Sesi II Seminar Penguatan Karakter SMAN 1 Bontang: Tanamkan Nasionalisme dan Kebhinekaan di Kalangan Siswa

Sahira Prameswari Putri

Bontang, 25 Juli 2025 – Sesi kedua dari rangkaian Seminar Penguatan Karakter di SMAN 1 Bontang sukses digelar pada Kamis, 24 Juli 2025, mulai pukul 13.00 hingga 16.00 WITA, bertempat di Aula sekolah. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan Rapor Mutu Sekolah, khususnya pada indikator iklim keamanan dan iklim kebhinekaan, serta bertujuan menumbuhkan karakter siswa yang nasionalis, toleran, dan bertanggung jawab.

Nasionalisme sebagai Fondasi Kebhinekaan

Materi dalam sesi kedua ini disampaikan oleh narasumber dari Babinsa Bontang Utara, yaitu Peltu Humam, yang mengangkat tema “Kebhinekaan dan Nasionalisme: Pilar Bangsa yang Tangguh”.

Dalam pemaparannya, Peltu Humam menekankan pentingnya membangun sikap toleransi dan semangat kebangsaan sejak dini, terutama di lingkungan sekolah yang majemuk.

“Kemerdekaan Indonesia tidak lahir dari satu kelompok saja. Ia lahir karena semangat persatuan dalam keberagaman. Kita harus terus menjaga itu,” ujarnya.

Beliau juga mengajak siswa untuk menyadari bahwa nasionalisme tidak sekadar simbolik, tetapi harus tercermin dalam sikap menghormati perbedaan, menjaga kerukunan, dan menjadi warga negara yang bertanggung jawab.

Suasana Patriotik dan Partisipatif

Kegiatan berlangsung interaktif dan inspiratif. Para siswa menyambut materi dengan antusias, terutama saat sesi menyanyikan lagu-lagu nasional dan pembacaan Sumpah Pemuda yang dipandu bersama narasumber.

Beberapa siswa pun memberikan tanggapan dan refleksi pribadi mereka:

🔹 Prameswari (XI) menyampaikan,

“Saya bangga bisa menjadi bagian dari Indonesia yang beragam. Materi ini membuat saya lebih paham bahwa menjaga persatuan dimulai dari diri sendiri.”

🔹 Chalika (XI) juga menambahkan,

“Sesi ini membekali kami untuk menjadi pelajar yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat dan menghargai perbedaan.”

Penyerahan Sertifikat Apresiasi

Sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi dalam menyukseskan seminar ini, panitia memberikan sertifikat apresiasi kepada narasumber, Peltu Humam. Sertifikat diserahkan langsung oleh Ibu Ni Made Adnyani, S.Ag., M.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan juga Ketua Panitia Seminar Penguatan Karakter.

Dalam sambutannya, Ibu Adnyani menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini adalah bagian dari proses membangun generasi yang sadar Kebhinekaan

“Kami ingin siswa SMAN 1 Bontang menjadi generasi yang bukan hanya unggul secara akademis, tetapi juga bijak bersikap dalam keberagaman. Nasionalisme itu harus hidup dalam tindakan,” tegasnya.

Langkah Nyata Menuju Sekolah yang Aman dan Inklusi

Seminar Penguatan Karakter ini menjadi langkah nyata SMAN 1 Bontang dalam menciptakan iklim sekolah yang ramah, aman, dan mendukung keberagaman. Melalui sesi kedua ini, diharapkan para siswa tidak hanya menyerap pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap positif yang memperkuat persatuan dan membangun budaya sekolah yang toleran dan inklusif.

📝 Editor: NM. Adnyani

📸 Dokumentasi oleh Jurnalistik SMANSA dan Mahasiswa KKN Universitas Mulawarman

Seminar Penguatan Karakter di SMAN 1 Bontang: Membangun Iklim Sekolah yang Aman dan Inklusif dalam Kebhinekaan

Rihana Aura Chalika

Bontang, 24 Juli 2025 – SMA Negeri 1 Bontang sukses menggelar Seminar Penguatan Karakter bertema “Membangun Iklim Sekolah yang Aman dan Inklusif dalam Kebhinekaan”, bertempat di Aula sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas XI dan menjadi bagian dari upaya strategis sekolah dalam menanamkan nilai-nilai karakter, memperkuat kesadaran akan hak-hak anak, serta mencegah segala bentuk perundungan (bullying) dan kekerasan berbasis gender.

Pembukaan yang Penuh Semangat dan Edukasi

Seminar dimulai pukul 07.30 WITA dengan nuansa penuh semangat. Lagu “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” membuka acara, dipandu langsung oleh Ibu Made Adnyani, S.Ag., M.Pd., selaku koordinator kegiatan sekaligus Ketua Panitia Pelaksana. Beliau didampingi oleh mahasiswa KKN dari Universitas Mulawarman yang turut aktif dalam kegiatan.

Acara dibuka secara resmi oleh MC Kak Vey, yang mengajak seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Bapak Erwin Riyadi, S.Pd.

Ibu Made Adnyani kemudian menyampaikan laporan kegiatan sebagai ketua panitia, disusul sambutan dari Kepala SMA Negeri 1 Bontang, Ibu Sumariyah, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu karakter siswa, terutama menjelang pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

Sesi I: Edukasi Perlindungan Anak dan Bahaya Perundungan

Materi pertama dibawakan oleh Ibu Trully Tisna Milasari, S.Psi., narasumber dari DP3AKB Kota Bontang. Beliau memaparkan materi bertajuk:

“Tolak Segala Bentuk Perundungan dan Kekerasan Berbasis Gender Online”.

Dalam paparannya, Ibu Trully menjelaskan tentang UU Perlindungan Anak No. 23 Tahun 2002, yang menyebutkan bahwa anak adalah individu di bawah usia 18 tahun, termasuk janin dalam kandungan. Empat hak dasar anak—hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan, dan hak partisipasi—dibahas secara mendalam.

Untuk menyegarkan suasana, seluruh siswa diajak melakukan “Tepuk Tangan Hak Anak” yang dipimpin oleh Ibu Made Adnyani.

Selain hak, kewajiban anak juga dibahas, seperti belajar, membantu orang tua, menghormati guru, dan mencintai bangsa. Ibu Trully memaparkan berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, termasuk:

Fisik: mencubit, menendang, menjambak, dsb. Psikis: mengejek, menghina, membandingkan. Seksual: menyentuh atau memperlihatkan organ tubuh yang sensitif. Perundungan: bullying kelompok secara terus-menerus. Pengabaian: penelantaran kebutuhan dasar anak. Eksploitasi: pemaksaan kerja/aktivitas oleh orang dewasa demi kepentingan tertentu.

Lagu “Aku Istimewa” dinyanyikan bersama, menciptakan suasana empati dan kebersamaan.

Menggali Isu Perundungan Lebih Dalam

Ibu Trully mengajak siswa berdiskusi mengenai perbedaan antara bercanda dan membully, serta menjelaskan lima peran dalam kasus perundungan:

Pelaku utama Pelaku pendukung/asisten Reinforcer (penonton yang ikut tertawa atau menyemangati pelaku) Korban Outsider (pihak yang memilih diam atau tidak peduli)

Dengan tegas, beliau menyampaikan pesan,

“Para korban tidak butuh disalahkan. Mereka hanya butuh didengar dan teman cerita. Hati-hati, kadang tanpa sadar kita bisa menjadi pembunuh karakter teman kita sendiri.”

Materi diperkuat dengan pemutaran video animasi edukatif tentang korban perundungan, sesi ice breaking dance dan nyanyian, serta pembagian nomor layanan hotline Kota Bontang:

📞 0811-5940-777 / 0811-5413-355.

Pesan penutup dari Ibu Trully begitu menggugah:

“Perundungan akan terus terjadi jika kita membiarkannya. Jangan bela pelaku. Bela korban.”

Dokumentasi dan Rangkaian Kegiatan Lanjutan

Seluruh rangkaian seminar terdokumentasi dengan baik oleh Tim Jurnalistik Sekolah bersama mahasiswa KKN Universitas Mulawarman, sebagai bentuk pelaporan kegiatan dan pembelajaran kolaboratif.

Setelah sesi istirahat siang, seminar akan dilanjutkan dengan Sesi II pukul 13.00–16.00 WITA bersama narasumber kedua, yaitu Bapak Peltu Humam dari Babinsa Bontang Utara, yang akan membahas topik terkait disiplin, ketahanan mental, dan bela negara dalam konteks pelajar.

Kegiatan Seminar Penguatan Karakter ini menjadi langkah konkret SMAN 1 Bontang dalam menumbuhkan kesadaran, empati, dan ketangguhan karakter siswa di tengah tantangan sosial masa kini. Diharapkan, seluruh peserta mampu meneruskan nilai-nilai kebaikan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, rumah, maupun masyarakat luas.

📝 Editor: NM. Adnyani

📸 Dokumentasi oleh Jurnalistik SMANSA dan Mahasiswa KKN FKIP Universitas Mulawarman

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai