Pisah Kenang Guru dan Tenaga Kependidikan SMAN 1 Bontang: Menghargai Dedikasi dan Pengabdian

NM.Adnyani

Bontang, 22 Februari – Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti acara pisah kenang guru dan tenaga kependidikan SMAN 1 Bontang yang diselenggarakan di aula sekolah. Acara ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian para guru serta tenaga kependidikan yang telah mengabdikan diri untuk mencerdaskan generasi muda.

Dalam kesempatan istimewa ini, keluarga besar SMAN 1 Bontang dengan penuh rasa syukur dan bangga melepas delapan sosok inspiratif yang telah memberikan kontribusi luar biasa selama masa tugas mereka:

✨ Rudi Dwi Santoso
✨ Rini Hamsky, S.Pd Kim
✨ Antonia Bulan Juk
✨ Dra. Umi Mastur
✨ Agus Hariyanto, S.Si
✨ Uli Suheli
✨ SDA Budi
✨ Suliati

Acara diawali dengan doa dan sambutan dari Kepala SMAN 1 Bontang, yang menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas jasa dan dedikasi GTK dalam mendidik dan membimbing siswa-siswi. “Setiap langkah dan kontribusi yang Bapak/Ibu berikan telah menjadi bagian penting dalam perjalanan sekolah ini. Kami akan selalu mengenang semangat dan ketulusan yang telah ditanamkan di SMAN 1 Bontang,” ungkap beliau.

Selain sambutan, acara juga dimeriahkan dengan persembahan dari para siswa, mulai dari puisi, hingga lagu kenangan. Suasana semakin mengharukan ketika perwakilan guru dan tenaga kependidikan yang dilepas memberikan pesan dan kesan terakhir.

“Terima kasih kepada seluruh rekan guru, tenaga kependidikan, serta siswa-siswi yang telah menjadi bagian dari perjalanan kami. Kenangan indah di SMAN 1 Bontang akan selalu tersimpan di hati,” ujar Ibu Umi Mastur salah satu guru yang berpamitan.

Pesan dan Kesan dari Ketua OSIS/perwakilan siswa Azizah K. juga menyampaikan rasa Terima kasih atas bimbingan para guru dan bantuan dari para tenaga kependidikan.

Sebagai bentuk penghormatan, sekolah juga memberikan cinderamata kepada para guru dan tenaga kependidikan yang purna tugas sebagai simbol kenangan dan rasa terima kasih atas dedikasi yang telah mereka berikan.

Acara diakhiri dengan sesi bersalaman dan sesi foto sebagai kenang-kenangan terakhir sebelum mereka melanjutkan perjalanan baru di tempat yang berbeda. Semoga para guru dan tenaga kependidikan yang berpamitan ini senantiasa sukses dan bahagia dalam setiap langkah yang mereka tempuh ke depan. Terima kasih atas ilmu, kebersamaan, dan pengabdian yang telah diberikan.

Penulis juga ingin menyampaikan Terima kasih kepada para siswa yang turut membantu dan memeriahkan acara diantaranya ananda Glory, Caca, Tim akustik, Azam, Sunme, Debora dan partnernya

Salam hormat dan doa terbaik dari kami, keluarga besar SMAN 1 Bontang.

PisahKenangSMAN1Bontang #TerimaKasihGuruku

Projection Bias: Ketika Pikiran Kita Menipu Diri Sendiri

NM. Adnyani

Pernah nggak sih merasa yakin banget kalau sesuatu yang kita inginkan sekarang akan tetap kita inginkan di masa depan? Atau berpikir bahwa perasaan kita saat ini akan bertahan lama? Kalau iya, mungkin kita sedang mengalami projection bias.

Apa Itu Projection Bias?

Projection bias adalah kecenderungan seseorang untuk mengasumsikan bahwa perasaan, keinginan, atau keadaan pikirannya saat ini akan bertahan di masa depan. Sederhananya, kita sering keliru memprediksi diri sendiri—menganggap apa yang kita rasakan sekarang akan sama dengan yang kita rasakan nanti.

Misalnya, pernah nggak belanja dalam keadaan lapar dan akhirnya beli makanan terlalu banyak? Saat itu, kita berpikir bahwa rasa lapar kita akan bertahan lama, padahal nanti setelah makan, kita sadar kalau ternyata nggak butuh sebanyak itu. Itu contoh klasik projection bias dalam kehidupan sehari-hari.

