Sifat Seorang Panembah: Memahami Keinginan

Anapeksah śucir daksa udāsīno gata-vyathah Sarvārambha-parityāgī yo mad-bhaktah sa me priyah Bhagavad Gīta, 12.16 “Ia yang tidak menginginkan sesuatu, berhati Suci tanpa kemunafikan; cerdas, cermat – penuh kebijaksanaan, bebas dari keberpihakan dan kegelisahan – seorang panembah yang berkarya tanpa ke’-aku’-an seperti itulah yang sangat Ku-sayangi.” Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu; Saha vīryam karavāvahai; TejasviLanjutkan membaca “Sifat Seorang Panembah: Memahami Keinginan”

Bebaskan Diri dari Berbagai Rasa yang Membebani

yasmān nodvijate loko lokān nodvijate ca yah harsāmarsa-bhayodvegair mukto yah sa ca me priyah Bhagavad Gīta, 12.15 “Ia yang tidak menggelisahkan, mengganggu sesama makhluk: dan juga tidak merasa terganggu, tergelisahkan oleh siapa pun; bebas dari rasa kesenangan semu (yang diperoleh dari kenikmatan indra), rasa iri, khawatir, dan rasa takut – adalah sangat Ku-sayangi.” Oṁ SahaLanjutkan membaca “Bebaskan Diri dari Berbagai Rasa yang Membebani”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai