang selalu dimohonkan pertolongan bagi golongan bhakti yoga, Tuhan juga digambarkan sebagai tamu yang paling dicintai yang sering mengunjungi makhluk ciptaannya dengan penuh rasa cinta kasih.

 

Prestam vi atithi stuse

mmitram iva priyam

agni rayam na vedyam

(Rg Veda VIII.34.1)

Kami memuja Tuhan, tamu yang sangat dicintai. Sangat dicintai sebagai kawan. Dihampiri (untuk mohon pertolongan) laksana kereta.

 

viso viso vi atithi

vajayantah purupriyam

agni vo durya vacah

stuse susasya man mabhih

 

Ia yang menjadi tamu kalian di setiap

rumah. Dewata sangat dicintai kawanmu.

Kita muliakan mohon kekuatan dalam

ucapan dan dengan kekuatan lagu.

(Rg Veda VIII. 74.2)

 

Visvesana aditir yajni yanam

Visvesam atithir manusanam

(Rg Veda)

Ia adalah Aditi (yang utama) di antara

penerima sajian. Ia adalah atithi (tamu)

di antara semua manusia.

 

Dalam kutipan di atas Tuhan dipandang sebagai tamu yang sering mengunjungi rumah dan setiap penduduk dengan curahan cinta kasih oleh sebab itu penduduk yang dikunjungi oleh Tuhan hendaknya mempersiapkan suatu jamuan yang dipersembahkan kepadanya sebagai curahan rasa bhakti. Ibarat sebagai menjamu tamu yang mengunjungi rumah kita.

Dengan mempersembahkan sajian yang didasari cinta kasih Tuhan akan menerima persembahan tersebut dengan cinta kasih yang penuh pula. Sehingga Tuhan akan mengabulkan segala permohonan permohonan atau tuan rumah. Walaupun dalam ajaran Veda menyarankan tidak mengharapkan balasan apa pun dari tamu tersebut, kecuali cinta kasih yang suci dari Tuhan. Cinta kasih yang mendalam antara di pemuja dengan yang dipuja, maka seolah-olah keduanya telah menyatu dan saling memiliki satu sama lain. Tuhan adalah milik manusia yang patut disembah demikian pula sebaliknya manusia adalah milik Tuhan.

 

vayam gha te sve id vendra vipra api

smasi,

mahi tvadanya puruhutu kascana

maghavatuasti madita

(Rg Veda VIII. 66.13)

Ya Tuhan sesungguhnya kami adalah milikmu. kami pemuja di bawah kekuasaanmu.

Kecuali Engkau, yang selalu dipuja tidak ada yang lain. Ya yang maha kuasa, yang melimpahkan rakhmat.

 

Tuhan dalam pandangan seorang bhakti adalah sebagai penolong dan pemandu dalam lapangan sehingga manusia mampu menghadapi rintangan-rintangan dan tantangan-tantangan yang menghadang manusia. Dengan pertolongan Tuhan maka semua rintangan pasti dapat di atasi.

 

Tvayed indra yuja vayam

prati bruvimadve

sprdah tvam asmakam tva smasi.

(Rg Veda VIII. 12.32)

Dengan pertolongan-Mu ya Tuhan semoga kami mampu menghadapi segala tantangan. Engkau adalah milik kami dan kami adalah milikmu.

 

Dari kutipan di atas dapat kita ketahui bahwa ungkapan yang terkandung menunjukkan jiwa pengabdian ke hadapan Tuhan. Di mana Tuhan menjadi milik golongan bhakti dan jiwa golongan bhakti menjadi milik Tuhan. Dengan saling milik-memiliki maka Tuhan dengan mudah dapat menuntun manusia menuju jalan dharma.

Untuk menambah pemahaman Anda terhadap materi Bhakti Yoga, kerjakanlah latihan berikut!

 

  1. Jelaskanlah pengertian Anda mengenai bhakti yoga tersebut!
  2. Dalam melakukan pemujaan maka seorang bhakti marga mempergunakan Tuhan sebagai objek. Jelaskanlah pandangan bhakti marga terhadap Tuhan.
  3. Jelaskanlah akibat yang muncul terhadap Tuhan yang dipergunakan sebagai objek pemujaan dan golongan bhakti.
  4. Di dalam Veda Tuhan adalah maha pemberi kepada setiap insan kehidupan. Jelaskanlah pandangan Anda!
  5. Bagaimanakah pandangan Anda terhadapTuhan yang Maha Esa yang sering dipanggil sebagai ibu.

 

Cocokkanlah pekerjaan Anda dengan jawaban di bawah ini.

 

  1. Bhakti yoga berarti penghormatan yang dilakukan dengan penuh rasa cinta kasih dan pengabdian kehadapan Tuhan yang Maha Esa sebagai penguasa, sebagai ibu, sebagai bapak, sebagai kakak, sebagai kawan dan sebagainya.

 

  1. Pandangan golongan bhakti marga terhadap Tuhan adalah sebagai pencipta, sebagai maha kuasa yang ada di alam semesta, sebagai sumber kekuatan yang merasuki setiap kehidupan baik rohani maupun jasmani.

 

  1. Tuhan yang dipergunakan sebagai objek dalam pemujaan maka akibat yang muncul terhadap Tuhan yang tunggal itu adalah diberi banyak nama sesuai dengan keinginan yang ingin dicapai oleh golongan bhakti tersebut.

 

  1. Dalam Rg Veda VIII. 79.2 dijelaskan bahwa Tuhan adalah maha tunggal, selalu memberikan anugerah kepada mereka yang telanjang, mengobati mereka yang sakit.

 

  1. Pemujaan terhadap Tuhan yang sering dilukiskan sebagai seorang dewi merupakan suatu hal yang sangat penting karena dalam hal ini tertanam jiwa cinta kasih mesra antara ibu dengan anak, di mana seorang ibu dengan penuh kasih sayang selalu melindungi dan memberikan pertolongan kepada putranya.

 

 

Rangkuman

 

Bhakti yoga adalah penghormatan yang dilakukan dengan penuh rasa kasih dan pengabdian terhadap Tuhan yang Maha Esa.

Tuhan dalam ajaran bhakti yoga sering dipanggil sebagai bapak, ibu, kakak, kawan dan sebagai tamu.

Manusia yang lahir di dunia telah memiliki rasa ketuhanan, dan rasa ketuhanan ini muncul semasih manusia di dalam kandungan ibu, dan rasa ketuhanan yang dimiliki oleh manusia sangat penting untuk dapat menghayati dan merasakan getaran spiritual.

Golongan bhakti yoga selahi men gabdikan dirinya kepada Tuhan dengan harapan mereka dapat bebas dari kesengsaraan dan ketidaksempurnaan.

Tuhan bagi manusia adalah tempat berlmndung karena Tuhan dengan manusia ibarat ibu dengan anak, dimana anak selalu memohon kasih ibu untuk melindungi dirinya, dan Tuhan selalu memberi petunjuk dalam kehidupan rumah tangga.

 

 

Tentang Ni Made Adnyani

Aku suka Menulis, aktifitas Mengajar dan Yoga
Pos ini dipublikasikan di My Life Note. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s