Bias ini juga sering muncul dalam hubungan pertemanan. Misalnya, pengalaman seorang teman yang setahun lalu ingin melihat rumah baruku. Saat itu, aku nggak mengizinkannya, dan aku pikir dia akan melupakan permintaan itu. Tapi ternyata, setahun kemudian, dia masih ingin melihat rumahku—bahkan tetap bersikeras meskipun kami bukan teman akrab.

Mungkin di pikirannya, keinginannya tahun lalu masih valid sampai sekarang. Dia tidak mempertimbangkan bahwa waktu sudah berlalu, keadaan bisa berubah, dan aku mungkin punya alasan sendiri untuk tetap tidak mengizinkannya. Ini contoh kecil bagaimana projection bias bisa membuat seseorang terus mempertahankan keinginannya tanpa mempertimbangkan perubahan situasi atau perasaan orang lain.

Di dunia percintaan, projection bias bisa lebih kompleks. Banyak orang yang, ketika jatuh cinta, merasa bahwa perasaan mereka akan bertahan selamanya dengan intensitas yang sama. Mereka berpikir bahwa pasangan yang membuat mereka bahagia hari ini akan selalu bisa melakukannya di masa depan.

“Aku akan selalu mencintaimu seperti hari ini.” Begitulah yang di ucapkan. Saat hubungan masih hangat dan penuh kebahagiaan, kita cenderung percaya bahwa rasa cinta ini akan tetap sama selamanya. Padahal, perasaan dalam hubungan bisa berubah, berkembang, atau bahkan memudar seiring waktu dan keadaan.

Di awal hubungan, pasangan mungkin memiliki tujuan dan impian yang selaras. Tapi seiring waktu, bisa saja ada perubahan dalam prioritas atau pandangan hidup. Menganggap bahwa pasangan akan tetap sama tanpa mempertimbangkan pertumbuhannya bisa menimbulkan konflik.

Ada orang yang tetap bertahan dalam hubungan karena berpikir bahwa sifat buruk pasangannya tidak akan berkembang menjadi lebih buruk. Padahal, manusia selalu berubah, baik ke arah yang lebih baik maupun sebaliknya.

Banyak pasangan yang terburu-buru menikah karena merasa sangat bahagia di fase awal hubungan, tanpa mempertimbangkan bagaimana mereka akan menghadapi tantangan di masa depan.

Bias ini terjadi karena otak kita cenderung “terjebak” dalam keadaan saat ini. Kita sulit membayangkan bagaimana perasaan atau keadaan kita di masa depan. kurang perspektif jangka panjang menjadi penyebab Kita cenderung memikirkan apa yang kita rasakan sekarang sebagai sesuatu yang tetap.

Overestimasi emosi juga membuat kita terjebak dalam bias ini. Saat kita merasa sangat ingin sesuatu, kita berpikir keinginan itu akan bertahan lama.

Kita perlu Sadar bahwa perasaan bisa berubah – Ingat bahwa apa yang kita inginkan sekarang mungkin tidak kita inginkan nanti. Ambil jarak sebelum membuat keputusan besar sangat penting – Jangan mengambil keputusan besar saat sedang emosional. Komunikasikan dengan pasangan – Jangan hanya berasumsi bahwa pasangan akan selalu berpikir atau merasa seperti kita. Pikirkan kemungkinan perubahan dalam hidup – Apakah kita siap jika pasangan berubah? Apakah kita bisa menerima pertumbuhan dan perubahan dalam hubungan?

Projection bias adalah hal yang wajar, tapi dengan menyadarinya, kita bisa lebih bijak dalam memahami diri sendiri dan orang lain, baik dalam pertemanan maupun percintaan. Jadi, kalau ada seseorang yang terus meminta sesuatu dari kita meskipun sudah lama berlalu, atau kalau kita merasa hubungan asmara kita akan selamanya berjalan mulus tanpa perubahan, mungkin itu saatnya untuk berhenti sejenak dan berpikir lebih realistis.

Bersikap Manusiawi

NM. Adnyani

Setelah merasa cukup mampu keluar dari tarik ulur perasaan, Prema kini mulai berani bersikap cuek dan acuh. Ia tak lagi berusaha memahami yang tak bisa dipahami, tak lagi menunggu yang tak akan kembali. Ia mengeraskan hatinya, membangun benteng di sekelilingnya, bukan untuk menolak cinta, tetapi untuk menjaga dirinya agar tak kembali hancur.

Pertanyaan-pertanyaan tajam masih tetap ada, menikam kesadarannya seperti duri-duri halus yang menyusup ke dalam kulit. Setiap kali ia diserang dengan kata-kata yang membangkitkan luka lama, ia hanya menjawab dengan mantra—sebaris kalimat yang selalu diucapkan dengan tegas, bukan untuk meyakinkan orang lain, tetapi untuk mengingatkan dirinya sendiri: Aku baik-baik saja. Ini bukan akhir, hanya bagian dari perjalanan.

Hari itu, Prema melihat bayangannya di cermin. Matanya sembab, kelopak matanya membengkak. Ia terlalu banyak menangis. Air mata yang seharusnya telah mengering justru terus mengalir, seolah ada sumber yang tak pernah habis di dalam dadanya.

“Kenapa nangis terus?” tanyanya pada bayangan di cermin.

Bayangan itu menatapnya balik, sorot matanya penuh pemahaman, seakan-akan ia bukan sekadar pantulan diri, melainkan cerminan luka yang tak terucapkan.

“Aku hanya bersikap manusiawi,” jawabnya lirih.

Prema menarik napas panjang. Ya, ini bagian dari menjadi manusia—merasakan, jatuh, terluka, lalu mencoba bangkit dengan bekas luka yang masih perih. Proses menerima dan melepaskan masih terasa berat, seperti menapaki jalan berbatu dengan kaki telanjang. Kadang ia berpikir sudah cukup kuat, tapi di saat-saat tertentu, hatinya kembali rapuh.

Cahaya hati dan panah cinta yang begitu murni dan tulus, patah oleh arogansi pengkhianatan. Tapi benarkah yang murni dan tulus itu bisa patah? Bukankah ketulusan seharusnya tak tergoyahkan, tak terpecahkan oleh kekejaman dunia?

Atau mungkin, yang patah bukanlah ketulusan itu sendiri, melainkan harapan yang menggantung di atasnya.

Prema tahu, cinta yang sejati tidak akan pernah benar-benar mati. Mungkin ia terkubur, mungkin ia tertidur, tapi ia tetap ada, seperti api kecil yang tersisa di balik abu. Dan pada akhirnya, yang perlu ia lakukan bukanlah menghapus rasa itu, melainkan mengubahnya—dari luka menjadi kebijaksanaan, dari kehilangan menjadi pemahaman, dari air mata menjadi cahaya yang menerangi jalannya sendiri.

Sebab bersikap manusiawi bukanlah kelemahan. Itu adalah keberanian.

Siswa Hindu SMA Vidatra Laksanakan Dāna Yajña di Pura Buana Agung Bontang

NM.Adnyani

Penyerahan Dāna Yajña

Bontang, 21 Februari 2025 – Siswa Hindu SMA Vidatra melaksanakan kegiatan Dāna Yajña yang dipusatkan di Pura Buana Agung Bontang. Kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Dharma, yaitu berbagi dengan sesama sebagai bentuk pengorbanan suci.

Acara ini diikuti oleh siswa Hindu SMA Vidatra, guru, serta orang tua siswa. Dalam kegiatan ini, para siswa secara sukarela memberikan donasi berupa dana yang nantinya akan disalurkan kepada pihak yang membutuhkan. Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan nilai kepedulian sosial, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa berbagi adalah bagian dari dharma.

Sembahyang Bersama

Sebagai puncak acara, seluruh peserta melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Buana Agung. Dengan penuh bhakti, doa-doa dipanjatkan agar segala kebaikan yang telah diberikan dapat membawa manfaat bagi yang menerima serta kebahagiaan bagi yang memberi.

“Kegiatan Dāna Yajña ini menjadi sarana bagi siswa untuk mengamalkan ajaran Hindu dalam kehidupan nyata. Mereka belajar bahwa berbagi adalah salah satu dari 3 Hal yang tidak boleh ditinggalkan di dunia ini (Yajñā, Dāna dan Tapa)” Ujar Ibu Ni Made Adnyani sebagai guru pendamping.

Mendengarkan Wacana Dharma

Para orang tua yang hadir turut mengapresiasi kegiatan ini. Mereka berharap Dāna Yajña dapat menjadi tradisi yang terus dilakukan, agar nilai-nilai kebajikan dan kasih sayang semakin tertanam dalam diri generasi muda Hindu.

Persiapan Persembahyangan

Dengan penuh semangat dan ketulusan, pelaksanaan Dāna Yajña di Pura Buana Agung Bontang ini menjadi bukti bahwa generasi muda Hindu siap untuk mengamalkan ajaran dharma dalam kehidupan sehari-hari.

Program Guru Tamu SMAN 1 Bontang: Menguak Inovasi Teknologi Peternakan

NM. Adnyani

Sumber Photo: Dokumentasi Ekskul Pers dan Jurnalistik

Bontang, 20 Februari 2025 – Siswa kelas 10 SMAN 1 Bontang mendapatkan wawasan baru dalam dunia peternakan melalui Program Guru Tamu bertema Teknologi Tepat Guna Peternakan. Kegiatan ini menghadirkan Ir. Evy Sulistyawati, S.PT., IPM dari Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang, yang memberikan pemahaman langsung mengenai penerapan teknologi dalam industri peternakan.

Ketua Program Guru Tamu, Ni Made Adnyani, yang memandu jalannya kegiatan, menekankan bahwa program ini bertujuan untuk menghadirkan pengalaman belajar langsung dari para ahli di bidangnya. “Kami ingin siswa tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga melihat bagaimana ilmu yang mereka pelajari diterapkan dalam dunia nyata. Dengan menghadirkan para profesional, mereka bisa belajar dari pengalaman langsung,” ujar Bu Made.

Sumber Photo: Dokumentasi Ekskul Pers dan Jurnalistik

Dalam paparannya, Ibu Evy Sulistyawati menjelaskan berbagai inovasi dalam bidang peternakan, mulai dari teknologi dalam reproduksi ternak, seperti inseminasi buatan, hingga teknologi unggul dalam pemberian pakan, yang dapat meningkatkan kualitas dan pertumbuhan ternak. Siswa juga diajak memahami bagaimana penerapan teknologi dapat menghasilkan bibit unggul secara lebih efisien.

Sumber Photo: Dokumentasi Ekskul Pers dan Jurnalistik

Kegiatan ini berlangsung interaktif, terutama dalam sesi tanya jawab, di mana siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan kritis. Salah satu siswa, Andini, mengungkapkan kesannya setelah mengikuti sesi ini. “Saya baru tahu bahwa inseminasi buatan ternyata bisa membantu meningkatkan kualitas ternak dengan lebih efisien. Ini membuka wawasan saya tentang bagaimana teknologi bisa berperan dalam peternakan modern,” ujar Andini.

Sumber Photo: Dokumentasi Ekskul Pers dan Jurnalistik

Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga menjadi ajang bagi siswa untuk mengasah keterampilan komunikasi dan berpikir kritis. Beberapa siswa yang memberikan pertanyaan dan jawaban terbaik mendapatkan hadiah menarik sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.

Sumber Photo: Dokumentasi Ekskul Pers dan Jurnalistik

Melalui Program Guru Tamu, SMAN 1 Bontang terus menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna bagi siswa. Dengan menghadirkan para profesional dari berbagai bidang, diharapkan siswa dapat lebih memahami relevansi ilmu yang mereka pelajari di sekolah dan mengembangkan wawasan yang lebih luas terhadap dunia kerja dan industri.

Kontributor Naskah: Andini – Ekskul Pers dan Jurnalistik SMAN 1 Bontang

Menginspirasi Generasi Muda: Menjelajah Dunia Lewat Travel Writing

NM. Adnyani

Apa yang membuat seseorang rela meninggalkan kenyamanan rumah untuk mengembara? Bapak Muhammad Saipul, seorang travel writer, mungkin punya jawabannya.

Suasana Aula SMAN 1 Bontang pada Rabu, 19 Februari 2025, dipenuhi dengan antusiasme dan kekaguman para siswa. Dalam program Guru Tamu hari itu, Muhammad Saipul, S.Hut., berbagi pengalaman perjalanannya serta memperkenalkan dunia travel writing kepada siswa-siswi.

“Menjelajah tempat tak dikenal sendirian adalah hal terbaik yang dapat dilakukan untuk menyenangkan diri sendiri,” ujar Muhammad Saipul dalam sambutannya. Jejak perjalanannya membentang luas, dari berbagai pelosok Indonesia hingga Asia Tenggara, setiap langkahnya terekam dalam tulisan. Hingga saat ini, ia telah menerbitkan empat buku serta beberapa artikel yang mengisahkan pengalamannya menjelajahi berbagai tempat. Selain berbagi cerita, ia juga menampilkan foto-foto perjalanan yang memukau, seolah membawa para siswa turut serta dalam petualangannya.

Dalam sesi pemaparannya, Muhammad Saipul menjelaskan bahwa seorang travel writer adalah seseorang yang mendokumentasikan perjalanan mereka dalam bentuk tulisan, baik mengenai destinasi wisata, keunggulan pariwisata, maupun kebudayaan setempat. Keunikan seorang travel writer terletak pada keberanian mereka menjelajahi rute-rute yang jarang dieksplorasi oleh kebanyakan orang. Perspektif inilah yang menjadikan tulisan mereka berbeda dari sekadar catatan perjalanan biasa—mereka menemukan sisi autentik suatu tempat yang mungkin terlewat oleh para turis.

Program Guru Tamu kali ini mendapat respons positif dari para siswa, yang terlihat dari antusiasme mereka dalam sesi tanya-jawab. Dengan penyampaiannya yang santai namun berbobot, Muhammad Saipul berhasil memotivasi siswa untuk mulai mencatat perjalanan mereka sendiri. Salah satu momen yang paling menghibur adalah ketika ia bercerita tentang pengalamannya mencari makanan halal di luar negeri, yang mengundang gelak tawa dari seluruh peserta.

Sebagai penutup, ia berpesan kepada siswa-siswi SMAN 1 Bontang, “Bontang butuh anak muda yang berkarya, bukan sekadar bergaya.” Program Guru Tamu ditutup dengan sesi foto bersama, mengabadikan momen inspiratif yang tak terlupakan bagi para siswa.

Kontributor Naskah: Sahira-Tim Ekskul Pers dan Jurnalistik SMAN 1 Bontang

Company Visit SMAN 1 Bontang ke PT Badak NGL: Eksplorasi Teknologi di Industri Energi

NM. Adnyani

Bontang, 19 Februari 2025 – Siswa kelas XII SMAN 1 Bontang mengikuti Company Visit ke PT Badak NGL dengan tema “Eksplorasi Teknologi di Industri Energi”. Kegiatan ini merupakan bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), khususnya dalam tema Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI, yang bertujuan memberikan pemahaman langsung tentang penerapan teknologi di industri energi.

Sinergi Dunia Pendidikan dan Industri

Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala SMAN 1 Bontang, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pendidikan dan industri dalam membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21. Sementara itu, Manajer CSR PT Badak NGL dalam sambutannya menyampaikan bahwa perusahaan berkomitmen mendukung dunia pendidikan dengan memberikan wawasan industri bagi generasi muda.

Mengenal PT Badak NGL dan Teknologi Industri LNG

Dalam sesi pemaparan, Ibu Garnis Nur Fadilah menjelaskan berbagai aspek penting terkait PT Badak NGL, termasuk implementasi nilai AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) serta konsep SHEQ MOMENT yang menekankan pentingnya keselamatan dan kualitas kerja.

Selain itu, siswa diperkenalkan dengan sistem keamanan dan tata tertib akses masuk ke kawasan industri, mengingat PT Badak NGL merupakan Objek Vital Nasional (Obvitnas). Pemaparan juga mencakup struktur organisasi perusahaan, teknologi produksi LNG (Liquefied Natural Gas), rantai pasok LNG, hingga proses distribusi ke berbagai negara.

“Saya baru tahu kalau LNG tidak hanya digunakan di Indonesia, tetapi juga diekspor ke berbagai negara. Ini membuka wawasan saya tentang betapa pentingnya industri ini bagi perekonomian nasional,” ujar Alief, salah satu peserta kunjungan.

LNG Academy: Kesempatan Beasiswa bagi Calon Insinyur Masa Depan

Salah satu hal menarik dalam kunjungan ini adalah pengenalan LNG Academy, program beasiswa dari PT Badak NGL yang dirancang untuk siswa yang berminat mendalami dunia energi dan teknologi. Program ini memberikan kesempatan belajar lebih lanjut dan mempersiapkan siswa untuk berkarir di industri LNG.

“Saya jadi lebih tertarik dengan industri energi setelah kunjungan ini. Teknologi yang digunakan ternyata sangat kompleks dan menarik untuk dipelajari,” kata Andyni, siswa kelas XII.

Antusiasme dan Interaksi Siswa

Dalam sesi diskusi, siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan pertanyaan kritis seputar teknologi industri LNG, sistem keamanan, serta peluang kerja di sektor energi. Beberapa siswa beruntung mendapatkan hadiah menarik dari PT Badak NGL atas partisipasi aktif mereka.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena siswa Bisa mendapatkan pemahaman baru tentang Industri LNG dan perkembangannya,” ujar Ibu Ni Made Adnyani, guru pendamping dari SMAN 1 Bontang.

Pembelajaran Berbasis Proyek dalam P5

Company Visit ini tidak hanya menambah wawasan siswa mengenai industri LNG, tetapi juga menguatkan pemahaman mereka tentang teknologi dan rekayasa sebagai bagian dari tema P5: Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI. Selain itu, kegiatan ini melatih keterampilan komunikasi, kolaborasi, dan berpikir kritis, yang merupakan elemen penting dalam Profil Pelajar Pancasila.

Diharapkan, kunjungan ini dapat membuka peluang magang atau kerja sama lebih lanjut antara SMAN 1 Bontang dan PT Badak NGL, sehingga semakin memperkuat sinergi antara pendidikan dan industri dalam membangun generasi unggul di bidang teknologi dan energi.

Kontributor Naskah: Azizah-Ekskul Pers dan Jurnalistik SMAN 1 Bontang

Menguatkan Bhinneka Tunggal Ika: SMA Negeri 1 Bontang Tanamkan Nilai Persatuan

NM. Adnyani

Guru Tamu

Bontang, 18 Februari 2025 – SMA Negeri 1 Bontang kembali menggelar kegiatan Guru Tamu dalam rangka Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kegiatan ini menghadirkan Adi Nurrachman, S.T., seorang praktisi keberagaman yang bekerja di sebuah perusahaan dan berinteraksi dengan orang dari berbagai suku, agama, serta kewarganegaraan. Sebagai ahli teknik sipil, ia telah menyelami keberagaman di dunia kerja dan membawakan materi bertajuk Keberagaman yang Menyatukan. Topik ini selaras dengan salah satu tema P5, yaitu Bhinneka Tunggal Ika, yang menekankan pentingnya persatuan dalam keberagaman.

Dalam sesi pemaparannya, Adi Nurrachman menjelaskan bahwa keberagaman bukan hanya sekadar fakta sosial, tetapi juga identitas dan kekuatan bangsa Indonesia. Ia menguraikan makna Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan yang mencerminkan keragaman suku, budaya, agama, dan bahasa yang tetap bersatu dalam satu kesatuan bangsa. Lebih dari itu, ia menekankan pentingnya membangun sikap saling menghormati, bertoleransi, serta menjunjung nilai-nilai musyawarah dalam kehidupan bermasyarakat.

“Keberagaman bukanlah penghalang, tetapi justru menjadi perekat yang menyatukan rakyat Indonesia,” ujar Adi Nurrachman dalam sesi diskusi interaktif bersama siswa. Ia juga mengajak para peserta untuk selalu mengedepankan sikap inklusif dan menghargai perbedaan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari para siswa yang aktif berdiskusi dan berbagi pandangan mengenai pengalaman mereka dalam menghadapi keberagaman di lingkungan sekolah dan masyarakat. Melalui program Guru Tamu ini, SMA Negeri 1 Bontang berharap dapat menanamkan nilai-nilai toleransi dan persatuan dalam diri siswa agar mereka mampu menjadi agen perubahan dalam menjaga keberagaman di Indonesia.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para siswa semakin memahami dan menginternalisasi nilai keberagaman, menjunjung tinggi sikap toleransi, serta berperan aktif dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. SMA Negeri 1 Bontang terus berkomitmen untuk menghadirkan pembelajaran bermakna yang tidak hanya meningkatkan wawasan akademik, tetapi juga membentuk karakter unggul bagi para siswanya.

Kontributor Naskah: Gadisa – Ekskul Pers dan Jurnalistik

Buat situs web Anda sendiri, gratis di WordPress.com.Buat situs web Anda sendiri.
Mulai gratis