Tentang Merokok dan Cinta

Lanjutan dari “Dialog menarik”dikutip dari Buku Live Love Laugh, anand Krishna
36

“Aku Mencintaimu, Hola!”
“Kau membuatku takut.”
“Kenapa, Hola?”
“Kau mencintai rokok dan kau menghabiskan rokokmu. sekarang kau mencintaiku, jadi kau mungkin akan menyia – nyiakanku juga.”
Moral : Cinta adalah sebuah laku, jadilah pecinta!

46

“Setelah putus dengan mantanku, aku sungguh bahagia, Hola. aku punya pacar baru, yang tidak keberatan dengan kebiasaanku mabuk dan merokok.”
“apakah dia juga merokok dan mabuk?”
“Tentu saja.”
“jadi mungkin saja kau adalah cintanya yang ketiga, setelah mabuk dan merokok.”
Moral : Berhati – hatilah dengan mereka yang menerima kebiasaan burukmu!
Dialog menarik ini saya kumpulkan khusus tentang “merokok”. bagaimanapun saya tidak mentoleransi perokok. 
banyak juga yang berkomentar bahwa, jika memang akan sakit, tidak jadi perokokpun akan sakit. makan dagingpun ga beda sama merokok, juga menyebabkan sakit.
Baik. itu dalih dan pemikiranmu. jernihkan dulu pikiranmu. 
sebagaimana canakya berkata: “Racun adalah segala sesuatu yang berlebihan” 

Rokok berlebihan akan menjadi racun. 

daging berlebihan juga menjadi racun
menulis ini bukan untuk menghakimi para perokok dan merasa diri ini “lebih suci”. Tidak sama sekali. ini di tulis untuk di renungkan menggunakan Budhi dan Viveka. ini untuk bicara ke dalam diri bukan bicara pada pikiran. bukan berdebat dan bukan untuk menilai. 
salam bahagia, salam rahayu 🙏
#Yukhidupsehattanparokok

Sekadar Memuaskan Keingintahuan, Melakoni Meditasi atau Merasakan Guyuran DMT?

Tentang berupaya terus mempraktekkan bukan memenuhi rasa ingin tahu saja

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai;Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai.Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

Om, May we all be protected; May we all be nourished; May we work together with great energy; May our intelect be sharpened; Let there be no Animosity amongst us; Peace to One and All.

buku kearifan mistisisme

Cover Buku Kearifan Mistisisme

Terbersit pertanyaan dalam diri, apakah berbagi kutipan-kutipan buku berharga akan bermanfaat bagi para pembaca? Apakah pembaca hanya akan bertambah pengetahuan dan meningkat intelektualitasnya saja? Apakah cukup “memuaskan” para pembaca dengan mengetahui apa itu meditasi atau berupaya agar mereka tergerak melakoni apa meditasi itu? Apakah cukup menjelaskan apa itu DMT seperti dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2015). Kearifan Mistisisme, Panduan untuk Menyelaraskan Diri dengan Semesta dan Menyerap Suara Yang Maha Ada, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama) ataukah membuat para pembaca berkeinginan melakoni bagaimana caranya mengalami guyuran DMT sehingga keadaraan kita meningkat dan bukan hanya intelektualitasnya saja yang…

Lihat pos aslinya 829 kata lagi

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai