Dvipantara Yoga Sastra –Vrati Saasana– 3

Sloka 3

Ahimsaa brahmacaryanca satyamavyaavahaarikam

astainyamiti pancaite yamaa rudrena bhaasitaah

“Ahimsaa or Non-Injury; Brahmacarya or Restraint on One’s Sexual Conduct in order to use the preserved energy for more creative purposes; Satya or Truth; Avyaavahaarika – Non-Materialism or not being a materialistic person; and Asteya – Non-Stealing or not depriving one of his/her right – these are the fibe Yamas, the Five Disciplines stated by Rudra, the Roaring Brilliant-Lord Siva, the All-Auspicious.”

Ahimsaa atau Tanpa-Kekerasan; Brahmacarya atau Pengendalian Hasrat Seksual agar energi yang terhematkan dapat digunakan untuk kegiatan yang lebih kreatif; Satya atau Kebenaran; Avyaavahaarika – Non-Materialisme atau tidak menjadi orang yang materialistis; dan Asteya – Tidak Mencuri atau merampas hak orang lain – inilah Lima Yama, Lima Disiplin yang dikumandangkan oleh Rudra, Siva, Hyang Maha Membahagiakan, Maha Cemerlang Bersuara Lantang.”

Yoga Sutra Patanjali : Samaadhi Paadah (Sutra I.1-5)

Sutra I.1

Atha yoga-anusaasanam

“Demikian, Disiplin itulah Yoga.”
Sutra I.2

yogas-citta-vrtti-nirodhah

“Yoga adalah Penghentian/Pengendalian Citta Vrtti atau perubahan-perubahan yang terjadi pada benih-benih pikiran dan perasaan.”
Sutra I.3

tadaa drastuh svaruupe’vasthaanam

“Saat itu, Sang Saksi (Jivaatmaa atau Jiva individu) berada dalam Kesejatian Wujudnya.”

Sutra I.4

vrtti Saaruupyam-itaratra

“Di luar itu (jika citta tidak terkendali, maka), terjadilah Keselarasan dengan Perubahan-Perubahan (Sang Jiwa Individu mengidentifikasikan diri dengan perubahan-perubahan tersebut).”
Sutra I.5

vrttayah pancatayyah klistaaklistaah

“Adalah lima macam Perubahan atau Veitti, baik yang menyebabkan Duka-Derita maupun yang tidak.”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai